peta jalan kasar: MUDIK LEWAT JALUR TENGAH, kira-kira seh

Emoticons0051

Bisnis.com, JAKARTA – Masa liburan panjang (long weekend) 5-8 Mei 2016 sudah di ambang pintu. Di masa ini, sudah bisa dipastikan lonjakan kendaraan yang melalui jalan tol akan terjadi.

Untuk menghadapi kondisi itu, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto, mengatakan dibandingkan kondisi traffick harian normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per arah, diperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan di GT Cikopo mencapai lebih dari dua kali lipat.

Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2016 dengan volume traffick di GT Cikopo sekitar 30.000 kendaraan per hari.

“Saat arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Senin dini hari, kepadatan diprediksi mencapai 38.000 kendaraan per hari,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Hudaya menjelaskan antisipasi di lapangan di antaranya dengan membuka maksimal gardu tol di gerbang-gerbang utama, yaitu 15 gardu di GT Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan.

Selain itu, masih ada tambahan 6 gardu satelit. Petugas tol di dua gerbang tol itu juga ditambah dari semula 90 personel menjadi 140 personel. Pihak LMS juga melakukan penambahan uang kecil untuk kembalian pembayaran tarif tol.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya tidak bersamaan supaya tidak terjebak kemacetan.

Hindari perjalanan bersamaan pada Rabu sore/malam (4 Mei 2016) saat keluar wilayah Jakarta, dan saat arus balik hindari perjalanan bersamaan pada Minggu sore/malam (8 Mei 2016),” tuturnya.

bird smallest

 

BERITA1: Bekasi- Polresta Bekasi menyiagakan sebanyak 633 personel gabungan dalam pengamanan libur panjang, 5-8 Mei 2016. Personel disiagakan untuk mengamankan tiga lokasi seperti rumah ibadah, tempat wisata dan Tol Jakarta-Cikampek atau jalur Pantura.

Dari 633 personel gabungan tersebut, 50 personel berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 16 personel petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang mengerahkan dua unit damkar, 20 personel PT Jasa Marga dan 10 personel menyiagakan dua unit mobil ambulans. Sisanya, anggota kepolisian dari Polsek, Polresta Bekasi serta Polda Metro Jaya. “Para personel kepolisian mulai bersiaga pada Rabu (4/5) sore,” ujar Wakil Kapolresta Bekasi, AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Selasa (3/5).

Di Tol Jakarta-Cikampek dia mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan mulai KM 17-41 sebanyak sembilan titik. Di antaranya,

  • rest area KM 19 Tambun Selatan,
  • bawah jembatan Grand Wisata Tambun,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang tol Cikarang Utama,
  • rest area KM 33, off ramp Cibatu,
  • off ramp Cikarang Pusat Deltamas dan
  • rest area KM 39.

Sebaliknya, arus balik dari Cikampek menuju Jakarta, akan diperkirakan pada Minggu (8/5). Kekuatan personel disiagakan 10 titik utama yakni

  • perbatasan Karawang KM 41,
  • off rampDeltamas KM 36,
  • off ramp Cibatu,
  • rest area KM 32,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang Tol Cikarang Utama,
  • gerbang tol Colorobia,
  • gerbang Tol Cibitung,
  • off ramp Tambun.

Selain itu, Polresta Bekasi juga menyiagakan personel di tempat ibadah, masjid dan gereja, se-Kabupaten Bekasi. “Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah pada Kamis bagi umat Nasrani dan Jumat bagi umat Muslim dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 39 gereja yang dilakukan pengamanan pada Kamis (5/5). Terkait hal itu, Wakil Kapolresta Bekasi menepis adanya indikator gangguan keamanan di wilayahnya. “Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda gangguan kamtibmas laporan dari intelijen. Pengamanan yang kami lakukan sifatnya preventif dan mempersempit ruang gerak apabila ada pihak yang ingin mengganggu keamanan. Kami juga meminta kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga kondisi aman di sekitarnya,” kata Sonny.

Terakhir, lokasi yang juga menjadi perhatian kepolisian untuk dilakukan pengamanan adalah tempat wisata atau tempat keramaian liburan keluarga. “Akan ada peningkatan kegiatan masyarakat di tempat wisata pada 6-7 Mei nanti,” imbuhnya.

 

Mikael Niman/WBP

Suara Pembaruan

ezgif.com-resize

Jakarta detik-Musim mudik lebaran segera tiba. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengumpulkan perusahaan pelat merah yang berkaitan langsung dengan momentum rutin tahunan tersebut.

Hasil dalam rapat tersebut adalah menyegerakan penerapan rencana penghapusan gerbang antar tol. Pada musim mudik lebaran nanti pemudik yang melintas jalan tol cukup melakukan pembayaran dua kali saja dari Jakarta hingga Brebes Timur.

“Beliau (Menteri BUMN) memesan kepada kami agar supaya kenyamanan penumpang atau pengguna jalan menjadi nomor satu, ini akan kita lakukan. Dengan menggabungkan sistem pembayaran nanti ada dua cluster,” kata Direkur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Adapun cluster pertama yang sistem pembayarannya digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi nanti masuk Cikarang Utama, ambil tiket. Baru bayar di Pintu Tol Palimanan. Nggak ada lagi pintu tol Cikopo. Sama, yang dari Bandung juga begitu, langsung bayar satu kali di Palimanan,” jelas Adit.

Cluster kedua, adalah penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur.

“Saat dia (pemudik atau pengguna jalan) keluar di Palimanan kan sekalian bayar dikasih tiket nanti keluarnya langsung di Brebes Timur. Jadi kita bisa memotong tiga gerbang. Ini kemajuan yang luar biasa. Lebih efisien dan cepat,” tutur dia.

Sekedar informasi, rencana penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol telah menjadi agenda utama Pemerintah sejak akhir tahun lalu. Lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, mulai mengumpulkan operator jalan tol untuk merumuskan rencana tersebut.

Sebelum ada penggabungan sistem pembayaran ini, pemudik yang menggunakan jalan tol harus berhenti melewati sedikitnya 6 pintu tol hingga Brebes Timur. Yakni, Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Cikopo, Pintu Tol Palimanan, Pintu Tol Kanci, Pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes Timur.

Dengan adanya penggabungan sistem pembayaran ini maka pemudik cukup berhenti di Pintu Tol Cikarang Utama, Palimanan dan Brebes Timur saja.

(dna/hns)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan instrumen nontunai dalam pembayaran jasa jalan tol diestimasi dapat mengurangi kemacetan hingga 40% ketika puncak arus mudik Lebaran. Implementasi program ini akan dimulai pada Juni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan intensifikasi penggunaan sistem sensor di gerbang tol guna mereduksi kepadatan arus mudik sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Menurutnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan estimasi tersebut. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki roadmap penggunaan transaksi nontunai sepertie-money dan e-toll.

Hitung-hitungannya BPJT itu bisa mengurangi kemacetan 40% dari antrean pintu tol utuh. nanti bayarnya dipintu keluar seperti Brebes Timur, atau yang di Bandung, dan kami dari BPJT juga telah membuat. Itu baru satu klaster belum nanti klaster lain,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Basuki mengestimasi, pembayaran tunai memakan waktu selama 20 detik per kendaraan, sedangkan nontunai 10-12 detik. Untuk itu, dia menyampaikan akan berusaha melakukan integrasi seluruh pintu tol yang akan dimulai dari Cikopo, Palimanan-Pejagan.

“Jadi cuma ambil kartu, pas pintu keluar baru bayar, ini open system. Kita coba bertahap per klaster, pertama itu Cikarang Utama sampai Brebes Timur, nanti Solo-Ngawi sampai Surabaya,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Tol Cipali juga telah diintegrasikan dan tidak ada lagi pintuya. Sehingga, katanya, dari Cikarang Utama sudah tidak ada lagi hambatan. “Cikarang Utama, Bandung, sampai Brebes Timur itu satu cluster.”

Menteri PUPR mengatakan fokus implementasi ini ada di Pulau Jawa. Dia menyebutkan, percobaan ini juga membutuhkan waktu karena bank dan investor yang terlibat beragam, serta tidak hanya menggunakan sistem terbuka, melainkan juga tertutup.

Untuk persiapan arus mudik Lebaran, Basuki menjanjikan perbaikan sejumlah ruas jalan di Pantura seperti wilayah Ciasem, Pamanukan dan Pusakajaya akan usai pada akhir Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi dan mengamankan pelaksanaan libur panjang Lebaran, yang diprediksi akan terlaksana pada 6-7 Juli 2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan persoalan keamanan, transportasi dan energi harus dijaga pada momen Ramadan dan Lebaran. Adapun, akan ada satu kali Rapat Terbatas lagi untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Pengamanan itu mencakup arus transportasi orang dan barang, stabilisasi dan ketersediaan harga pangan serta ketersediaan harga komoditas energi.

“Kebetulan kan posko mudik tahun ini lebih lama, H-4 sampai H+4, jadi mudah-mudahan lebih baik karena lebih lama poskonya. Koordinatornya nanti Kemenhub, dan ada kami , Polri dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Posted in jalan-jalan dan kulineran, Uncategorized | Leave a comment

JABODETABEK: jalur busway Jakarta

 

big-dancing-banana-smiley-emoticon

2016

peta JALAN KASAR RUTE TRANSJAKARTA, APTB dkk di Jakarta:

Keterangan: peta #

  1. TOTAL seluruh Jakarta (Klik KANAN mouse, buka di new tab, bisa dizoom (anjuran: +125%, pake browser Google Chrome))
  2. Monas_Senen_Pulo Gadung_PULO GEBANG_Dukuh Atas_Monas
  3. Dukuh Atas_Bendungan Hilir_Kuningan Barat_Kepa Duri_Permata Hijau
  4. Blok M_ RAGUNAN_Kampung Rambutan_Permata Hijau_LEBAK BULUS (calon MRT)
  5. Blok M_RAGUNAN_Kampung Rambutan_Cawang UKI_Kuningan Barat
  6. Pluit_Kota_Museum Fatahillah_Harmoni_Pasar Baru_Ancol_GROGOL_Kalideres
  7. Kalideres_Harmoni_GLODOK_Monas (Monumen Nasional)_Pasar Baru
  8. Dukuh Atas_Pemuda/Pramuka_Cawang UKI_Kuningan Barat_Semanggi
  9. Kota_ANCOL_Tanjung Priok_MONAS_Senen_Pulo Gadung
  10. Harmoni_Senen_Pramuka/Pemuda_Dukuh Atas
  11. Pluit_KOTA_HARMONI_Pasar Baru_KALIDERES

rute langsung n tidak langsung KORIDOR :

  • Pluit _Museum Fatahillah: 12
  • Pluit_Kota_GLODOK: 12 ganti 1 (di KOTA)
  • Pluit_Pinang Ranti: 9
  • Pluit_Semanggi : 9
  • Pluit-Grogol : 9
  • Kota_Harmoni: 1
  • Grogol 1 _Harmoni: 3
  • Harmoni_Monas: 1, atawa 2
  • Dukuh Atas 1_Monas: 1
  • Gambir 1_Gambir 2_Monas: 2
  • Gambir 1_Gambir 2_HARMONI_Pasar Baru: 2, ganti 3 (di HARMONI)
  • HARMONI_KOTA_ITC Mangga Dua_Gunung Sahari Mangga Dua_Ancol: 1, 12 (KOTA), 5 (Gunung Sahari Mangga Dua)
  • Kampung Melayu_Ancol: 5
  • Cawang UKI _ Kampung Melayu _Ancol: 7, ganti 5 (Kampung Melayu)
  • PGC2_Grogol2: 9A

doraemon

rute taon pra 2016

Denah-busway-v080116
Rute dari HARMONI:
TERMINAL pusat HARMONIcentral terminal HARMONI JAKARTA
Rute dari HARMONI ke MONAS
TERMINAL pusat HARMONI-MONASfrom HARMONI to NATIONAL MONUMENT JAKARTA
MAP on WALKING DISTANCE OF NATIONAL MONUMENT, NATIONAL MUSSEUM, ISTIQLAL MOSQUE, CATHEDRAL, IMANUEL CHURCH

Image | Posted on by | Leave a comment

INFO doAnK : raja ampat(LEBE CAKEP dibanding MALDIVES) MURMER … 170712_010516

MAEN SAHAM berlaba

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Introducing Raja Ampat Islands
quoted as it is from : lonely planet
This group of about 1600 mostly uninhabited islands off Sorong has some of the best diving in the world. Little known until the last few years,

  • Raja Ampat’s sheer numbers and

  • diversity of marine life, and its huge,

  • largely pristine coral-reef systems, are

  • a scuba dream come true – and fantastic for snorkellers too.

