peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

SERIUS MAEN SAHAM BERLABA

INFO TOL CIPALI 2015

 

kuliner khas Tegal, Pekalongan, dll di Pantura

 

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan penurunan tarif tol Jembatan Suramadu sebesar 50 persen. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Jokowi melakukan rapat dengan sejumlah menteri membahas pengembangan wilayah di Kaki Jembatan Suramadu. Dalam rapat itu turut hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini.

“Untuk tarif angkutan Surabaya ke Madura dan sebaliknya, terdiri dari truk besar, truk sedang maupun sedan Presiden meminta diturunkan setidaknya 50 persen. Ini sudah sangat membantu masyarakat,” kata Seskab Pramono Anung saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Selain meminta diturunkannya tarif tol Suramadu, Pramono menjelaskan Presiden Jokowi menginstruksikan agar lahan yang berada di kaki jembatan Suramadu dikembalikan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. “Keputusan ini semoga menjadi kado awal tahun yang baik.”

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi keputusan penurunan tarif oleh Presiden Jokowi tersebut. Sebab, sedari awal jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura yang diresmikan pada 2009 itu bertujuan untuk memberikan efisiensi bagi biaya transportasi warga.

“Itu kan pembangunan Suramadu ada utang yang harus dibayar dan pendapatan rata-rata per tahun adalah Rp 200 miliar, jadi sudah hampir lunas. Maka sebetulnya berapapun tarifnya, usul kami bebas karena sudah mau lunas. Tapi tadi dalam rapat diputuskan tetap membayar untuk fungsi pengaturan,” kata Soekarwo.

Sementara, Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini menjelaskan Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar warga yang tinggal di sekitar Jembatan Suramadu mendapatkan kemudahan dalam mengurus kepemilikan tanah. Sebab, sejak 1979, para warga selalu mendapatkan kesulitan untuk mengurusnya.

“Selama ini masyarakat tidak bisa memproses hak tanahnya bahkan seluruh administrasi pertanahannya. Setelah rapat hari ini maka warga bisa mengurus hak tanahnya seperti masyarakat yang lain,” kata Risma.

Jakarta -Sebelum musim mudik lebaran tiba, sistem pembayaran dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan harus sudah digabungkan. Lewat penggabungan ini, maka gerbang antar tol di dalam ruas ini harus dihapuskan.

Pemudik yang melintas di ruas ini cukup melakukan pembayaran satu kali saat keluar jalan tol. Namun demikian, bukan berarti kewajiban pengguna jalan tol untuk melakukan pembayaran akan dihilangkan.

Pengguna jalan tol akan dikenakan tarif akumulasi, alias hasil penjumlahan atas tarif di kedua ruas jalan tol yang dimiliki dua investor berbeda tersebut dan dilakukan dalam satu kali transaksi.

detikFinance mencoba merangkum biaya yang harus dibayar pengguna jalan tol golongan I dengan menggunakan daftar tarif normal yang berlaku saat ini di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Berikut daftarnya, masuk dari Pintu Tol Cikarang Utama:

  • Keluar di Kalijati Rp 36.000
  • Keluar di Subang Rp 45.000
  • Keluar di Cikedung Rp 68.500
  • Keluar di Kertajati Rp 84.000
  • Keluar di Sumber Jaya Rp 97.500
  • Keluar di Palimanan Rp 109.500

(dna/wdl)

 

beritasatu:

Sumedang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan kontruksi pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer untuk seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang sepanjang 29 kilometer bisa selesai pada akhir 2018 mendatang.

“Perkirakan normal selesai pada akhir tahun 2018. Rata-rata baru 60 persen, tapi kami upayakan untuk bisa dipercepat,” kata Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini, di sela acara Peninjauan proyek tol Cisumdawu, Sumedang, Jumat (18/12).

Hasil pantauan di lapangan, tol seksi 1 dan 2 ini Cisumdawu ini masih dikerjakan oleh kontraktor besar bekerja sama dengan kontraktor Tiongkok.

Hediyanto Husaini mengatakan, kontruksi jalan tol untuk seksi 1 dan 2 ini lebih berat, karena daerah gunung dan berbukit bukit. Gunung dan bukit itu harus dibelah terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu panjang dibandingkan untuk seksi 3 sampai 6. “Medannya cukup berat, lihat kondisi tanah karena daerah pegunungan,” kata dia.

Jalan Tol Cisumdawu ini memiliki panjang 61, 675 kilometer yang terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 mulai dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer, seksi 2 Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer dan seksi 5 Legok-Ujung Jaya 16,42 kilometer dan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer.

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah akan mengerjakan sebanyak 2 seksi yaitu seksi 1 dan seksi 2. Sedangkan seksi berikutnya akan ditawarkan kepada investor untuk mengerjakannya.

Imam Muzakir/JAS

detik: Jakarta – Musim mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Tak lama lagi, pergerakan jutaan orang kembali ke kampung akan terjadi. Kendala yang selalu dihadapi dan berulang soal kemacetan.

Namun untuk Lebaran tahun ini ada yang baru dalam urusan jalur mudik. Tak lain bisa digunakannya jalur Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali). Setelah tol ini resmi beroperasi, masyarakat dari Jakarta bisa tanpa henti melaju lewat tol hingga Brebes, Jawa Tengah.

Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk biaya tol?

Dari Jakarta, perjalanan bisa dimulai dari Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Setelah itu keluar di pintu tol Pejagan di Brebes, Jawa tengah. Total tarif tol yang harus dirogoh kocek pengguna Rp 138.000.

Total tarif itu menggunakan asumsi tarif tol terakhir yang berlaku saat ini. Kita coba simulasikan perjalanan dimulai dari daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan mobil golongan satu.

Pertama-tama, mobil memasuki jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Tarif tol ini Rp 8.500.

Setelah itu, memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek bayar lagi Rp 13.500. Sejauh ini total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 22.000.

Selesai melewati Cikampek, masuk ke gerbang tol Cikampek-Palimanan (Cikapali), tol dengan ruas terpanjang di Indonesia ini mematok tarif Rp 87.500. Jadi setelah 116,75 km dilewati, bayar Rp 87.500.

Selanjutnya masuk ke tol Palimanan-Kanci milik PT Jasa Marga Tbk. Di sini Anda bayar tol lagi Rp 4.500 di pintu keluar. Sudah Rp 114.000 dikeluarkan untuk bayar tol.

Tidak butuh waktu lama untuk melewati tol ini. Selanjutnya Anda masuk ke Tol Kanci-Pejagan yang dulu milik Grup Bakrie. Tarif tol yang sekarang dikuasai Grup MNC ini sebesar Rp 24.000.

Setelah keluar di pintu tol Pejagan, Brebes, total biaya yang sudah dikeluarkan untuk bayar tol sebesar Rp 138.000. Demikian biaya total yang dikeluarkan.

Anda siap menghadapi mudik?

peta TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (yang diusulkan, tapi JELANG DIRESMIKAN pada AKHIR JUNI 2015):
tol cikampek palimanan 2015besar

peta jalur alternatif MUDIK 2014:

 

peta jalur alternatif mudik 2014… sebagai evaluasi TRANS JAVA 2014 yang gw lakukan sbb:

H-2: gw masuk tol Cikampek (sekira jam 6.30) lalu exit tol Jatiluhur, ke kiri masuk Kota Purwakarta menuju Pasar Rebo lalu ke kiri di Pasar tersebut mengarah ke Wanayasa-Segalaherang (gw terjebak macet sekira 5 jam), lalu ke luar ke arah Jalan Cagak menuju ke Kota Sumedang (sekira jam 1900 masuk hotel)

H-1: berangkat pagi sekira jam 0800 menuju Palimanan lewat Jatiwangi (sekira 5 jam) masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan, lalu sore berhenti di Pekalongan

H: berangkat pagi sekira jam 0800 (lancar jaya lewat Jembatan Comal :) ) menuju Salatiga lewat tol lingkar luar kota Semarang-Bawen, semua jalur lancar jaya, kecuali karena terjadi sebuah kecelakaan di jalur Bawen-Salatiga, maka gw beralih lewat Magelang n pinggir Yogya, n Klaten (banyak candi n ada resto Ayam Bakar Kalasan) ke Solo, sore masuk hotel.

H+2: berangkat pagi, gw balik dari Solo lewat Boyolali ke taman wisata Kopeng dan kota Salatiga (makan Kupat Tahu Blabak), lalu ngebut ke Pusat Grosir Batik Sentono Pekalongan (sekira jam 1530) dan makan Soto Tauto Bang Dul (sampai dengan jam 1800), lalu lewat jalur alternatif buatan Polri sekira 2 jam lolos ke kota Pemalang (tidak melewati jembatan Comal) terus ke tol lingkar luar Cirebon ke Palimanan, terus melalui lingkar luar Indramayu dst s/d Tol Karawang Timur lewat jalur pemotor di Cikampek (walau pun gw nyetir mobil seh), lancar jaya (tapi gw banyak bobo di beberapa sbpu seh)

Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan Jateng
JUM’AT, 02 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB
Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan JatengTEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan secara umum, semua jalur yang disiapkan untuk arus mudik dan balik sudah dapat berfungsi. “Yang masih rawan macet itu jalur utara, Cirebon – Tegal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, melalui pesan pendek, Jumat, 2 Agustus 2013.Ia pun menyebut jalur selatan Jawa, yaitu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah rawan macet. Menurut Suroyo ada dua hal penyebab kemacetan, yaitu pasar tumpah dan persimpangan, baik dengan kereta maupun bukan.Kementerian Perhubungan menyebut setidaknya ada 12 titik kemacetan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur mudik di pulau Jawa. “Salah satunya adalah Simpang Jomin,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.Sementara itu, sebelas titik kemacetan lainnya berada di:1. Pertemuan jalur alternatif untuk motor di Ciasem
2. Paliaman
3. Perlintasan sebidang kereta api (KA) di pintu keluar tol Pejagan
4. Cikampek – Simpang Cikopo
5. Ruas jalan Simpang Gadog – Puncak
6. Ruas jalan Rancaekek
7. Gentong – Limbangan
8. Ciregol, Bumiayu
9. Perlintasan Sumpiuh
10. Perlintasan Karanganyar
11. UngaranKementerian Perhubungan menyatakan akan ada pagar betis sepanjang Karawang – Cirebon selama masa mudik. “Sebanyak 9.000 aparat kepolisian disiapkan untuk pagar betis,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotma Simanjuntak.Ia menjelaskan, satu petugas kepolisian akan ditempatkan di setiap jalan sepanjang 1.500 meter jalur tersebut. Hotma menyebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian petugas yang berjaga di jalur mudik. Pertama, adanya “bottle neck”.Menurut Hotma, “bottle neck” biasa terjadi di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan masjid. Kedua, jalur Cikampek – Simpang Jomin – Simpang Mutiara. Ia mengungkapkan, jalur segitiga emas itu rawan penumpukan arus kendaraan.”Kalau di situ macet, nanti kendaraan akan dialihkan ke Sadang,” ujarnya. Jika Sadang pun mengalami kemacetan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju Cileunyi. Ketiga, Hotma menuturkan, pemudik dengan motor yang melalui jalur Ciasem akan menyebabkan kemacetan.Lintas Karawang – Krasak – Cikalong akan dioperasikan sebagai jalur alternatif untuk pemudik yang menggunakan motor. Pada tahun lalu, kata Hotma, penyebab utama kemacetan ketika mudik adalah sikap pengemudi yang tidak bersabar dan tidak disiplin.Hotma pun menyebut dari tahun ke tahun ada cerita yang sama tentang mudik. “Sama ceritanya, Simpang Jomin selalu macet,” ucapnya.MARIA YUNIAR

Liputan6.com, Bandung – Pengadaan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan tol sendiri berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengaku, sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang mengurusi pendanaan pengadaan Jalan Tol Cisumdawu, telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada pemilik tanah di Desa Citimun.

“Pada Senin (23 Juni) PT Jasa Sarana merealisasikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas Desa Citimun yang telah melalui seluruh tahapan pengadaan tanah hingga tercapai musyawarah,” seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2014).

Selain itu pada Agustus 2014 nanti, 1 desa lagi akan masuk tahap pengadaan. Sedangkan untuk penyelesaian sampai dengan Seksi VI, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun 2015.

Dalam kesempatan itu Soko menuturkan Jalan Tol Cisumdawu ini akan terintegrasi dengan jalan tol yang sudah ada dan dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Oleh karenanya, kami mengusulkan untuk diberi kesempatan menyelesaikan pendanaan pengadaan tanah Seksi 1, yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari, kami akan menyelesaikannya hingga Desember 2014,” pungkasnya. (Okan Firdaus/Nrm)

(Nurmayanti)
– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2067884/pembebasan-lahan-tol-cisumdawu-masuk-tahap-pembayaran#sthash.0dk8DJQd.dpuf
Tol Cisumdawu Selesai 2014, Waktu Tempuh Bandung-Sumedang Hanya 15 Menit
Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 13:21 WIB

Sumedang – Proyek tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tahap 1 mulai dibangun hari ini, diharapkan keseluruhannya selesai 2014. Jika total ruas tol ini telah rampung, diperkirakan waktu tempuh dari Cileunyi (Bandung) menuju Sumedang hanya 15 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat acara groundbreaking tol Cisumdawu di Sumedang, Kamis (29/11/12).

“(Jika sudah rampung) Bandung (Cileunyi) ke Sumedang hanya 15 menit Insya Allah, biasanya macet di Jatinagor dan Cadas Pangeran,” ungkap Aher.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menargetkan proses pembangunan tol Cisumdawu tahap 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini akan memakan waktu hingga 2 tahun.

“Direncanakan seluruhnya selesai pada tahun 2014,” ungkap Djokir.

Pembangunan ruas tol ini memakan biaya sebesar Rp 1,022 triliun yang berasal dari dana pinjaman dari pemerintah China dan dana APBN. “Dananya loan China 90%, dan APBN murni 10%.

Proses groundbreaking ini adalah untuk pembangunan tahap 1 dengan panjang 6,3 km dari keseluruhan panjang tol sekitar 60,28 km. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tahap 1 ini diperkirakan mencapai Rp 1,022 triliun. Pembangunan ini dilakukan oleh 3 kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan Shanghai Construction Group dari China.

Seperti diketahui, ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu CileunyinTanjungsari sepanjang 9,80 Km, seksi dua Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 Km, Sumedang-Cimalaka 3,73 Km, Cimalaka-Legok 6,96 Km, Legok-Ujungjaya 16,35 Km, dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 Km.

(zul/hen)
Kamis, 01 November 2012 | 10:48 WIB
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pekan depan pemerintah akan menandatangani loan agreement dengan pemerintah Cina.

“Pekan depan, kami menandatangani loan agreement untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Tol Cisumdawu,” kata Djoko, usai penutupan Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu malam, 31 Oktober 2012.

Djoko menjelaskan, pinjaman luar negeri untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut mencapai triliunan rupiah. Untuk Tol Cisumdawu, pinjaman diberikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar US$ 137 juta.

