C1LETUH, Sukabumi, WORLD CLASS GEOPARK

situs RESM1 Geopark Ciletuh

peta gabungan copy

tujuan wisata @ GEOPARK CILETUH:
peta gabungan 2
AMFITEATER GEOPARK CILETUH:
peta gabungan amfiteater

Pemandangan yang sulit ditandingi di Bukit Panenjoan, Ciletuh, Sukabumi

peta jalan kasar Cimanggu Bukit Panenjoan Ciletuh

peta jalan kasar Cimanggu Bukit Panenjoan Ciletuh B

 

peta jalan kasar Cimanggu Jl Simpenan

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan

peta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoansome of details of the dirty roadmap of the destination of Bukit Panenjoan from Jl Simpenan, as follows:

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan B

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan C tvri

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan D pertigaan PALTILUpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Bpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Cpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Dpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Epeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan F

Posted in Uncategorized | Leave a comment

kAMPUNg pELANG1 @ Semarang 2017

gw jalan2 ke daerah Semarang (kabupaten n kota, ibukota Provinsi Jawa Tengah), ekh, ketemu 2 kampung yang lagi viral n heboh neh:

  1. Kampung Pelangi di Kota Semarang (Randusari, Kalisari, Semarang)
  2. Kampung Pelangi di Kabupaten Semarang (Bejalen).

Kampung pelangi itu apa seh? Menurut gw, kampung pelangi itu sebuah usaha secara sadar n bersama-sama warga kampung tersebut mengangkat nama dan kondisi wilayah kampung mereka sesuai dengan situasi gaya hidup publik saat ini, yaitu pola hidup berkeragaman, penuh warna warni, dan bangkitnya karya publik yang termarginalisasi.
Kampung pelangi memang bukan orisinal karya orang Indonesia, namun setidaknya sudah ada usaha yang patut diacungkan jempol dalam rangka meniru kampung pelangi di Eropa. Orang Malang lebe dulu berhasil meniru gaya hidup ini. Orang Semarang kemudian menyusul.
Nah berikut peta lokasi kasar n jalan k lokasi di Semarang:
peta kasar 2 kamp pelangi Semarang 2017

Screen Shot 2017-07-16 at 11.34.56 AM

 

peta kasar 2 kamp pelangi Semarang 2017jl soetomo

 

yang menuju ke kampung pelangi Bejalen, Ambarawa, Kab Semarang:

peta jalan k Bejalen Ambarawa 2017

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dieng di JALUR TENGAH MudiK

Yuk qt k DI3Ng

ezgif.com-resize

bencana dieng

BANJARNEGARA. Kawasan wisata Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo dipastikan menjadi satu dari empat paket wisata yang ditata untuk dipromosikan di tingkat dunia.

Kawasan Dieng akan ditata secara menyeluruh selain Borobudur, Karimunjawa dan Sangiran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, empat wilayah tersebut telah dikaji oleh tim dan segera dilakukan kajian pengembangan.

“Tahun 2016 ini review, tahun depan sudah ada DED, dan 2018 mungkin sudah dieksekusi dan akan berubah,” ujar Ganjar, Kamis (18/2).

Dieng, menurut Ganjar, patut diberi perhatian. Sebab potensi wisata alam yang sangat banyak dan lengkap. Umat Hindu misalnya sekarang mulai mengarahkan pandangannya pada candi yang ada di Dieng.

“Ini potensi wisata, ada potensi pangan juga,” katanya.

Terkait pengembangan, Ganjar menginginkan wilayah Dieng bisa dibangun akomodasi penginapan agar bisa menampung wisatawan lebih banyak.

Dengan penginapan, wisatawan diharapkan bisa tinggal lebih lama, serta mengeluarkan uang untuk berbelanja.

“Homestay, rumah warga harus juga nanti ada standarisasi wisata. Suvenir dari Dieng juga perlu ditata biar lebih menarik,” ujarnya.

Menurut Ganjar, Dieng akan lebih menarik wisatawan jika nantinya bisa ditemukan spot yang menarik untuk paralayang. Jika itu ada, nilai tambah wisata Dieng akan semakin mendunia.

