peta jalan kasar: MUDIK LEWAT JALUR TENGAH, kira-kira seh

Emoticons0051

BREBES okezone – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) yang menghubungkan Brebes dengan Kota Tegal dinilai sebagai solusi mengatasi kemacetan parah yang terjadi saat arus mudik Lebaran lalu. Tahun depan Jalingkut diharapkan menjadi jalur alternatif jika jalan tol macet total.

Karena itu, pembangunan proyek yang mangkrak sejak 2012 ini diprioritaskan untuk dilanjutkan kembali. Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan agar proyek Jalingkut Brebes-Tegal yang mangkrak bertahun-tahun segera dilanjutkan kembali.

Hal ini setelah dilakukan evaluasi terhadap kemacetan parah di jalur mudik Brebes. Keberadaan Jalingkut diharapkan dapat mencegah terjadinya kemacetan parah pada arus mudik tahun depan. “Saat datang ke Brebes dari Kementerian PU sudah merespons baik. Mudah-mudahan Jalingkut bisa digunakan saat arus mudik tahun mendatang,” ucapnya kemarin.

Menurut Idza, selain melanjutkan proyek Jalingkut, Kementerian PU juga berencana membangun underpass di jalur selatan Bumiayu untuk mengatasi kemacetan selalu terjadi di wilayah tersebut karena keberadaan perlintasan kereta api. “Mudah-mudahan benar-benar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Wilayah Losari-Brebes-Tegal Wahyu Supriyo mengatakan, kelanjutan pembangunan Jalingkut masih harus menunggu proses lelang ulang. Pengerjaan baru diperkirakan bisa dimulai tahun depan. “Masih harus dilakukan lelang ulang lebih dulu.

Tapi kami upayakan pengerjaan sudah dimulai tahun depan,” katanya kemarin. Menurut Wahyu, proses pembangunan hanya melanjutkan pengerjaan fisik yang terhenti di tengah jalan Sebab, pembebasan lahan yang dibutuhkan sudah rampung sebelum proyek berjalan. “Lahan sudah beres semua. Jadi nanti tinggal melanjutkan saja. Sebelum berhenti, pengerjaan sudah mencapai 50%,” ujarnya.

Wahyu mengaku keberadaan ruas Jalingkut di Kota Tegal sudah bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif selama arus mudik meski belum sepenuhnya rampung. “Sebenarnya tidak juga (karena macet parah arus mudik). Kan sudah dipakai juga saat arus mudik,” ujarnya. Untuk diketahui, proyek Jalingkut dikerjakan sejak 2010 dengan anggaran Rp205 miliar.

Dana tersebut merupakan sharing APBN sebesar 30 persen dan 70 persen dari bantuan Bank Dunia. Pada Februari 2012, proyek tersebut terhenti karena Bank Dunia menghentikan pendanaannya dengan alasan molor dari batas kontrak. Saat dihentikan, pengerjaan proyek baru mencapai 48 persen dari total panjang sekira 17,3 kilometer.

Akibat penghentian itu, PT BRD menggugat Bina Marga ke Badan Arbitrase Nasional (BANI) pada Mei 2013 senilai Rp161 miliar. PT BRD menganggap molornya pengerjaan proyek karena Bina Marga terlambat mengeluarkan justifikasi teknis. Dalam sidang 28 Januari lalu, BANI memenangkan sebagian gugatan PT BRD dan meminta Bina Marga membayar kerugian Rp26,8 miliar ke BRD Setelah diputuskan harus membayar kerugian kepada PT BRD oleh BANI, Bina Marga mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA.

Langkah PK itu diajukan Bina Marga sekitar dua bulan yang lalu. Bina Marga juga belum membayar kerugian ke BRD dengan alasan masih menunggu proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan angka pembayaran yang akan dimasukkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015.

(rai)

bird smallest

Jakarta detik- Arus pemudik masih ramai di Idul Fitri hari kedua. Untuk menghindari macet akibat antrean pintu keluar Tol Brebes Timur Exit (Brexit), cobalah lewat gerbang Tol Pejagan.

Bagi para pemudik yang hendak menuju Jalur Pantura dan ingin mengindari macet, keluar lah melalui Tol Pejagan. Pada Rabu (6/7/2016) tengah malam, antrean di gerbang tol ini relatif normal.

Memang ada antrean, namun tidaklah panjang seperti situasi antrean di Brexit. Antrean di Tol Pejagan tidak stagnan dan pemudik masih tetap bisa memacu kendaraannya.