“Ini kabar baik, karena dana pinjaman tersebut sudah dianggarkan dalam pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Sehingga penyerapan anggaran Kementerian juga ikut meningkat,” kata Djoko.

Loan agreement sendiri sudah berulang kali diundur oleh pemilik dana lantaran ada perdebatan internal antara pemerintah Cina dan pihak Bank Exim, Cina, sebagai pemberi pinjaman. Karena itu, ia dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto harus sering menghubungi pihak Cina agar mereka segera menandatangani loan agreement.

Dengan penandatanganan perjanjian itu, proses konstruksi kedua ruas tol dapat segera dilakukan. Djoko memperkirakan sekitar Desember kedua ruas tol itu dapat dilakukan ground breaking dan selesai dua tahun kemudian atau sekitar 2015.

Adapun Tol Cisumdawu merupakan ruas tol yang akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikapali. Tol sepanjang 60 kilometer ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit, sekaligus mengantisipasi beban trafik jalan Cadas Pangeran.

Tol tersebut terbagi atas enam seksi dan dua kontrak pembangunan. “Kontrak pertama sudah dilelang,” kata Djoko. Penandatangan kontrak tersebut dilakukan pada 2 Desember 2011 dan sekaligus mengawali kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kontraktor Shanghai Contruction Group.

Sedangkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan ruas tol yang telah masuk dalam Public Private Partnership 2011. “Saat ini pembebasan lahannya sudah 55 persen dan siap dikonstruksi,” kata Djoko.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Akses jalan lain menuju bandara tersebut adalah jalan non-tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi dan siap dioperasikan tahun depan.

“Wakil Presiden sudah menginstruksikan bahwa Bandara Kualanamu harus diresmikan pertengahan tahun depan,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dalam acara yang sama. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengebut pengerjaan jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kualanamu.

RAFIKA AULIA
Dibiayai China, Tol Cisumdawu Sumedang Segera Dibangun
Panjang jalan tol di kawasan Sumedang itu mencapai 58,35 kilometer.
Kamis, 1 November 2012, 12:31 Arinto Tri Wibowo, Alfin Tofler

VIVAnews – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Cisumdawu di Jawa Barat. Rencana pemasangan tiang pancang pembangunan jalan tol itu akan dipastikan setelah memperoleh pendanaan dari China.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, bank ekspor impor China akan memberikan pinjaman senilai Rp1 triliun untuk pendanaan proyek tol itu.

“Mudah-mudahan pekan depan kami akan segera tanda tangani,” ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Menurut Djoko, selama ini, pencairan pinjaman tersebut bermasalah, karena banyak pembahasan dan koordinasi antara pemerintah China dan Exim Bank of China.

Sepekan setelah penandatanganan perjanjian tersebut, dia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum akan langsung melakukan peletakan batu pertama di jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas jalan tol Cisumdawu, Djoko memperkirakan, sudah mencapai lebih dari 55 persen. Kementerian menargetkan, proses pemasangan tiang pancang jalan tol itu akan memakan waktu penyelesaian dua tahun anggaran.

Pembiayaan oleh bank China itu, dia menjelaskan, akan digunakan untuk pembangunan paket pertama. Sementara itu, untuk pembangunan paket kedua, menurut Djoko, baru akan digelar lelang setelah proses desain selesai.

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km).

Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:29 WIB
Situs-situs yang Tayangkan CCTV Arus Mudik

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan sebuah perusahaan swasta berlomba-lomba memasang kamera kamera pengawas alias closed-circuit television (CCTV) untuk memantau arus mudik. Ada ratusan kamera yang dipasang di berbagai titik penting jalur mudik. Di Pantura, kamera itu antara lain dipasang di Susukan, Winong, Tegalgubug, Tegalkarang, Palimanan, Plumbon, Plered, Kedawung, Gebang, dan Losari.

“Ada beberapa CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, kemarin. ,

Kamera CCTV juga dipasang di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci). “Ada 17 CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur ini,” kata Kepala Jasa Marga Cabang Tol Palikanci, Dadang Sumaryana.

Di jalur Nagreg, Polres Bandung memasang enam unit kamera pengawas. Kamera itu, menurut Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, antara lain dipasang di pintu gerbang tol Cileunyi, Batalion 330, Pamucatan, Ciaro, Jalan Cagak, dan Lingkar Nagreg.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kamera pengawas dipasang di 15 titik. “Pengoperasian CCTV itu terintegrasi dengan RTMC Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah DIY,” kata Kepala Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti.

Di Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta mengoperasikan kamera CCTV canggih bernama Intelligent Traffic System (ITS). Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kamera ini mampu mengatur nyala lampu pengatur lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

“Semakin panjang antrean kendaraan, nyala lampu hijau makin lama,” kata dia, Senin lalu. Kamera itu dipasang di persimpangan rawan macet, seperti persimpangan Sudirman, Manahan, Coyudan, Dawung, Panggung, dan Kerten.

Di Purwokerto, kamera dipasang antara lain di Terminal Purwokerto; perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas; dan pertigaan Ajibarang, Banyumas. “Purwokerto menjadi simpul penting lalu lintas di Jawa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Abdullah Muhammad.

Di Jawa Timur, Polda setempat memasang kamera di 184 titik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan.

Untuk memantaunya Anda bisa mengunjungi link berikut:
departemen perhubungan BANTU ANTISIPASI PERJALANAN ANDA
Kamera CCTV versi Departemen Perhubungan

LEWAT MANA neh …
Daftar CCTV jalur mudik versi Lewatmana.com:

01. Cikopo Cikampek — Jalur Pantura
02. Jomin Pantura — Jalur Pantura
03. Sukasari Pamanukan — Jalur Pantura
04. Mundusari Pamanukan — Jalur Pantura
05. Kertasemaya — Jalur Pantura
06. Brebes Pantura — Jalur Pantura
07. Ketanggungan Brebes — Jalur Tengah
08. Tomo Raya Sumedang — Jalur Selatan
09. Cipacing Raya — Jalur Selatan
10. Limbangan Nagrek — Jalur Selatan

IVANSYAH | SIGIT ZULMUNIR | PITO AGUSTIN RUDIANA | DINI MAWUNTYAS | IKA NINGTYAS | UKKY PRIMARTANTYO | ARIS ANDRIANTO

Tips Mudik Lebaran 1 Syawal 1430H Mobil Pribadi Bandung – Malang lewat Jalur Tengah Jawa
Posted on 15 September 2009 by richocean

peta kasar jalan jakarta-tol cikampek-tol cipularang-purwakarta-cimalaka/sumedang-kadipaten-majalengka





peta kasar jalan majalengka-cikijing-ciamis-banjar


peta kasar jalan ciamis-wangon-banyumas-banjarnegara-wonosobo-dieng-temanggung

wangon kota 2015

peta kasar jalan temanggung-salatiga-surakarta/solo-yogya



peta kasar jalan salatiga surakarta ngawi jombang batu malang n balik ke grobogan-demak-semarang

g







Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!
Aris F. Harvenda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:29 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

Dua puluh tips mudik ke Jawa naik mobil pribadi libur lebaran 1 Syawal 1430 H, berdasarkan pengalaman saya PP Bandung – Jawa 6 kali membawa mobil sendiri tanpa tidur non-stop. Seingat saya 3x saya bawa sedan Honda, 1 kali bawa Kijang, dan 2 kali bawa Zebra, dari masih bujang sampai punya istri 1 dan anak 2.

Pada awalnya saya bawa sedan Honda, sedih di jalan karena umumnya mudik pakai Kijang dan colt. Mobil berbadan besar, kalo sudah macet, lewat bahu jalan, yang jalannya jelek, lubang gede, tenang-tenang saja. Akhirnya saya bisa naik Kijang dan Zebra, rasanya seperti mudik karena sudah sama dengan mobil-mobil mudik yang lain. Sayang tahun ini saya tidak bisa mudik.

Jalur yang ditempuh :
Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon (via Tol Kanci) – Brebes – Tegal – Bumiayu – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Temanggung – Ambarawa – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Ngawi – Madiun – Nagnjuk – Jombang – Mokokerto – Mojosari – Gempol – Purwosari – Malang.

Saya pernah potong lewat Tawangmangu ternyata tanjakannya sesuai peta, tinggi banget, akhirnya tak luat, balik lagi ke Madiun. Saya pernah lewat Kediri – Pujon, utk menghindari tol Lapindo Sidoarjo, ternyata pusing, gunung muter-muter lebih serem dibanding Cadas Pangeran, Sumedang.

Dua puluh tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya agar bisa mudik selamat dan lancar :

PERSIAPAN :
1. Tentukan hari pergi dan pulang mudik sesuai kemampuan dan kondisi
Jika mudik 2-4 hari sebelum hari Idul Fitri dan pulang 2-4 hari sesudah hari Idul Fitri, dijamin jalanan macet banget. Mudik 1 hari dan kembali 1 hari sesudah Idul Fitri sepi banget di jalan.
2. Tentukan jam berangkat
Jika anda biasa terkena sinar lampu mobil maka lebih baik berangkat malam, apalagi ngirit AC. Sebaiknya anda menguasai medan malam yang bisa sepi dan kurang dukungan logistik. Suasana boring banget.
Jika anda ingin melihat indahnya pemandangan selama perjalanan dan kurang tahan sinar lampu, berangkatlah siang hari, dengan catatan AC mobil bagus atau siap meleleh jika AC masalah.
3. Bawa mobil ke bengkel sekitar 1 minggu sebelum hari keberangkatan
Antrian bengkel masih sepi dan montir-montir masih penuh perhatian. Kalo kurang dari 5 hari, bengkel penuh banget dan montir-montir sudah capek lembur, kurang fokus, mau mudik juga.
Yang perlu dilakukan :
– Tune up (kalo perlu ganti busi, saringan udara, saringan bensin, air, aki, air radiator, ganti oli mesin + perseneleng + gardan), siap-siap macet + non-stop
– Cek rem (buka ban), siap-siap jalan menurun + pengereman mendadak
– Cek kampas kopling, siap-siap macet + nanjak
– Cek AC, siap-siap panas macet
– Cek karet wiper + lampu jarak dekat + jauh + sign, siap-siap hujan + malam
– Beli bola lampu cadangan + sekring + oli cadangan, siap-siap oli rembes
– Siapkan ban cadangan, angin penuh. Kembang ban jangan tipis
– Segitiga parkir, perangkat bongkar-bongkar secukupnya, dongkrak, kunci roda
Saya siapkan dana sekitar 1jt ke bengkel agar tidak perlu ke bengkel dadakan (palsu) di pinggir jalan dalam perjalanan.
4. Perhatikan para penumpang mobil
Jika cuma sendiri lebih sederhana. Jika bawa wanita, lebih butuh persiapan. Jika bawa anak-anak kecil dan bayi, butuh persiapan super extra. Pastikan penumpang mobil berangkat dalam kondisi sehat. Jangan memaksakan jika sakit terutama bayi dan anak-anak, anda bisa tidak jadi liburan tapi bisa nginep di rumah sakit di luar kota.
5. Bawa makanan kering + kue + air putih + susu + vitamin + obat secukupnya
Khusus anak-anak, saya bawa kasur lipatnya dan juga bantal kesayangannya. Hal ini sangat serius karena anak tidak bisa tidur di mobil, apalagi setelah sampai ke tempat tujuan. Bawa mainan kesayangan dan bahan-bahan bacaan karena akan sangat membosankan di perjalanan.
6. Bawa baju dan sejenisnya. Simpan di mobil yang tidak merangsang orang untuk mengambil.
Bawa uang tunai secukupnya (sekitar 1jt) untuk jaga-jaga terutama kalau mobil bermasalah dan kesulitan ATM di tengah jalan.
Jangan lupa bawa oleh-oleh yang awet. Sediakan tempat di mobil untuk bawa oleh-oleh balik karena biasanya diberi oleh-oleh dan menolak oleh-oleh merupakan hal yang kurang baik.
7. Siapkan peta, pelajari peta, jalan-jalan alternatif, cari info-info terutama jika anda jarang melewati rute itu
Bawa senter yg cukup, untuk baca peta saat malam maupun pemeriksaan mobil di malam hari. Jika mobil tidak memungkinkan antri dan menanjak, haram hukumnya melalui jalur itu meskipun lebih dekat, lebih baik sedikit memutar tapi pasti sampai.
8. Bawa kaset + CD + film karena di perjalanan sinyal radio AM apalagi FM kadang-kadang tidak ada sama sekali, untuk teman penumpang + sopir agar tetap terjaga. Jangan lupa bawa HP. Pengalaman saya lewat semua jalur mudik, sinyal TELKOMSEL tak kenal mati, suara tetap jernih bisa terus dipantau dari Malang sampai di mana. Ini bukan promosi Telkomsel, ini fakta lho yang saya pakai selama mudik 6 kali itu. Kalau tak punya charger di mobil, bisa charge di masjid-pom bensin, restoran bahkan di sekitar Tegal ada sewa charge HP Rp 1000. Siapkan uang receh untuk berbagai keperluan.
PERJALANAN:
9. Mulai perjalanan dengan tenang dan membaca doa. Siapkan STNK + SIM + KTP.
10. Boleh ngebut di jalan sepi namun tetap hati-hati karena jika macet, anda tidak sampai-sampai.
Boleh menyelip truk, tanki, kontainer, truk gandeng, bis namun tetap hati-hati sesuai kemampuan karena jika tidak, anda akan ikut konvoi lambat dan tidak sampai-sampai. Pengalaman saya menyelip bis, 2x bis memepet saya hingga pindah ke bahu jalan jalur yang berlawanan, untung masih hidup. Hati-hati di turunan dan tikungan di jalur yang anda kurang kenal, apalagi tanjakan merayap, kampas kopling ancaman utama.
11. Usahakan mengisi bensin tetap penuh terutama jika akan melewati jalur alternatif (apalagi malam hari) karena sulitnya pom bensin.
12. Istirahat secukupnya di pom bensin maupun saat makan dan sholat
Periksa kondisi mobil saat beristirahat, ban, dan air radiator. Jika ban terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan sistem rem. Jika mobil terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan radiator. Segera mampir ke bengkel dadakan di pinggir jalan. Hati-hati memilih bengkel dadakan.
13. Jika terpaksa mengemudi sambil flu / batuk, jangan minum obat flu / batuk yang bisa membuat ngantuk
14. Cara yang mudah untuk tidak tersesat adalah mengikuti bis-bis besar yang bertuliskan kota terdekat yang akan dilewati, ikuti jalan utama provinsi yg biasanya besar-besar, hotmix, dicat putih di tengah jalan.
15. Jika anda terpaksa lewat jalur alternatif, usahakan jangan memilih malam hari karena sepi, jalan kurang bagus, sedikit rambu, sedikit pom bensin, sedikit rumah penduduk, sedikit warung, apalagi jalur alternatif yg baru dibangun. Saya pernah lewat, sepi dan ngeri, hanya berdua dengan adik perempuan saya. Kapok.
16. Sesampai di tujuan, anda sebagai pengemudi jangan terlalu lelah, demikian juga rombongan
Tim harus tetap dalam kondisi baik saat kembali apalagi yang bawa mobil. Saya pernah berangkat 1 hari sebelum Idul Fitri, kembali malam hari setelah sholat Idul Fitri. Sempat main-main di Malang, sorenya badan mulai anget-anget tetap memaksakan pulang, akhirnya sampai Jakarta saya langsung sakit cacar. Kemungkinan kelelahan, daya tahan tubuh turun, dan ketularan cacar di luaran. Sehingga rencana lebaran selanjutnya berantakan.
17. Segera periksa mobil sesampai di tempat akhir kampung halaman agar jika ditemukan kerusakan yang serius bisa segera dibawa ke bengkel. Apalagi bengkel lagi susah-susahnya. Moga-moga jika sebelumnya sudah ke bengkel maka tidak perlu ke bengkel lagi. Namun kadang-kadang dalam perjalanan dapat terjadi yg tak terduga.
18. Jangan lupa belanja dan bawa oleh-oleh yg awet dan bisa menggembirakan orang-orang yang dikasihi di tempat asal. Sediakan tempat yg cukup di mobil sejak awal keberangkatan.
19. Lakukan kembali langkah-langkah yang sama seperti saat berangkat
Saat berangkat, jika menemui beberapa hal yang kurang baik agar dicatat sehingga bisa diperbaiki, dipersiapkan lebih baik saat kembali.
20. Kembali ke kota asal, berdoa sebelum berangkat
Jangan lupa foto dulu donk. :)

Semoga rekan-rekan yang mau mudik masih sempat baca. Yang sudah lebih mahir, moga-moga bisa menambahkan info-nya. Yang mudik tahun depan, moga-moga bisa juga bermanfaat.