“Hujan es di Dieng, festival rambut gimbal. Ini satu-satunya di dunia. Tapi nanti pengembangan sekalian konservasi alam,” tambahnya. (Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)

Sumber Kompas.com
Posted in Uncategorized | Leave a comment

peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

SERIUS MAEN SAHAM BERLABA

INFO TOL CIPALI 2015

 

kuliner khas Tegal, Pekalongan, dll di Pantura

Merak – Semarang 2017, lewat jalan TOL

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Sharing soal KEMACETAN REST AREA TOL CIPALI

well, aye mah dah beneran capek waktu berhadapan ekor kemacetan sebelum REST AREA Tol Cipali sekira Km 106. nyaris frustrasi, dah pengen tidur di Subang aza. Ekh, pas aye keluar tol di arah Subang, ketemu Mini Market. Lumayan bisa ke toilet, beli mamin n bobo di dalam kendaraan. Aye cek google maps dari kota Subang k tol Sadang Purwakarta, ternyata BIRU. Jadi dine n bobo, sesudah agak segar aye lanjutkan perjalanan ke arah kota Subang n melanjutkan jalan k tol Sadang. Petunjuk jalan jelas, walo hari makin gelap, karna jelang tengah malam.

Kecepatan kendaraan lumayan bisa dipacu. Naek turun seh, n berkelak-kelok. Tapi SEPI bingit.

Sekira 1 jam kemudian aye nyampe di tol Sadang. Lalu lanjut ke arah tol Cikampek- Jakarta. Ekh, lumayan sepi. Tiba di tol Cikampek, emang seh langsung padat. Tapi keuntungan aye: perjalanan ke km 66 itu SEPI n  memotong jalan tol Cikampek s/d km 66 (padahal perbatasan antara tol Cikopo n Cikampek dimulai pada km 71).

Ekh, di km 50-an, Polri menerapkan CONTRA-FLOW. Kemacetan cuma sekira 15 km, lalu lancar bingit s/d toldalkot Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Operator jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mengapresiasi koordinasi dengan semua pemangku kepentingan, Dishub, Kemen PUPR, Kakorlantas, PJR, Polres Wilayah yang telah bekerja keras menjamin keamanan dan keselamatan, kelancaran serta kenyamanan pengguna jalan tol pada arus mudik dan balik 2017.
Hal ini terlihat dari kenaikan pengguna jalan tol Cipali di kisaran 13-15% dibanding tahun sebelumnya.
“Sejauh ini, penyelenggaraan mudik dan arus balik di tahun 2017 telah berjalan lancar dan lebih baik dari tahun sebelumnya terutama dari segi keamanan di jalan,” jelas Firdaus Azis, Wakil Presiden Direktur LMS, Minggu (2/7/2017).

Kedepannya, jelas Firdaus, LMS akan terus mengadakan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, khususnya terkait penyediaan rest area di sepanjang jalur arus balik dengan operator jalan tol lainnya sehingga tidak menyebabkan penumpukan di rest area Cipali seperti yang terjadi tahun ini.
“Sejak meningkatnya tren arus balik mulai dari 29 Juni 2017 (H+3), kami telah mengoptimalkan gardu di GT Palimanan Utama sampai dengan kapasitas maksimal yang dioperasikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sore ini kami mengoperasikan 19 gardu untuk arah Jakarta, dan 7 gardu untuk arah Cirebon,” tambah Azis

 

merah putih

TEMPO.CO, Subang – Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengusulkan pengelola ruas jalan tol Cikopo-Palimanan (Tol Cipali) menambah fasilitas tempat istirahat. Fasilitas rest area perlu ditambah karena terbukti pengguna jalan tol terpanjang di Indonesia ini sangat membutuhkan tempat tersebut.

 

Saat mudik Lebaran dan arus balik, pengguna jalan tol Cipali mengalami antrean panjang di setiap rest area. Mereka selain mencari tempat istirahat karena kelelahan, ada yang datang untuk menambah bahan bakar dan sekadar mengecek kondisi kendaraan.

Baca: Arus Mudik dan Balik, Penumpang di Adisutjipto Capai 444 Ribu

 

“Caranya bisa dengan cara memperluas daya tampung tempat parkir di rest area dan menambah jumlahnya,” kata Rona Mairansyah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, dalam evaluasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2017 di Pojok Tutug Oncom Rumah Bata, Dawuan, Subang, Rabu, 5 Juli 2017.