Setelah keluar dari Tol Pejagan, ambilah jalan ke kiri pada pertigaan pertama, tepatnya di Jalan Ketanggungan-Tanjung. Di pertigaan berikutnya, ambilah jalan ke kanan untuk masuk Jalur Pantura Losari-Bulakamba.

Hingga memasuki Kota Brebes, lalu lintas masih lancar. Pengendara yang melewati jalur arteri ini akan bertemu dengan pemudik yang keluar dari pintu keluar Tol Brexit saat memasuki Jalur Pantura Brebes-Tegal. Di jalur ini, lalu lintas sedikit padat sehingga polisi memberlakukan contra flow satu lajur.

Meski begitu, pengendara tidak terjebak dengan kemacetan panjang bahkan contra flow tidak terlalu panjang sebab ketika hendak memasuki Kota Tegal, lalu lintas semakin longgar. Kendaraan tampak ramai kembali ketika memasuki wilayah kota.

Di sejumlah SPBU yang ada di Tegal, terlihat ada banyak mobil terparkir. Tampak juga antrean pengedara yang sedang mengisi BBM. Mayoritas adalah pemudik yang tengah beristirahat usai kena macet panjang di Brexit. Sebagian ada yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan sempat sedikit membuat lalu lintas tersendat.

Saat melintasi Kota Tegal, kendaraan kembali terlihat padat. Namun lepas dari Tegal, lalu lintas sudah cukup lancar dan kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Meski lalu lintas Pantura selepas Tegal ramai lancar, pengendara diimbau waspada. Sebab pada Kamis (7/7) dini hari ini, gerimis mengguyur di sejumlah lokasi.
(elz/hri)

ezgif.com-resize

BREBES kontan. Berkat dihapusnya empat dari total tujuh barrier gate di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes Timur menjadi tiga, membuat waktu perjalanan hanya 4,5 jam dengan nilai total transaksi Rp 165.000.

Tim “Merapah Trans-Jawa” Kompas.com, menyusuri ruas baru Tol Trans-Jawa sejak Sabtu (25/6) hingga Minggu (3/7).

Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB, kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota Jakarta menuju Cikampek ramai lancar.

Beberapa kendaraan pemudik mulai terlihat padat di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dengan antrian hingga 500 meter.

Di GT Cikarang Utama ini, pemudik mengambil tiket tol dan kemudian membayarnya di tempat tujuan masing-masing.

Tim Kompas.com, melakukan transaksi pertama di GT Palimanan secara tunai dengan nilai sebesar Rp 109.500.

Antrian kendaraan menjelang GT Palimanan sekitar 300 meter. Banyak pemudik yang masih melakukan transaksi secara tunai, namun tak sedikit pula yang membayar dengan skema e-payment atau kartu elektronik.

Setelah membayar dan sekaligus mengambil tiket di GT Palimanan, Kompas.com melanjutkan perjalanan ke Brebes Timur dengan satu kali transaksi di GT Brebes Timur dengan nilai Rp 55.500.

Sistem pembayaran terintegrasi ini merupakan bagian dari langkah awal pelaksanaan peta jalan Electronic Toll Collection jalan tol di Indonesia, menuju diterapkannya pembayaran secara free flow (tanpa henti) dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Klaster 

Integrasi sistem ini mencakup tujuh ruas jalan tol sepanjang 364 kilometer yang dibagi dalam dua klaster, yaitu:

Klaster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padalarang-Cileunyi yang dikelola PT Jasa Marga (persero) Tbk dan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Klaster II mencakup Jalan Tol Palimanan-Kanci (PT Jasa Marga Tbk), dan Jalan Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes (PT Semesta Marga Raya).

Sebanyak empat barrier gate dihapuskan, artinya pengguna hanya lewat saja, tidak ada transaksi. Keempat barrier gate tersebut ada di Cikopo, Plumbon, Ciperna dan Mertapada.

Sementara khusus Klaster I, Gerbang Tol (GT) Cikopo tidak dioperasikan lagi sehingga pengguna dapat langsung melanjutkan perjalanan melalui tanpa harus berhenti.

Gerbang Palimanan menjadi gerbang tol bersama (joint gate) bagi ruas-ruas di Klaster I dan Klaster 2, serta dioperasikan oleh PT LMS.