  • It’s like swimming in a tropical aquarium.

  • The sparsely populated islands are also great for birdwatching and

  • just exploring amid sublime scenery of steep,

  • jungle-covered islands,

  • white-sand beaches,

  • hidden lagoons, spooky caves,

  • weird mushroom-shaped islets and

  • pellucid waters.

Travel here is not for super-tight budgets, but new homestay accommodation has made Raja Ampat much more accessible than it was.
The four biggest islands are Waigeo (with the small but fast-growing regional capital, Waisai), Batanta, Salawati and Misool. The Dampier Strait between Waigeo and Batanta has many outstanding dive sites, so most accommodation options are on Waigeo, Batanta or three smaller islands between them: Kri, Gam and Mansuar.

Read more: http://www.lonelyplanet.com/indonesia/raja-ampat-islands#ixzz2fUfu1q00

rose KECIL

Sorong detik -Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) di kota Sorong, Papua Barat yang telah selesai seluruhnya pada Maret 2016 diresmikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan hari ini. Pada peresmian Bandara DEO ini sekaligus juga dilakukan peresmian Bandara Mopah Merauke secara simbolis.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, menegaskan kembali bahwa pembangunan infrastruktur saat ini difokuskan untuk wilayah Timur Indonesia sebagai wujud nyata dari program Nawacita Pemerintahan Presiden RI, Joko Widodo.

Diharapkan dengan pengembangan Bandara Sorong dan Merauke semakin memberikan arti pemerataan pembangunan yang salah satu cirinya adalah kecilnya disparitas harga antara wilayah Barat dan Timur. Untuk memperkuat tujuan tersebut, sesuai arahan Presiden RI, akan dilaksanakan program angkutan udara perintis khusus kargo di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat.

“Untuk ke depannya pembangunan bandar udara dan pelabuhan di Papua akan diperbanyak” ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/4/2016).

Pengembangan Bandara DEO dilakukan mulai tahun 2011 hingga awal tahun 2016 yang meliputi pembangunan gedung terminal penumpang menjadi 2 lantai. Fasilitas modern lain yang ditambahkan yaitu: garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray bagasi dan kabin multi view,walkthrough metal detector, dan penambahan fasilitas lainnya seperti area konsesi, area kerbside dan pembaruan desain interior terminal.

Dalam kurun waktu tersebut, total anggaran APBN yang digunakan yaitu sekitar Rp 236 miliar. Dengan bandara yang dibangun lebih modern dan megah, diharapkan pelayanan jasa transportasi udara di kota Sorong dan sekitarnya semakin meningkat. Dengan begitu, bandara DEO Sorong sebagai pintu gerbang kota Sorong dapat menjadi pemacu Kawasan Timur Indonesia agar dapat terus berkembang maju.

“Hal ini sesuai dengan program Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan dan meningkatkan kualitas hidup manusia, serta meningkatkan produktivitas rakyat,” papar Jonan.

Tampilan bandara DEO Sorong tak kalah dengan bandara lainnya di kota-kota besar di Indonesia. Pada bagian eksterior terminal penumpang, terlihat bentuk ornamen unik menyerupai buah pinang yang mencerminkan budaya daerah setempat.

Selain itu, bagian interiornya juga telah dipercantik dan dilengkapi fasilitasnya sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dengan gedung terminal penumpang yang diperluas hingga 13.700 m2, Bandara DEO dapat menampung 782 penumpang.

Sebagai bandara pengumpan, Bandara DEO Sorong melayani penerbangan berjadwal domestik yang dioperasikan oleh beberapa maskapai diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Ekspress. Selain itu, Bandara DEO juga melayani Penerbangan perintis yang dioperasikan maskapai Susi air ke beberapa wilayah sekitar seperti Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai.

Dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter, runway bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing seri 737. Pergerakan pesawat di salah satu bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung Papua ini mengalami rata-rata pertumbuhan 3,3 persen tiap tahunnya. Tercatat ada 9.000 lebih pergerakan pesawat pertahunnya.

Dari sisi penumpang, rata-rata pertumbuhan penumpang pertahunnya mencapai 13,2 persen dimana pada tahun 2014 ada sekitar 500 ribu lebih penumpang. Untuk kargo, rata-rata pertumbuhan kargo pertahunnya cukup pesat sekitar 17,2 persen dimana pada tahun 2014 mencapai 3,06 juta barang per kilo kargo.

Bandara Mopah Juga Dipercantik

Bandar Udara Mopah, dibangun pada 1943 khusus untuk keperluan darurat perang. Saat ini bandara ini melayani penerbangan ke Jayapura, Timika, Makassar, Surabaya serta Jakarta. Dengan panjang landasan 2.250 m, bisa didarati oleh jenis pesawat Boeing 737 series. Ada kurang lebih tiga maskapai yang melayani penerbangan terjadwal dari dan ke Bandara ini serta satu maskapai yang melayani penerbangan perintis.

Dengan terus bertambahnya aktifitas penerbangan serta pertumbuhan penumpang yang menggunakan Bandara ini, luas bangunan terminal sebelumnya adalah 1.972 m2 untuk menampung hingga 331 penumpang pada jam sibuk sudah tidak memadai lagi karena telah melampaui kapasitas jenuh terminal. Sesuai standar yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara, dibutuhkan 14m2/penumpang.

Tahun 2015 yang lalu, kemenhub merenovasi sekaligus memperluas serta menata ulang gedung terminal menjadi 4.634m2. Saat ini, terminal telah memiliki tempat check in yang lebih luas dan dilengkapi dengan ruang pengosongan senjata serta ruang tunggu keberangkatan yang nyaman dengan 381 kursi untuk para calon penumpang.

Tidak hanya itu, saat ini terminal penumpang juga telah dilengkapi dengan ruang khusus bagi perawatan bayi, toilet lama dan tambahan 2 toilet baru yang memperhatikan sistem penghawaan juga penerangan ruangan yang sangat baik. Hal ini memang menjadi perhatian khusus Jonan, masyarakat pengguna jasa trasportasi udara harus mendapat pelayanan yang terbaik.

Di luar gedung terminal, kini telah dipasang canopi pada lokasi drop off sehingga para calon penumpang terhindar dari panas dan hujan saat tiba di gedung terminal. Di salah satu sudut terminal, kini dibangun ATM Center juga foodcourt. Untuk menambah keindahan dan kenyaman bagi para calon penumpang, di sekitar terminal telah ditanami pohon dan rerumputan hijau. Kegiatan rehabilitasi dan perluasan gedung terminal ini menghabiskan biaya sekitar Rp 16 Milyar.

“Dengan gedung terminal existing ditambah dengan fasilitas yang baik, tentunya pelayanan prima dapat diberikan kepada masyarakat,” tutup Jonan.

(ang/ang)

butterfly

TEMPO.CO, Jakarta – Raja Ampat di Papua Barat dan Taman Nasional Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dinobatkan sebagai destinasi snorkeling terbaik dunia atau Worlds Best Snorkeling Destination berdasarkan survei CNN pada 2015.

“Indonesia sekaligus menempatkan dua destinasi yakni Raja Ampat di urutan pertama dan Taman Nasional Pulau Komodo di urutan kedua,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Minggu 3 Januari 2016.

Dua destinasi kebanggaan Indonesia itu, kata Arief, berhasil mengalahkan Kepulauan Galapagos yang berada di peringkat ketiga dalam survei tersebut.

CNN (Cable News Network) edisi internasional pada akhir 2015 melibatkan sejumlah ahli maritim untuk menyebutkan beberapa tempat favorit mereka untuk melakukan snorkel.

Jawaban mereka dirangkum dalam tulisan berjudul “11 of the worlds best snorkeling destinations” atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Pada peringkat pertama yakni Raja Ampat di Papua Barat, Indonesia, yang menjadi habitat bagi 75 persen koral yang dikenal di dunia. Peringkat kedua yakni TN Komodo di NTT, Indonesia.

Kemudian peringkat ketiga hingga 11 yakni Kepulauan Galapagos di Ekuador, Coral Triangles di Asia Pasifik, Filipina, Silver Bank Republik Dominika, Palau di Micronesia, Greet Barrier Reef di Australia, Pulau Solomon, Isla Holbox di Mexico, dan Kealakekua Bay di Big Island, Hawai.

Terkait dengan semakin dikenalnya sejumlah destinasi di Tanah Air, ia mengatakan hal itu tidak lepas dari kerja keras yang telah dilakukan bersama.

“Promosi gencar yang kita lakukan telah mulai membuahkan hasil,” katanya.

Menurut dia, semakin dikenalnya lebih banyak destinasi wisata Indonesia di tingkat dunia merupakan keberhasilan bersama yang harus terus ditingkatnya.

“Branding Wonderful Indonesia, yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan Amazing Thailand ranking 83, dan yang memuaskan mengalahkan branding Trully Asia Malaysia yang hanya ranking 96,” katanya.

ANTARA

valentineEVERYsmall

TEMPO.COPapua – Presiden Joko Widodo, saat melewatkan tahun baru 2016 di Papua, menyempatkan diri mendatangi destinasi wisata di sana, termasuk menikmati matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat. Di sana, Jokowi menceritakan harapannya pada pariwisata Papua di masa mendatang.

“Destinasi sebagus ini kita punya banyak. Kalau kita tidak dapat 20 juta (wisatawan), kebangetan. Negara tetangga 24-27 juta,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Jumat, 1 Januari 2015. Untuk mencapainya, Jokowi mengatakan sektor promosi, produk, dan wilayah yang menjadi unggulan harus banyak dibenahi.

Menurut Jokowi, sektor transportasi masih menjadi masalah dalam pariwisata di Raja Ampat. Bandara dengan perpanjangan runway dan terminal serta dermaga dan kapal harus dipersiapkan. “Kapal diperlukan untuk akses antarpulau. Kalau tidak ada, mahal sekali,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi menginginkan destinasi wisata, seperti Raja Ampat, bisa tetap menjaga alamnya. Karena itu, ia sudah meminta Menteri Pariwisata menjadikan Raja Ampat sebagai pariwisata yang eksklusif. “Seperti ada kuotanya, biar hutan dan lautnya tidak rusak,” ujarnya.

Harapan ini tak hanya ditujukan untuk Raja Ampat. Jokowi sebelumnya mengunjungi destinasi wisata lain, seperti Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, pada minggu lalu. Ia yakin destinasi wisata Indonesia akan semakin terkenal. Seperti di Labuan Bajo, ia berujar, “Alamnya khas, hutannya tidak banyak, tapi vegetasinya unik. Dunia mana yang punya komodo? Di sekitarnya bisa untuk diving dan snorkeling.”

EGI ADYATAMA

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Bisnis.com, JAKARTA–Kementerian Pariwisata akan membangun pusat layanan selam di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, pada 2016 untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin menyelam atau berlatih menyelam.

“Untuk 2016 sebagai hadiah, akan dibangunkan diving center di Raja Ampat,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Raja Ampat, Jumat.

Seiring proses pembangunan pusat layanan ini pemerintah akan mencetak 50 “dive master” di Raja Ampat dari masyarakat lokal, sedangkan perpanjangan Bandar Udara Mandira di Distrik Waigeo sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki mengatakan lokasi yang disiapkan untuk pusat pelayanan selam ini adalah Waiwo. “Untuk meningkatkan layanan penyelam di Raja Ampat akan dibangun di Waiwo,” tutur dia. Pusat pelayanan selam di Raja Ampat selama ini masih dikelola swasta sehingga inisiatif pusat membuat masyarakat lokal bisa mengelolanya. “Dengan pusat pelayanan selam, pengelolaan punya nilai manfaat untuk masyarakat sekitarnya,” ujar dia.

Meski kini sedang tahap persiapan, pusat pelayanan selam itu ditargetkan selesai tahun ini dan dijalankan secara paralel dengan pelatihan 50 “dive master.

bird smallest

JAKARTA okezone – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menghabiskan hari pertama di 2016 di Raja Ampat, Papua.

Agar Raja Ampat dapat menjadi destinasi wisata andalan, Jokowi menyebutkan tiga hal yang harus dipersiapkan, yaitu bandara dengan perpanjangan runway dan terminal, serta dermaga dan kapal.

“Kapal diperlukan untuk akses antara pulau, kalau tidak ada mahal sekali,” papar Jokowi, Jumat (1/1/2016).

Jokowi juga telah meminta kepada menteri pariwisata untuk menjadikan Raja Ampat sebagai pariwisata yang eksklusif.

“Seperti ada kuotanya, biar hutan dan lautnya tidak rusak,” tegasnya.