 

Menurut Rona, pengelola tol Cipali bisa membangun parking bay, yang hanya menyediakan BBM, WC dan musala. “Idelnya parking bay dibikin setiap 10 kilometer. Saat ini jumlah parking bay maupun rest area di jalan tol berjarak sekitar 20 kilimeter”.

 

Baca: Menhub: Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Berjalan Baik

 

Rona menjelaskan, penumpukan kendaraan di parking bay di jalur tol karena jaraknya berjauhan. Dengan solusi tambahan parking bay, Rona meyakini tidak akan terjadi penumpukan kendaraan di rest area. “Ini bisa mengurangi kemacetan,” kata Rona.

 

Ari, salah seorang warga Cirebon yang akan bersilaturahmi kepada keluarganya di Subang, mengaku harus menempuh waktu 8 jam dari gerbang tol Ciperna, Cirebon dan keluar di gerbang tol Cilameri, Subang. “Dalam kondisi normal, Ciperna-Cilaeri itu paling 90 menit,” ujar Ari.

Pada puncak arus balik yang terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran, kemacetan dan antrean panjang di jalan tol Cipali yang mencapai 80 kilometer. Antrean ini terutama di rest area 102 B di wilayah Subang hingga kilometer 183 B di wilayah Majalengka.

 

NANANG SUTISNA

iguana Malang 02

JAKARTA, KompasProperti – Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata. Bagi Anda yang tengah bersiap-siap mudik ke kampung halaman menggunakan kendaraan pribadi, ada sejumlah ruas tol yang bisa dilintasi, khususnya Trans-Jawa.

Tol Trans-Jawa yang saat ini pekerjaannya tengah dikebut pemerintah, bisa menjadi alternatif bagi Anda karena ada beberapa ruas yang telah beroperasi dan fungsional atau dibuka secara darurat.

Nah, jika Anda berangkat dari Bekasi menuju Surabaya, sebaiknya Anda menyiapkan anggaran minimal Rp 213.500 untuk membayar tarif tol.

Rinciannya, perhitungan ini dimulai dari Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat sampai Cikampek yang menarik tarif Rp 10.500 dan Cikopo-Palimanan (Cipali) Rp 109.500.

Setelah melintasi Cipali, Anda melewati ruas Palimanan-Kanci dan dikenai tarif sebesar Rp 11.500.

Selanjutnya, Anda akan sampai di ruas Tol Kanci-Pejagan yang menarik tarif Rp 21.500. Kemudian, menyambung dengan ruas tol tersebut, yakni Pejagan-Brebes Timur/Kaligangsa bertarif Rp 21.500.

Keluar dari Brebes Timur, Anda akan melalui ruas tol yang baru fungsional sampai Gringsing. Untuk melewati ruas ini, Anda bebas biaya.

Keluar dari Gringsing, Anda akan melewati jalan nasional sehingga tidak diberlakukan tarif. Anda akan kembali membayar ketika masuk tol Semarang-Solo senilai Rp 13.500.

Setelah sampai di Solo, Anda akan menemukan Solo-Ngawi sepanjang 90,42 kilometer yang fungsional selama Lebaran, sehingga tidak dipungut biaya.

Berlanjut ke ruas Tol Ngawi-Kertosono, dari ketiga seksi yang dibangun, dua di antaranya yakni Seksi 1 Ngawi IC-Madiun IC Segmen Klitik-Sawahan dan Seksi III Caruban IC -Nganjuk IC khusus Segmen Purworejo-Wilangan dibuka secara fungsional.

Sedangkan untuk Kertosono-Mojokerto, ruas yang sudah operasional yakni Seksi 1 Bandar-Jombang, dengan tarif sebesar Rp 10.000.

Sementara tiga seksi lainnya masih bisa Anda gunakan pada Lebaran ini secara gratis karena statusnya fungsional.