Di masing-masing klaster, pengumpulan tol (baik tunai maupun non-tunai) dilakukan secara terintegrasi dengan sistem tertutup (tarif berdasarkan jarak tempuh), tanpa dibatasi barrier antar ruas tol.

Besaran tarif tol yang dikenakan tetap menggunakan ketetapan yang berlaku. Sebagai ilustrasi, kendaraan dari Jakarta tujuan ke Jawa Tengah yang semula 7 kali berhenti (yaitu di Cikarang Utama, Cikopo, Palimanan, Plumbon, Ciperna, Mertapada, dan Brebes Timur), menjadi hanya 3 kali berhenti.

Pengguna mengambil tiket tol di GT Cikarang Utama, lalu berhenti di GT Palimanan untuk membayar tarif tol Klaster I  Jakarta-Cikopo-Palimanan senilai Rp 109.500 (tarif Gol-1 Rp 13.500 + Rp 96.000) sekaligus mengambil tiket Klaster 2, dan berhenti GT Brebes Timur untuk membayar tarif tol Klaster 2 Palimanan-Kanci-Pejagan-Brebes Timur senilai Rp 55.500.

Jadi total tarif yang harus dibayar pengguna untuk melintasi Jakarta-Brebes Timur sebesar Rp 165.000. (Hilda B. Alexander)

 

PALIMANAN okezone – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memaksimalkan pelayanan bagi para pengguna jalan tol. Salah satu caranya adalah dengan cara mengintegrasikan sistem pembayaran antar jalan tol yang pengelolanya berbeda.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini, melakukan uji coba sistem transaksi terintegrasi dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Untuk melewati ruas tol ini, pengemudi akan dikenakan tarif Rp109.500.

“Uji coba hari ini tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang, akan dilakukan evaluasi. Sehingga waktu tempuh akibat kendaraan berhenti akan kita hilangkan. Tentu akan mempercepat pengemudi mencapai tujuannya,” ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Gerbang Tol Palimanan, Palimanan, Senin (13/06/2016).

Dia menjelaskan, uji coba sistem transaksi terintegrasi ini dilakukan dalam rangka memperlancar arus lalu lintas antara jalan tol yaitu menghubungkan Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan, dan juga ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, serta Pejagan-Pemalang.

“Sistem transaksi terintegrasi pada ruas-ruas tersebut harus sudah diimplementasikan sebelum masa arus mudik Lebaran 2016,” jelasnya. (Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Palimanan Sekali Bayar Rp109.500)

Lebih lanjut dia menerangkan, proses sistem transaksi terintegrasi ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal. Para pengendara nantinya hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan, sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Barrier Gate, yaitu Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna dan Gerbang Tol Mertapada.

“Nanti di Cikarang Utama pengendara ambil kartu, sesampainya di Palimanan, pengendara bayar tarif dan diberi kartu lagi nanti bayar di tempat keluar,” lanjutnya.

Selain masuk tol Jakarta-Palimanan, integrasi pembayaran juga akan dilakukan pada ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini baru tersambung sampai Brebes Timur.

Dengan demikian, pemudik dari Jakarta yang meneruskan perjalanan hingga Brebes Timur, cukup melakukan transaksi pengambilan kartu di Gerbang Tol Cikarang Utama, melakukan pembayaran di Gerbang Tol Palimanan sekaligus mengambil kartu dan melakukan pembayaran lagi di Gerbang Tol Brebes Timur. “Kalau mau keluar di Brebes Timur, bayarnya di Brebes Timur,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan uji coba integrasi sistem transaksi di Gerbang Tol Palimanan, hal ini dilakukan berdasarkan surat dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) No. UM.01.11-P/08 tanggal 16 Februari 2016 dan No. PW.01.01-P/11 tanggal 13 Mei 2016.

Untuk diketahui, sistem transaksi akan dibagi menjadi dia cluster yaitu Cluster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Masa), Jalan Tol Cipularang (Jasa Marga), Jalan Padaleunyi (Jasa Marga), serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster II meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road).

(mrt)

rose KECIL

BAWEN. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memberikan sejumlah catatan kepada PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) tentang kesiapan ruas jalan tol Bawen-Salatiga jika akan digunakan sebagai jalur alternatif arus mudik Lebaran 2016.

Sebagaimana diketahui ada 4 titik dijalan tol seksi III Semarang-Solo tersebut yang belum tersambung, sehingga PT TMJ sebagai pihak operator telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif jalan tol sepanjang 17.5 kilometer ini bisa dilalui pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2016.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Herukoco mengatakan, pihaknya kemarin telah melakukan rapat koordinasi bersama TMJ, Pemkab Semarang serta jajaran Polres Semarang dan Polres Salatiga.

