04/03/2011: karawang/purwakarta, CURUG CIGENTIS

curug itu bahasa lokal sunda di Karawang/ Purwakarta berarti AIR TERJUN
neh, ada situs kamus sederhana bahasa Sunda ke Indonesia : kamus bahasa Sunda-Indonesia
sayang kata curug belum ada, apalagi cigentis
sejarah curug ini juga belum saya ketahui
saya bersama kawan-kawan mencapai tempat ini dengan kendaraan pribadi, sebuah suv
dari jakarta kami berjalan melalui jalan tol Jakarta-Cikampek, dan membayar tol Rp.6500,-
kami keluar di jalan keluar (exit) Karawang Barat (lihat petunjuk beberapa pengelola pemakaman yang dikelola swasta)
lalu berjalan menuju kota Karawang, dan persis melewati jembatan dan sungai di bawahnya, maka siap-siap belok kiri serta lihat petunjuk arah ke Pangkalan atau papan iklan Curug Cigentis
Curug Cigentis terletak di Karawang, desa Mekarbuana, di kaki Gunung Sanggabuana, wilayah Loji di daerah Pangkalan
kami menyusuri jalan di tepi sungai, yang belum saya ketahui namanya, kemudian mengikuti jalan besar melintasi desa-desa, dan akhirnya akan melintasi sebuah jembatan layang di atas jalan tol Cikampek lagi
pada saat ini, sayang sekali, jalan besar ini mengalami kerusakan pada beberapa bagian
lalu kami berjalan mengikuti jalan utama menuju Curug, dan juga saat ini harus melalui beberapa bagian jalan yang rusak, walau pun masih bisa dilewati
menurut informasi, Curug ini bisa juga dicapai melalui daerah Cariu, Cileungsi, Bogor
jalan dari Cariu akan juga bermuara pada jalan utama menuju ke Curug dari kota Karawang juga
saat ini, menurut informasi, jalur Cariu lebih berkondisi jalan bagus
ada 2 titik di jalan itu yang menarik untuk berhenti berfoto-ria, yaitu pemandangan gunung di belakang hamparan sawah, yang saat ini masih sebagian saja mulai mencuatkan batang-batang padi, dan bayangan di air sawah memberikan nuansa estetis tertentu
pada beberapa bagian jalan ada juga asap dari pengolahan batu kapur yang bisa menutupi jalan, tapi tidak terlalu mengganggu
kira-kira perjalanan dari exit jalan tol ke Curug mengambil waktu kira-kira 1 jam dengan jarak tempuh sekira 30 km, well, tergantung seberapa terampil sang supir sih, kalau saya sambil menikmati percakapan dan keindahan pemandangan
di pasar desa Loji akan mencapai pertigaan yang punya papan petunjuk ke Curug
well, jika bingung, selalu BERTANYA lah, apalagi jika merasa sudah tersesat, jalan keluarnya mudah: BERTANYA pada warga setempat
memang sih, sudah ada gps, tapi saya tidak mempunyainya, dan tidak mempunyai informasi seberapa canggih informasi yang terkandung dalam gps tentang daerah ini
kami menyusuri jalan yang semakin sempit, walau pun tetap 2 arah, sampai ke sebuah jembatan di atas sungai dan mulai mendaki
jalan yang mendaki ini masih relatif mudah diatasi dengan suv teman saya
berkelak-kelok ditebari pemandangan di sekitar Gunung Sanggabuana, kami berjalan dengan semangat meraih mimpi pernah melihat keindahan Curug Cigentis
akhirnya sampai di Kawasan Wisata Desa Mekarbuana, retribusi seorang adalah Rp. 2000,-; sayang karcisnya diberikan tidak sesuai jumlah uang diberikan, artinya dikorup lah😦, walau kecil-kecilan
kami terus berjalan melalui pendakian yang makin tidak bagus kondisinya serta berbatu-batu, sehingga terpaksa memarkirkan kendaraan di tepi jalan dekat rumah warga
lalu kami menempuh bagian terakhir jalan ke lokasi dengan 2 cara, ikut ojek yang tarifnya, saat ini, Rp. 20.000,- atau melakukan pendakian yang cukup terjal tapi di jalan berbatu; jika lelah dan haus bisa selalu berhenti di warung yang menyediakan tempat duduk serta membeli minuman, yang tentu saja harganya lebih mahal daripada di minimarket
tarif masuk Kawasan Wisata Curug Cigentis Rp. 6.000,- per orang.
Tapi jumlah karcis yang diberikan masih sesuai
Memasuki kawasan, jalan berbatu besar bagian yang harus kami tempuh selama 5 menit saja, sementara waktu tempuh dari tempat parkir adalah sekira 20 menit, tergantung seberapa bugar sih
di kawasan wisata ada beberapa warung, bahkan ada tempat menginap sederhana
menurut informasi, saat ini, komunitas bersepeda dari Bekasi dan Jakarta ada yang suka menginap di kawasan ini kira-kira seminggu sekali
bahkan camping bisa dilakukan di kawasan ini karena kawasan ini terbuka 24 jam sehari, walau pun pada malam hari pasti gelap gulita
nah, akhirnya, sampai ke air terjun, setinggi sekira 30-40 meter dengan pinggir berbatuan kehitaman dan kolam air di bawahnya dengan kedalaman 10-20 cm
kejernihan air dan suhunya yang rendah memang menjadi bagian utama atraksi air terjun ini
aliran air selanjutnya membentuk kali yang juga menurun sehingga membentuk beberapa air terjun mini
saat itu, sudah siang hari, dan semakin sore, ternyata pengunjung yang mayoritas remaja berpasangan semakin banyak
rata-rata pengunjung menikmati basahnya tubuh mereka dengan air yang sejuk tersebut
saat haus dan lapar, bisa memesan teh manis dan makan ayam goreng di salah satu warung seorang ibu tua, yang katanya, besok hari sudah dipesan tempatnya untuk menginap oleh komunitas bersepeda
kami tidak menginap dan menjelang sore hari kami beranjak balik ke mobil untuk kembali ke Jakarta, dan ternyata diwarnai kemacetan di sana-sini LAGI, lumayan menghilangkan kejenuhan hidup di Jakarta, yang penuh kemacetan dan kesemrawutan hidup
kutipan dari okezone: (tapi gw curiga KOK FOTO CURUGNYA BEDA SEKALE DARI YANG GW JEPRET … well, kayanya okezone kurang teliti … fyi: gw 2 kale ke curug cigentis, dan didampingi oleh local guide; coba bandingkan dengan yang gw posting di blog gw juga: foto CURUG CIGENTIS YANG SEBENARNYA GAGAH dan TINGGI)

