peta jalan kasar: JALUR tengah MUDIK (2)

info BALIK 2015:

INFO JALUR WANGON-BANDUNG

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

TEMPO.COJakarta – Puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini, Selasa, 21 Juli 2015. Tentunya Anda tidak ingin terjebak dalam kemacetan di sejumlah titik.

Tempo sempat mencoba beberapa jalur alternatif untuk menghindari titik-titik kepadatan kendaraan saat arus balik. Berikut ini tipnya:

1. Tol Cipali
Sebaiknya Anda keluar di gerbang tol Kalijati di kilometer 98. Kemudian belok kiri ke arah Subang (Sukamandi). Selanjutnya, ambil jalur Pantura.

2. Pemalang-Brebes
Dari arah Pekalongan, setelah Jembatan Comal, sebaiknya Anda belok kiri ke arah Ampel Gading. Setelah sampai di Pemalang Selatan arahkan kendaraan ke Moga-Guci-Slawi, lalu bablas ke Ketanggungan dan Pejagan. Ruas jalan tersebut lancar dan kondisi jalannya bagus.

3. Hindari Purwokerto-Bumiayu-Prupuk
Dari arah Buntu ke Purbalingga, sebaiknya Anda mencari jalan ke Pemalang. Begitu sampai di tikungan Belik, belok kiri. Rutenya melewati Purwosari-Guci-Slawi-Ketanggungan-Pejagan. Kondisi lalu lintas di sini terbilang lancar dan jalannya mulus.

4. Tol Pejagan
Jika lalu lintas di tol Pejagan macet, dari arah Ketanggungan, sebaiknya Anda mengambil jalan menuju Ciledug sebelum Pejagan. Dari situ Anda akan keluar di dekat Tol Palimanan-Kanci. Dari situ, Cirebon sudah dekat. Atau mau masuk tol Kanci, bisa langsung ke Cikopo-Palimanan.

DEVY ERNIS

bird

Banyumas detik – Memasuki H-4 Lebaran di mana puncak arus mudik diperkirakan sampai hari ini, Satlantas Polres Banyumas menyarankan agar para pemudik dapat memanfaatkan jalur Selatan ataupun jalur Tengah melewati Purbalingga menuju Jakarta tanpa harus melewati Ajibarang-Bumiayu-Brebes.

“Dengan situasi yang ada sakarang, arus mudik puncaknya sampai hari ini, bagi pengguna jalan kiranya berkenan menggunakan jalur Selatan melewati Wangon- Lumbir- Dayluhur- Bandung- Jakarta,” kata Kasatlantas Polres Banyumas, AKP Ihram Kustarto, Selasa (21/7/2015).

Bahkan lanjut dia, jika memungkinkan bagi pemudik dari arah Kebumen yang hendak menuju Jakarta bisa mengambil jalur tengah melintasi Purbalingga tembus Pantura. Namun untuk melintasi jalur tersebut, pemudik harus berhati-hati karena terdapat tanjakan dan turunan yang terjal.

Untuk melintasi jalur tersebut dari arah Kebumen bisa melalui simpang empat Buntu ambil kanan arah Banyumas – Purbalingga, setibanya di simpang tiga Sokaraja dapat mengambil arah Purbalingga-Bobotsari-Pemalang.

“Kalau memungkinkan kendaraan dari arah Kebumen bisa ambil jalur tengah dan bisa melewati Purbalingga-Belik sampai Pemalang lalu masuk jalur pantura,” ujarnya.

Keputusan mengambil jalur alternatif tersebut dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kabag Ops Korlantas terkait pengalihan-pengalihan arus lalu lintas untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur Ajibarang-Bumiayu-Prupuk-Pejagan di mana di jalur tersebut terdapat banyak perlintasan kereta yang salah satunya menjadi sumber kemacetan.
(arb/dra)

PintuTolCipali

peta tol cikopo palimanan 2015junpeta tol cikopo palimanan 2015entrance

Jakarta detik – Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Tol Cipali) akan menjadi perlintasan utama bagi pemudik mobil lantaran bisa mempersingkat waktu daripada menempuh jalan di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Tol sepanjang 116.75 km itu memang tengah disiapkan sebagai jalur mudik 2015.

Dirangkum detikcom pada Sabtu (11/7/2015), untuk menuju ke Tol Cipali dari arah Jakarta menuju ke Jawa Tengah, pemudik dapat masuk dari Tol Dalam Kota menuju ke arah Tol Cikampek. Setelah Gerbang Tol Cikampek di KM 73 yang merupakan pintu keluar terakhir, pemudik akan berhadapan dengan jalan lurus beraspal.