Sementara untuk Labuan Bajo, Jokowi meyakini Labuan Bajo akan semakin terkenal. Bukannya tanpa alasan, Presiden menyampaikan keyakinannya itu.

“Alamnya khas, hutannya tidak banyak, tapi vegetasinya unik. Dunia mana ada yang punya komodo? Di sekitarnya bisa untuk diving dan snorkling,” tukasnya.

(wdi)

Emoticons0051

Anang: Maldives Tak Seindah Indonesia
Prih Prawesti Febriani – detikhot
Rabu, 09/01/2013 09:16 WIB
Anang, Azriel, Aurel, Ashanty sebelum pergi ke Maldives (detikHOT)
Jakarta – Anang, Ashanty, serta Aurel dan Azriel baru saja pulang dari liburan mereka ke Maldives dan Sri Lanka. Seminggu di sana, Anang pun punya kesan sendiri soal Maldives.

Menurut Anang, pantai di Maldives memang indah, namun sebenarnya Indonesia pun tak kalah. Anang pernah mengunjungi Raja Ampat, Papua dan menurutnya Raja Ampat punya pemandangan yang jauh lebih indah dari Maldives.

“Kalau ngomong Maldives, kita punya yang seindah Maldives. Cuma masalahnya, kita punya kekayaan alam yang seindah Maldives juga karena kita pernah ke Raja Ampat itu jauh lebih bagus. Cuma kurang dibangun karena agak jauh juga. Maldives tersusun dengan bagus infrastrukturnya, bagus jadi maju banget. Pemandangannya bagus, airnya jernih banget, mudah-mudahan indonesia bisa kaya Maldives,” ujar Anang saat ditemui di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (8/1/2013) malam.

Karena pernah ke dua tempat yang dikenal dengan keindahan pantainya, Anang pun jadi bisa membandingkan. Ia tetap berpendapat bahwa Indonesia tetap yang terindah.

“Yang bisa diambil, bahwa memang Indonesia paling bagus. Maldives juga bagus, banyak yang bilang Maldives punya pantai terbaik menurut aku nggak,” tegasnya.

(ast/ast)

ezgif.com-resize

Catat Nih! Biaya Traveling ke Raja Ampat

Oleh: Afif Farhan – detikTravel
Selasa, 17/07/2012 18:52 WIB

Jakarta – Raja Ampat akan membuat siapa pun terpesona. Keindahan alam, terutama lautannya, menjadikan Raja Ampat surga para traveler. Mau tahu berapa biaya untuk traveling ke sana? Ini dia rinciannya.

Sambil ditemani angin laut dan matahari yang mulai tenggelam, saya masih terpukau dengan keajaiban Raja Ampat. Memang, biaya untuk datang ke tempat ini tidaklah murah. Hal ini pun diutarakan Hussein, anggota Conservation International Indonesia yang menjadi pemandu saya dan tim dari Adira X-Pedition dari acara yang digelar oleh Adira Finance.

“Minimal biaya untuk ke Raja Ampat adalah Rp 30 juta. Tidak cukup sehari ke Raja Ampat, dengan Rp 30 Juta saja, sudah cukup menikmati Raja Ampat selama satu minggu hingga 10 hari,” kata Hussein, dalam perjalanan menuju Raja Ampat Dive Lodge di Pulau Mansuar dari Pulau Arborek, Kamis (12/7/2012).

Rp 30 juta 7-10 hari? Ini artinya Rp 2,4-3 juta sehari. Saya sangat terkejut apa yang barusan dia ucapkan. Hussein memang sudah menetap lebih dari 20 tahun di Raja Ampat. Dirinya pun mengaku telah menjelajahi setiap sudut di pulau ini.

Tak hanya membantu para peneliti dalam penelitian terumbu karang, dirinya juga pernah menjadi kapten kapal di Raja Ampat. Pantas, dia tahu berapa biaya yang harus dibutuhkan untuk traveling ke surga ini.

“Dari biaya segitu besar, wisatawan dapat menikmati Pulau Waigeo, diving di Waiwo, mengunjungi Desa Wisata Sawingrai untuk melihat burung cendrawasih, dan ke Pianemo, gugusan pulau kecil tercantik ke-3 di Raja Ampat,” lanjut Hussein.

Hussein menambahkan, biaya tersebut pun belum cukup untuk menjelajahi Raja Ampat secara keseluruhan. Masih ada Kepulauan Wayag yang menjadi primadona Raja Ampat dan juga tempat diving terindah, Missol.

“Kalau ke Wayag dan Missol saja, menyewa boat bisa Rp 30 juta,” tambah Hussein.

Terlepas dari Wayag dan Missol, Rp 30 juta adalah biaya yang ‘paling aman’ untuk traveling ke Raja Ampat. Untuk sewa boat, dapat mencapai angka Rp 5-7 juta per harinya, itu termasuk penyewaan alat-alat snorkeling.

Untuk menginap, di Waisai atau pun Desa Sawingrai, yang masih dalam Pulau Waigeo terdapat penginapan dengan kisaran harga Rp 500.000. Tentu, sudah termasuk 3 kali makan, pagi siang dan malam. Untuk diving, biayanya pun berkisar Rp 400-500 ribu.

Biaya lainnya adalah pesawat dan kapal dari Sorong ke Waisai. Dari Jakarta, ada maskapai Express Air, Batavia Air, Merpati, dan Lion Air yang menawarkan penerbangan ke Sorong dengan biaya Rp 2-3 juta. Setelah itu, dari Sorong ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memakan biaya Rp 120 ribu per orangnya.

Memang, Rp 30 juta bukanlah harga yang murah untuk bisa berkunjung ke Raja Ampat. Akan tetapi, keindahan dan pesona Raja Ampat sangat tidak ternilai harganya. Raja Ampat layak menyandang gelar sebagai surganya pariwisata dunia, karena ada banyak terumbu karang dan biota bawah laut, pantai berpasir putih, gugusan pulau-pulau kecil yang cantik, dan hutan yang masih perawan.

Jadi, ayo segera menabung dan siapkan diri Anda untuk menyelami keindahan Raja Ampat.

Emoticons0051

Ke Raja Ampat Mahal? Baca Dulu Tips Ini
Asep Candra | Jumat, 12 Agustus 2011 | 06:09 WIB

KOMPAS.com — Selama ini banyak wisatawan domestik, terutama yang berasal dari Jakarta, enggan pergi ke Raja Ampat, Papua Barat. Hal ini karena isu mahalnya penginapan yang dikelola pihak asing di sana. Padahal, dengan cara backpacker, kita bisa pergi ke Raja Ampat.

Para backpacker yang ingin pergi ke Kepulauan Raja Ampat, rajin-rajinlah membuka situs jalur pesawat Jakarta-Sorong pada waktu bukan musim liburan. Untuk menuju Sorong, Anda bisa melihat situs penerbangan Batavia Air, Wings Air, dan Express Air. Sekitar Rp 3 juta harga tiket Jakarta-Sorong pergi-pulang dengan waktu tempuh tujuh jam karena transit di Makassar sekitar dua jam.

Dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Anda bisa berjalan kaki keluar bandara. Di luar bandara akan dijumpai jalan utama menuju kota Sorong dan pelabuhannya. Di sana banyak sekali angkutan kota warna kuning menuju Pelabuhan Sorong, cukup dengan ongkos Rp 3.000.

Di pelabuhan, Anda bisa naik kapal rakyat menuju ibu kota Raja Ampat. Kapal rakyat dengan biaya Rp 120.000 per orang berlayar tiap hari sekitar pukul 14.00 WIT. Usahakan pesawat Anda datang di Sorong sebelum pukul 12.00 WIT sehingga Anda bisa istirahat dahulu menunggu kapal berangkat. Perjalanan dengan kapal rakyat dari Sorong menuju Raja Ampat perlu waktu sekitar dua jam.

Di Waisai, Pulau Waigeo, ibu kota Raja Ampat, Anda bisa mencari hotel-hotel dengan harga Rp 300.000-Rp 400.000 per malam. Untuk keperluan diving dan eksplorasi berlayar ke pulau-pulau Raja Ampat, Anda bisa menyewa perahu penduduk asli.

Di Sorong terdapat banyak hotel bagus berbintang dua dan tiga yang menyediakan makanan dengan nasi dan lauk-pauk beragam. Para wisatawan domestik yang ingin tetap menginap di Sorong karena fasilitas tersebut bisa melakukan perjalanan satu hari tanpa perlu menginap di Waisai.

Untuk melakukan hal ini, Anda perlu menyewa speedboat sekitar Rp 8 juta per hari dengan kapasitas 20 orang per kapal. Anda harus mengumpulkan 20 orang sehingga cukup patungan Rp 400 ribu per orang sudah bisa berlayar ke Raja Ampat selama 12 jam penuh pada siang hari.

Mulai pukul 07.00 WIT sampai petang Anda bisa berlayar ke empat sampai lima pulau yang berdekatan. Mulai dari Selat Dampir, Pulau Pensil, Gua Karang yang ada tengkorak makam leluhur Raja Ampat, sampai ke Resor Sorido atau langsung ke Kepulauan Wayag. Kepulauan Wayag merupakan ikon Raja Ampat yang terdiri dari beberapa pulau kecil yang indah apabila dilihat dari atas.

Jika Anda ingin melihat suasana resor yang dikelola bule, Anda diperbolehkan mampir dan parkir di dermaganya. Anda bisa melihat keindahan pantainya yang putih bersih dan air lautnya yang sangat bening sehingga karang dan ikan bisa dilihat langsung dari dermaga.

Pulau kecil di seberang dermaga Sorido yang terhubung dengan pantai pasir putih dan laut lepas sangat indah dilihat. Pemandu dari resor akan mengantar Anda melihat suasana penginapan dan sekitar pulau yang banyak ditumbuhi pohon pandan bali yang sudah tua dan subur.

Kami sempat mampir di salah satu resor dengan tarif Rp 2 juta per orang per kamar. Kami melihat kamarnya memang indah dengan pemandangan pantai dan laut lepas kebiruan yang bisa dilihat dari dari jendela dan pintu. Fasilitas makan, tidur, dan pemandu untuk diving diberikan bagi tamu yang menginap di resor tersebut. Kebersihan kamar dan resornya sangat terjaga. Sekali-sekali ada burung bangau laut yang berjalan di resor. Untuk menginap di resor tersebut, Anda hanya perlu mengirim e-mail dan tanda jadi. Kedatangan Anda akan disambut di Pelabuhan Sorong.

Apabila Anda menginap di Sorong, baik seafood, seperti ikan, kepiting, dan udang bakar, maupun fastfood banyak dijumpai di restoran dan warung-warung tenda di Sorong. Ikan khas Sorong adalah ikan budara. Ikan ini memiliki banyak sekali daging dan tulangnya besar sehingga jarang ada duri kecil yang bisa tersangkut di tenggorokan.

Oleh-oleh khas Sorong adalah keripik talas atau keladi, roti abon gulung dari ikan tuna, dan ikan budara bakar. Untuk suvenir, di Kampung Baru, Sorong, banyak dijumpai toko yang menjual batik khas Papua, seperti corak panah, burung cendrawasih, dan tifa. Suvernir berupa koteka dan ukir-ukiran Asmat juga dapat Anda jumpai di beberapa toko suvenir di Sorong.

Untuk malam hari di Sorong, di sepanjang Pantai Tembok banyak dijumpai warung tenda yang menjual berbagai macam seafood, ayam bakar, dan coto makassar. (Asita Suryanto)

dubai underwaterhotelSMALL

Fandayani Soesilo, Penasaran Raja Ampat
Oleh Imam Suhartadi | Selasa, 25 Oktober 2011 | 10:44
bisnis indonesia

Traveling dan diving adalah kegiatan yang biasa dilakoni Fandayani ketika liburan tiba. Hampir semua tempat diving di Indonesia sudah ia rasakan sensasinya, kecuali Raja Ampat di Papua.

“Kalau ada liburan saya senang traveling dan diving. Diving memberikan sensasi tersendiri,’’ ujar Fandayani kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Sensasinya, lanjut Fanda, sudah tentu karena dapat melihat keanekaragaman laut yang tidak bisa disaksikan setiap hari. Dan yang mampu memberikan sejuta sensasi adalah laut Indonesia. “Saya sudah coba ke mana saja, tetapi tetap Indonesia yang paling bagus pemandangannya,” puji Fanda.

Ia mengilustrasikan, sebagai salah satu sudut dari “Coral Triangle”, Indonesia memiliki kekayaan laut paling lengkap. Sekitar 20% terumbu karang dunia ada di sini. Laut Indonesia juga mempunyai lebih dari 6 ribu spesies ikan, 600 spesies karang, gunung berapi bawah laut, palung, hingga bangkai kapal zaman dinasti Tiongkok dan Perang Dunia II.