Peta Jalur Alternatif Mudik Lebaran
Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 02:35 wib
0 0Email0
detail berita
Ilustrasi

BANDUNG – Arus mudik di Jawa Barat diprediksi akan mengalami kemacetan. Seperti diketahui, Jabar memiliki tiga jalur utama yakni jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, dan jalur selatan. Untuk mengurangi kemacetan, pemudik bermotor maupun mobil di tiga jalur ini akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, pemudik yang berasal dari arah Jakarta menuju Bandung via puncak bisa dilahkan melalui jalan alternatif yang melewati jalur Cibubur- Jonggol, Cianjur, hingga sampai di Jalan Raya Padalarang, Bandung.

Bagi pemudik dari arah Jakarta yang hendak melalui jalur Utara, kemungkinan akan terjebak kepadatan di daerah Jomin. Maka para pemudik di jalur ini akan dialihkan ke jalur alternatif Cikopo, Sadang, Subang dan Cijelag.

Sedangkan untuk jalur tengah, pemudik bisa melalui dua jalur alternatif, yakni jalur Sukamandi-Kalijati via Sadang dan jalur Pemanukan-Subang.

Untuk jalur Selatan yakni jalan di Bandung-Garut yang melewati Cileunyi, para pemudik bisa melalui jalur alternatif Jalan Parakan Muncang. Jalur alternatif lainnya untuk jalur selatan ini, pemudik bisa menggunakan Banjar-Malangbong- Limbangan-Cibatu-Kadungora-Cijapati dan Cicalengka.

“Bagi pemudik di jalur Selatan yang hendak mengarah ke Timur dapat menggunakan jalur alternatif Malangbong-Sumedang via Wado,” papar Kapolda.

Menurutnya, semua jalur alternatif yang ada bisa dilalui para pemudik bermotor ataupun mobil. Dia mengakui, tidak semua jalur layik karena ada beberapa yang memiliki kerawanan bencana ataupun rawan kecelakaan mengingat kondisi jalan yang tajam serta kurang bagus.

Untuk itu, dia mengimbau supaya pemudik yang menggunakan jalur alternatif bisa ekstra hati-hati termasuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sebaiknya saat mengendara janganlah ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri serta merugikan pengendara lain. Sekali lagi saya tekankan dan mengimbau agar selamat menuju tujuan, pemudik harus mentaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.
(abe)
Menelusuri Jalur Alternatif

Bila jalur-jalur utama yang tersedia benar-benar macet, dan sepanjang musim mudik lebaran hampir sering terjadi, ada baiknya pemudik memilih jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak. Namun sekali lagi dengan catatan, “bila jalur utama macet total”. Seputar pintu tol Cikampek, diperkirakan menjadi daerah tersibuk seperti tradisi bila musim mudik. Pada saat itu, seluruh kendaraan dari Jakarta yang melewati tol Cikampek, baik tujuan Cirebon, Jateng ataupun Jabar seperti Bandung, Subang, Sumedang dan daerah-daerah lainnya, seluruhnya bermuara di situ.

Sebagai titik simpul dari sekian kota atau daerah tujuan, kemacetan menjadi satu kerawanan yang sangat terasa. Bagaimana tidak, berbagai jenis kendaraan umum seperti bus maupun pribadi, yang lewat tol Cikampek akan tertumpuk di daerah tersebut.

Pertigaan Cikampek merupakan titik tolak semua jalur yang keluar dari pintu tol. Ada dua jalur utama yang resultannya di pertigaan tadi, yakni arah utara jalur utama Pantura ke Cirebon dan Jateng. Ke selatan ke arah Padalarang-Bandung atau Subang.

Jalur utama terakhir terpecah dua di pertigaan Sadang. Pemudik bisa lurus jika ingin melewati jalur utama Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung, atau belok ke selatan di pertigaan Sadang menuju Subang melewati pabrik sebuah perusahaan besar Texmaco milik konglomerat Marimutu Sinivasan.

Dua jalur utama yang bertolak dari pintu tol dan pertigaan Cikampek, seperti dituturkan pegawai DLLAJR di Terminal Sadang, langganan macet. Terutama pada hari-hari makin mendekati Idhul Fitri mulai H-3 sampai H+3.

Kemacetan total sering terjadi pula di jalur utama Pertigaan Sadang menuju Subang. Lalu apa yang harus dilakukan pemudik bila di jalur itu mengalami macet total. Untuk pemudik jurusan Bandung, bisa lurus ke Purwakarta-Padalarang-Bandung. Namun bila jurusan Subang, tak ada jalan lain. Tinggal pilih, ingin berlama-lama terjebak macet yang melelahkan dan menjengkelkan, atau mencari jalur alternatif.

Jika skenario buruk (macet total ) terjadi, disarankan pemudik berlega hati melalui satu-satunya jalur alternatif yang tersedia. Tidak ada lain kecuali Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dengan panjang mencapai 50 hingga 60 km. Jalur alternatif dan AMP kontroversi portal BIC.

Menuju jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dari pertigaan Sadang, sekitar 10 km ke arah kota Purwakarta. Memang agak melelahkan, tapi apa boleh buat dibandingkan kalau terjebak diantara deretan kendaraan dalam satu kemacetan total.

Jalur alternatif satu-satunya ini, bisa ditempuh dari pintu tol Dawuhan, 10 km sebelum pintu tol Cikampek. Tapi biasanya dilakukan pemudik yang berpengalaman, khususnya pemudik yang memang sudah hafal daerah tersebut.

Dari pintu tol Dawuhan, bisa lewat kawasan industri dan kompleks perumahan. Hanya saja, untuk mudik kali ini, jalur khusus kendaraan pribadi sedikit terhambat karena terhalang portal di pintu keluar perumahan BIC yang menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Drs Sopyan tengah diprotes jajaran Polwil Purwakarta maupun Pemda.

Pemasangan portal di BIC diprotes. Dan sudah kirim surat agar portal yang baru dipasang dibongkar kembali. Soalnya menghambat kelancaran arus lebaran.

Jalur BIC cukup strategis untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan bila terjadi kemacetan di pertigaan Cikampek maupun Sadang. Kendaraan tujuan
Bandung bisa langsung lewat tol Dawuhan tanpa harus lewat pertigaan Cikampek.

Bagi kendaraan pemudik yang akan menyusuri jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, mereka bisa menyusuri kompleks BIC lalu langsung ke arah Purwakarta tanpa melewati pertigaan Cikampek maupun Sadang yang langganan macet.

Jalur itu, selama ini dijadikan pembuang bila pertigaan Cikampek maupun Sadang macet. Bila ada portal, apalagi palang besinya yang sengaja dipasang pas badan mobil, pasti ada kelambatan. Kan harus pelan bila melewati palang besi.

Cukup beralasan bila jajaran Polwil Purwakarta geram dengan pemasangan portal yang dipasang belum lama ini. Dari pengamatan “PR”, kendaraan pribadi yang melalui palang besi mau tidak mau harus berhenti dan melaju pelan-pelan. Bila arus padat, berapa waktu terbuang hanya untuk melalui palang besi.

Wanayasa-Jalan Cagak-Subang Jalur alternatif ini boleh jadi pengobat satu-satunya bila terjadi kemacetan total di jalur-jalur utama pertigaan Sadang. Menyusuri jalur alternatif itu, walau mungkin lebih lengang, namun kehati-hatian sebagai prinsip utama pengemudi, harus tetap dipegang.

Sepanjang 50 sampai 60 km jalur alternatif, badan jalan lebih sempit dibanding jalur-jalur utama. Sekitar 7 sampai 8 m dengan jarak tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kecepatan normal antara 60 sampai 70 km per jam.

Jalur ini memang lebih layak bila dilalui kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, apalagi jenis bus-bus berbadan besar, tentunya kurang pas karena selain badan jalan sempit, lokasi yang dilalui juga penuh tikungan dan naik turun. Ada baiknya, bus-bus tidak memaksakan melalui jalur ini.

Sebagaimana umumnya sebuah jalan yang menyusuri pegunungan, sepanjang Wanayasa-Jalan Cagak akan banyak ditemui belokan tajam, tanjakan atau turunan curam. Kondisi jalan sebaian besar sudah diaspal dengan kualitas relatif.

Badan jalan bergelombang juga akan banyak dijumpai di beberapa lokasi seperti antara km 7 sampai 25 lepas pasar Wanayasa. Daerah rawan macet, bila kendaraan berjalan tertib nyaris tidak ditemui, terkecuali di Pasar Wanayasa yang merupakan pusat kegiatan belanja sekaligus terminal angkot.

Ada baiknya tidak menjadikan ruas jalan ini sebagai ajang kebut-kebutan atau saling salip. Kondisinya tidak memungkinkan dan malah bisa celaka karena badan jalan sempit dan kondisinya tak semulus jalur-jalur utama.

Sepanjang jalur itu memang hampir tidak ditemui tempat beristirahat. Yang ditemui hanya perkampungan penduduk biasa atau perbukitan, ladang, sawah ataupun hutan jati dan perkebunan teh khususnya memasuki daerah Kabupaten Subang.

Sejauh ini tidak ada rambu lalu-lintas petunjuk jalan, kkhususnya di wilayah Purwakarta. Tidak ada penjelasan menyangkut ketiadaan rambu-rambu tadi, namun seperti dituturkan Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Sopyan, jalur Wanayasa-Jalan Cagak memang tidak dipersiapkan khusus untuk arus mudik lebaran.

Jika pengemudi merasa lelah, hanya ada satu lokasi yang layak sebagai tempat peristirahatan, yakni sekitar km 30. Terdapat sebuah danau yang oleh masyarakat disebut Situ Wanayasa.

Suasana sekitar danau itu sejuk dan tenang, layak sebagai tempat istirahat sekedar melemaskan otot. Hanya saja, itu hanya bisa dilakukan pada perjalanan siang hari. Kalau malam, tentu kurang layak karena gelap kendatipun ada di tengah pemukiman.

Hanya sayang, di sekitar danau tidak dijumpai areal parkir memadai. Karena itu, bila istirahat, carilah tempat parkir yang tidak mengganggu kendaraan pemudik lain, apalagi jalan di sekitar danau, ada kerusakan yang kalau hujan penuh kubangan.

Tak jauh dari danau, sekitar 1 km sampailah di pertigaan terminal Wanayasa. Di pertigaan, pengemudi belok ke kanan menuju arah perbatasan Purwakarta-Subang sekitar 8 km.

Di sepanjang jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, ditemukan juga tempat rawan longsor. Karena jalurnya diperbukitan, bila hujan, pengemudi harus ekstra hati-hati, supaya tidak tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Salah satu daerah rawan longsor di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, masuk Kabupaten Subang. Di salah satu tanjakan lepas jembatan perbatasan Wanayasa (Purwakarta)-Sagalaherang (Subang), ada lokasi bekas tanah longsor. Namun sekarang sedang dalam perbaikan berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Di wilayah Subang, kondisinya lebih bagus daripada di Purwakarta. Apalagi 15 km sebelum sampai pertigaan Jalan Cagak, jalan sudah mulus lengkap dengan hot-mix. Teruslah dengan kecepatan normal, 1/4 jam kemudian, sampailah di Jalan Cagak.

Dari Jalan Cagak, karena sudah memasuki jalur utama tengah, pemudik tinggal pilih sesuai jurusan. Kalau ke Bandung tinggal belok kanan menyusuri panorama indah perkebunan karet sepanjang lokawisata Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang. Tempat peristirahatan banyak didapati termasuk bila ingin membawa oleh-oleh buah-buahan nanas Subang atau sayur-sayuran Lembang.

Kemudian bagi pemudik jurusan Sumedang atau Cirebon, bisa belok kiri mengambil jalur alternatif Subang-Sumedang. Atau yang tidak ingin melewati kota Sumedang, bisa ke arah Pegaden dulu, nanti menuju jalur Bantarwaru-Cikamurang-Indramayu.

https://i1.wp.com/www.sman13bdg.sch.id/userfiles/crhcjb57.jpg
JARAK:
Jakarta, ID 106.8294
-6.1744
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Miles: 60.93
Kilometers: 98.05
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Miles: 8.76
Kilometers: 14.10
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Miles: 20.09
Kilometers: 32.33
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Miles: 18.61
Kilometers: 29.94
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Miles: 16.31
Kilometers: 26.24
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Miles: 21.89
Kilometers: 35.23
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Miles: 12.76
Kilometers: 20.54
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Pangandaran, ID 108.6500
-7.6833
Miles: 23.28
Kilometers: 37.46
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Miles: 52.38
Kilometers: 84.30
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Miles: 43.47
Kilometers: 69.96
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Miles: 41.74
Kilometers: 67.17
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Surakarta, ID 110.8333
-7.5833
Miles: 28.70
Kilometers: 46.19
TOTAL JARAK
Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 12:47 WIB
Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

TEMPO.CO, Purwakarta – Buat pemudik asal Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Cirebon-Jawa Tengah dan Priangan Timur, ada jalur alternatif yang bisa Anda coba untuk menghindari macetnya jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Agus Wahyudin, mengatakan pemudik dapat mengambil jalur alternatif Ciganea-Purwakarta-Wanayasa-Jalan Jagak-Sumedang.

“Jalannya lebar dan mulus, kami jamin pemudik betah selama di perjalanan,” kata Agus di kantornya, Minggu, 5 Agustus 2012.