Kemudian jalan itu akan bersambung ke jalan beton hingga bertemu dengan Gerbang Tol Cikopo di KM 77. Ini merupakan pintu masuk utama untuk menikmati mulusnya Tol Cipali.

Ada beberapa peringatan biasa yang terpasang di ruas tol sebelum masuk ke Gerbang Tol Cikopo. Sementara itu, untuk pintu tolnya sendiri ada 6 buah.

Namun sepertinya pihak pengelola sudah mengantisipasi kepadatan di pintu tol dengan membuka pintu tol cadangan di sisi kiri pintu masuk. Terlihat ada 5 pintu tol yang tengah disiapkan apabila nanti terdapat kepadatan saat puncak arus mudik.

Kebanyakan pemudik yang pertama kali melewati tol tersebut jangan terlalu khawatir. Selama tetap menjaga konsentrasi dan mengontrol kecepatan, tak ada yang perlu dirisaukan ketika melewati tol yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Konstruksi jalan beton yang mulus akan menyambut pemudik dengan trek lurus yang mendominasi. Bagi pemudik yang merasa kelelahan dari Tol Cikampek dapat berhenti terlebih dahulu di rest area pertama yaitu di KM 86.

Perjalanan akan berlanjut melewati konstruksi jalan berupa beton lagi hingga pemudik akan menemui simpang susun pertama yang merupakan pintu Gerbang Tol Kalijati di KM 98. Pintu tol itu berada di wilayah Kabupaten Subang dan akan mengarahkan pemudik keluar menuju ke Kalijati, Purwadadi dan Sukamandi.

Konstruksi jalan yang berupa beton akan berganti dengan mulusnya aspal hotmix di KM 110. Jalan aspal itu akan kembali berganti dengan jalur beton di KM 160.

Tol Cipali sendiri memiliki 2 jalur jalan yaitu satu mengarah dari Jakarta ke Cirebon dan satu jalur lagi sebaliknya. Masing-masing jalur terdiri dari 2 lajur selebar kurang lebih 5-7 meter.

Dua jalur jalan itu dipisahkan dengan parit sedalam kurang lebih 30-60 cm. Di beberapa lokasi memang Tol Cipali terlihat sepi dan membosankan karena belum banyak rambu-rambu jalan atau peringatan yang terpasang.

(dhn/dhn)

Emoticons0051

Jakarta, Otomania – Setelah membahas perjalanan melintasi Tol Cipali di malam hari, giliran membeberkan rute balik dari Palimanan menuju Cikopo di waktu siang. Meski tak lagi mengandalkan pancahayaan seperti berjalan di malam, tapi berkendara pada siang hari pun tetap harus waspada terhadap beberapa hal penting, karena cukup fatal bila Anda hiraukan.

BBM dan Logistik

Saat Otomania melintas dari Palimanan menuju Cikopo, beberapa lokasi rest area yang dilalui masih dalam tahap pembanggunan dan belum beroperasi. Hal terpenting yang wajib Anda perhatikan adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan. Jika dirasa kurang, sebaiknya sebelum masuk tol mencari SPBU terdekat untuk mengisi ulang.

Perhatikan meski konsumsi BBM relatif lebih irit jika berkendara di tol karena kecepatan stabil, kondisi sepanjang tol cenderung gersang. Belum banyak hijau pepohonan menghiasi sisi jalan. Artinya, jika kondisi cuaca cerah, hawa panas akan menghadang, sehingga penggunaan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) jadi andalan. Besaran hembusan angin AC juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

StanlyBerkendara siang hari di Cipali, perhatikan Ban dan logistik

Selain itu, urusan ketersediaan logistik, seperti makanan ringan atau minuman juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang tidak berpuasa. Belum beroperasinya rest area yang ada di sepanjang Palimanan-Cikopo, maka jangan harap Anda bisa menemui mini mart atau warung penjaja makanan atau minuman ringan. Perlengkapi diri Anda dengan logistik yang cukup sebelum masuk tol.