“Dengan 13.500 pulau yang terbentang di garis khatulistiwa, Indonesia menjadi tempat terindah bagi penyelam,” puji Fanda sekali lagi.

Sayangnya, aku Fanda, ia malah belum sempat merasakan sensasi lokasi diving terindah di dunia, yakni di Pulau Raja Ampat, Papua. Di Indonesia, tempat diving yang paling jauh ia selami baru Laut Ambon. “Saya ingin sekali mencoba menyelam di Raja Ampat, Papua,” akunya penasaran.

Promosikan Usaha Kecil
Fanda memulai karier pada 2005 di sebuah perusahaan telekomunikasi, FT Ekaprasarana Primatel. Sebelumnya, selama 15 tahun ia bekerja dan menetap di California, Amerika Serikat. Ia pulang karena demi menemani ibunya yang tinggal sendiri setelah ayahnya meninggal.

Dari Primatel, Fanda akhirnya sempat bekerja di lima perusahaan, mulai dari Lam Research Corporation hingga PT Smart Telecom Indonesia (Sinar Mas Telecom). Semua itu dijadikannya sebagai tempat menimba ilmu hingga akhirnya dia mendirikan perusahaan sendiri, PT Emanur Pelangi Indonesia (Maetrika), sejak setahun lalu.

Maetrika, jelas Fanda, adalah perusahaan private incubator yang mendirikan serta mengembangkan perusahaan baru. Lingkup kerjanya dimulai dari ide atau konsep, termasuk di antaranya mencari sumber pendanaan sekaligus menawarkan akses ke jaringan strategic partner, baik tingkat domestic maupun internasional.

Melalui Maetrika, Fanda berusaha membawa investor untuk melahirkan perusahaan baru yang sustainable, profitable, socially, environmentally, dan responsible. “Dalam hal ini kami beruntung karena didukung oleh manajemen yang berpengalaman internasional di berbagai bidang mulai dari teknologi informasi, kimia, telekomunikasi, konstruksi, semikonduktor, dan lain-lain,” ujar lulusan University of California ini.

Bersama seluruh karyawannya, dia berusaha membantu seorang investor secara profesional dalam memberikan insight mengenai market, tren, serta overview. Dengan menciptakan inovasi baru ini, setidaknya Fanda berharap dapat membantu menambah lapangan pekerjaan bagi banyak orang atas berdirinya perusahaan-perusahaan baru.

Terkait investor, jelasnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, banyak perbedaan yang sangat signifikan. Pasalnya, banyak pebisnis atau pemilik modal yang tidak berani menciptakan inovasi baru atau mengeluarkan sebagian dananya untuk dikelola sebaik mungkin. “Kondisi ini sebenarnya sempat terjadi di AS pada 20 atau 30 tahun lalu, sekarang situasinya berada di Indonesia,” jelas wanita kelahiran 16 Desember 1971 itu.

Menurutnya, kebanyakan pemilik modal memilih untuk menginvestasikan dananya kepada sebuah perusahaan yang sudah berjalan lama. Sebagian besar di antaranya merupakan produk-produk yang diambil dari luar negeri, sehingga diakui dapat mengurangi jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Di sini saya berusaha memberikan edukasi pada mereka, dengan berinvestasi pada produk lokal bisa memberikan dampak ekonomi bagi negeri sendiri,” tutur dia.

Diakui Fanda, proses pendirian Maetrika sangat panjang sekaligus membutuhkan perjuangan yang cukup keras. Namun, keterbatasan tenaga maupun dana tidak membuatnya lantas menyerah. Melalui berbagai situs jaringan sosial dan pendekatan pada berbagai investor, tidak sampai beberapa bulan, mulai banyak orang yang tertarik dengan bisnis tersebut.

Kini, melalui perjuangan kerasnya untuk memberikan edukasi serta membangun komunikasi yang baik terhadap para investor, perusahaannya berjalan baik. Wanita kelahiran Surabaya ini setidaknya sudah berhasil menjalankan beberapa inovasi yang dibuat, salah satunya situs jual beli belibu.com.

“Saya berusaha menginkubasi mereka, di mana perusahaan ini sebagai penengah dari investor ke masyarakat,” papar dia.

Melalui anak bisnisnya, belibu.com, yang didirikan pada 2009, Fanda berupaya ingin meningkatkan usaha wirausaha kecil menuju arah yang lebih baik. Karena itu, dia berupaya melokalisasi situs buatannya tersebut tidak hanya diakses pedagang besar, tapi juga pengusaha kecil agar dapat mempromosikan bisnisnya.

“Inilah cita-cita terbesar saya, karena kalau ini dilakukan, maka dapat meningkatkan pendapatan mereka juga,” tambah dia.

Pasalnya, selama ini yang dia ketahui banyak situs lain yang hanya memasukkan beberapa perusahaan besar saja tanpa memberikan kesempatan kepada perusahaan kecil.

“Kalau perlu dokter gigi, tukang sate di salah satu tempat, atau bahkan tukang bakso sekalipun bisa berpromosi dengan gratis. Apalagi ini juga membantu dia dalam meningkatkan pendapatannya,” imbuh dia.

Karena itu, melalui independent reseller yang dibentuknya, sedapat mungkin dapat mengedukasi para pedagang kecil untuk membuat promosi di situs miliknya. Dengan apa yang sudah dicapainya saat ini, Fanda mengaku belum merasa sukses.

“Sukses itu punya ukuran yang berbeda setiap orang. Bagi saya bisa membentuk tim yang bagus itu sudah sukses, kalau sukses untuk mendapatkan revenue berupa uang, belum. Tapi, saya percaya bisa maju asal tetap bekerja keras untuk maju,” tandas dia.

doraemon

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

peta jalan kasar ke CURUG CIHERANG, Jonggol, Bogor

ezgif.com-resize

curug ini sudah lama ada, pastinya

sayangnya belum terlalu seterkenal curug Bidadari, Bojongkoneng, Sentul

tapi menarik, setidaknya karna tinggi curug dan kolam renang alaminya, serta prasarananya (termasuk WC, warung, dan tempat parkir)

panorama sekitar curug, pemandangan bebukitan.

setelah curug Ciherang, masih ada curug laen yang juga ramai : Curug Cipamingkis

lalu masih ada 3 curug laen, sebelum berlanjut menuju ke Cianjur melewati Kota Bunga Cipanas.

berikut urutan jalan dari Taman Mekarsari Cileungsi (dekat Cibubur, dan Cikeas serta Gunung Putri):

dari Taman Mekarsari ke Jl Cileungsi Jonggol (Kota Jonggol)

dari Jonggol ke Jl. Jonggol Dayeuh sampai dengan Jl Sukaraja Dayeuh:

dari Jl Sukaraja Dayeuh ke Jl Kebon Danas:

peta  jonggol dayeuh kb danas sukamulya

dari jl Kebon Danas menuju Jl Curug Ciherang lalu sampai lah di Curug Ciherang:

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

SERIUS MAEN SAHAM BERLABA

INFO TOL CIPALI 2015

 

kuliner khas Tegal, Pekalongan, dll di Pantura

 

tol trans jawa 2016

ezgif.com-resize

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan penurunan tarif tol Jembatan Suramadu sebesar 50 persen. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Jokowi melakukan rapat dengan sejumlah menteri membahas pengembangan wilayah di Kaki Jembatan Suramadu. Dalam rapat itu turut hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini.

“Untuk tarif angkutan Surabaya ke Madura dan sebaliknya, terdiri dari truk besar, truk sedang maupun sedan Presiden meminta diturunkan setidaknya 50 persen. Ini sudah sangat membantu masyarakat,” kata Seskab Pramono Anung saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Selain meminta diturunkannya tarif tol Suramadu, Pramono menjelaskan Presiden Jokowi menginstruksikan agar lahan yang berada di kaki jembatan Suramadu dikembalikan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. “Keputusan ini semoga menjadi kado awal tahun yang baik.”

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi keputusan penurunan tarif oleh Presiden Jokowi tersebut. Sebab, sedari awal jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura yang diresmikan pada 2009 itu bertujuan untuk memberikan efisiensi bagi biaya transportasi warga.

“Itu kan pembangunan Suramadu ada utang yang harus dibayar dan pendapatan rata-rata per tahun adalah Rp 200 miliar, jadi sudah hampir lunas. Maka sebetulnya berapapun tarifnya, usul kami bebas karena sudah mau lunas. Tapi tadi dalam rapat diputuskan tetap membayar untuk fungsi pengaturan,” kata Soekarwo.

Sementara, Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini menjelaskan Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar warga yang tinggal di sekitar Jembatan Suramadu mendapatkan kemudahan dalam mengurus kepemilikan tanah. Sebab, sejak 1979, para warga selalu mendapatkan kesulitan untuk mengurusnya.

“Selama ini masyarakat tidak bisa memproses hak tanahnya bahkan seluruh administrasi pertanahannya. Setelah rapat hari ini maka warga bisa mengurus hak tanahnya seperti masyarakat yang lain,” kata Risma.

bird

Jakarta -Sebelum musim mudik lebaran tiba, sistem pembayaran dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan harus sudah digabungkan. Lewat penggabungan ini, maka gerbang antar tol di dalam ruas ini harus dihapuskan.

Pemudik yang melintas di ruas ini cukup melakukan pembayaran satu kali saat keluar jalan tol. Namun demikian, bukan berarti kewajiban pengguna jalan tol untuk melakukan pembayaran akan dihilangkan.

Pengguna jalan tol akan dikenakan tarif akumulasi, alias hasil penjumlahan atas tarif di kedua ruas jalan tol yang dimiliki dua investor berbeda tersebut dan dilakukan dalam satu kali transaksi.

detikFinance mencoba merangkum biaya yang harus dibayar pengguna jalan tol golongan I dengan menggunakan daftar tarif normal yang berlaku saat ini di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Berikut daftarnya, masuk dari Pintu Tol Cikarang Utama:

  • Keluar di Kalijati Rp 36.000
  • Keluar di Subang Rp 45.000
  • Keluar di Cikedung Rp 68.500
  • Keluar di Kertajati Rp 84.000
  • Keluar di Sumber Jaya Rp 97.500
  • Keluar di Palimanan Rp 109.500

(dna/wdl)

valentineEVERYsmall

beritasatu:

Sumedang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan kontruksi pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer untuk seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang sepanjang 29 kilometer bisa selesai pada akhir 2018 mendatang.

“Perkirakan normal selesai pada akhir tahun 2018. Rata-rata baru 60 persen, tapi kami upayakan untuk bisa dipercepat,” kata Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini, di sela acara Peninjauan proyek tol Cisumdawu, Sumedang, Jumat (18/12).

Hasil pantauan di lapangan, tol seksi 1 dan 2 ini Cisumdawu ini masih dikerjakan oleh kontraktor besar bekerja sama dengan kontraktor Tiongkok.

Hediyanto Husaini mengatakan, kontruksi jalan tol untuk seksi 1 dan 2 ini lebih berat, karena daerah gunung dan berbukit bukit. Gunung dan bukit itu harus dibelah terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu panjang dibandingkan untuk seksi 3 sampai 6. “Medannya cukup berat, lihat kondisi tanah karena daerah pegunungan,” kata dia.

Jalan Tol Cisumdawu ini memiliki panjang 61, 675 kilometer yang terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 mulai dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer, seksi 2 Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer dan seksi 5 Legok-Ujung Jaya 16,42 kilometer dan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer.

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah akan mengerjakan sebanyak 2 seksi yaitu seksi 1 dan seksi 2. Sedangkan seksi berikutnya akan ditawarkan kepada investor untuk mengerjakannya.

Imam Muzakir/JAS

rose KECIL

detik: Jakarta – Musim mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Tak lama lagi, pergerakan jutaan orang kembali ke kampung akan terjadi. Kendala yang selalu dihadapi dan berulang soal kemacetan.

Namun untuk Lebaran tahun ini ada yang baru dalam urusan jalur mudik. Tak lain bisa digunakannya jalur Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali). Setelah tol ini resmi beroperasi, masyarakat dari Jakarta bisa tanpa henti melaju lewat tol hingga Brebes, Jawa Tengah.

Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk biaya tol?

Dari Jakarta, perjalanan bisa dimulai dari Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Setelah itu keluar di pintu tol Pejagan di Brebes, Jawa tengah. Total tarif tol yang harus dirogoh kocek pengguna Rp 138.000.

Total tarif itu menggunakan asumsi tarif tol terakhir yang berlaku saat ini. Kita coba simulasikan perjalanan dimulai dari daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan mobil golongan satu.