Menurut dia, jalur ini relatif lancar ketimbang jalur utama Pantura Karawang-Subang-Indramayu. Selain kondisi jalan yang lebar dan mulus, pemandangan di sepanjang jalan juga hampir sama seperti jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Rute yang dapat dilalui untuk melintasi jalur alternatif ini, kata Agus, begitu keluar Jakarta, pemudik jangan keluar dari gerbang tol Cikopo. Mereka diminta masuk ke ruang Tol Cipularang di kilometer 86 lalu keluar melalui gerbang tol Jatiluhur/Ciganea.

Selepas pintu gerbang itu, kendaraan langsung diarahkan menuju ruas Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Jalan Cagak dan lurus saja. “Jangan mengambil jalur kanan arah Ciater-Bandung,” katanya.

Saat berada di pertigaan Jalan Cagak, kendaraan dibelokan ke arah Kasomalang-Cisalak. Selepas Cisalak terus menuju Sumedang. Dari kota tahu itu, anda bisa menggunakan jalur selatan Malangbong-Tasik-Ciamis-Cilacap, tanpa harus melalui ruas Nagreg yang rawan kemacetan.

Agus menambahkan, dari Sumedang pemudik juga bisa masuk ke arah Cikijing-Majelengka-Tomo langsung menuju pintu gerbang Palimanan, Cirebon.

Berdasarkan pemantauan Tempo, Ahad pagi hingga siang ini, 5 Agustus 2012, jalur alternatif di atas, terutama di antara ruas Purwakarta-Wanayasa hingga tapal batas Subang, kondisinya sangat mulus.

Jalan agak berlubang memang ditemukan di ruas Serangpanjang, Subang. Tetapi, sedang dalam perbaikan dan dipastikan sudah selesai dikerjakan pada saat puncak arus mudik.

Kondisi alam pegunungan, cuaca yang teduh, dan warung penjaja kuliner modern, tradisional hingga makanan oleh-oleh khas pegunungan yang bertebaran, akan memanjakan para pemudik jika menyusuri jalur ini.

Kendati jarak tempuhnya memang lebih jauh dari jalur Pantura, Agus mengatakan, jalur alternatif ini jauh dari jebakan kemacetan. “Pemudik harus jeli dalam memilih jalur,” ujarnya.

Kusdinar, warga Kasomalang, Subang, yang saban hari bolak-balik rute Jalan Cagak-Kasomalang-Sumedang mengatakan kondisi jalur alternatif ini layak dilalui para pemudik. “Kondisi jalannya mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan,” katanya.

Suasana jalannya, lanjut Kusdinar, juga sudah ramai dan lampu penerangan jalan sudah memadai jika dilintasi kendaraan pada malam hari.

Jarak jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Serang Panjang, perbatasan Purwakarta-Subang, sejauh 30 kilometer. Adapun jalur Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak sekitar 15 kilometer. Ruas Jalan Cagak-Cisalak sepanjang 17 kilometer dan Cisalak-Sumedang sejauh 25 kilometer. Jika lancar, waktu tempuhnya diperkirakan hanya tiga jam.

NANANG SUTISNA
15 Agustus 2012 | 18:50 wib
Jalur Tengah Tersendat di Pagojengan

PADAT: Arus kendaraan pemudik di jalur Tegal-Purwokerto antara Pagojengan-Kretek Kecamatan Paguyangan, Brebes pada H-4 Lebaran Rabu (15/8) pukul 12.00, terpantau padat. (suaramerdeka.com/ Teguh Inpras)
BREBES, suaramerdeka.com – Memasuki H-4 Lebaran, Rabu (15/8), ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Tegal Purwokerto. Namun, laju kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor itu harus tersendat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan suaramerdeka.com pukul 11.00 WIB, ketersendatan lalu lintas (lalin) terjadi antara lain di perlintasan KA Karangsawah Tonjong, Pasar Linggapura. Sementara di Ciregol relatif lancar.
Adapun tingkat kepadatan lalin di jalur tengah Jateng ini terjadi di sepanjang Pagojengan-Kretek wilayah Kecamatan Tonjong, Brebes. Hal ini disebabkan oleh aktivitas buka tutup perlintasan KA dan pedagang di pasar Kretek.
Arus lalin menumpuk sepanjang jalur tersebut. Sikap egois sejumlah pengendara yang berusaha menerabas antrean memperparah keadaan.
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo SH menyatakan pada H-4 Lebaran terjadi lonjakan kendaraan yang cukup berarti dibandingkan hari sebelumnya. “Lalu lintas padat tapi lancar,” katanya.
Rruas Pagojengan-Kretek merupakan titik paling krusial dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di jalur Tegal-Purwokerto. Menurutnya, antrean kendaraan sulit dihindari mengingat kondisi jalan sempit dan menanjak.
Belum lagi aktivitas pasar dan buka tutup perlintasan KA yang intensitasnya semakin meningkat. “Dengan volume kendaraan yang semakin meningkat, antrean kendaraan sulit untuk dihindari,” katanya.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, didirikan Pos Pengaman Lebaran di Pintu Selatan Jalan Lingkar/terminal lama Pagojengan. Lokasi itu merupakan pertemuan kendaraan dari arah kota dan jalan lingkar Bumiayu. “Petugas bergerak mobile jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.
( Teguh Inpras Tribowo / CN33 / JBSM )

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 4 Comments

PETA kasar jalan ke CURUG Cimahi, Lembang, Bandung

LEWAT TOL CIKOPO-PALIMANAN (EXIT / KELUAR DI TOLL EXIT : SUBANG): liat papan petunjuk arah : Subang, Lembangpeta tol cipali subang lembang

PER TAON 2013, ada kawasan wisata baru: DUSUN BAMBU, dekat banget CURUG CIMAHI, kawasan wisata berbayar yang dilengkapi PEMANDANGAN INDAH: taman, danau, pepohonan, n FOOD COURT n resto enak

peta tol cipali subang EXIT_kota peta subang LEMBANG peta subang LEMBANG kota peta subang LEMBANG k CURUG CIMAHI

LEWAT BANDUNG N LEMBANG:


rute dari tol pasteur: sukajadi-setiabudi-sersan bajuri atau kolonel masturi-CURUG CIMAHI (masih ada alternatif laen, tolong cari sendiri ya :) )

di Lembang antara laen ada :

beritasatu.com: Selain istana, kuil, ataupun pantai, Thailand juga terkenal dengan pasar terapung/apung atau floating market. Yakni, tempat pedagang menjajakan sayur-mayur, buah-buahan, barang, hingga berbagai makanan kuliner di atas perahu. Karena itu jika Anda berkunjung ke Thailand, sempatkan juga untuk mengeksplorasi pasar apung.

Sejumlah pasar apung yang bisa dikunjungi di Thailand di antaranya Amphawa di kawasan selatan Bangkok. Pasar apung Damnoen Saduak di Provinsi Ratchaburi, yang berjarak sekitar 110 km sebelah barat kota Bangkok, Pasar apung di Pattaya, hingga pasar apung paling terkenal, Wat Sai yang berlokasi sekitar 10 km dari Bangkok, dan jadi incaran wisatawan.

Seperti pasar di darat, situasi pasar apung juga kacau dan semrawut. Berbagai perahu datar yang penuh dengan tumpukan berbagai dagangan berebut posisi. Berhenti dan melakukan tawar-menawar pada saat bersamaan. Suasana berisik namun penuh warna justru menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung. Selama perahu berjalan ke pasar, Anda juga akan melewati kebun, rumah-rumah kayu jati tradisional, dan juga masyarakat lokal yang berangkat kerja.

Selain menikmati pemandangan transaksi jual beli di sungai, sangat menarik juga mengamati bagaimana penduduk setempat, berdayung perahu atau sampan sendirian dengan beberapa barang dagangannya. Lebih unik lagi yang menjajakan makanan karena mereka harus memasak di atas perahu.

Tidak hanya di Thailand. Indonesia juga memiliki pasar apung di sejumlah wilayah. Terutama pulau yang memiliki sungai yang panjang dan lebar, seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Setidaknya ada 6 pasar apung yang menarik Anda kunjungi yakni di Kalimantan dan di Jawa. Di Kalimantan ada tiga pasar apung besar. Yakni, Pasar Apung Muara Kuin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang terletak di persimpangan Sungai Kuin dan Sungai Barito.

Masih di Kalimantan Selatan ada juga Pasar Lok Baintan. Berlokasi di Desa Sungai Pinang (Lok Baintan), Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pasar ini dikenal dengan nama lain, yakni Pasar Apung Sungai Martapura.

Dan ketiga, Pasar Siring Piere Tendean di Sungai Martapura, dekat kantor gubernur di Jalan Pierre Tendean, Kota Banjarmasin. Namun, pasar apung ini hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu.

Sedangkan di Jawa, Anda bisa berkunjung ke Museum Angkut di daerah Batu, Malang, Jawa Timur (Jatim). Di area museum ini ada Pasar apung Nusantara dengan 80 stan makanan dan souvenir dari berbagai daerah di Indonesia. Dibuka mulai pukul 12.00 hingga 21.00 WIB, Anda seolah-olah sedang berkeliling Nusantara.

Berikutnya Pasar apung Lembang di Lembang, Bandung Utara, Jawa Barat (Jabar). Menempati area seluas 7,2 hektar, Pasar apung Lembang dibuka tiap hari, mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB. Anda bisa bersantai dengan keluarga, dan teman di gazebo yang terletak berderet-deret di tepi danau. Di sini juga ada rumah-rumah asli dan kuno yang didatangkan dari Jawa Timur, dan rumah rileksasi terapung di danau dengan arsitektur Belanda, Thailand, juga Betawi.

Ah Poong juga seru
Jika belum sempat ke Thailand, Kalimantan, juga Malang maupun Lembang karena kendala jarak, waktu, atau mungkin biaya, Anda yang tinggal di Jabodetabek bisa juga ke Pasar Ah Poong di Sentul City, Sentul, Bogor. “Pasar apung” di tepi Sungai Cikeas ini juga tak kalah serunya untuk dinikmati bersama keluarga.

Berada di dekat pintu Tol Sentul Selatan 1, Pasar Ah Poong memiliki parkir yang luas dan aman. Untuk masuk ke area wisata ada dua jembatan yang bisa digunakan, yaitu jembatan beton biasa maupun jembatan gantung yang terbuat dari kayu, yang sering digunakan untuk uji adrenalin karena bergoyang. Setelah melewati jembatan di pintu masuk pasar Anda langsung melihat deretan makanan khas yang dijual beberapa resto.

Jika belum lapar, sebaiknya Anda lebih dulu mendatangi danau buatan di belakang dan naik perahu dayung. Anak-anak pasti suka karena menjadi petualangan seru bagi mereka, Setelah puas bersampan, barulah Anda bisa mencicipi kuliner yang tersedia dengan harga relatif terjangkau.

Berbeda dengan pasar apung lainnya, di Pasar Ah Poong tidak ada hiruk-pikuk pasar di atas perahu. Anda tidak bisa berbelanja makanan langsung pada perahu atau sampan yang terapung di sungai, tapi tetap membeli di kedai-kedai seperti di food court pada umumnya. Hanya kesannya saja yang mirip karena foodcourt terletak di perahu besar yang diapit dua danau buatan yang cantik.

L Gora Kunjana/GOR

 

Posted in koleksi foto wisata, peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

INFO doAnK : raja ampat(LEBE CAKEP dibanding MALDIVES) MURMER … 170712_010116

MAEN SAHAM berlaba
Introducing Raja Ampat Islands
quoted as it is from : lonely planet
This group of about 1600 mostly uninhabited islands off Sorong has some of the best diving in the world. Little known until the last few years, Raja Ampat’s sheer numbers and diversity of marine life, and its huge, largely pristine coral-reef systems, are a scuba dream come true – and fantastic for snorkellers too. It’s like swimming in a tropical aquarium. The sparsely populated islands are also great for birdwatching and just exploring amid sublime scenery of steep, jungle-covered islands, white-sand beaches, hidden lagoons, spooky caves, weird mushroom-shaped islets and pellucid waters. Travel here is not for super-tight budgets, but new homestay accommodation has made Raja Ampat much more accessible than it was.
The four biggest islands are Waigeo (with the small but fast-growing regional capital, Waisai), Batanta, Salawati and Misool. The Dampier Strait between Waigeo and Batanta has many outstanding dive sites, so most accommodation options are on Waigeo, Batanta or three smaller islands between them: Kri, Gam and Mansuar.

Read more: http://www.lonelyplanet.com/indonesia/raja-ampat-islands#ixzz2fUfu1q00

TEMPO.CO, Jakarta – Raja Ampat di Papua Barat dan Taman Nasional Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dinobatkan sebagai destinasi snorkeling terbaik dunia atau Worlds Best Snorkeling Destination berdasarkan survei CNN pada 2015.

“Indonesia sekaligus menempatkan dua destinasi yakni Raja Ampat di urutan pertama dan Taman Nasional Pulau Komodo di urutan kedua,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, Minggu 3 Januari 2016.

Dua destinasi kebanggaan Indonesia itu, kata Arief, berhasil mengalahkan Kepulauan Galapagos yang berada di peringkat ketiga dalam survei tersebut.

CNN (Cable News Network) edisi internasional pada akhir 2015 melibatkan sejumlah ahli maritim untuk menyebutkan beberapa tempat favorit mereka untuk melakukan snorkel.

Jawaban mereka dirangkum dalam tulisan berjudul “11 of the worlds best snorkeling destinations” atau 11 destinasi snorkeling terbaik dunia.

Pada peringkat pertama yakni Raja Ampat di Papua Barat, Indonesia, yang menjadi habitat bagi 75 persen koral yang dikenal di dunia. Peringkat kedua yakni TN Komodo di NTT, Indonesia.

Kemudian peringkat ketiga hingga 11 yakni Kepulauan Galapagos di Ekuador, Coral Triangles di Asia Pasifik, Filipina, Silver Bank Republik Dominika, Palau di Micronesia, Greet Barrier Reef di Australia, Pulau Solomon, Isla Holbox di Mexico, dan Kealakekua Bay di Big Island, Hawai.

Terkait dengan semakin dikenalnya sejumlah destinasi di Tanah Air, ia mengatakan hal itu tidak lepas dari kerja keras yang telah dilakukan bersama.

“Promosi gencar yang kita lakukan telah mulai membuahkan hasil,” katanya.

Menurut dia, semakin dikenalnya lebih banyak destinasi wisata Indonesia di tingkat dunia merupakan keberhasilan bersama yang harus terus ditingkatnya.

“Branding Wonderful Indonesia, yang tadinya tidak ada rankingnya, pada 2015 melesat 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan Amazing Thailand ranking 83, dan yang memuaskan mengalahkan branding Trully Asia Malaysia yang hanya ranking 96,” katanya.

ANTARA

TEMPO.COPapua – Presiden Joko Widodo, saat melewatkan tahun baru 2016 di Papua, menyempatkan diri mendatangi destinasi wisata di sana, termasuk menikmati matahari terbit di Dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat. Di sana, Jokowi menceritakan harapannya pada pariwisata Papua di masa mendatang.