Dari paparan pihak TMJ dilanjutkan dengan tinjauan ke lapangan, pihaknya melihat banyak titik yang rawan bagi keselamatan pemudik.

“Memang ada beberapa lokasi yang dari segi keselamatan harus diperhatian dengan benar. Karena ada bukit yang ditembus dengan jalan berkelok-kelok, itu dari segi keselamatan harus benar-benar diberi peringatan diberi alat pengaman jalan. artinya masyarakat jangan sampai tidak tahu bahwa itu adalah tanjakan dan turunan,” kata Herukoco, Kamis (9/6).

Selain kontur jalan yang masih belum landai mengingat pekerjaan fisik baru berjalan 43,8%, lanjutnya, jalur yang disiapkan ternyata masih banyak menemui persimpangan sebidang. Yakni, jalur tol yang bersingungan dengan jalan-jalan poros desa atau jalan perkampungan.

Dengan demikian pada titik-titik yang rawan tersebut perlu disiapkan petugas.

Titik lainnya yang perlu segera ditangani adalah, pada gerbang keluar tol Salatiga di kelurahan Tingkir. Sebab di titik ini, kendaraan yang keluar dari jalan tol akan menemui jalan reguler yang relatif sempit, yakni 5 lebar 5 meter.

Padahal jalan Tingkir ini tergolong padat terutama pada saat hari libur. Sehingga jika tidak diatur sedemikian rupa, akan menimbulkan antrian atau kemacetan baik di jalur keluar tol maupun di jalur reguler.

“Perlu ada pengaturan lalu lintas karena memang di titik ini sudah padat sekali. Tentunya ketika dari Bawen sudah diaktifkan, di sini jangan ditutup. Jangan sampai di sini memanjang ke belakang,” lanjutnya.

Melihat konsisi yang ada, pihaknya memperkirakan saat jalan tol Bawen-Salatigadioperasikan pada masa arus mudik 2016 mendatang, akan diperlukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup.

Selain itu, petugas juga perlu mengurai kemacetan di sekitar pasar Suruh dan pertigaan Tingkir akibat dampat kepadatan kendaraan di keluar tol Salatiga.

“Jadi kita pantau disini, kalau memang di exit tol Salatiga sudah padat, ke arah jalan alternatif di Bawen kita tidak gunakan dulu. Sehingga kalau di jalur alternatif macet atau panjang antriannya, (maka) di exit tol alternatif ini ditutup, sambil melakukan pengaturan di Suruh dan di pertigaan tingkir,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Herukoco berpendapat, pada arus mudik 2016 prioritas kendaraan dari Bawen ke Salatiga tetap akan diprioritaskan melalui jalur utama dibandingkan mengarahkan ke jalur alternatif termasuk tol.

“Ini bukan rekomendasi, artinya alternatif pertama ketika arus berjalan lancar tentunya kita menggunakan jalur utama. Tetapi seandainya panjang sekali kita pelu gunakan jalur aternatif,” tandasnya.

Herukoco menambahkan, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk memutuskantol Bawen-Salatiga bisa digunakan atau tidak. Melainkan sebatas memberikan masukan kepada pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini TMJ sebagai operator.

“Ini kan jalan belum jadi ya. Artinya ada tim bersama melibatkan dari Bina Marga, dari Dinas Perhubungan dan juga dari kepolisian,” ucapnya.

Berdasarkan target waktu yang telah ditentukan, PT TMJ akan meminta penilaian dari tim penilai kelayakan jalan pada tangal 21 juni mendatang. Tim penilai akan memutuskan apakah jalan tol Bawen-Salatiga berikut didalamnya jalur-jalur alternatif yang disiapkan, layak atau tidak dilalui kendaraan pemudik.(Syahrul Munir)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Masa liburan panjang (long weekend) 5-8 Mei 2016 sudah di ambang pintu. Di masa ini, sudah bisa dipastikan lonjakan kendaraan yang melalui jalan tol akan terjadi.

Untuk menghadapi kondisi itu, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto, mengatakan dibandingkan kondisi traffick harian normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per arah, diperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan di GT Cikopo mencapai lebih dari dua kali lipat.

Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2016 dengan volume traffick di GT Cikopo sekitar 30.000 kendaraan per hari.