Pertama-tama, mobil memasuki jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Tarif tol ini Rp 8.500.

Setelah itu, memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek bayar lagi Rp 13.500. Sejauh ini total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 22.000.

Selesai melewati Cikampek, masuk ke gerbang tol Cikampek-Palimanan (Cikapali), tol dengan ruas terpanjang di Indonesia ini mematok tarif Rp 87.500. Jadi setelah 116,75 km dilewati, bayar Rp 87.500.

Selanjutnya masuk ke tol Palimanan-Kanci milik PT Jasa Marga Tbk. Di sini Anda bayar tol lagi Rp 4.500 di pintu keluar. Sudah Rp 114.000 dikeluarkan untuk bayar tol.

Tidak butuh waktu lama untuk melewati tol ini. Selanjutnya Anda masuk ke Tol Kanci-Pejagan yang dulu milik Grup Bakrie. Tarif tol yang sekarang dikuasai Grup MNC ini sebesar Rp 24.000.

Setelah keluar di pintu tol Pejagan, Brebes, total biaya yang sudah dikeluarkan untuk bayar tol sebesar Rp 138.000. Demikian biaya total yang dikeluarkan.

Anda siap menghadapi mudik?

peta TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (yang diusulkan, tapi JELANG DIRESMIKAN pada AKHIR JUNI 2015):
tol cikampek palimanan 2015besar

peta jalur alternatif MUDIK 2014:

 

peta jalur alternatif mudik 2014… sebagai evaluasi TRANS JAVA 2014 yang gw lakukan sbb:

H-2: gw masuk tol Cikampek (sekira jam 6.30) lalu exit tol Jatiluhur, ke kiri masuk Kota Purwakarta menuju Pasar Rebo lalu ke kiri di Pasar tersebut mengarah ke Wanayasa-Segalaherang (gw terjebak macet sekira 5 jam), lalu ke luar ke arah Jalan Cagak menuju ke Kota Sumedang (sekira jam 1900 masuk hotel)

H-1: berangkat pagi sekira jam 0800 menuju Palimanan lewat Jatiwangi (sekira 5 jam) masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan, lalu sore berhenti di Pekalongan

H: berangkat pagi sekira jam 0800 (lancar jaya lewat Jembatan Comal:) ) menuju Salatiga lewat tol lingkar luar kota Semarang-Bawen, semua jalur lancar jaya, kecuali karena terjadi sebuah kecelakaan di jalur Bawen-Salatiga, maka gw beralih lewat Magelang n pinggir Yogya, n Klaten (banyak candi n ada resto Ayam Bakar Kalasan) ke Solo, sore masuk hotel.

H+2: berangkat pagi, gw balik dari Solo lewat Boyolali ke taman wisata Kopeng dan kota Salatiga (makan Kupat Tahu Blabak), lalu ngebut ke Pusat Grosir Batik Sentono Pekalongan (sekira jam 1530) dan makan Soto Tauto Bang Dul (sampai dengan jam 1800), lalu lewat jalur alternatif buatan Polri sekira 2 jam lolos ke kota Pemalang (tidak melewati jembatan Comal) terus ke tol lingkar luar Cirebon ke Palimanan, terus melalui lingkar luar Indramayu dst s/d Tol Karawang Timur lewat jalur pemotor di Cikampek (walau pun gw nyetir mobil seh), lancar jaya (tapi gw banyak bobo di beberapa sbpu seh)

Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan Jateng
JUM’AT, 02 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB
Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan JatengTEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan secara umum, semua jalur yang disiapkan untuk arus mudik dan balik sudah dapat berfungsi. “Yang masih rawan macet itu jalur utara, Cirebon – Tegal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, melalui pesan pendek, Jumat, 2 Agustus 2013.Ia pun menyebut jalur selatan Jawa, yaitu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah rawan macet. Menurut Suroyo ada dua hal penyebab kemacetan, yaitu pasar tumpah dan persimpangan, baik dengan kereta maupun bukan.Kementerian Perhubungan menyebut setidaknya ada 12 titik kemacetan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur mudik di pulau Jawa. “Salah satunya adalah Simpang Jomin,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.Sementara itu, sebelas titik kemacetan lainnya berada di:1. Pertemuan jalur alternatif untuk motor di Ciasem
2. Paliaman
3. Perlintasan sebidang kereta api (KA) di pintu keluar tol Pejagan
4. Cikampek – Simpang Cikopo
5. Ruas jalan Simpang Gadog – Puncak
6. Ruas jalan Rancaekek
7. Gentong – Limbangan
8. Ciregol, Bumiayu
9. Perlintasan Sumpiuh
10. Perlintasan Karanganyar
11. UngaranKementerian Perhubungan menyatakan akan ada pagar betis sepanjang Karawang – Cirebon selama masa mudik. “Sebanyak 9.000 aparat kepolisian disiapkan untuk pagar betis,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotma Simanjuntak.Ia menjelaskan, satu petugas kepolisian akan ditempatkan di setiap jalan sepanjang 1.500 meter jalur tersebut. Hotma menyebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian petugas yang berjaga di jalur mudik. Pertama, adanya “bottle neck”.Menurut Hotma, “bottle neck” biasa terjadi di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan masjid. Kedua, jalur Cikampek – Simpang Jomin – Simpang Mutiara. Ia mengungkapkan, jalur segitiga emas itu rawan penumpukan arus kendaraan.”Kalau di situ macet, nanti kendaraan akan dialihkan ke Sadang,” ujarnya. Jika Sadang pun mengalami kemacetan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju Cileunyi. Ketiga, Hotma menuturkan, pemudik dengan motor yang melalui jalur Ciasem akan menyebabkan kemacetan.Lintas Karawang – Krasak – Cikalong akan dioperasikan sebagai jalur alternatif untuk pemudik yang menggunakan motor. Pada tahun lalu, kata Hotma, penyebab utama kemacetan ketika mudik adalah sikap pengemudi yang tidak bersabar dan tidak disiplin.Hotma pun menyebut dari tahun ke tahun ada cerita yang sama tentang mudik. “Sama ceritanya, Simpang Jomin selalu macet,” ucapnya.MARIA YUNIAR

reaction_1

Liputan6.com, Bandung – Pengadaan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan tol sendiri berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengaku, sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang mengurusi pendanaan pengadaan Jalan Tol Cisumdawu, telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada pemilik tanah di Desa Citimun.

“Pada Senin (23 Juni) PT Jasa Sarana merealisasikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas Desa Citimun yang telah melalui seluruh tahapan pengadaan tanah hingga tercapai musyawarah,” seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2014).

Selain itu pada Agustus 2014 nanti, 1 desa lagi akan masuk tahap pengadaan. Sedangkan untuk penyelesaian sampai dengan Seksi VI, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun 2015.

Dalam kesempatan itu Soko menuturkan Jalan Tol Cisumdawu ini akan terintegrasi dengan jalan tol yang sudah ada dan dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Oleh karenanya, kami mengusulkan untuk diberi kesempatan menyelesaikan pendanaan pengadaan tanah Seksi 1, yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari, kami akan menyelesaikannya hingga Desember 2014,” pungkasnya. (Okan Firdaus/Nrm)

(Nurmayanti)
– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2067884/pembebasan-lahan-tol-cisumdawu-masuk-tahap-pembayaran#sthash.0dk8DJQd.dpuf

long jump icon

Tol Cisumdawu Selesai 2014, Waktu Tempuh Bandung-Sumedang Hanya 15 Menit
Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 13:21 WIB

Sumedang – Proyek tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tahap 1 mulai dibangun hari ini, diharapkan keseluruhannya selesai 2014. Jika total ruas tol ini telah rampung, diperkirakan waktu tempuh dari Cileunyi (Bandung) menuju Sumedang hanya 15 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat acara groundbreaking tol Cisumdawu di Sumedang, Kamis (29/11/12).

“(Jika sudah rampung) Bandung (Cileunyi) ke Sumedang hanya 15 menit Insya Allah, biasanya macet di Jatinagor dan Cadas Pangeran,” ungkap Aher.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menargetkan proses pembangunan tol Cisumdawu tahap 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini akan memakan waktu hingga 2 tahun.

“Direncanakan seluruhnya selesai pada tahun 2014,” ungkap Djokir.

Pembangunan ruas tol ini memakan biaya sebesar Rp 1,022 triliun yang berasal dari dana pinjaman dari pemerintah China dan dana APBN. “Dananya loan China 90%, dan APBN murni 10%.

Proses groundbreaking ini adalah untuk pembangunan tahap 1 dengan panjang 6,3 km dari keseluruhan panjang tol sekitar 60,28 km. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tahap 1 ini diperkirakan mencapai Rp 1,022 triliun. Pembangunan ini dilakukan oleh 3 kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan Shanghai Construction Group dari China.

Seperti diketahui, ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu CileunyinTanjungsari sepanjang 9,80 Km, seksi dua Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 Km, Sumedang-Cimalaka 3,73 Km, Cimalaka-Legok 6,96 Km, Legok-Ujungjaya 16,35 Km, dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 Km.

(zul/hen)

long jump icon

Kamis, 01 November 2012 | 10:48 WIB
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pekan depan pemerintah akan menandatangani loan agreement dengan pemerintah Cina.

“Pekan depan, kami menandatangani loan agreement untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Tol Cisumdawu,” kata Djoko, usai penutupan Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu malam, 31 Oktober 2012.

Djoko menjelaskan, pinjaman luar negeri untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut mencapai triliunan rupiah. Untuk Tol Cisumdawu, pinjaman diberikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar US$ 137 juta.

“Ini kabar baik, karena dana pinjaman tersebut sudah dianggarkan dalam pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Sehingga penyerapan anggaran Kementerian juga ikut meningkat,” kata Djoko.

Loan agreement sendiri sudah berulang kali diundur oleh pemilik dana lantaran ada perdebatan internal antara pemerintah Cina dan pihak Bank Exim, Cina, sebagai pemberi pinjaman. Karena itu, ia dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto harus sering menghubungi pihak Cina agar mereka segera menandatangani loan agreement.

Dengan penandatanganan perjanjian itu, proses konstruksi kedua ruas tol dapat segera dilakukan. Djoko memperkirakan sekitar Desember kedua ruas tol itu dapat dilakukan ground breaking dan selesai dua tahun kemudian atau sekitar 2015.

Adapun Tol Cisumdawu merupakan ruas tol yang akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikapali. Tol sepanjang 60 kilometer ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit, sekaligus mengantisipasi beban trafik jalan Cadas Pangeran.

Tol tersebut terbagi atas enam seksi dan dua kontrak pembangunan. “Kontrak pertama sudah dilelang,” kata Djoko. Penandatangan kontrak tersebut dilakukan pada 2 Desember 2011 dan sekaligus mengawali kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kontraktor Shanghai Contruction Group.

Sedangkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan ruas tol yang telah masuk dalam Public Private Partnership 2011. “Saat ini pembebasan lahannya sudah 55 persen dan siap dikonstruksi,” kata Djoko.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Akses jalan lain menuju bandara tersebut adalah jalan non-tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi dan siap dioperasikan tahun depan.

“Wakil Presiden sudah menginstruksikan bahwa Bandara Kualanamu harus diresmikan pertengahan tahun depan,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dalam acara yang sama. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengebut pengerjaan jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kualanamu.

RAFIKA AULIA

long jump icon

Dibiayai China, Tol Cisumdawu Sumedang Segera Dibangun
Panjang jalan tol di kawasan Sumedang itu mencapai 58,35 kilometer.
Kamis, 1 November 2012, 12:31 Arinto Tri Wibowo, Alfin Tofler

VIVAnews – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Cisumdawu di Jawa Barat. Rencana pemasangan tiang pancang pembangunan jalan tol itu akan dipastikan setelah memperoleh pendanaan dari China.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, bank ekspor impor China akan memberikan pinjaman senilai Rp1 triliun untuk pendanaan proyek tol itu.

“Mudah-mudahan pekan depan kami akan segera tanda tangani,” ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Menurut Djoko, selama ini, pencairan pinjaman tersebut bermasalah, karena banyak pembahasan dan koordinasi antara pemerintah China dan Exim Bank of China.

Sepekan setelah penandatanganan perjanjian tersebut, dia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum akan langsung melakukan peletakan batu pertama di jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas jalan tol Cisumdawu, Djoko memperkirakan, sudah mencapai lebih dari 55 persen. Kementerian menargetkan, proses pemasangan tiang pancang jalan tol itu akan memakan waktu penyelesaian dua tahun anggaran.