Ruas terakhir yang Anda lewati adalah Tol Mojokerto-Surabaya, dengan tarif sebesar Rp 15.500, khususnya untuk seksi Krian-Mojokerto.

merah putih

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah bersiap untuk melakukan pra Feasibility Study (FS) pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR Rido Matari Ichwan mengungkapkan pembangunan jalan tol ini bagian dari master plan pengembangan lokasi wisata Candi Borobudur hingga 2025.

“Tahun depan kita akan mulai, pertama dengan kajian melalui FS, setelah itu nanti akan proses pelelangan, tol ini sekitar 100 kilometer (km),” papar Rido di Kantornya, Jumat (28/10/2016).

Rido memperkirakan, proses FS selesai sekitar enam bulan. Dengan demikian diharapkan akhir 2017 proses pelelangan dapat dimulai.

Sebenarnya dalam master plan, Rido menuturkan, memulai kajian untuk pembangunan‎ jalan tol Bawen-Yogyakarta ini baru akan dimulai 2018. Namun dari Kementerian Pariwisata mendorong pembangunan tol ini bisa dipercepat.

“Ini sebagai bagian dari tanggung jawab kita dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata, khususnya di Candi Borobudur,” ujar dia.

Seperti diketahui, Kementerian PUPR memiliki anggaran Rp 766 miliar dalam pengembangan kawasan wisata pada 2017. Anggaran itu akan difokuskan untuk pengembangan sarana infrastruktur di tiga kawasan pariwisata yaitu Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika.

Saat ini Kementerian PUPR sendiri juga sudah memiliki peta jalan jangka panjang hingga 2025 mengenai hal-hala apa saja yang akan dikembangkan sesuai dengan peta jalan Kementerian Pariwisata dan pemangku kepentingan lainnya. (Yas/Ahm)

doraemon

Jakarta detik- Arus balik pemudik akan segera terjadi. Kemacetan parah arus balik di depan mata. Tapi ada jalur alternatif yang mungkin bisa dicoba.

Pembaca detikcom Dicky Rachman Adiputra dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Jumat (8/7/2016) memberikan bantuan jalur alternatif.

Untuk arus balik diperkirakan jalur utara macet di Brebes dan jalur selatan macet di Nagreg, buat yang ingin mengindari kedua jalur tersebut maka solusinya adalah lewat jalur tengah,” jelas Dicky.

Menurut dia, jalur tengah ini sebenarnya adalah

jalur selatan namun setelah

sampai Ciamis tepatnya di alun-alun Ciamis

belok ke kanan ke arah Majalengka, dan setelah sampai di Majalengka

dapat masuk ke tol Cipali (pintu tol Kertajati Majalengka).

 

 

“Kampung halaman saya di Ciamis, semenjak adanya tol Cipali saya sudah sangat sering melewati jalur ini. Selain bisa lebih cepat daripada melewati Nagreg, jalur ini pun ternyata lebih pendek secara jarak. Dan yang paling utama adalah jalur ini lancar jaya, jalan bagus, dan belum banyak orang yang sadar bahwa jalur ini lebih cepat daripada ke Nagreg. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat,” ujar dia.

Anda mau coba?

 

ikon-analisis-gw

nyaris 50% manusia TIDAK SUKA BERSOSIALISASI

bila tidak bersosialisasi maka amat mungkin 50% manusia ini TIDAK SUKA JALAN-JALAN

bila 50% manusia ini TIDAK SUKA JALAN-JALAN, maka bisa dipastikan mereka TIDAK AKAN BACA BLOG gw ini, 😛

nah, bwat yang 50% sisa manusia yang SUKA BERSOSIALISASI, maka blog ini cukup berguna memberikan inspirasi, n kemudahan, karena setidaknya ada 30% yang SUKA JALAN-JALAN

dari 15% manusia yang suka berjalan-jalan n bersosialisasi tersebut, yang suka membaca blog jalan-jalan, termasuk blog gw, maka ada sekira 10% mengambil manfaat n kemudahan dari menimba informasi blog gw

sekira 1,5% manusia Indonesia n global, yang membaca blog gw, pasti lah tlah mendapatkan informasi lengkap cara menghadapi persoalan di perjalanan.

doraemon

tol trans jawa 2016

ezgif.com-resize

PURWAKARTA kontan. Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyatakan seluruh jalan alternatif di daerah tersebut sudah siap dilintasi pemudik pada musim mudik Lebaran 2016.