Ban

Hal lain yang patut diperhatikan selama melintasi Tol Cipali di waktu siang, adalah kondisi ban. Terik matahari akan membuat suhu aspal jadi panas, sehingga gesekan yang dialami ban jadi lebih berat. Tekanan angin pada ban yang kurang atau berlebih justru bisa membahayakan perjalanan Anda. Di sepanjang perjalanan, kami juga sempat melihat banyak serpihan-serpihan ban, membuktikan kalau pernah terjadi kecelakaan terkait kondisi ban.
Kacamata Hitam

Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB, ketika Otomania melintasi tol terpanjang di Indonesia ini. Terik matahari ternyata cukup menguras tenaga ketika berkendara. Kondisi mata sesekali harus mengerut karena menyilaukan, sehingga Anda bisa mudah lelah dan kurang fokus di balik kemudi.

Salah satu solusi yang bisa membantu dalam kondisi ini, adalah dengan memanfaatkan penggunaan kacamata hitam. Teriknya matahari bahkan beberapa kali menciptakan efek fatamorgana di ujung jalan, memaksa pengemudi jadi lebih waspada.

Ritme

Kondisi aspal yang masih baru dan mulus kerap membuat pengemudi terdorong untuk memacu kendaraan jadi lebih cepat. Apalagi, Tol Cipali didominasi dengan jalur-jalur lurus yang panjang. Hindari keinginan ini!

Tetap jaga ritme laju kendaraan Anda sesuai batas kecepatan yang berlaku di tol, 60-100 kpj. Pastikan jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal dua detik, sebagai batas kompensasi pengereman jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Paling penting, hindari bahu jalan dan menyusul kendaraan lain dari sisi kiri, karena berakibat fatal.

Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cikopo-Palimanan yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut diharapkan dapat mengurangi beban jalur Pantai Utara (pantura) Jawa hingga 60 persen.

Satu catatan penting, terdapat beberapa titik sambungan jalan antara lapisan aspal dan beton. Rongga antara kedua lapisan ini cukup rapat dan aman dilalui, selama kecepatan kendaraan tetap stabil.

Sepanjang perjalanan balik dari Palimanan menuju Cikopo, terdapat beberapa jembatan yang dilalui. Selain itu, akses jalan ini dikelilingi oleh areal persawahan yang rata. Kondisi geografis ini, membuat angin yang berhembus di daerah ini cukup kencang, sehingga fokus dan pengendalian kendaraan wajib diperhatikan lebih seksama.

TEMPO.CO, Jakarta – BUMD PT BIJB serius menjajaki sejumlah bank dan lembaga donor dalam pembangunan terminal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas mengatakan selain menggandeng pihak swasta asing dalam pembangunan terminal BIJB, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan dengan pihak perbankan.

Menurutnya, ada empat bank yang sudah didekati untuk mengucurkan dana. “Pertama BJB sebagai bank tuan rumah, Bank Mandiri. Dua lagi tengah dalam proses,” katanya, Senin, 22 Juni 2015.

Selain empat bank, pihaknya juga diminta Islamic Development Bank (IDB) untuk mempresentasikan rencana pembangunan bandara yang ditargetkan khusus umroh ini.

Dengan IDB, kemungkinan pendanaan yang diberikan akan dalam bentuk club deal investment anggota IDB. “Bukan lembaga IDB secara keseluruhan,” katanya.

Pihaknya menjajaki sindikasi perbankan karena bersama Angkasa Pura (AP) II sudah memetakan rencana pembangunan bandara yang akan dilakukan dalam beberapa tahap.

Tahap I A yang ditargetkan selesai 2017 dikerjakan akan menyedot dana Rp2,5 triliun, tahap I B membutuhkan dana Rp1,7 triliun. “Kita targetkan kebutuhan dana 30% dari joint venture , dan 70% dari pinjaman,” katanya.

Kebutuhan pinjaman yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun menurutnya akan digunakan untuk membangun keseluruhan tahap I yang mencapai luas 118.000 meter persegi.

Untuk tahap I A pihaknya menargetkan membangun 83.000 meter persegi tanpa PIR dengan kapasitas 5 juta penumpang per tahun. “Angka ini sudah memperhitungkan limpahan penumpang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan pengembangan lanjutan bandara.,” katanya.

Virda memastikan rencana groundbreaking terminal pada Agustus atau September 2015 tidak akan menjadi masalah selama nota kesepakatan pembentukan JV dengan AP II segera terbentuk dan pendanaan terpenuhi.

Sementara itu, ucapnya, untuk pihak swasta asing seperti perusahaan Cina bisa masuk dari awal JV atau masuk saat pembangunan tahap I mulai berjalan.