“Destinasi sebagus ini kita punya banyak. Kalau kita tidak dapat 20 juta (wisatawan), kebangetan. Negara tetangga 24-27 juta,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Jumat, 1 Januari 2015. Untuk mencapainya, Jokowi mengatakan sektor promosi, produk, dan wilayah yang menjadi unggulan harus banyak dibenahi.

Menurut Jokowi, sektor transportasi masih menjadi masalah dalam pariwisata di Raja Ampat. Bandara dengan perpanjangan runway dan terminal serta dermaga dan kapal harus dipersiapkan. “Kapal diperlukan untuk akses antarpulau. Kalau tidak ada, mahal sekali,” tuturnya.

Selain itu, Jokowi menginginkan destinasi wisata, seperti Raja Ampat, bisa tetap menjaga alamnya. Karena itu, ia sudah meminta Menteri Pariwisata menjadikan Raja Ampat sebagai pariwisata yang eksklusif. “Seperti ada kuotanya, biar hutan dan lautnya tidak rusak,” ujarnya.

Harapan ini tak hanya ditujukan untuk Raja Ampat. Jokowi sebelumnya mengunjungi destinasi wisata lain, seperti Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, pada minggu lalu. Ia yakin destinasi wisata Indonesia akan semakin terkenal. Seperti di Labuan Bajo, ia berujar, “Alamnya khas, hutannya tidak banyak, tapi vegetasinya unik. Dunia mana yang punya komodo? Di sekitarnya bisa untuk diving dan snorkeling.”

EGI ADYATAMA

Bisnis.com, JAKARTA–Kementerian Pariwisata akan membangun pusat layanan selam di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, pada 2016 untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin menyelam atau berlatih menyelam.

“Untuk 2016 sebagai hadiah, akan dibangunkan diving center di Raja Ampat,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Raja Ampat, Jumat.

Seiring proses pembangunan pusat layanan ini pemerintah akan mencetak 50 “dive master” di Raja Ampat dari masyarakat lokal, sedangkan perpanjangan Bandar Udara Mandira di Distrik Waigeo sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki mengatakan lokasi yang disiapkan untuk pusat pelayanan selam ini adalah Waiwo. “Untuk meningkatkan layanan penyelam di Raja Ampat akan dibangun di Waiwo,” tutur dia. Pusat pelayanan selam di Raja Ampat selama ini masih dikelola swasta sehingga inisiatif pusat membuat masyarakat lokal bisa mengelolanya. “Dengan pusat pelayanan selam, pengelolaan punya nilai manfaat untuk masyarakat sekitarnya,” ujar dia.

Meski kini sedang tahap persiapan, pusat pelayanan selam itu ditargetkan selesai tahun ini dan dijalankan secara paralel dengan pelatihan 50 “dive master.

JAKARTA okezone – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menghabiskan hari pertama di 2016 di Raja Ampat, Papua.

Agar Raja Ampat dapat menjadi destinasi wisata andalan, Jokowi menyebutkan tiga hal yang harus dipersiapkan, yaitu bandara dengan perpanjangan runway dan terminal, serta dermaga dan kapal.

“Kapal diperlukan untuk akses antara pulau, kalau tidak ada mahal sekali,” papar Jokowi, Jumat (1/1/2016).

Jokowi juga telah meminta kepada menteri pariwisata untuk menjadikan Raja Ampat sebagai pariwisata yang eksklusif.

“Seperti ada kuotanya, biar hutan dan lautnya tidak rusak,” tegasnya.

Sementara untuk Labuan Bajo, Jokowi meyakini Labuan Bajo akan semakin terkenal. Bukannya tanpa alasan, Presiden menyampaikan keyakinannya itu.

“Alamnya khas, hutannya tidak banyak, tapi vegetasinya unik. Dunia mana ada yang punya komodo? Di sekitarnya bisa untuk diving dan snorkling,” tukasnya.

(wdi)

Anang: Maldives Tak Seindah Indonesia
Prih Prawesti Febriani – detikhot
Rabu, 09/01/2013 09:16 WIB
Anang, Azriel, Aurel, Ashanty sebelum pergi ke Maldives (detikHOT)
Jakarta – Anang, Ashanty, serta Aurel dan Azriel baru saja pulang dari liburan mereka ke Maldives dan Sri Lanka. Seminggu di sana, Anang pun punya kesan sendiri soal Maldives.

Menurut Anang, pantai di Maldives memang indah, namun sebenarnya Indonesia pun tak kalah. Anang pernah mengunjungi Raja Ampat, Papua dan menurutnya Raja Ampat punya pemandangan yang jauh lebih indah dari Maldives.

“Kalau ngomong Maldives, kita punya yang seindah Maldives. Cuma masalahnya, kita punya kekayaan alam yang seindah Maldives juga karena kita pernah ke Raja Ampat itu jauh lebih bagus. Cuma kurang dibangun karena agak jauh juga. Maldives tersusun dengan bagus infrastrukturnya, bagus jadi maju banget. Pemandangannya bagus, airnya jernih banget, mudah-mudahan indonesia bisa kaya Maldives,” ujar Anang saat ditemui di Terminal 2E, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (8/1/2013) malam.

Karena pernah ke dua tempat yang dikenal dengan keindahan pantainya, Anang pun jadi bisa membandingkan. Ia tetap berpendapat bahwa Indonesia tetap yang terindah.

“Yang bisa diambil, bahwa memang Indonesia paling bagus. Maldives juga bagus, banyak yang bilang Maldives punya pantai terbaik menurut aku nggak,” tegasnya.

(ast/ast)
Catat Nih! Biaya Traveling ke Raja Ampat

Oleh: Afif Farhan – detikTravel
Selasa, 17/07/2012 18:52 WIB

Jakarta – Raja Ampat akan membuat siapa pun terpesona. Keindahan alam, terutama lautannya, menjadikan Raja Ampat surga para traveler. Mau tahu berapa biaya untuk traveling ke sana? Ini dia rinciannya.

Sambil ditemani angin laut dan matahari yang mulai tenggelam, saya masih terpukau dengan keajaiban Raja Ampat. Memang, biaya untuk datang ke tempat ini tidaklah murah. Hal ini pun diutarakan Hussein, anggota Conservation International Indonesia yang menjadi pemandu saya dan tim dari Adira X-Pedition dari acara yang digelar oleh Adira Finance.

“Minimal biaya untuk ke Raja Ampat adalah Rp 30 juta. Tidak cukup sehari ke Raja Ampat, dengan Rp 30 Juta saja, sudah cukup menikmati Raja Ampat selama satu minggu hingga 10 hari,” kata Hussein, dalam perjalanan menuju Raja Ampat Dive Lodge di Pulau Mansuar dari Pulau Arborek, Kamis (12/7/2012).

Rp 30 juta 7-10 hari? Ini artinya Rp 2,4-3 juta sehari. Saya sangat terkejut apa yang barusan dia ucapkan. Hussein memang sudah menetap lebih dari 20 tahun di Raja Ampat. Dirinya pun mengaku telah menjelajahi setiap sudut di pulau ini.

Tak hanya membantu para peneliti dalam penelitian terumbu karang, dirinya juga pernah menjadi kapten kapal di Raja Ampat. Pantas, dia tahu berapa biaya yang harus dibutuhkan untuk traveling ke surga ini.

“Dari biaya segitu besar, wisatawan dapat menikmati Pulau Waigeo, diving di Waiwo, mengunjungi Desa Wisata Sawingrai untuk melihat burung cendrawasih, dan ke Pianemo, gugusan pulau kecil tercantik ke-3 di Raja Ampat,” lanjut Hussein.

Hussein menambahkan, biaya tersebut pun belum cukup untuk menjelajahi Raja Ampat secara keseluruhan. Masih ada Kepulauan Wayag yang menjadi primadona Raja Ampat dan juga tempat diving terindah, Missol.

“Kalau ke Wayag dan Missol saja, menyewa boat bisa Rp 30 juta,” tambah Hussein.

Terlepas dari Wayag dan Missol, Rp 30 juta adalah biaya yang ‘paling aman’ untuk traveling ke Raja Ampat. Untuk sewa boat, dapat mencapai angka Rp 5-7 juta per harinya, itu termasuk penyewaan alat-alat snorkeling.

Untuk menginap, di Waisai atau pun Desa Sawingrai, yang masih dalam Pulau Waigeo terdapat penginapan dengan kisaran harga Rp 500.000. Tentu, sudah termasuk 3 kali makan, pagi siang dan malam. Untuk diving, biayanya pun berkisar Rp 400-500 ribu.

Biaya lainnya adalah pesawat dan kapal dari Sorong ke Waisai. Dari Jakarta, ada maskapai Express Air, Batavia Air, Merpati, dan Lion Air yang menawarkan penerbangan ke Sorong dengan biaya Rp 2-3 juta. Setelah itu, dari Sorong ke Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, memakan biaya Rp 120 ribu per orangnya.

Memang, Rp 30 juta bukanlah harga yang murah untuk bisa berkunjung ke Raja Ampat. Akan tetapi, keindahan dan pesona Raja Ampat sangat tidak ternilai harganya. Raja Ampat layak menyandang gelar sebagai surganya pariwisata dunia, karena ada banyak terumbu karang dan biota bawah laut, pantai berpasir putih, gugusan pulau-pulau kecil yang cantik, dan hutan yang masih perawan.

Jadi, ayo segera menabung dan siapkan diri Anda untuk menyelami keindahan Raja Ampat.
Ke Raja Ampat Mahal? Baca Dulu Tips Ini
Asep Candra | Jumat, 12 Agustus 2011 | 06:09 WIB

KOMPAS.com — Selama ini banyak wisatawan domestik, terutama yang berasal dari Jakarta, enggan pergi ke Raja Ampat, Papua Barat. Hal ini karena isu mahalnya penginapan yang dikelola pihak asing di sana. Padahal, dengan cara backpacker, kita bisa pergi ke Raja Ampat.

Para backpacker yang ingin pergi ke Kepulauan Raja Ampat, rajin-rajinlah membuka situs jalur pesawat Jakarta-Sorong pada waktu bukan musim liburan. Untuk menuju Sorong, Anda bisa melihat situs penerbangan Batavia Air, Wings Air, dan Express Air. Sekitar Rp 3 juta harga tiket Jakarta-Sorong pergi-pulang dengan waktu tempuh tujuh jam karena transit di Makassar sekitar dua jam.

Dari Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Anda bisa berjalan kaki keluar bandara. Di luar bandara akan dijumpai jalan utama menuju kota Sorong dan pelabuhannya. Di sana banyak sekali angkutan kota warna kuning menuju Pelabuhan Sorong, cukup dengan ongkos Rp 3.000.

Di pelabuhan, Anda bisa naik kapal rakyat menuju ibu kota Raja Ampat. Kapal rakyat dengan biaya Rp 120.000 per orang berlayar tiap hari sekitar pukul 14.00 WIT. Usahakan pesawat Anda datang di Sorong sebelum pukul 12.00 WIT sehingga Anda bisa istirahat dahulu menunggu kapal berangkat. Perjalanan dengan kapal rakyat dari Sorong menuju Raja Ampat perlu waktu sekitar dua jam.

Di Waisai, Pulau Waigeo, ibu kota Raja Ampat, Anda bisa mencari hotel-hotel dengan harga Rp 300.000-Rp 400.000 per malam. Untuk keperluan diving dan eksplorasi berlayar ke pulau-pulau Raja Ampat, Anda bisa menyewa perahu penduduk asli.

Di Sorong terdapat banyak hotel bagus berbintang dua dan tiga yang menyediakan makanan dengan nasi dan lauk-pauk beragam. Para wisatawan domestik yang ingin tetap menginap di Sorong karena fasilitas tersebut bisa melakukan perjalanan satu hari tanpa perlu menginap di Waisai.

Untuk melakukan hal ini, Anda perlu menyewa speedboat sekitar Rp 8 juta per hari dengan kapasitas 20 orang per kapal. Anda harus mengumpulkan 20 orang sehingga cukup patungan Rp 400 ribu per orang sudah bisa berlayar ke Raja Ampat selama 12 jam penuh pada siang hari.

Mulai pukul 07.00 WIT sampai petang Anda bisa berlayar ke empat sampai lima pulau yang berdekatan. Mulai dari Selat Dampir, Pulau Pensil, Gua Karang yang ada tengkorak makam leluhur Raja Ampat, sampai ke Resor Sorido atau langsung ke Kepulauan Wayag. Kepulauan Wayag merupakan ikon Raja Ampat yang terdiri dari beberapa pulau kecil yang indah apabila dilihat dari atas.

Jika Anda ingin melihat suasana resor yang dikelola bule, Anda diperbolehkan mampir dan parkir di dermaganya. Anda bisa melihat keindahan pantainya yang putih bersih dan air lautnya yang sangat bening sehingga karang dan ikan bisa dilihat langsung dari dermaga.

Pulau kecil di seberang dermaga Sorido yang terhubung dengan pantai pasir putih dan laut lepas sangat indah dilihat. Pemandu dari resor akan mengantar Anda melihat suasana penginapan dan sekitar pulau yang banyak ditumbuhi pohon pandan bali yang sudah tua dan subur.

Kami sempat mampir di salah satu resor dengan tarif Rp 2 juta per orang per kamar. Kami melihat kamarnya memang indah dengan pemandangan pantai dan laut lepas kebiruan yang bisa dilihat dari dari jendela dan pintu. Fasilitas makan, tidur, dan pemandu untuk diving diberikan bagi tamu yang menginap di resor tersebut. Kebersihan kamar dan resornya sangat terjaga. Sekali-sekali ada burung bangau laut yang berjalan di resor. Untuk menginap di resor tersebut, Anda hanya perlu mengirim e-mail dan tanda jadi. Kedatangan Anda akan disambut di Pelabuhan Sorong.

Apabila Anda menginap di Sorong, baik seafood, seperti ikan, kepiting, dan udang bakar, maupun fastfood banyak dijumpai di restoran dan warung-warung tenda di Sorong. Ikan khas Sorong adalah ikan budara. Ikan ini memiliki banyak sekali daging dan tulangnya besar sehingga jarang ada duri kecil yang bisa tersangkut di tenggorokan.

Oleh-oleh khas Sorong adalah keripik talas atau keladi, roti abon gulung dari ikan tuna, dan ikan budara bakar. Untuk suvenir, di Kampung Baru, Sorong, banyak dijumpai toko yang menjual batik khas Papua, seperti corak panah, burung cendrawasih, dan tifa. Suvernir berupa koteka dan ukir-ukiran Asmat juga dapat Anda jumpai di beberapa toko suvenir di Sorong.

Untuk malam hari di Sorong, di sepanjang Pantai Tembok banyak dijumpai warung tenda yang menjual berbagai macam seafood, ayam bakar, dan coto makassar. (Asita Suryanto)

Fandayani Soesilo, Penasaran Raja Ampat
Oleh Imam Suhartadi | Selasa, 25 Oktober 2011 | 10:44
bisnis indonesia

Traveling dan diving adalah kegiatan yang biasa dilakoni Fandayani ketika liburan tiba. Hampir semua tempat diving di Indonesia sudah ia rasakan sensasinya, kecuali Raja Ampat di Papua.