Pembiayaan oleh bank China itu, dia menjelaskan, akan digunakan untuk pembangunan paket pertama. Sementara itu, untuk pembangunan paket kedua, menurut Djoko, baru akan digelar lelang setelah proses desain selesai.

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km).

long jump icon

Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:29 WIB
Situs-situs yang Tayangkan CCTV Arus Mudik

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan sebuah perusahaan swasta berlomba-lomba memasang kamera kamera pengawas alias closed-circuit television (CCTV) untuk memantau arus mudik. Ada ratusan kamera yang dipasang di berbagai titik penting jalur mudik. Di Pantura, kamera itu antara lain dipasang di Susukan, Winong, Tegalgubug, Tegalkarang, Palimanan, Plumbon, Plered, Kedawung, Gebang, dan Losari.

“Ada beberapa CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, kemarin. ,

Kamera CCTV juga dipasang di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci). “Ada 17 CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur ini,” kata Kepala Jasa Marga Cabang Tol Palikanci, Dadang Sumaryana.

Di jalur Nagreg, Polres Bandung memasang enam unit kamera pengawas. Kamera itu, menurut Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, antara lain dipasang di pintu gerbang tol Cileunyi, Batalion 330, Pamucatan, Ciaro, Jalan Cagak, dan Lingkar Nagreg.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kamera pengawas dipasang di 15 titik. “Pengoperasian CCTV itu terintegrasi dengan RTMC Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah DIY,” kata Kepala Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti.

Di Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta mengoperasikan kamera CCTV canggih bernama Intelligent Traffic System (ITS). Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kamera ini mampu mengatur nyala lampu pengatur lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

“Semakin panjang antrean kendaraan, nyala lampu hijau makin lama,” kata dia, Senin lalu. Kamera itu dipasang di persimpangan rawan macet, seperti persimpangan Sudirman, Manahan, Coyudan, Dawung, Panggung, dan Kerten.

Di Purwokerto, kamera dipasang antara lain di Terminal Purwokerto; perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas; dan pertigaan Ajibarang, Banyumas. “Purwokerto menjadi simpul penting lalu lintas di Jawa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Abdullah Muhammad.

Di Jawa Timur, Polda setempat memasang kamera di 184 titik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan.

Untuk memantaunya Anda bisa mengunjungi link berikut:
departemen perhubungan BANTU ANTISIPASI PERJALANAN ANDA
Kamera CCTV versi Departemen Perhubungan

LEWAT MANA neh …
Daftar CCTV jalur mudik versi Lewatmana.com:

01. Cikopo Cikampek — Jalur Pantura
02. Jomin Pantura — Jalur Pantura
03. Sukasari Pamanukan — Jalur Pantura
04. Mundusari Pamanukan — Jalur Pantura
05. Kertasemaya — Jalur Pantura
06. Brebes Pantura — Jalur Pantura
07. Ketanggungan Brebes — Jalur Tengah
08. Tomo Raya Sumedang — Jalur Selatan
09. Cipacing Raya — Jalur Selatan
10. Limbangan Nagrek — Jalur Selatan

IVANSYAH | SIGIT ZULMUNIR | PITO AGUSTIN RUDIANA | DINI MAWUNTYAS | IKA NINGTYAS | UKKY PRIMARTANTYO | ARIS ANDRIANTO

Tips Mudik Lebaran 1 Syawal 1430H Mobil Pribadi Bandung – Malang lewat Jalur Tengah Jawa
Posted on 15 September 2009 by richocean

peta kasar jalan jakarta-tol cikampek-tol cipularang-purwakarta-cimalaka/sumedang-kadipaten-majalengka





peta kasar jalan majalengka-cikijing-ciamis-banjar


peta kasar jalan ciamis-wangon-banyumas-banjarnegara-wonosobo-dieng-temanggung

wangon kota 2015

peta kasar jalan temanggung-salatiga-surakarta/solo-yogya



peta kasar jalan salatiga surakarta ngawi jombang batu malang n balik ke grobogan-demak-semarang

g







Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!
Aris F. Harvenda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:29 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

Dua puluh tips mudik ke Jawa naik mobil pribadi libur lebaran 1 Syawal 1430 H, berdasarkan pengalaman saya PP Bandung – Jawa 6 kali membawa mobil sendiri tanpa tidur non-stop. Seingat saya 3x saya bawa sedan Honda, 1 kali bawa Kijang, dan 2 kali bawa Zebra, dari masih bujang sampai punya istri 1 dan anak 2.

Pada awalnya saya bawa sedan Honda, sedih di jalan karena umumnya mudik pakai Kijang dan colt. Mobil berbadan besar, kalo sudah macet, lewat bahu jalan, yang jalannya jelek, lubang gede, tenang-tenang saja. Akhirnya saya bisa naik Kijang dan Zebra, rasanya seperti mudik karena sudah sama dengan mobil-mobil mudik yang lain. Sayang tahun ini saya tidak bisa mudik.

Jalur yang ditempuh :
Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon (via Tol Kanci) – Brebes – Tegal – Bumiayu – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Temanggung – Ambarawa – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Ngawi – Madiun – Nagnjuk – Jombang – Mokokerto – Mojosari – Gempol – Purwosari – Malang.

Saya pernah potong lewat Tawangmangu ternyata tanjakannya sesuai peta, tinggi banget, akhirnya tak luat, balik lagi ke Madiun. Saya pernah lewat Kediri – Pujon, utk menghindari tol Lapindo Sidoarjo, ternyata pusing, gunung muter-muter lebih serem dibanding Cadas Pangeran, Sumedang.

Dua puluh tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya agar bisa mudik selamat dan lancar :

PERSIAPAN :
1. Tentukan hari pergi dan pulang mudik sesuai kemampuan dan kondisi
Jika mudik 2-4 hari sebelum hari Idul Fitri dan pulang 2-4 hari sesudah hari Idul Fitri, dijamin jalanan macet banget. Mudik 1 hari dan kembali 1 hari sesudah Idul Fitri sepi banget di jalan.
2. Tentukan jam berangkat
Jika anda biasa terkena sinar lampu mobil maka lebih baik berangkat malam, apalagi ngirit AC. Sebaiknya anda menguasai medan malam yang bisa sepi dan kurang dukungan logistik. Suasana boring banget.
Jika anda ingin melihat indahnya pemandangan selama perjalanan dan kurang tahan sinar lampu, berangkatlah siang hari, dengan catatan AC mobil bagus atau siap meleleh jika AC masalah.
3. Bawa mobil ke bengkel sekitar 1 minggu sebelum hari keberangkatan
Antrian bengkel masih sepi dan montir-montir masih penuh perhatian. Kalo kurang dari 5 hari, bengkel penuh banget dan montir-montir sudah capek lembur, kurang fokus, mau mudik juga.
Yang perlu dilakukan :
– Tune up (kalo perlu ganti busi, saringan udara, saringan bensin, air, aki, air radiator, ganti oli mesin + perseneleng + gardan), siap-siap macet + non-stop
– Cek rem (buka ban), siap-siap jalan menurun + pengereman mendadak
– Cek kampas kopling, siap-siap macet + nanjak
– Cek AC, siap-siap panas macet
– Cek karet wiper + lampu jarak dekat + jauh + sign, siap-siap hujan + malam
– Beli bola lampu cadangan + sekring + oli cadangan, siap-siap oli rembes
– Siapkan ban cadangan, angin penuh. Kembang ban jangan tipis
– Segitiga parkir, perangkat bongkar-bongkar secukupnya, dongkrak, kunci roda
Saya siapkan dana sekitar 1jt ke bengkel agar tidak perlu ke bengkel dadakan (palsu) di pinggir jalan dalam perjalanan.
4. Perhatikan para penumpang mobil
Jika cuma sendiri lebih sederhana. Jika bawa wanita, lebih butuh persiapan. Jika bawa anak-anak kecil dan bayi, butuh persiapan super extra. Pastikan penumpang mobil berangkat dalam kondisi sehat. Jangan memaksakan jika sakit terutama bayi dan anak-anak, anda bisa tidak jadi liburan tapi bisa nginep di rumah sakit di luar kota.
5. Bawa makanan kering + kue + air putih + susu + vitamin + obat secukupnya
Khusus anak-anak, saya bawa kasur lipatnya dan juga bantal kesayangannya. Hal ini sangat serius karena anak tidak bisa tidur di mobil, apalagi setelah sampai ke tempat tujuan. Bawa mainan kesayangan dan bahan-bahan bacaan karena akan sangat membosankan di perjalanan.
6. Bawa baju dan sejenisnya. Simpan di mobil yang tidak merangsang orang untuk mengambil.
Bawa uang tunai secukupnya (sekitar 1jt) untuk jaga-jaga terutama kalau mobil bermasalah dan kesulitan ATM di tengah jalan.
Jangan lupa bawa oleh-oleh yang awet. Sediakan tempat di mobil untuk bawa oleh-oleh balik karena biasanya diberi oleh-oleh dan menolak oleh-oleh merupakan hal yang kurang baik.
7. Siapkan peta, pelajari peta, jalan-jalan alternatif, cari info-info terutama jika anda jarang melewati rute itu
Bawa senter yg cukup, untuk baca peta saat malam maupun pemeriksaan mobil di malam hari. Jika mobil tidak memungkinkan antri dan menanjak, haram hukumnya melalui jalur itu meskipun lebih dekat, lebih baik sedikit memutar tapi pasti sampai.
8. Bawa kaset + CD + film karena di perjalanan sinyal radio AM apalagi FM kadang-kadang tidak ada sama sekali, untuk teman penumpang + sopir agar tetap terjaga. Jangan lupa bawa HP. Pengalaman saya lewat semua jalur mudik, sinyal TELKOMSEL tak kenal mati, suara tetap jernih bisa terus dipantau dari Malang sampai di mana. Ini bukan promosi Telkomsel, ini fakta lho yang saya pakai selama mudik 6 kali itu. Kalau tak punya charger di mobil, bisa charge di masjid-pom bensin, restoran bahkan di sekitar Tegal ada sewa charge HP Rp 1000. Siapkan uang receh untuk berbagai keperluan.
PERJALANAN:
9. Mulai perjalanan dengan tenang dan membaca doa. Siapkan STNK + SIM + KTP.
10. Boleh ngebut di jalan sepi namun tetap hati-hati karena jika macet, anda tidak sampai-sampai.
Boleh menyelip truk, tanki, kontainer, truk gandeng, bis namun tetap hati-hati sesuai kemampuan karena jika tidak, anda akan ikut konvoi lambat dan tidak sampai-sampai. Pengalaman saya menyelip bis, 2x bis memepet saya hingga pindah ke bahu jalan jalur yang berlawanan, untung masih hidup. Hati-hati di turunan dan tikungan di jalur yang anda kurang kenal, apalagi tanjakan merayap, kampas kopling ancaman utama.
11. Usahakan mengisi bensin tetap penuh terutama jika akan melewati jalur alternatif (apalagi malam hari) karena sulitnya pom bensin.
12. Istirahat secukupnya di pom bensin maupun saat makan dan sholat
Periksa kondisi mobil saat beristirahat, ban, dan air radiator. Jika ban terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan sistem rem. Jika mobil terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan radiator. Segera mampir ke bengkel dadakan di pinggir jalan. Hati-hati memilih bengkel dadakan.
13. Jika terpaksa mengemudi sambil flu / batuk, jangan minum obat flu / batuk yang bisa membuat ngantuk
14. Cara yang mudah untuk tidak tersesat adalah mengikuti bis-bis besar yang bertuliskan kota terdekat yang akan dilewati, ikuti jalan utama provinsi yg biasanya besar-besar, hotmix, dicat putih di tengah jalan.
15. Jika anda terpaksa lewat jalur alternatif, usahakan jangan memilih malam hari karena sepi, jalan kurang bagus, sedikit rambu, sedikit pom bensin, sedikit rumah penduduk, sedikit warung, apalagi jalur alternatif yg baru dibangun. Saya pernah lewat, sepi dan ngeri, hanya berdua dengan adik perempuan saya. Kapok.
16. Sesampai di tujuan, anda sebagai pengemudi jangan terlalu lelah, demikian juga rombongan
Tim harus tetap dalam kondisi baik saat kembali apalagi yang bawa mobil. Saya pernah berangkat 1 hari sebelum Idul Fitri, kembali malam hari setelah sholat Idul Fitri. Sempat main-main di Malang, sorenya badan mulai anget-anget tetap memaksakan pulang, akhirnya sampai Jakarta saya langsung sakit cacar. Kemungkinan kelelahan, daya tahan tubuh turun, dan ketularan cacar di luaran. Sehingga rencana lebaran selanjutnya berantakan.
17. Segera periksa mobil sesampai di tempat akhir kampung halaman agar jika ditemukan kerusakan yang serius bisa segera dibawa ke bengkel. Apalagi bengkel lagi susah-susahnya. Moga-moga jika sebelumnya sudah ke bengkel maka tidak perlu ke bengkel lagi. Namun kadang-kadang dalam perjalanan dapat terjadi yg tak terduga.
18. Jangan lupa belanja dan bawa oleh-oleh yg awet dan bisa menggembirakan orang-orang yang dikasihi di tempat asal. Sediakan tempat yg cukup di mobil sejak awal keberangkatan.
19. Lakukan kembali langkah-langkah yang sama seperti saat berangkat
Saat berangkat, jika menemui beberapa hal yang kurang baik agar dicatat sehingga bisa diperbaiki, dipersiapkan lebih baik saat kembali.
20. Kembali ke kota asal, berdoa sebelum berangkat
Jangan lupa foto dulu donk.:)

Semoga rekan-rekan yang mau mudik masih sempat baca. Yang sudah lebih mahir, moga-moga bisa menambahkan info-nya. Yang mudik tahun depan, moga-moga bisa juga bermanfaat.