“Saat arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Senin dini hari, kepadatan diprediksi mencapai 38.000 kendaraan per hari,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Hudaya menjelaskan antisipasi di lapangan di antaranya dengan membuka maksimal gardu tol di gerbang-gerbang utama, yaitu 15 gardu di GT Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan.

Selain itu, masih ada tambahan 6 gardu satelit. Petugas tol di dua gerbang tol itu juga ditambah dari semula 90 personel menjadi 140 personel. Pihak LMS juga melakukan penambahan uang kecil untuk kembalian pembayaran tarif tol.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya tidak bersamaan supaya tidak terjebak kemacetan.

Hindari perjalanan bersamaan pada Rabu sore/malam (4 Mei 2016) saat keluar wilayah Jakarta, dan saat arus balik hindari perjalanan bersamaan pada Minggu sore/malam (8 Mei 2016),” tuturnya.

bird smallest

 

BERITA1: Bekasi- Polresta Bekasi menyiagakan sebanyak 633 personel gabungan dalam pengamanan libur panjang, 5-8 Mei 2016. Personel disiagakan untuk mengamankan tiga lokasi seperti rumah ibadah, tempat wisata dan Tol Jakarta-Cikampek atau jalur Pantura.

Dari 633 personel gabungan tersebut, 50 personel berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 16 personel petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang mengerahkan dua unit damkar, 20 personel PT Jasa Marga dan 10 personel menyiagakan dua unit mobil ambulans. Sisanya, anggota kepolisian dari Polsek, Polresta Bekasi serta Polda Metro Jaya. “Para personel kepolisian mulai bersiaga pada Rabu (4/5) sore,” ujar Wakil Kapolresta Bekasi, AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Selasa (3/5).

Di Tol Jakarta-Cikampek dia mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan mulai KM 17-41 sebanyak sembilan titik. Di antaranya,

  • rest area KM 19 Tambun Selatan,
  • bawah jembatan Grand Wisata Tambun,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang tol Cikarang Utama,
  • rest area KM 33, off ramp Cibatu,
  • off ramp Cikarang Pusat Deltamas dan
  • rest area KM 39.

Sebaliknya, arus balik dari Cikampek menuju Jakarta, akan diperkirakan pada Minggu (8/5). Kekuatan personel disiagakan 10 titik utama yakni

  • perbatasan Karawang KM 41,
  • off rampDeltamas KM 36,
  • off ramp Cibatu,
  • rest area KM 32,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang Tol Cikarang Utama,
  • gerbang tol Colorobia,
  • gerbang Tol Cibitung,
  • off ramp Tambun.

Selain itu, Polresta Bekasi juga menyiagakan personel di tempat ibadah, masjid dan gereja, se-Kabupaten Bekasi. “Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah pada Kamis bagi umat Nasrani dan Jumat bagi umat Muslim dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 39 gereja yang dilakukan pengamanan pada Kamis (5/5). Terkait hal itu, Wakil Kapolresta Bekasi menepis adanya indikator gangguan keamanan di wilayahnya. “Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda gangguan kamtibmas laporan dari intelijen. Pengamanan yang kami lakukan sifatnya preventif dan mempersempit ruang gerak apabila ada pihak yang ingin mengganggu keamanan. Kami juga meminta kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga kondisi aman di sekitarnya,” kata Sonny.

Terakhir, lokasi yang juga menjadi perhatian kepolisian untuk dilakukan pengamanan adalah tempat wisata atau tempat keramaian liburan keluarga. “Akan ada peningkatan kegiatan masyarakat di tempat wisata pada 6-7 Mei nanti,” imbuhnya.

 

Mikael Niman/WBP

Suara Pembaruan

ezgif.com-resize

Jakarta detik-Musim mudik lebaran segera tiba. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengumpulkan perusahaan pelat merah yang berkaitan langsung dengan momentum rutin tahunan tersebut.

Hasil dalam rapat tersebut adalah menyegerakan penerapan rencana penghapusan gerbang antar tol. Pada musim mudik lebaran nanti pemudik yang melintas jalan tol cukup melakukan pembayaran dua kali saja dari Jakarta hingga Brebes Timur.