Potret Wisata

Pesona Curug Cigentis di Kaki Gunung Sanggabuana

Sabtu, 10 September 2011 – 11:16 wib
Pasha Ernowo – Okezone
 0  7Email0
Curug Cigentis (foto: pe-ha-ka.blogspot.com)

Curug Cigentis (foto: pe-ha-ka.blogspot.com)

KEMBALI ke alam menjadi tempat wisata favorit bagi warga perkotaan. Salah satu wisata alam yang patut untuk dikunjungi adalah Curug Cigentis. Curug atau air terjun ini masih sangat alami.

Terletak di bawah kaki Gunung Sanggabuana, Karawang, panorama sepanjang jalan menuju curug tersebut sangatlah indah, asri dan jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar seperti Jakarta.

Kawasan ini mempunyai kharakteristik yang khas dengan curug dan lembah pada hutan lindung dengan keanekaragaman jenisnya yang cukup tinggi, diantaranya pohon Rasamala, Puspa, Kibanen dan pakis, jenis-jenis pasang dan jenis-jenis bambu.

Fasilitas yang terdapat di WW Curug Cigentis antara lain loket karcis, MCK, shelter, jalan setapak, kolam renang alam, rambu-rambu obyek dan tempat sampah maupun rumah makan.

Walaupun jalan menuju Curug ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki sejauh 2 km dari tempat parkir kendaraan, namun dengan suguhan pemandangan alam yang memikat, tidak akan terasa kita telah Wisata sambil ber Olahraga yang membuat sehat karena udara yang bersih. Air jernih yang mengalir di sungai kecil sepanjang jalan, membuat kita terpana akan keindahan Alam.

Cigentis merupakan salah satu wana wisata seluas 5 ha yang secara administratif pemerintahan terletak di Desa Mekar Buana Kecamatan Pangkalan, Kabupaten daerah Tingkat II Karawang. Sedangkan menurut wilayah pengelolaan hutan termasuk RPH Cigunungsari BKPH Purwakarta. (diolah dari berbagai sumber)

(uky)

About kulinerkhasjalan2

ini saya, bersama kawan-kawan, bergabung dalam petualangan meraih aktualisasi diri melalui kebersamaan jalan-jalan dan cicipan kulineran, that's it
This entry was posted in jalan-jalan dan kulineran. Bookmark the permalink.

One Response to 04/03/2011: karawang/purwakarta, CURUG CIGENTIS

  1. Pingback: kejar 1 M (044) H-191 | Jl. MAEN SAHAM (read: Stock Trading St.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s