“Kalau ada liburan saya senang traveling dan diving. Diving memberikan sensasi tersendiri,’’ ujar Fandayani kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Sensasinya, lanjut Fanda, sudah tentu karena dapat melihat keanekaragaman laut yang tidak bisa disaksikan setiap hari. Dan yang mampu memberikan sejuta sensasi adalah laut Indonesia. “Saya sudah coba ke mana saja, tetapi tetap Indonesia yang paling bagus pemandangannya,” puji Fanda.

Ia mengilustrasikan, sebagai salah satu sudut dari “Coral Triangle”, Indonesia memiliki kekayaan laut paling lengkap. Sekitar 20% terumbu karang dunia ada di sini. Laut Indonesia juga mempunyai lebih dari 6 ribu spesies ikan, 600 spesies karang, gunung berapi bawah laut, palung, hingga bangkai kapal zaman dinasti Tiongkok dan Perang Dunia II.

“Dengan 13.500 pulau yang terbentang di garis khatulistiwa, Indonesia menjadi tempat terindah bagi penyelam,” puji Fanda sekali lagi.

Sayangnya, aku Fanda, ia malah belum sempat merasakan sensasi lokasi diving terindah di dunia, yakni di Pulau Raja Ampat, Papua. Di Indonesia, tempat diving yang paling jauh ia selami baru Laut Ambon. “Saya ingin sekali mencoba menyelam di Raja Ampat, Papua,” akunya penasaran.

Promosikan Usaha Kecil
Fanda memulai karier pada 2005 di sebuah perusahaan telekomunikasi, FT Ekaprasarana Primatel. Sebelumnya, selama 15 tahun ia bekerja dan menetap di California, Amerika Serikat. Ia pulang karena demi menemani ibunya yang tinggal sendiri setelah ayahnya meninggal.

Dari Primatel, Fanda akhirnya sempat bekerja di lima perusahaan, mulai dari Lam Research Corporation hingga PT Smart Telecom Indonesia (Sinar Mas Telecom). Semua itu dijadikannya sebagai tempat menimba ilmu hingga akhirnya dia mendirikan perusahaan sendiri, PT Emanur Pelangi Indonesia (Maetrika), sejak setahun lalu.

Maetrika, jelas Fanda, adalah perusahaan private incubator yang mendirikan serta mengembangkan perusahaan baru. Lingkup kerjanya dimulai dari ide atau konsep, termasuk di antaranya mencari sumber pendanaan sekaligus menawarkan akses ke jaringan strategic partner, baik tingkat domestic maupun internasional.

Melalui Maetrika, Fanda berusaha membawa investor untuk melahirkan perusahaan baru yang sustainable, profitable, socially, environmentally, dan responsible. “Dalam hal ini kami beruntung karena didukung oleh manajemen yang berpengalaman internasional di berbagai bidang mulai dari teknologi informasi, kimia, telekomunikasi, konstruksi, semikonduktor, dan lain-lain,” ujar lulusan University of California ini.

Bersama seluruh karyawannya, dia berusaha membantu seorang investor secara profesional dalam memberikan insight mengenai market, tren, serta overview. Dengan menciptakan inovasi baru ini, setidaknya Fanda berharap dapat membantu menambah lapangan pekerjaan bagi banyak orang atas berdirinya perusahaan-perusahaan baru.

Terkait investor, jelasnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, banyak perbedaan yang sangat signifikan. Pasalnya, banyak pebisnis atau pemilik modal yang tidak berani menciptakan inovasi baru atau mengeluarkan sebagian dananya untuk dikelola sebaik mungkin. “Kondisi ini sebenarnya sempat terjadi di AS pada 20 atau 30 tahun lalu, sekarang situasinya berada di Indonesia,” jelas wanita kelahiran 16 Desember 1971 itu.

Menurutnya, kebanyakan pemilik modal memilih untuk menginvestasikan dananya kepada sebuah perusahaan yang sudah berjalan lama. Sebagian besar di antaranya merupakan produk-produk yang diambil dari luar negeri, sehingga diakui dapat mengurangi jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Di sini saya berusaha memberikan edukasi pada mereka, dengan berinvestasi pada produk lokal bisa memberikan dampak ekonomi bagi negeri sendiri,” tutur dia.

Diakui Fanda, proses pendirian Maetrika sangat panjang sekaligus membutuhkan perjuangan yang cukup keras. Namun, keterbatasan tenaga maupun dana tidak membuatnya lantas menyerah. Melalui berbagai situs jaringan sosial dan pendekatan pada berbagai investor, tidak sampai beberapa bulan, mulai banyak orang yang tertarik dengan bisnis tersebut.

Kini, melalui perjuangan kerasnya untuk memberikan edukasi serta membangun komunikasi yang baik terhadap para investor, perusahaannya berjalan baik. Wanita kelahiran Surabaya ini setidaknya sudah berhasil menjalankan beberapa inovasi yang dibuat, salah satunya situs jual beli belibu.com.

“Saya berusaha menginkubasi mereka, di mana perusahaan ini sebagai penengah dari investor ke masyarakat,” papar dia.

Melalui anak bisnisnya, belibu.com, yang didirikan pada 2009, Fanda berupaya ingin meningkatkan usaha wirausaha kecil menuju arah yang lebih baik. Karena itu, dia berupaya melokalisasi situs buatannya tersebut tidak hanya diakses pedagang besar, tapi juga pengusaha kecil agar dapat mempromosikan bisnisnya.

“Inilah cita-cita terbesar saya, karena kalau ini dilakukan, maka dapat meningkatkan pendapatan mereka juga,” tambah dia.

Pasalnya, selama ini yang dia ketahui banyak situs lain yang hanya memasukkan beberapa perusahaan besar saja tanpa memberikan kesempatan kepada perusahaan kecil.

“Kalau perlu dokter gigi, tukang sate di salah satu tempat, atau bahkan tukang bakso sekalipun bisa berpromosi dengan gratis. Apalagi ini juga membantu dia dalam meningkatkan pendapatannya,” imbuh dia.

Karena itu, melalui independent reseller yang dibentuknya, sedapat mungkin dapat mengedukasi para pedagang kecil untuk membuat promosi di situs miliknya. Dengan apa yang sudah dicapainya saat ini, Fanda mengaku belum merasa sukses.

“Sukses itu punya ukuran yang berbeda setiap orang. Bagi saya bisa membentuk tim yang bagus itu sudah sukses, kalau sukses untuk mendapatkan revenue berupa uang, belum. Tapi, saya percaya bisa maju asal tetap bekerja keras untuk maju,” tandas dia.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

yuk k one of 7 world wonders: KOMODO

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Terminal Bandara Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/12/2015).

Terminal baru ini mampu meningkatkan pelayanan penumpang sepuluh kali lipat dari sebelumnya 150.000 penumpang per tahun menjadi 1,5 juta penumpang pertahun. Dengan begitu, diharapkan wisatawan yang datang ke Labuan Bajo dan sekitarnya mengalami peningkatan.

“Bandara ini bisa menjadi gerbang bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pantai dan alam bawah laut Labuhan Bajo, keindahan Danau Kelimutu, menyaksikan Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo, pantai merah muda,” kata Presiden dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit, Minggu (27/12/2015).

Menurut Presiden, sektor pariwisata menjadi andalan penggerak roda perekonomian daerah. Disaaat perekonomian dunia mengalami perlambatan seiring merosotnya harga komoditas dan turunnya nilai ekspor, pariwisata menjadi tulang punggung.

Presiden meminta agar beroperasinya terminal baru diikuti promosi wisata lebih gencar lagi terutama oleh Kementerian Pariwisata. Selain memperkuat infrastruktur penunjang pariwisata lainnya, sarana transportasi menuju lokasi wisata, jalan raya, pelabuhan serta penginapan, rumah makan dan sarana lainnya harus diperhatikan.

“Pemerintah daerah perlu bekerjasama dengan berbagai maskapai agar makin banyak wisatawan ke bandara. Maksimalkan juga penggunaan berbagai kanal media dengan baik,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Mensesneg Pratikno, Menhub Ignasius Jonan dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya berharap Labuan Bajo mendapat sentuhan ekonomi kreatif dengan memproduksi cinderamata untuk dijual kepada wisatawan melalui UMKM supaya ekonomi berkembang cepat.

Posted in jalan-jalan dan kulineran, Uncategorized | Leave a comment

INFO DOANk: kuliner khas antara Cirebon n Pekalongan

peta tauto PPIP BU Bawon Pekalongan

Minggu, 28/08/2011 12:19 WIB
Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan

Bondan Winarno – detikFood

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan
Jakarta – Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape Cirebon -Pekalongan hari ini. Jika perlu tempat perhentian untuk mengisi perut sore nanti, intip dulu yang satu ini.

Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape ini, sehingga diperlukan lebih banyak tempat perhentian untuk mengisi perut. Di lintasan Cirebon-Tegal, mungkin Anda harus puas dengan beberapa rumah makan padang yang banyak didapati di lintasan ini. Di Brebes ada oleh-oleh spesial yang boleh dihampiri, yaitu tape ketan dibungkus daun jambu. Cocok untuk dibawa sebagai buah tangan (Tape Ketan Ibu Ono, Gg. Darussalam 77, Brebes, 0283 671281). Telur asin Brebes juga merupakan oleh-oleh yang populer.

Tegal punya pilihan kuliner yang kaya. Warung murah-meriah favorit saya adalah RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal, bagi saya, adalah salah satu jenis sate kambing terbaik di Indonesia. Istilah “balibul” adalah untuk kambing yang berusia di bawah lima bulan. Sekarang muncul versi yang lebih muda, yaitu “batibul” alias bawah tiga bulan. Salah satu alamat yang direkomendasikan adalah Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Bila Anda bukan penyuka sate kambing, pilihannya adalah sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawai) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label “Sedap Malam”. Yang asli dari seri “Sedap Malam” ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung lain yang saya rekomendasikan di Tegal adalah Warung Alwi (Jl.Setiabudi). Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

Bila Anda memerlukan toilet bersih setelah melintasi Tegal, singgahlahd i SPBU, sekitar 3 km setelah Tegal. Ini tempat persinggahan populer karena punya 67 toilet (Rekor Muri), lengkap dengan tempat pijat refleksi dan tempat tidur gratis untuk rehat sejenak. Di antara Tegal-Pemalang km 7 juga ada sebuah rumah makan yang direkomendasikan untuk disinggahi, yaitu Restoran Pringsewu (0283 3318138) dengan sajian ayam kremes dan tempe mendoannya yang populer.

Kota berikut yang akan Anda singgahi adalah Pemalang. Di Desa Kendaldoyong (sebelum Pemalang, jalan Raya Petarukan) Anda akan menemukan Kepiting Gemes Pak Marno. Kepiting dengan saus yang rasanya mirip rendang, tetapi tanpa santan Tetapi, bila Anda bisa bersabar sebentar, teruslah mengemudi sampai ke Comal dan singgah di RM Prima (Jl. A. Yani 31-33, Comal, 0285 577272, 7911100). Tempatnya lebih representatif, dengan berbagai sajian kepiting dan seafood lainnya.
Masakan kepiting seperti ini juga dapat dijumpai di Pekalongan,disajikan oleh Bang Kombor, di Jl. Belimbing.

Pemalang juga terkenal dengan sajian bernama grombyang, semacam hibrida antara soto dengan gulai dan rawon, dari daging sapi atau daging kerbau. Yang paling populer adalah grombyang Haji Warso (Jl. RE Martadinata). Ada juga Sate Loso, persis di persilangan KA memasuki Kota Pemalang. Sate Loso agak mirip dengan sate ayam Margasari di Tegal tadi.

Memasuki Kota Pekalongan, Anda harus siap dengan tawaran Pekalongan yang memang spesial. Soto Pekalongan yang super-gurih dengan taucodisebut tauto. Dulu, semua tauto harus dibuat dari daging kerbau,tetapi sekarang sudah banyak tauto versi daging sapi. Favorit saya adalah Tauto PPIP (Jl. Dr. Wahidin).

Ikon kuliner Pekalongan lainnya adalah nasi megono. Ada dua jenis nasi megono: basah dan kering. Yang paling umum adalah nasi megono kering,yaitu nasi putih dicampur dengan nangka muda rebus dicincang dan parutan kelapa. Dimakan dengan berbagai lauk-pauk, khususnya masakan cumi dengan tinta hitamnya. Favorit saya adalah Nasi Megono Pak Tjukup (keturunan Tionghoa) di Jalan Mangga. Lauknya sangat beragam di rumah makan ini. Nasi megono basah dibuat dengan campuran rebung, cepat basi kalau tidak segera disantap. Versi ini sudah semakin jarang dijumpai.

Ada lagi satu tempat makan khas di Pekalongan yang saya sukai, yaitu RM Zarkasi (Jl. Sulawesi 52) yang populer dengan nasi uwet (gule encer dari usus kambing). Bila Anda penggemar nasi kebuli, singgahlah ke RM Puas (Jl. Surabaya 32).

…yang juga khas di Pekalongan:
Typical food

Megono Rice
Pekalongan is famous with its typical food known as Megono, that is a kind of dish made from chopped young jackfruit (Javanese : gori) mixed with “urapan” (grated coconut with spices) and sambal urapan (Javanese : kluban). Megono is very delicious and suitable as a side dishes for breakfast, also suitable if it mixed with any dishes.

Tauto
Pekalongan Tauto is typical food of Pekalongan, kind of Soto (Indonesian clear soup), but for the ingredients added “taucho” (kind of flavoring that has special aroma, made from soy). Just like soto, we also put meat and innards as well as sohun noodle into Taouto. We can eat Touto with rice but it is more delicious if we eat it with “lontong” (rice steamed in a banana leaf).

Garang asam
Garang asam is a food kind of Rawon (beef stew made with keluak), typical from Pekalongan. Only for Garang Asam but the gravy is given many tomato, so it has a fresh sour taste. Garang asam usually mixed with meat, innards, or eggs.

Keripik Tahu (Tofu Crispy Chips)

… di Tegal:
1. Pastel tutup
Ada pepatah: Kentang di pasar, sosis di toko, ketemunya di mangkok jua. Yep, ada kentang, sosis, buncis dan entah apa lagi, dimasukkan ke sebuah mangkok kecil. Ditutup lagi sama selapis adonan kentang lalu dipanggang. Voila, pastel tutup! Rasanya? Manis, lembut dan nagih. Hehe.