“Secara umum, seluruh ruas jalan yang biasa digunakan jalur mudik di Purwakarta sudah siap. Hanya tinggal beberapa titik saja yang masih dikerjakan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan setempat Budhi Supriyadi di Purwakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, perbaikan jalan yang menjadi wewenang pemkab hanya ruas jalan kabupaten. Jalan itu biasa digunakan sebagai jalur alternatif saat mudik lebaran.

Ruas jalan tersebut di antaranya jalur alternatif Maniis-Cikalong Kulon, Cikopo-Campaka serta jalan Warung Kadu-Pasawahan yang tembus menuju jalan provinsi Purwakarta-Wanayasa.

Untuk titik ruas jalan lain yang mengalami kerusakan, perbaikannya hanya membutuhkan penambalan hotmix. Untuk pengerjaan perbaikan secara menyeluruh akan dilakukan setelah lebaran.

Ia mengimbau agar seluruh pemudik yang akan pulang menuju kampung halamannya bisa memberikan informasi jika terdapat ruas jalan yang dianggap membahayakan.

Informasi itu dinilai penting untuk selanjutnya dimasukkan dalam data base. Sehingga ke depan dapat dilakukan perbaikan yang lebih memadai.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Jakarta detik-Mulai hari ini, pemudik yang menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan dan Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang dapat menikmati layanan pembayaran lebih ringkas.

Pemudik yang melintas tol-tol tersebut dapat melakukan pembayaran dengan kartu e-payment berupa E-Tolldari 4 bank yaitu Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI.

Pada cluster 1 Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padaleunyi, Cikopo-Palimanan E-Toll dari 4 bank sudah bisa dioperasikan. Sementara pada cluster 2 Tol Palikanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes baru bisa menggunakan E-Toll dari 3 Bank yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

“Cluster 1 ada 4 bank yang sudah kita bisa layani BNI BRI, BCA, Mandiri. Cluster 2 segera menyusul BCA sementara masih 3 Mandiri, BRI, BCA,” ujar Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Hudaya Arryanto, di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Senin (13/6/2016).

Pembayaran menggunakan uang elektronik diyakini dapat mempercepat aktivitas transaksi di gerbang tol. Dampaknya, antrean di gerbang tol pun dapat dikurangi sehingga pelayanan kepada pengguna tol lebih meningkat.

Sebagai informasi, untuk melewati ruas tol Jakarta-Palimanan, pengendara akan dikenakan biaya Rp 109.500 dengan rincian Rp 13.000 di ruas Cikarang Utama, dan Rp 96.000 di ruas Cipali.

“Tarifnya tetap Gol 1 Jakarta-Palimanan Rp 109.500 dan Rp 13.500 yang ruas punya Jasamarga tambah Rp 96.000 yang ruasnya LMS ,” lanjut Hudaya.

(drk/drk)

ezgif.com-resize

 

Bandung -Ujicoba integrasi sistem pembayaran pada ruas Tol Trans Jawa dimulai pada musim mudik Lebaran tahun 2016 ini. Dua jalan tol yang akan diintegrasikan pada musim mudik nanti, yakni untuk pembayaran Jakarta-Palimanan dan Cipali-Brebes.

“Cipali akan diresmikan minggu depan. Nggak tahu 13 atau 15 (Juni) tergantung kesiapan Pak Presiden, termasuk integrasi pintu tol yang akan menghapus empat pintu tol,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai menghadiri groundbreaking flyover Antapani, di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (10/6/2016).

Sistem integrasi pembayaran tol ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang kerap terjadi di gerbang tol. Pemerintah akan menerapkan sistem integrasi pembayaran tol dengan sistem satu kali bayar dari Jakarta langsung Palimanan dengan banderol Rp 109.500. Para pengendara yang masuk dari Jakarta tidak perlu bertransaksi di Gerbang Tol Cikopo sehingga pembayaran bisa dilakukan di Tol Palimanan.

“Jadi nanti tinggal pintu tol Cikarang, Palimanan dan Brebes Timur, termasuk kita juga akan menambah gardu, ditambah dari 11 menjadi 23,” jelas Basuki.