Peta Jalur Alternatif Mudik Lebaran
Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 02:35 wib
0 0Email0
detail berita
Ilustrasi

BANDUNG – Arus mudik di Jawa Barat diprediksi akan mengalami kemacetan. Seperti diketahui, Jabar memiliki tiga jalur utama yakni jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, dan jalur selatan. Untuk mengurangi kemacetan, pemudik bermotor maupun mobil di tiga jalur ini akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, pemudik yang berasal dari arah Jakarta menuju Bandung via puncak bisa dilahkan melalui jalan alternatif yang melewati jalur Cibubur- Jonggol, Cianjur, hingga sampai di Jalan Raya Padalarang, Bandung.

Bagi pemudik dari arah Jakarta yang hendak melalui jalur Utara, kemungkinan akan terjebak kepadatan di daerah Jomin. Maka para pemudik di jalur ini akan dialihkan ke jalur alternatif Cikopo, Sadang, Subang dan Cijelag.

Sedangkan untuk jalur tengah, pemudik bisa melalui dua jalur alternatif, yakni jalur Sukamandi-Kalijati via Sadang dan jalur Pemanukan-Subang.

Untuk jalur Selatan yakni jalan di Bandung-Garut yang melewati Cileunyi, para pemudik bisa melalui jalur alternatif Jalan Parakan Muncang. Jalur alternatif lainnya untuk jalur selatan ini, pemudik bisa menggunakan Banjar-Malangbong- Limbangan-Cibatu-Kadungora-Cijapati dan Cicalengka.

“Bagi pemudik di jalur Selatan yang hendak mengarah ke Timur dapat menggunakan jalur alternatif Malangbong-Sumedang via Wado,” papar Kapolda.

Menurutnya, semua jalur alternatif yang ada bisa dilalui para pemudik bermotor ataupun mobil. Dia mengakui, tidak semua jalur layik karena ada beberapa yang memiliki kerawanan bencana ataupun rawan kecelakaan mengingat kondisi jalan yang tajam serta kurang bagus.

Untuk itu, dia mengimbau supaya pemudik yang menggunakan jalur alternatif bisa ekstra hati-hati termasuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sebaiknya saat mengendara janganlah ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri serta merugikan pengendara lain. Sekali lagi saya tekankan dan mengimbau agar selamat menuju tujuan, pemudik harus mentaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.
(abe)
Menelusuri Jalur Alternatif

Bila jalur-jalur utama yang tersedia benar-benar macet, dan sepanjang musim mudik lebaran hampir sering terjadi, ada baiknya pemudik memilih jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak. Namun sekali lagi dengan catatan, “bila jalur utama macet total”. Seputar pintu tol Cikampek, diperkirakan menjadi daerah tersibuk seperti tradisi bila musim mudik. Pada saat itu, seluruh kendaraan dari Jakarta yang melewati tol Cikampek, baik tujuan Cirebon, Jateng ataupun Jabar seperti Bandung, Subang, Sumedang dan daerah-daerah lainnya, seluruhnya bermuara di situ.

Sebagai titik simpul dari sekian kota atau daerah tujuan, kemacetan menjadi satu kerawanan yang sangat terasa. Bagaimana tidak, berbagai jenis kendaraan umum seperti bus maupun pribadi, yang lewat tol Cikampek akan tertumpuk di daerah tersebut.

Pertigaan Cikampek merupakan titik tolak semua jalur yang keluar dari pintu tol. Ada dua jalur utama yang resultannya di pertigaan tadi, yakni arah utara jalur utama Pantura ke Cirebon dan Jateng. Ke selatan ke arah Padalarang-Bandung atau Subang.

Jalur utama terakhir terpecah dua di pertigaan Sadang. Pemudik bisa lurus jika ingin melewati jalur utama Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung, atau belok ke selatan di pertigaan Sadang menuju Subang melewati pabrik sebuah perusahaan besar Texmaco milik konglomerat Marimutu Sinivasan.

Dua jalur utama yang bertolak dari pintu tol dan pertigaan Cikampek, seperti dituturkan pegawai DLLAJR di Terminal Sadang, langganan macet. Terutama pada hari-hari makin mendekati Idhul Fitri mulai H-3 sampai H+3.

Kemacetan total sering terjadi pula di jalur utama Pertigaan Sadang menuju Subang. Lalu apa yang harus dilakukan pemudik bila di jalur itu mengalami macet total. Untuk pemudik jurusan Bandung, bisa lurus ke Purwakarta-Padalarang-Bandung. Namun bila jurusan Subang, tak ada jalan lain. Tinggal pilih, ingin berlama-lama terjebak macet yang melelahkan dan menjengkelkan, atau mencari jalur alternatif.

Jika skenario buruk (macet total ) terjadi, disarankan pemudik berlega hati melalui satu-satunya jalur alternatif yang tersedia. Tidak ada lain kecuali Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dengan panjang mencapai 50 hingga 60 km. Jalur alternatif dan AMP kontroversi portal BIC.

Menuju jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dari pertigaan Sadang, sekitar 10 km ke arah kota Purwakarta. Memang agak melelahkan, tapi apa boleh buat dibandingkan kalau terjebak diantara deretan kendaraan dalam satu kemacetan total.

Jalur alternatif satu-satunya ini, bisa ditempuh dari pintu tol Dawuhan, 10 km sebelum pintu tol Cikampek. Tapi biasanya dilakukan pemudik yang berpengalaman, khususnya pemudik yang memang sudah hafal daerah tersebut.

Dari pintu tol Dawuhan, bisa lewat kawasan industri dan kompleks perumahan. Hanya saja, untuk mudik kali ini, jalur khusus kendaraan pribadi sedikit terhambat karena terhalang portal di pintu keluar perumahan BIC yang menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Drs Sopyan tengah diprotes jajaran Polwil Purwakarta maupun Pemda.

Pemasangan portal di BIC diprotes. Dan sudah kirim surat agar portal yang baru dipasang dibongkar kembali. Soalnya menghambat kelancaran arus lebaran.

Jalur BIC cukup strategis untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan bila terjadi kemacetan di pertigaan Cikampek maupun Sadang. Kendaraan tujuan
Bandung bisa langsung lewat tol Dawuhan tanpa harus lewat pertigaan Cikampek.

Bagi kendaraan pemudik yang akan menyusuri jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, mereka bisa menyusuri kompleks BIC lalu langsung ke arah Purwakarta tanpa melewati pertigaan Cikampek maupun Sadang yang langganan macet.

Jalur itu, selama ini dijadikan pembuang bila pertigaan Cikampek maupun Sadang macet. Bila ada portal, apalagi palang besinya yang sengaja dipasang pas badan mobil, pasti ada kelambatan. Kan harus pelan bila melewati palang besi.

Cukup beralasan bila jajaran Polwil Purwakarta geram dengan pemasangan portal yang dipasang belum lama ini. Dari pengamatan “PR”, kendaraan pribadi yang melalui palang besi mau tidak mau harus berhenti dan melaju pelan-pelan. Bila arus padat, berapa waktu terbuang hanya untuk melalui palang besi.

Wanayasa-Jalan Cagak-Subang Jalur alternatif ini boleh jadi pengobat satu-satunya bila terjadi kemacetan total di jalur-jalur utama pertigaan Sadang. Menyusuri jalur alternatif itu, walau mungkin lebih lengang, namun kehati-hatian sebagai prinsip utama pengemudi, harus tetap dipegang.

Sepanjang 50 sampai 60 km jalur alternatif, badan jalan lebih sempit dibanding jalur-jalur utama. Sekitar 7 sampai 8 m dengan jarak tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kecepatan normal antara 60 sampai 70 km per jam.

Jalur ini memang lebih layak bila dilalui kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, apalagi jenis bus-bus berbadan besar, tentunya kurang pas karena selain badan jalan sempit, lokasi yang dilalui juga penuh tikungan dan naik turun. Ada baiknya, bus-bus tidak memaksakan melalui jalur ini.

Sebagaimana umumnya sebuah jalan yang menyusuri pegunungan, sepanjang Wanayasa-Jalan Cagak akan banyak ditemui belokan tajam, tanjakan atau turunan curam. Kondisi jalan sebaian besar sudah diaspal dengan kualitas relatif.

Badan jalan bergelombang juga akan banyak dijumpai di beberapa lokasi seperti antara km 7 sampai 25 lepas pasar Wanayasa. Daerah rawan macet, bila kendaraan berjalan tertib nyaris tidak ditemui, terkecuali di Pasar Wanayasa yang merupakan pusat kegiatan belanja sekaligus terminal angkot.

Ada baiknya tidak menjadikan ruas jalan ini sebagai ajang kebut-kebutan atau saling salip. Kondisinya tidak memungkinkan dan malah bisa celaka karena badan jalan sempit dan kondisinya tak semulus jalur-jalur utama.

Sepanjang jalur itu memang hampir tidak ditemui tempat beristirahat. Yang ditemui hanya perkampungan penduduk biasa atau perbukitan, ladang, sawah ataupun hutan jati dan perkebunan teh khususnya memasuki daerah Kabupaten Subang.

Sejauh ini tidak ada rambu lalu-lintas petunjuk jalan, kkhususnya di wilayah Purwakarta. Tidak ada penjelasan menyangkut ketiadaan rambu-rambu tadi, namun seperti dituturkan Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Sopyan, jalur Wanayasa-Jalan Cagak memang tidak dipersiapkan khusus untuk arus mudik lebaran.

Jika pengemudi merasa lelah, hanya ada satu lokasi yang layak sebagai tempat peristirahatan, yakni sekitar km 30. Terdapat sebuah danau yang oleh masyarakat disebut Situ Wanayasa.

Suasana sekitar danau itu sejuk dan tenang, layak sebagai tempat istirahat sekedar melemaskan otot. Hanya saja, itu hanya bisa dilakukan pada perjalanan siang hari. Kalau malam, tentu kurang layak karena gelap kendatipun ada di tengah pemukiman.

Hanya sayang, di sekitar danau tidak dijumpai areal parkir memadai. Karena itu, bila istirahat, carilah tempat parkir yang tidak mengganggu kendaraan pemudik lain, apalagi jalan di sekitar danau, ada kerusakan yang kalau hujan penuh kubangan.

Tak jauh dari danau, sekitar 1 km sampailah di pertigaan terminal Wanayasa. Di pertigaan, pengemudi belok ke kanan menuju arah perbatasan Purwakarta-Subang sekitar 8 km.

Di sepanjang jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, ditemukan juga tempat rawan longsor. Karena jalurnya diperbukitan, bila hujan, pengemudi harus ekstra hati-hati, supaya tidak tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Salah satu daerah rawan longsor di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, masuk Kabupaten Subang. Di salah satu tanjakan lepas jembatan perbatasan Wanayasa (Purwakarta)-Sagalaherang (Subang), ada lokasi bekas tanah longsor. Namun sekarang sedang dalam perbaikan berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Di wilayah Subang, kondisinya lebih bagus daripada di Purwakarta. Apalagi 15 km sebelum sampai pertigaan Jalan Cagak, jalan sudah mulus lengkap dengan hot-mix. Teruslah dengan kecepatan normal, 1/4 jam kemudian, sampailah di Jalan Cagak.

Dari Jalan Cagak, karena sudah memasuki jalur utama tengah, pemudik tinggal pilih sesuai jurusan. Kalau ke Bandung tinggal belok kanan menyusuri panorama indah perkebunan karet sepanjang lokawisata Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang. Tempat peristirahatan banyak didapati termasuk bila ingin membawa oleh-oleh buah-buahan nanas Subang atau sayur-sayuran Lembang.