2. Ayam kodok
Kaga deng. Isinya doang. Bayangkan isinya ayam kodok menari-nari di tengah mangkok. Kesimpulan, anda berhalusinasi. Bayangkan isinya ayam kodok yang begitu besar dan bikin ngiler ada di tengah mangkok. Lalu tambahkan kuah kaldu yang panas lagi gurih. Potong sesuap dan masukkan ke mulut anda. Uuuuuhhh, sekarang (isi) ayam kodoknya nari-nari beneran! Hehe.
1. Swike Kuah dan Swike Goreng Kecap
Bahan intinya adalah paha montok yang mulus milik sang kodok beserta sedikit punggungnya yang tidak semulus pahanya. Di swike kuah, yang wajib adalah tauco yang banyak supaya kuahnya makin kental dan terasa di lidah. Di swike goreng kecap, yang wajib adalah kecap karena kalo ga bukan goreng kecap namanya. Dua-duanya enak dan bisa dipilih sesuai selera lagi pengen yang mana.

2. Tito
Eh, bener ga ya namanya? CMIIW. Pokoknya berbahan baku lambung kodok yang dibalik. Kenyal dan tebal. Ga gitu demen yang ini sih, jadinya ga diperhatikan dengan saksama.

3. Telur Kodok
Pengennya sih yang dalam bentuk pepes, tapi apa boleh dibuat, yang ada juga digoreng.

4. Kulit Kodok Goreng
Karena kulitnya dijemur dulu sampe kering, maka hasilnya pun seperti kerupuk yang garing banget. Dimakannya pake kecap rawit. Pedes-pedes kriuk. Beda dengan struktur krecek yang mirip spons, kulit kodok itu ya cuma tipis doang dengan rasa krupuk kulit pada umumnya.

Kami juga mampir di Tanjung, di restoran bernama Gotong Royong. Letaknya dekat dengan restoran Bie Seng tempat kami makan malam pada hari pertama. Di sini yang terkenal adalah kepiting muda (gembori) goreng. Gembori itu artinya baru ganti kulit, jadinya kulitnya belum kaku, bisa dimakan. Selain kepiting udang juga ada yang gembori. Nah, kepiting gembori ini dipotong-potong lalu digoreng tepung. Beli 3 porsi, 1 porsi langsung abis dicemil rame-rame di jalan.
Karena hari ini pantang dan puasa, kami hanya makan pagi nasi lengko di Warung Pi’An. Penduduk Tegal terbagi dua, ada yang bilang Pak Pi’An ini orang Cina (Tan Pi An), ada juga yang bilang dia non Cina (Sopian). Yang pasti, meskipun tempatnya kecil, penduduk Tegal doyan banget ngumpul-ngumpul di sini dan saling bertukar gosip. Makanya tempatnya ga pernah sepi dan diplesetin jadi Pusat Informasi ANda.

Lanjut tentang makanannya. Nasi lengko di Tegal itu bumbunya beda. Pedes gurih, kalo ga pake kecap ga enak. Supaya ga terlalu kenyang, kami pesennya setengah porsi, tapi tetep aja sambil nge-gado tahu pletok. Panas-panas pake kecap tengis (kecap rawit – red.), nendang banget nikmatnya. Bumbu lengko di sini bisa dijadiin oleh-oleh. Tapi harganya lumayan mahal. Seinget gua sekilo 40 ribu gitu yah? Trus kalo mau beli krupuknya sebungkus 10ribu. Padahal kalo mau beli en goreng sendiri palingan cuma 3 ribu. Kata om gua, di sini yang enak selain lengko itu sop dagingnya. Nasi panas, banjir sop panas. Daging sapinya empuk, kaldunya kuat, sayurnya seger. Mantep nemen lah..

… warung makan Bali Ibu Made di Pura Cinere, Cinere, depan RS Puri Cinere, Depok:
Warung Bu Made PURA CINERE

Warung Bu Made PURA CINEREdr P INDAH

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 1 Comment

peta jalan KASAR ke KAWAH PUTIH, ciwidey, Bandung: 080813_161215 (update k Situ Patenggang)

 

JAKARTA. Meskipun pembebasan lahan telah di atas 90%, namun konstruksi tol Soreang-Pasirkoja sepanjang 8,15 km berjalan lambat akibat hujan yang terus mengguyur. Padahal, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas ini telah diteken sejak September lalu.

Direktur Utama  PT Citra Marga Lintas Jabar Bagus Medi Suarso  mengatakan, pihaknya masih melakukan persiapan pembangunan struktur utama berupa tiang-tiang pancang di tol tersebut. Di sisi lain, dia juga tengah menanti kepastian pinjaman perbankan senilai 70% dari total investasi atau sekiar Rp1,05 triliun pada akhir tahun ini.

Menurutnya,  total kebutuhan investasi yang dibutuhkan untuk ruas tersebut mencapai Rp1,5 triliun, dengan biaya konstruksi Rp1,145 triliun. Kebutuhan pendanaan dipenuhi dengan 30% ekuitas perusahaan dan 70% pinjaman perbankan.

“Idealnya konstruksi dimulai kemarin ketika kemarau panjang, tetapi kami menangnya   ketika sudah mulai hujan,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (15/12/2015)Â

Meski demikian, pihaknya tetap mencicil konstruksi saat cuaca cerah. Beberapa alat pelindung pun telah disiapkan guna mengantisipasi tergenangnya area kerja yang dapat memicu amblasnya tanah. Pembangunan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat beberapa  titik di lokasi proyek melalui aliran sungai dan area banjir.

Di kesempatan yang terpisah, Direktur PT Citra Marga Nusaphala Persada  Suarmin Tioniwar berharap pembebasan lahan di ruas tol ini bisa tuntas pada tahun ini, sehingga pihaknya tidak kesulitan untuk mengejar target pembangunan ruas tol sebelum perhelatan Pekan Olahraga Nasional pada September 2016.

 “Mudah-mudahan lahannya bisa bebas sepenuhnya tahun ini sehingga pekerjaan tanah kami juga selesai akhir tahun ini. Januari atau Februari konstruksi bangunan atasnya dan jembatan sudah bisa kita mulai,” ujarnya.

Selain mendukung perhelatan PON, kehadiran jalan tol ini akan memecah kepadatan arus kendaraan di jalan arteri dan menjadi  akses masyarakat Bandung menuju Bandara Internasional  Kertajati. Akses tersebut nantinya akan dihubungkan juga oleh tol Cileunyi—Sumedang—Dawuan (Cisumdawu).

Di sisi lain, Dewan Pakar Kejuruan Teknik Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Danang Parikesit  mengingatkan para kontraktor untuk tetap mengutamakan kualitas bangunan meskipun konstruksi dilakukan saat musim hujan.

Dia mengatakan  Undang-Undang Jasa Konstruksi, dan Undang-Undang Keinsinyuran telah mengatur mekanisme yang harus dilakukan bila terjadi kegagalan konstruksi. Baik perusahaan kontraktor, insinyur, maupun konsultan supervisi yang terlibat dalam proyek bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kualitas bangunan.

“Jika terjadi gagal konstruksi, memang harus ada investigasi. Secara etika profesi, kalau memang insinyurnya yang bersalah bisa pencabutan sertifikasi kompetensi. Ini di luar kemungkinan diperkarakan secara pidana,” ujarnya.

http://industri.bisnis.com/read/20151216/45/502232/konstruksi-tol-soreang-pasirkoja-terkendala-hujan
Sumber : BISNIS.COM

… selamat berketupatria, selamat bersilatuhrahim … ENJOY YOUR DAY @ KAWAH PUTIH … saran gw: IKUTI PETUNJUK JALAN KE CIWEDEY n KAWAH PUTIH … semoga menyenangkan ya :
lokasi kawah putih ciwedey

lokasi kawah putih ciwedey 02

lokasi kawah putih ciwedey 02B

lokasi kawah putih ciwedey 03

lokasi kawah putih ciwedey 03B

lokasi kawah putih ciwedey 03C

lokasi kawah putih ciwedey 03C

lokasi kawah putih ciwedey 03D

lokasi kawah putih ciwedey 03E

lokasi kawah putih ciwedey 03E

lokasi kawah putih ciwedey 03F

lokasi kawah putih ciwedey 03G

lokasi kawah putih ciwedey 03H

lokasi kawah putih ciwedey 03I

lokasi kawah putih ciwedey 04

lokasi kawah putih ciwedey 04

lokasi kawah putih ciwedey 04B

lokasi kawah putih ciwedey 05

lokasi kawah putih ciwedey 05B

lokasi kawah putih ciwedey 06

lokasi kawah putih ciwedey 06

lokasi kawah putih ciwedey 07

lokasi kawah putih ciwedey 08
MASUK KAWAH PUTIH blogrute tol kopo k soreangmenuju ke Situ Patenggang dari KAWAH PUTIH:

peta jalan kawah putih_situ patenggang BANDUNG mei 2015 peta jalan kawah putih_situ patenggang BANDUNG exit kawah putih
LINK ke blog tentang Situ Patenggang, yang bagus

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Tagged , , | 1 Comment

peta jalan kasar: JALUR tengah MUDIK (2)

info BALIK 2015:

INFO JALUR WANGON-BANDUNG

 

TEMPO.COJakarta – Puncak arus balik diprediksi terjadi pada hari ini, Selasa, 21 Juli 2015. Tentunya Anda tidak ingin terjebak dalam kemacetan di sejumlah titik.

Tempo sempat mencoba beberapa jalur alternatif untuk menghindari titik-titik kepadatan kendaraan saat arus balik. Berikut ini tipnya:

1. Tol Cipali
Sebaiknya Anda keluar di gerbang tol Kalijati di kilometer 98. Kemudian belok kiri ke arah Subang (Sukamandi). Selanjutnya, ambil jalur Pantura.

2. Pemalang-Brebes
Dari arah Pekalongan, setelah Jembatan Comal, sebaiknya Anda belok kiri ke arah Ampel Gading. Setelah sampai di Pemalang Selatan arahkan kendaraan ke Moga-Guci-Slawi, lalu bablas ke Ketanggungan dan Pejagan. Ruas jalan tersebut lancar dan kondisi jalannya bagus.

3. Hindari Purwokerto-Bumiayu-Prupuk
Dari arah Buntu ke Purbalingga, sebaiknya Anda mencari jalan ke Pemalang. Begitu sampai di tikungan Belik, belok kiri. Rutenya melewati Purwosari-Guci-Slawi-Ketanggungan-Pejagan. Kondisi lalu lintas di sini terbilang lancar dan jalannya mulus.

4. Tol Pejagan
Jika lalu lintas di tol Pejagan macet, dari arah Ketanggungan, sebaiknya Anda mengambil jalan menuju Ciledug sebelum Pejagan. Dari situ Anda akan keluar di dekat Tol Palimanan-Kanci. Dari situ, Cirebon sudah dekat. Atau mau masuk tol Kanci, bisa langsung ke Cikopo-Palimanan.

DEVY ERNIS

Banyumas detik – Memasuki H-4 Lebaran di mana puncak arus mudik diperkirakan sampai hari ini, Satlantas Polres Banyumas menyarankan agar para pemudik dapat memanfaatkan jalur Selatan ataupun jalur Tengah melewati Purbalingga menuju Jakarta tanpa harus melewati Ajibarang-Bumiayu-Brebes.

“Dengan situasi yang ada sakarang, arus mudik puncaknya sampai hari ini, bagi pengguna jalan kiranya berkenan menggunakan jalur Selatan melewati Wangon- Lumbir- Dayluhur- Bandung- Jakarta,” kata Kasatlantas Polres Banyumas, AKP Ihram Kustarto, Selasa (21/7/2015).

Bahkan lanjut dia, jika memungkinkan bagi pemudik dari arah Kebumen yang hendak menuju Jakarta bisa mengambil jalur tengah melintasi Purbalingga tembus Pantura. Namun untuk melintasi jalur tersebut, pemudik harus berhati-hati karena terdapat tanjakan dan turunan yang terjal.

Untuk melintasi jalur tersebut dari arah Kebumen bisa melalui simpang empat Buntu ambil kanan arah Banyumas – Purbalingga, setibanya di simpang tiga Sokaraja dapat mengambil arah Purbalingga-Bobotsari-Pemalang.

“Kalau memungkinkan kendaraan dari arah Kebumen bisa ambil jalur tengah dan bisa melewati Purbalingga-Belik sampai Pemalang lalu masuk jalur pantura,” ujarnya.

Keputusan mengambil jalur alternatif tersebut dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kabag Ops Korlantas terkait pengalihan-pengalihan arus lalu lintas untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur Ajibarang-Bumiayu-Prupuk-Pejagan di mana di jalur tersebut terdapat banyak perlintasan kereta yang salah satunya menjadi sumber kemacetan.
(arb/dra)

PintuTolCipali

peta tol cikopo palimanan 2015junpeta tol cikopo palimanan 2015entrance

Jakarta detik – Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Tol Cipali) akan menjadi perlintasan utama bagi pemudik mobil lantaran bisa mempersingkat waktu daripada menempuh jalan di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Tol sepanjang 116.75 km itu memang tengah disiapkan sebagai jalur mudik 2015.

Dirangkum detikcom pada Sabtu (11/7/2015), untuk menuju ke Tol Cipali dari arah Jakarta menuju ke Jawa Tengah, pemudik dapat masuk dari Tol Dalam Kota menuju ke arah Tol Cikampek. Setelah Gerbang Tol Cikampek di KM 73 yang merupakan pintu keluar terakhir, pemudik akan berhadapan dengan jalan lurus beraspal.

Kemudian jalan itu akan bersambung ke jalan beton hingga bertemu dengan Gerbang Tol Cikopo di KM 77. Ini merupakan pintu masuk utama untuk menikmati mulusnya Tol Cipali.

Ada beberapa peringatan biasa yang terpasang di ruas tol sebelum masuk ke Gerbang Tol Cikopo. Sementara itu, untuk pintu tolnya sendiri ada 6 buah.

Namun sepertinya pihak pengelola sudah mengantisipasi kepadatan di pintu tol dengan membuka pintu tol cadangan di sisi kiri pintu masuk. Terlihat ada 5 pintu tol yang tengah disiapkan apabila nanti terdapat kepadatan saat puncak arus mudik.

Kebanyakan pemudik yang pertama kali melewati tol tersebut jangan terlalu khawatir. Selama tetap menjaga konsentrasi dan mengontrol kecepatan, tak ada yang perlu dirisaukan ketika melewati tol yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Konstruksi jalan beton yang mulus akan menyambut pemudik dengan trek lurus yang mendominasi. Bagi pemudik yang merasa kelelahan dari Tol Cikampek dapat berhenti terlebih dahulu di rest area pertama yaitu di KM 86.

Perjalanan akan berlanjut melewati konstruksi jalan berupa beton lagi hingga pemudik akan menemui simpang susun pertama yang merupakan pintu Gerbang Tol Kalijati di KM 98. Pintu tol itu berada di wilayah Kabupaten Subang dan akan mengarahkan pemudik keluar menuju ke Kalijati, Purwadadi dan Sukamandi.

Konstruksi jalan yang berupa beton akan berganti dengan mulusnya aspal hotmix di KM 110. Jalan aspal itu akan kembali berganti dengan jalur beton di KM 160.

Tol Cipali sendiri memiliki 2 jalur jalan yaitu satu mengarah dari Jakarta ke Cirebon dan satu jalur lagi sebaliknya. Masing-masing jalur terdiri dari 2 lajur selebar kurang lebih 5-7 meter.