 Komposisi Saham Jadi 50:50

Saat ini draft pembentukan JV sudah ada di meja Direktur Utama PT AP II. Awalnya, pembentukan JV bisa lahir pada Juni ini sesuai target yang diberikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Terkesan lambannya pembentukan JV, menurut Virda, tidak diakibatkan ganjalan tertentu. “Bolanya ada di AP II, kita berharap mudah-mudahan secepatnya,” ujarnya.

Dalam pembentukan JV rencana saham sesuai arahan gubernur dipastikan kembali berubah. Jika sebelumnya AP II menguasai mayoritas saham dengan komposisi 51:49, dalam rapat terbaru komposisi menjadi 50:50.

“Awalnya karena ekspektasi Pak Gubernur kalau lahan yang dibutuhkan akan dibebaskan perusahaan joint venture, AP II mayoritas. Sekarang kami usulkan lahan dibebaskan oleh Pemprov Jabar maka saham jadi 50:50,” paparnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan perubahan komposisi saham dalam JV yang akan mengelola bandara tersebut tidak menyalahi kesepakatan awal pihaknya dengan AP II.

 BISNIS

Liputan6.com, Purwarkarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menetapkan tarif tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang memiliki panjang 116,75 kilometer (km) melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Besaran tarif yang telah ditentukan untuk melintasi tol terpanjang di Indonesia tersebut sebesar Rp 96 ribu untuk golongan I. “‎Besarantarif tol sebesar Rp 96 ribu yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri PU Pera,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeldjono saat peresmian Tol Cipali, Cikopo, Purwakarta, Sabtu (13/6/2015).

Dengan tarif yang telah ditetapkan maka lebih mahal dari tarif awal yang ada di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebesar Rp 750 per KM atau sebesar Rp 87 ribu. Sebelumnya Basuki mengisyaratkan harga tersebut akan lebih tinggi dari apa yang tertuang dalam kontrak awal tersebut mengingat banyaknya pertimbangan dalam konstruksinya.
‎‎

Jalan Tol Cikopo – Palimanan merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan akan menghubungkan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Palimanan – Kanci.

“Dengan beroperasinya Jalan Tol Cikopo – Palimanan akan mengurangi jarak tempuh jalur Pantura sepanjang ±40 km dan mengurangi waktu tempuh selama kurang lebih 1,5 jam,” tutur Basuki.

Hal ini diharapkan dapat menyelesaikan sebagian besar permasalahan pra sarana jaringan jalan khususnya di wilayah Pantura Jawa Barat dan juga mendukung mobilitas di wilayah barat Pulau Jawa dan mendukung perkembangan potensi ekonomi Jawa Barat.

Jalan tol Cikopo – Palimanan dibiayai dengan Skema Private Public Partnership (PPP)/Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan serta mendorong pengembangan kawasan pendukung di wilayah Jawa Barat.‎  (Yas/Ahm)

JAKARTA – Mudik Lebaran 2015 kali ini sangat jauh berbeda dengan mudik Lebarandi tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya di sektor infrastruktur jalan.

Biasanya, pemerintah menitik beratkan fokus jalan di sepanjang jalur Pantura (pantai utara), kali ini pemerintah fokus menyambungkan berbagai seksi tol yang masuk dalam rangkaian Tol Trans Jawa.

Untuk mudik 2015 kali ini, setidaknya pemerintah telah berhasil menyambungkan Tol Trans Jawa mulai dari Merak sampai Brebes Timur. Hal itu juga memberikan manfaat dan alternatif bagi para pemudik.

Awal mulai perubahan mudik 2015 terjadi karena paket pengerjaan ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang sudah hampir rampung, yang sampai saat ini hanya tinggal pemasangan marka atau rambu lalu lintas, serta penyelesaian pembangunan rest area atau tempat peristirahatan.

Tol yang memiliki panjang 116 kilometer (km) ini pun sangat dihandalkan oleh pemerintah untuk mengalihkan beban arus mudik pada jalur pantura. Hal tersebut pun berhasil lantaran target pembangunan Tol Cipali yang dijadwalkan selesai pada Agustus beberapa tahun ke depan dimajukan rampung sebelum Lebaran 2015.

“Merak sampai Brebes sudah toll to toll.,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat Berkunjung ke MNC Media, Jakarta.

Setelah Cipali, ruas tol yang selanjutnya berperan dalam arus mudik 2015 adalah, rute Kanci-Pejagan. Rute tersebut jauh lebih dahulu selesai pengerjaannya dibandingkan dengan Cipali.