Kemudian bagi pemudik jurusan Sumedang atau Cirebon, bisa belok kiri mengambil jalur alternatif Subang-Sumedang. Atau yang tidak ingin melewati kota Sumedang, bisa ke arah Pegaden dulu, nanti menuju jalur Bantarwaru-Cikamurang-Indramayu.

https://i1.wp.com/www.sman13bdg.sch.id/userfiles/crhcjb57.jpg
JARAK:
Jakarta, ID 106.8294
-6.1744
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Miles: 60.93
Kilometers: 98.05
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Miles: 8.76
Kilometers: 14.10
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Miles: 20.09
Kilometers: 32.33
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Miles: 18.61
Kilometers: 29.94
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Miles: 16.31
Kilometers: 26.24
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Miles: 21.89
Kilometers: 35.23
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Miles: 12.76
Kilometers: 20.54
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Pangandaran, ID 108.6500
-7.6833
Miles: 23.28
Kilometers: 37.46
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Miles: 52.38
Kilometers: 84.30
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Miles: 43.47
Kilometers: 69.96
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Miles: 41.74
Kilometers: 67.17
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Surakarta, ID 110.8333
-7.5833
Miles: 28.70
Kilometers: 46.19
TOTAL JARAK
Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 12:47 WIB
Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

TEMPO.CO, Purwakarta – Buat pemudik asal Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Cirebon-Jawa Tengah dan Priangan Timur, ada jalur alternatif yang bisa Anda coba untuk menghindari macetnya jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Agus Wahyudin, mengatakan pemudik dapat mengambil jalur alternatif Ciganea-Purwakarta-Wanayasa-Jalan Jagak-Sumedang.

“Jalannya lebar dan mulus, kami jamin pemudik betah selama di perjalanan,” kata Agus di kantornya, Minggu, 5 Agustus 2012.

Menurut dia, jalur ini relatif lancar ketimbang jalur utama Pantura Karawang-Subang-Indramayu. Selain kondisi jalan yang lebar dan mulus, pemandangan di sepanjang jalan juga hampir sama seperti jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Rute yang dapat dilalui untuk melintasi jalur alternatif ini, kata Agus, begitu keluar Jakarta, pemudik jangan keluar dari gerbang tol Cikopo. Mereka diminta masuk ke ruang Tol Cipularang di kilometer 86 lalu keluar melalui gerbang tol Jatiluhur/Ciganea.

Selepas pintu gerbang itu, kendaraan langsung diarahkan menuju ruas Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Jalan Cagak dan lurus saja. “Jangan mengambil jalur kanan arah Ciater-Bandung,” katanya.

Saat berada di pertigaan Jalan Cagak, kendaraan dibelokan ke arah Kasomalang-Cisalak. Selepas Cisalak terus menuju Sumedang. Dari kota tahu itu, anda bisa menggunakan jalur selatan Malangbong-Tasik-Ciamis-Cilacap, tanpa harus melalui ruas Nagreg yang rawan kemacetan.

Agus menambahkan, dari Sumedang pemudik juga bisa masuk ke arah Cikijing-Majelengka-Tomo langsung menuju pintu gerbang Palimanan, Cirebon.

Berdasarkan pemantauan Tempo, Ahad pagi hingga siang ini, 5 Agustus 2012, jalur alternatif di atas, terutama di antara ruas Purwakarta-Wanayasa hingga tapal batas Subang, kondisinya sangat mulus.

Jalan agak berlubang memang ditemukan di ruas Serangpanjang, Subang. Tetapi, sedang dalam perbaikan dan dipastikan sudah selesai dikerjakan pada saat puncak arus mudik.

Kondisi alam pegunungan, cuaca yang teduh, dan warung penjaja kuliner modern, tradisional hingga makanan oleh-oleh khas pegunungan yang bertebaran, akan memanjakan para pemudik jika menyusuri jalur ini.

Kendati jarak tempuhnya memang lebih jauh dari jalur Pantura, Agus mengatakan, jalur alternatif ini jauh dari jebakan kemacetan. “Pemudik harus jeli dalam memilih jalur,” ujarnya.

Kusdinar, warga Kasomalang, Subang, yang saban hari bolak-balik rute Jalan Cagak-Kasomalang-Sumedang mengatakan kondisi jalur alternatif ini layak dilalui para pemudik. “Kondisi jalannya mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan,” katanya.

Suasana jalannya, lanjut Kusdinar, juga sudah ramai dan lampu penerangan jalan sudah memadai jika dilintasi kendaraan pada malam hari.

Jarak jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Serang Panjang, perbatasan Purwakarta-Subang, sejauh 30 kilometer. Adapun jalur Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak sekitar 15 kilometer. Ruas Jalan Cagak-Cisalak sepanjang 17 kilometer dan Cisalak-Sumedang sejauh 25 kilometer. Jika lancar, waktu tempuhnya diperkirakan hanya tiga jam.

NANANG SUTISNA
15 Agustus 2012 | 18:50 wib
Jalur Tengah Tersendat di Pagojengan

PADAT: Arus kendaraan pemudik di jalur Tegal-Purwokerto antara Pagojengan-Kretek Kecamatan Paguyangan, Brebes pada H-4 Lebaran Rabu (15/8) pukul 12.00, terpantau padat. (suaramerdeka.com/ Teguh Inpras)
BREBES, suaramerdeka.com – Memasuki H-4 Lebaran, Rabu (15/8), ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Tegal Purwokerto. Namun, laju kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor itu harus tersendat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan suaramerdeka.com pukul 11.00 WIB, ketersendatan lalu lintas (lalin) terjadi antara lain di perlintasan KA Karangsawah Tonjong, Pasar Linggapura. Sementara di Ciregol relatif lancar.
Adapun tingkat kepadatan lalin di jalur tengah Jateng ini terjadi di sepanjang Pagojengan-Kretek wilayah Kecamatan Tonjong, Brebes. Hal ini disebabkan oleh aktivitas buka tutup perlintasan KA dan pedagang di pasar Kretek.
Arus lalin menumpuk sepanjang jalur tersebut. Sikap egois sejumlah pengendara yang berusaha menerabas antrean memperparah keadaan.
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo SH menyatakan pada H-4 Lebaran terjadi lonjakan kendaraan yang cukup berarti dibandingkan hari sebelumnya. “Lalu lintas padat tapi lancar,” katanya.
Rruas Pagojengan-Kretek merupakan titik paling krusial dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di jalur Tegal-Purwokerto. Menurutnya, antrean kendaraan sulit dihindari mengingat kondisi jalan sempit dan menanjak.
Belum lagi aktivitas pasar dan buka tutup perlintasan KA yang intensitasnya semakin meningkat. “Dengan volume kendaraan yang semakin meningkat, antrean kendaraan sulit untuk dihindari,” katanya.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, didirikan Pos Pengaman Lebaran di Pintu Selatan Jalan Lingkar/terminal lama Pagojengan. Lokasi itu merupakan pertemuan kendaraan dari arah kota dan jalan lingkar Bumiayu. “Petugas bergerak mobile jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.
( Teguh Inpras Tribowo / CN33 / JBSM )

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 5 Comments

CISUMDAWU @ jalur tengah MUD1k

peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

Foto-foto di detiknews: Perkembangan pembangunan s/d per tgl 17 Maret 2016

long jump icon

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG- Proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,175 kilometer dipastikan bakal memiliki tunnel atau terowongan sepanjang 472 meter yang menembus bukit di Desa Cilengsar. Terowongan ini akan menjadi yang terlebar di Indonesia.

“Kalau tunnel untuk bendungan ada, untuk mass rapid transit (MRT) ada tapi itu kecil diameternya cuma 6 meter. Kalau ini tunnel-nya berdiameter 14 meter dan tingginya 8 meter serta nantinya ada dua jalur karena satu arah satu tunnel,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Hediyanto W Husaini, saat memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), di lokasi proyek, Kamis (17/3/2016).

Terowongan ini akan berada di seksi II fase 2 yang berada sepanjang 17,05 kilometer, menghubungkan Rancakalong dengan Sumedang.

Kontraktor asal China akan mengerjakan tunnel ini dengan metode pembuatan yang dipercayakan kepada Metallurgy Corporation of China (MCC) dan New Austrian Tunneling Method.

“Teknologinya tidak terlalu mahal tapi unik dan jarang dipakai. Nanti bakal jadi pembelajaran juga buat kita bagaimana membuat tunnel yang murah tetapi cepat,” jelas Hediyanto.

Hediyanto menambahkan, musim hujan bukan menjadi kendala karena nanti tanah tempat membangun tunnel akan disuntik menggunakan beton sehingga tanah yang mudah longsor akan menjadi lebih keras.

“Setelah jadi beton dia baru nanti digali,” sambungnya.

Melalui teknologi yang digunakan diharapkan mampu membuat kemajuan signifikan terutama dalam hal pengeboran bukit.

“Dalam sehari kemajuannya sekitar 60-80 sentimeter. Kita lakukan dari dua arah. Diharapkan selesai dalam waktu 28 bulan. Kebutuhan biaya untuk membuat terowongan sekitar Rp 800 miliar,” ungkap Hediyanto.

Penulis: Ridwan Aji Pitoko

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

JAKARTA okezone– Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat dengan berkendaraan mobil. Di Jawa Barat, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana akan meninjau Bendungan Jatigede yang berada di Kabupaten Sumedang.

Seperti yang diinformasikan Tim Komunikasi Presiden, Jakarta, Kamis (17/3/2016). Kunjungan Presiden Jokowi sekaligus akan melihat perkembangan proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), serta menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan, kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat, dan kartu Asistensi Sosial Lanjut Usia di kabupaten Sumedang .

Di Sumedang, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana akan meninjau langsung perkembangan bendungan Jatigede serta melihat panel dan maket bendungan. Usai meninjau Bendungan Jatigede, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan ke salah satu titik di Kabupaten Sumendang yang merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu).

Malam harinya, Presiden Jokowi akan meresmikan Pembukaan Turnamen Sepak Bola Bhayangkara Cup 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dan menyaksikan pertandingan antara Persib Bandung melawan Mitra Kukar. Presiden dan Ibu Iriana akan tiba di Jakarta pada tengah malam.

Bendungan Jatigede merupakan Bendungan Terbesar Kedua di Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono 31 Agustus 2015. Bendungan ini memiliki luas 5.000 hektar dan ketinggian air maksimal sekitar 260 meter. Bendungan ini selain digunakan untuk pengairan dan perikanan, juga akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Bendungan ini akan dapat mengairi lahan seluas 90.000 hektar, sekaligus menjadi penyediaan air baku untuk wilayah Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Indramayu.

(rzy)

ezgif.com-resize

Posted in peta ke daerah tujuan wisata, Uncategorized | Leave a comment

Dieng di JALUR TENGAH MudiK

Yuk qt k DI3Ng

ezgif.com-resize

BANJARNEGARA. Kawasan wisata Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo dipastikan menjadi satu dari empat paket wisata yang ditata untuk dipromosikan di tingkat dunia.

Kawasan Dieng akan ditata secara menyeluruh selain Borobudur, Karimunjawa dan Sangiran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, empat wilayah tersebut telah dikaji oleh tim dan segera dilakukan kajian pengembangan.

“Tahun 2016 ini review, tahun depan sudah ada DED, dan 2018 mungkin sudah dieksekusi dan akan berubah,” ujar Ganjar, Kamis (18/2).

Dieng, menurut Ganjar, patut diberi perhatian. Sebab potensi wisata alam yang sangat banyak dan lengkap. Umat Hindu misalnya sekarang mulai mengarahkan pandangannya pada candi yang ada di Dieng.

“Ini potensi wisata, ada potensi pangan juga,” katanya.

Terkait pengembangan, Ganjar menginginkan wilayah Dieng bisa dibangun akomodasi penginapan agar bisa menampung wisatawan lebih banyak.

Dengan penginapan, wisatawan diharapkan bisa tinggal lebih lama, serta mengeluarkan uang untuk berbelanja.

“Homestay, rumah warga harus juga nanti ada standarisasi wisata. Suvenir dari Dieng juga perlu ditata biar lebih menarik,” ujarnya.

Menurut Ganjar, Dieng akan lebih menarik wisatawan jika nantinya bisa ditemukan spot yang menarik untuk paralayang. Jika itu ada, nilai tambah wisata Dieng akan semakin mendunia.

“Hujan es di Dieng, festival rambut gimbal. Ini satu-satunya di dunia. Tapi nanti pengembangan sekalian konservasi alam,” tambahnya. (Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)

Sumber Kompas.com
Posted in Uncategorized | Leave a comment