Dua jalur jalan itu dipisahkan dengan parit sedalam kurang lebih 30-60 cm. Di beberapa lokasi memang Tol Cipali terlihat sepi dan membosankan karena belum banyak rambu-rambu jalan atau peringatan yang terpasang.

(dhn/dhn)

Jakarta, Otomania – Setelah membahas perjalanan melintasi Tol Cipali di malam hari, giliran membeberkan rute balik dari Palimanan menuju Cikopo di waktu siang. Meski tak lagi mengandalkan pancahayaan seperti berjalan di malam, tapi berkendara pada siang hari pun tetap harus waspada terhadap beberapa hal penting, karena cukup fatal bila Anda hiraukan.

BBM dan Logistik

Saat Otomania melintas dari Palimanan menuju Cikopo, beberapa lokasi rest area yang dilalui masih dalam tahap pembanggunan dan belum beroperasi. Hal terpenting yang wajib Anda perhatikan adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan. Jika dirasa kurang, sebaiknya sebelum masuk tol mencari SPBU terdekat untuk mengisi ulang.

Perhatikan meski konsumsi BBM relatif lebih irit jika berkendara di tol karena kecepatan stabil, kondisi sepanjang tol cenderung gersang. Belum banyak hijau pepohonan menghiasi sisi jalan. Artinya, jika kondisi cuaca cerah, hawa panas akan menghadang, sehingga penggunaan pendingin ruangan (Air Conditioner/AC) jadi andalan. Besaran hembusan angin AC juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

StanlyBerkendara siang hari di Cipali, perhatikan Ban dan logistik

Selain itu, urusan ketersediaan logistik, seperti makanan ringan atau minuman juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang tidak berpuasa. Belum beroperasinya rest area yang ada di sepanjang Palimanan-Cikopo, maka jangan harap Anda bisa menemui mini mart atau warung penjaja makanan atau minuman ringan. Perlengkapi diri Anda dengan logistik yang cukup sebelum masuk tol.

Ban

Hal lain yang patut diperhatikan selama melintasi Tol Cipali di waktu siang, adalah kondisi ban. Terik matahari akan membuat suhu aspal jadi panas, sehingga gesekan yang dialami ban jadi lebih berat. Tekanan angin pada ban yang kurang atau berlebih justru bisa membahayakan perjalanan Anda. Di sepanjang perjalanan, kami juga sempat melihat banyak serpihan-serpihan ban, membuktikan kalau pernah terjadi kecelakaan terkait kondisi ban.
Kacamata Hitam

Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB, ketika Otomania melintasi tol terpanjang di Indonesia ini. Terik matahari ternyata cukup menguras tenaga ketika berkendara. Kondisi mata sesekali harus mengerut karena menyilaukan, sehingga Anda bisa mudah lelah dan kurang fokus di balik kemudi.

Salah satu solusi yang bisa membantu dalam kondisi ini, adalah dengan memanfaatkan penggunaan kacamata hitam. Teriknya matahari bahkan beberapa kali menciptakan efek fatamorgana di ujung jalan, memaksa pengemudi jadi lebih waspada.

Ritme

Kondisi aspal yang masih baru dan mulus kerap membuat pengemudi terdorong untuk memacu kendaraan jadi lebih cepat. Apalagi, Tol Cipali didominasi dengan jalur-jalur lurus yang panjang. Hindari keinginan ini!

Tetap jaga ritme laju kendaraan Anda sesuai batas kecepatan yang berlaku di tol, 60-100 kpj. Pastikan jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal dua detik, sebagai batas kompensasi pengereman jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Paling penting, hindari bahu jalan dan menyusul kendaraan lain dari sisi kiri, karena berakibat fatal.

Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Kamis (18/6/2015). Tol Cikopo-Palimanan yang merupakan ruas jalan tol terpanjang di Indonesia yakni 116,75 kilometer tersebut diharapkan dapat mengurangi beban jalur Pantai Utara (pantura) Jawa hingga 60 persen.

Satu catatan penting, terdapat beberapa titik sambungan jalan antara lapisan aspal dan beton. Rongga antara kedua lapisan ini cukup rapat dan aman dilalui, selama kecepatan kendaraan tetap stabil.

Sepanjang perjalanan balik dari Palimanan menuju Cikopo, terdapat beberapa jembatan yang dilalui. Selain itu, akses jalan ini dikelilingi oleh areal persawahan yang rata. Kondisi geografis ini, membuat angin yang berhembus di daerah ini cukup kencang, sehingga fokus dan pengendalian kendaraan wajib diperhatikan lebih seksama.

TEMPO.CO, Jakarta – BUMD PT BIJB serius menjajaki sejumlah bank dan lembaga donor dalam pembangunan terminal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas mengatakan selain menggandeng pihak swasta asing dalam pembangunan terminal BIJB, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan dengan pihak perbankan.

Menurutnya, ada empat bank yang sudah didekati untuk mengucurkan dana. “Pertama BJB sebagai bank tuan rumah, Bank Mandiri. Dua lagi tengah dalam proses,” katanya, Senin, 22 Juni 2015.

Selain empat bank, pihaknya juga diminta Islamic Development Bank (IDB) untuk mempresentasikan rencana pembangunan bandara yang ditargetkan khusus umroh ini.

Dengan IDB, kemungkinan pendanaan yang diberikan akan dalam bentuk club deal investment anggota IDB. “Bukan lembaga IDB secara keseluruhan,” katanya.

Pihaknya menjajaki sindikasi perbankan karena bersama Angkasa Pura (AP) II sudah memetakan rencana pembangunan bandara yang akan dilakukan dalam beberapa tahap.

Tahap I A yang ditargetkan selesai 2017 dikerjakan akan menyedot dana Rp2,5 triliun, tahap I B membutuhkan dana Rp1,7 triliun. “Kita targetkan kebutuhan dana 30% dari joint venture , dan 70% dari pinjaman,” katanya.

Kebutuhan pinjaman yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun menurutnya akan digunakan untuk membangun keseluruhan tahap I yang mencapai luas 118.000 meter persegi.

Untuk tahap I A pihaknya menargetkan membangun 83.000 meter persegi tanpa PIR dengan kapasitas 5 juta penumpang per tahun. “Angka ini sudah memperhitungkan limpahan penumpang dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dan pengembangan lanjutan bandara.,” katanya.

Virda memastikan rencana groundbreaking terminal pada Agustus atau September 2015 tidak akan menjadi masalah selama nota kesepakatan pembentukan JV dengan AP II segera terbentuk dan pendanaan terpenuhi.

Sementara itu, ucapnya, untuk pihak swasta asing seperti perusahaan Cina bisa masuk dari awal JV atau masuk saat pembangunan tahap I mulai berjalan.

 Komposisi Saham Jadi 50:50

Saat ini draft pembentukan JV sudah ada di meja Direktur Utama PT AP II. Awalnya, pembentukan JV bisa lahir pada Juni ini sesuai target yang diberikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Terkesan lambannya pembentukan JV, menurut Virda, tidak diakibatkan ganjalan tertentu. “Bolanya ada di AP II, kita berharap mudah-mudahan secepatnya,” ujarnya.

Dalam pembentukan JV rencana saham sesuai arahan gubernur dipastikan kembali berubah. Jika sebelumnya AP II menguasai mayoritas saham dengan komposisi 51:49, dalam rapat terbaru komposisi menjadi 50:50.

“Awalnya karena ekspektasi Pak Gubernur kalau lahan yang dibutuhkan akan dibebaskan perusahaan joint venture, AP II mayoritas. Sekarang kami usulkan lahan dibebaskan oleh Pemprov Jabar maka saham jadi 50:50,” paparnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan perubahan komposisi saham dalam JV yang akan mengelola bandara tersebut tidak menyalahi kesepakatan awal pihaknya dengan AP II.

 BISNIS

Liputan6.com, Purwarkarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menetapkan tarif tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang memiliki panjang 116,75 kilometer (km) melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Besaran tarif yang telah ditentukan untuk melintasi tol terpanjang di Indonesia tersebut sebesar Rp 96 ribu untuk golongan I. “‎Besarantarif tol sebesar Rp 96 ribu yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri PU Pera,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeldjono saat peresmian Tol Cipali, Cikopo, Purwakarta, Sabtu (13/6/2015).

Dengan tarif yang telah ditetapkan maka lebih mahal dari tarif awal yang ada di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebesar Rp 750 per KM atau sebesar Rp 87 ribu. Sebelumnya Basuki mengisyaratkan harga tersebut akan lebih tinggi dari apa yang tertuang dalam kontrak awal tersebut mengingat banyaknya pertimbangan dalam konstruksinya.
‎‎

Jalan Tol Cikopo – Palimanan merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan akan menghubungkan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Palimanan – Kanci.

“Dengan beroperasinya Jalan Tol Cikopo – Palimanan akan mengurangi jarak tempuh jalur Pantura sepanjang ±40 km dan mengurangi waktu tempuh selama kurang lebih 1,5 jam,” tutur Basuki.

Hal ini diharapkan dapat menyelesaikan sebagian besar permasalahan pra sarana jaringan jalan khususnya di wilayah Pantura Jawa Barat dan juga mendukung mobilitas di wilayah barat Pulau Jawa dan mendukung perkembangan potensi ekonomi Jawa Barat.

Jalan tol Cikopo – Palimanan dibiayai dengan Skema Private Public Partnership (PPP)/Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan jalan serta mendorong pengembangan kawasan pendukung di wilayah Jawa Barat.‎  (Yas/Ahm)

JAKARTA – Mudik Lebaran 2015 kali ini sangat jauh berbeda dengan mudik Lebarandi tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya di sektor infrastruktur jalan.

Biasanya, pemerintah menitik beratkan fokus jalan di sepanjang jalur Pantura (pantai utara), kali ini pemerintah fokus menyambungkan berbagai seksi tol yang masuk dalam rangkaian Tol Trans Jawa.

Untuk mudik 2015 kali ini, setidaknya pemerintah telah berhasil menyambungkan Tol Trans Jawa mulai dari Merak sampai Brebes Timur. Hal itu juga memberikan manfaat dan alternatif bagi para pemudik.

Awal mulai perubahan mudik 2015 terjadi karena paket pengerjaan ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang sudah hampir rampung, yang sampai saat ini hanya tinggal pemasangan marka atau rambu lalu lintas, serta penyelesaian pembangunan rest area atau tempat peristirahatan.

Tol yang memiliki panjang 116 kilometer (km) ini pun sangat dihandalkan oleh pemerintah untuk mengalihkan beban arus mudik pada jalur pantura. Hal tersebut pun berhasil lantaran target pembangunan Tol Cipali yang dijadwalkan selesai pada Agustus beberapa tahun ke depan dimajukan rampung sebelum Lebaran 2015.

“Merak sampai Brebes sudah tol to tol,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat Berkunjung ke MNC Media, Jakarta.

Setelah Cipali, ruas tol yang selanjutnya berperan dalam arus mudik 2015 adalah, rute Kanci-Pejagan. Rute tersebut jauh lebih dahulu selesai pengerjaannya dibandingkan dengan Cipali.

Setelah Kanci-Pejagan, pemerintah menyiapkan pula ruas Pejagan-Pemalang yang kira-kira memiliki panjang 20 km. Uniknya, ruas Pejagan-Pemalang milik Waskita Karya group ini hanya agregat saja atau fisik jalannya itu satu lapis sebelum aspal atau hanya krikil yang dipadatkan dan disemprot dengan emulsion aspal.

Kondisi ruas Pejagan-Pemalang sendiri sampai saat ini masih hamparan tanah dan beberapa jembatan hanya baru sampai tahap pembangunan pondasi. Meski begitu, Basuki mengungkapkan, ruas tol Trans Jawa itu sudah aman untuk digunakan saat arus mudik Lebaran 2015.

“Cikopo-Brebes Timur bisa kita lalui ini untuk mudik ini,” ujarnya.

Untuk arus mudik Lebaran 2015 di Pulau Sumatera, Basuki menuturkan, jalur yang paling siap adalah Jalan Lintas Timur (Jalintim). “Ritual mudik dari Aceh sampai Lampung dengan Jalintim (jalan lintas Timur) yang paling siap, kalau Barat agak berat, yang tengah belum fungsional penuh, yang paling siap Jalintim,” kata Basuki.

Untuk Pulau Kalimanan, Basuki menyebutkan sudah siap semua, lantaran banyak beberapa ruas jalan yang sudah berhasil tersambung.

“Lintas Kalimantan Selatan sudah funsional dari pangkalan bun sudah tersambung, tinggal jembatan Tayan, tapi Agustus selesai, Sulawesi lebih cukup lagi,” tutupnya. http://economy.okezone.com/read/2015/06/10/320/1163125/rute-tol-merak-hingga-brebes-siap-sambut-mudik-2015
Sumber : OKEZONE.COM

Jakarta, – Tempat peristirahatan atau rest area menjadi tempat yang dibutuhkan pengemudi untuk beristirahat dan melepas lelah dari perjalanan panjang. Sehingga keberadaan rest area menjadi prioritas dan kini telah disiapkan di Tol terpanjang Cikampek-Palimanan (Cikapali).

Bersama dengan Kementerian PU, detikcom berkesempatan meninjau lokasi pengerjaan tol Cikapali yang infonya telah 99 persen selesai. Sementara untuk rest area, tol Cikapali menyiapkan 8 lokasi bagi pengemudi yang hendak beristirahat.

Dari total 8 lokasi rest area, 4 rest area tipe A dan 4 rest area tipe B. Yang membedakan diantara keduanya yakni hanya adanya SPBU di tipe A.

“Rest area tipe A ada SPBU nya. Hanya itu yang membedakan. Dari total panjang 116 Km, diperkirakan jarak setiap lokasi rest area sekitar 25 Km,” ujar Menteri PU dan Pera, Basuki Hadi Muljono saat meninjau pengerjaan tol Cikapali, Selasa (2/6/2015).

Selain menyediakan SPBU, fasilitas rest area juga menyediakan toilet, mushola, food court, dan beberapa kursi serta meja untuk tempat beristirahat.

Kondisi pengerjaan rest area untuk saat ini masih belum selesai 100 persen. Masih terdapat ratusan pekerja yang hingga saat ini tengah menyelesaikan pengerjaan pembuatan SPBU, kantin serta beberapa lokasi untuk peristirahatan.

Wadirut PT Lintas Marga Sejahtera, Hudaya Arrianto menjelaskan untuk rest area tipe A di Subang dalam waktu seminggu SPBU telah siap dioperasikan. Namun, berberda halnya untuk rest area tipe A di Majalengka yang pengerjaannya masih lambat dan belum diketahui kapan dapat terselesaikan.

“Ini SPBU di Subang ada di KM 122 dan berikutnya SPBU di Majalengka ada di KM 184. Jadi sekitar 60 km jedanya. Ada sepasang rest area, diantara jarak rest area tipe A ada rest area tipe B,” jelasnya.

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | 1 Comment