Setelah Kanci-Pejagan, pemerintah menyiapkan pula ruas Pejagan-Pemalang yang kira-kira memiliki panjang 20 km. Uniknya, ruas Pejagan-Pemalang milik Waskita Karya group ini hanya agregat saja atau fisik jalannya itu satu lapis sebelum aspal atau hanya krikil yang dipadatkan dan disemprot dengan emulsion aspal.

Kondisi ruas Pejagan-Pemalang sendiri sampai saat ini masih hamparan tanah dan beberapa jembatan hanya baru sampai tahap pembangunan pondasi. Meski begitu, Basuki mengungkapkan, ruas tol Trans Jawa itu sudah aman untuk digunakan saat arus mudik Lebaran 2015.

“Cikopo-Brebes Timur bisa kita lalui ini untuk mudik ini,” ujarnya.

Untuk arus mudik Lebaran 2015 di Pulau Sumatera, Basuki menuturkan, jalur yang paling siap adalah Jalan Lintas Timur (Jalintim). “Ritual mudik dari Aceh sampai Lampung dengan Jalintim (jalan lintas Timur) yang paling siap, kalau Barat agak berat, yang tengah belum fungsional penuh, yang paling siap Jalintim,” kata Basuki.

Untuk Pulau Kalimanan, Basuki menyebutkan sudah siap semua, lantaran banyak beberapa ruas jalan yang sudah berhasil tersambung.

“Lintas Kalimantan Selatan sudah funsional dari pangkalan bun sudah tersambung, tinggal jembatan Tayan, tapi Agustus selesai, Sulawesi lebih cukup lagi,” tutupnya. http://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163125/rute-tol-merak-hingga-brebes-siap-sambut-mudik-2015
Sumber : OKEZONE.COM

Jakarta, – Tempat peristirahatan atau rest area menjadi tempat yang dibutuhkan pengemudi untuk beristirahat dan melepas lelah dari perjalanan panjang. Sehingga keberadaan rest area menjadi prioritas dan kini telah disiapkan di Tol terpanjang Cikampek-Palimanan (Cikapali).

Bersama dengan Kementerian PU, detikcom berkesempatan meninjau lokasi pengerjaan tol Cikapali yang infonya telah 99 persen selesai. Sementara untuk rest area, tol Cikapali menyiapkan 8 lokasi bagi pengemudi yang hendak beristirahat.

Dari total 8 lokasi rest area, 4 rest area tipe A dan 4 rest area tipe B. Yang membedakan diantara keduanya yakni hanya adanya SPBU di tipe A.

“Rest area tipe A ada SPBU nya. Hanya itu yang membedakan. Dari total panjang 116 Km, diperkirakan jarak setiap lokasi rest area sekitar 25 Km,” ujar Menteri PU dan Pera, Basuki Hadi Muljono saat meninjau pengerjaan tol Cikapali, Selasa (2/6/2015).

Selain menyediakan SPBU, fasilitas rest area juga menyediakan toilet, mushola, food court, dan beberapa kursi serta meja untuk tempat beristirahat.

Kondisi pengerjaan rest area untuk saat ini masih belum selesai 100 persen. Masih terdapat ratusan pekerja yang hingga saat ini tengah menyelesaikan pengerjaan pembuatan SPBU, kantin serta beberapa lokasi untuk peristirahatan.

Wadirut PT Lintas Marga Sejahtera, Hudaya Arrianto menjelaskan untuk rest area tipe A di Subang dalam waktu seminggu SPBU telah siap dioperasikan. Namun, berberda halnya untuk rest area tipe A di Majalengka yang pengerjaannya masih lambat dan belum diketahui kapan dapat terselesaikan.

“Ini SPBU di Subang ada di KM 122 dan berikutnya SPBU di Majalengka ada di KM 184. Jadi sekitar 60 km jedanya. Ada sepasang rest area, diantara jarak rest area tipe A ada rest area tipe B,” jelasnya.

About kulinerkhasjalan2

ini saya, bersama kawan-kawan, bergabung dalam petualangan meraih aktualisasi diri melalui kebersamaan jalan-jalan dan cicipan kulineran, that's it
This entry was posted in peta ke daerah tujuan wisata. Bookmark the permalink.

One Response to peta jalan kasar: JALUR tengah MUDIK (2)

  1. Pingback: peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH | jalan kuliner khas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s