“Beliau (Menteri BUMN) memesan kepada kami agar supaya kenyamanan penumpang atau pengguna jalan menjadi nomor satu, ini akan kita lakukan. Dengan menggabungkan sistem pembayaran nanti ada dua cluster,” kata Direkur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Adapun cluster pertama yang sistem pembayarannya digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi nanti masuk Cikarang Utama, ambil tiket. Baru bayar di Pintu Tol Palimanan. Nggak ada lagi pintu tol Cikopo. Sama, yang dari Bandung juga begitu, langsung bayar satu kali di Palimanan,” jelas Adit.

Cluster kedua, adalah penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur.

“Saat dia (pemudik atau pengguna jalan) keluar di Palimanan kan sekalian bayar dikasih tiket nanti keluarnya langsung di Brebes Timur. Jadi kita bisa memotong tiga gerbang. Ini kemajuan yang luar biasa. Lebih efisien dan cepat,” tutur dia.

Sekedar informasi, rencana penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol telah menjadi agenda utama Pemerintah sejak akhir tahun lalu. Lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, mulai mengumpulkan operator jalan tol untuk merumuskan rencana tersebut.

Sebelum ada penggabungan sistem pembayaran ini, pemudik yang menggunakan jalan tol harus berhenti melewati sedikitnya 6 pintu tol hingga Brebes Timur. Yakni, Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Cikopo, Pintu Tol Palimanan, Pintu Tol Kanci, Pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes Timur.

Dengan adanya penggabungan sistem pembayaran ini maka pemudik cukup berhenti di Pintu Tol Cikarang Utama, Palimanan dan Brebes Timur saja.

(dna/hns)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan instrumen nontunai dalam pembayaran jasa jalan tol diestimasi dapat mengurangi kemacetan hingga 40% ketika puncak arus mudik Lebaran. Implementasi program ini akan dimulai pada Juni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan intensifikasi penggunaan sistem sensor di gerbang tol guna mereduksi kepadatan arus mudik sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Menurutnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan estimasi tersebut. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki roadmap penggunaan transaksi nontunai sepertie-money dan e-toll.

Hitung-hitungannya BPJT itu bisa mengurangi kemacetan 40% dari antrean pintu tol utuh. nanti bayarnya dipintu keluar seperti Brebes Timur, atau yang di Bandung, dan kami dari BPJT juga telah membuat. Itu baru satu klaster belum nanti klaster lain,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Basuki mengestimasi, pembayaran tunai memakan waktu selama 20 detik per kendaraan, sedangkan nontunai 10-12 detik. Untuk itu, dia menyampaikan akan berusaha melakukan integrasi seluruh pintu tol yang akan dimulai dari Cikopo, Palimanan-Pejagan.

“Jadi cuma ambil kartu, pas pintu keluar baru bayar, ini open system. Kita coba bertahap per klaster, pertama itu Cikarang Utama sampai Brebes Timur, nanti Solo-Ngawi sampai Surabaya,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Tol Cipali juga telah diintegrasikan dan tidak ada lagi pintuya. Sehingga, katanya, dari Cikarang Utama sudah tidak ada lagi hambatan. “Cikarang Utama, Bandung, sampai Brebes Timur itu satu cluster.”

Menteri PUPR mengatakan fokus implementasi ini ada di Pulau Jawa. Dia menyebutkan, percobaan ini juga membutuhkan waktu karena bank dan investor yang terlibat beragam, serta tidak hanya menggunakan sistem terbuka, melainkan juga tertutup.

Untuk persiapan arus mudik Lebaran, Basuki menjanjikan perbaikan sejumlah ruas jalan di Pantura seperti wilayah Ciasem, Pamanukan dan Pusakajaya akan usai pada akhir Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi dan mengamankan pelaksanaan libur panjang Lebaran, yang diprediksi akan terlaksana pada 6-7 Juli 2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan persoalan keamanan, transportasi dan energi harus dijaga pada momen Ramadan dan Lebaran. Adapun, akan ada satu kali Rapat Terbatas lagi untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Pengamanan itu mencakup arus transportasi orang dan barang, stabilisasi dan ketersediaan harga pangan serta ketersediaan harga komoditas energi.

“Kebetulan kan posko mudik tahun ini lebih lama, H-4 sampai H+4, jadi mudah-mudahan lebih baik karena lebih lama poskonya. Koordinatornya nanti Kemenhub, dan ada kami , Polri dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

About kulinerkhasjalan2

ini saya, bersama kawan-kawan, bergabung dalam petualangan meraih aktualisasi diri melalui kebersamaan jalan-jalan dan cicipan kulineran, that's it
This entry was posted in jalan-jalan dan kulineran, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s