Bukan tidak mungkin, kata Basuki, ke depannya sistem pembayaran tol tidak perlu lagi masuk ke dalam gerbang. Melainkan dengan sistem elektronik otomatis. Sistem pembayaran elektronik tersebut saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah.

“Sebetulnya harusnya tidak perlu mengantre kalau pakai elektronik. Ini batch pertama perlu disiapkansoftware-nya,” tandasnya.

(avi/feb)

doraemon

TEMPO.CO, Bandung – Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Badan Pengelola Jalan Tol tengah mengkaji tiga rute alternatif rencana jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya. “Ada tiga alternatif trase sementara yang sedang dibahas lebih lanjut, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan,” kata dia di Bandung, Rabu, 15 Juni 2016.

Iwa mengatakan, rute jalan tol itu mengerucut dengan pilihan titik awal tak lagi di pintu tol Cileunyi di jalan tol Padalarang-Cileunyi, tapi dari pintu tol KM149 di Gedebage yang kini tengah disiapkan sebagai akses menuju stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Pintu tol di KM149 itu saat ini kendati sudah rampung, tapi belum difungsikan menunggu rampungnya jalan akses menuju stadion yang disiapkan menjadi salah satu lokasi alternatif seremoni Pekan Olahraga Nasional XIX.

Iwa merinci masing-masing rute itu. “Alternatif pertama itu rencana gate tol itu nanti di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Malangbong, Rajapolah, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar,” kata dia.

Rute rencana trase pertama itu sudah dijajaki, dengan kesimpulan sementara memiliki kontur tanah berbukit, tidak rawan longsor, dan tidak memotong persawahan. Iwa mengatakan, taksiran biaya membangun jalan tol pada rencana trase alternatif pertama ini menembus Rp 5,14 triliun. “Biaya konstruksinya diperkiraan Rp 2,8 triliun, dan pembebasan lahan Rp 1,07 triliun,” kata dia. Selebihnya untuk membiayai konsultan, pembuatan dokumen Amdal, hingga biaya overhead proyek tol tersebut.

Iwa mengatakan, trase alternatif dua itu dengan rencana pintu tol berada di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Kota Garut, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Hasil analisis sementara kontur tanah rute itu berbukit, tidak rawan longsor, memotong sawah, dengan tanah relatif lunak. “Biaya pembangunannya diperkirakan Rp 5,374 triliun, dengan biaya konstruksi jalan tol Rp 2,9 triliun,” kata dia.

Sementara trase alternatif ketiga dengan rencana pintu tol berada di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Garut, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Hasil analisa sementara kontur tanah rutenya berbukit, rawan longsor, tapi tidak memotong saawah. Iwa mengatakan, taksiran biaya membangun jalan tol di rute itu menembus Rp 5,86 trilun, dengan biaya konstruksi pembangunan jalan tol mencapai Rp 3,14 triliun.

Iwa mengatakan, BPJT tengah menyiapkan rute detil dari masing-masing alternatif trase tersebut untuk dibandingkan dan dipilih salah satu yang terbaik. “Pedetilan terhadap tiga alternatif tersebut sampai pada titik koordinat trase,” kata dia.

Menurut Iwa, pemerintah provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota yang dilintasi jalan tol itu juga sudah diminta melakukan sinkronisasi rencana pengembangan infrastruktur jalannya untuk mendukung akses jalan tol tersebut. Daerah yang dilintasi jalan tol itu adalah Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran. “Harus ada sinkronisasi ini sebelum penyelesaian FS (Feasibility Study) jalan tol ini,” kata dia.

Iwa mengatakan, pemerintah daerah nantinya akan dilibatkan untuk membantu mempercepat penyediaan lahan jalan tol itu. Rencananya pembebasan lahan nantinya akan dibiayai pemerintah pusat, sementara konstruksi jalan tol itu dibiayai badan usaha yang nantinya akan ditunjuk pemerintah.

Dia berharap, jika proses perencanaan jalan tol itu berjalan lancar, pembebasan lahan bisa dimulai pada 2017 nanti. Konstruksi jalan tol itu direncanakan akan dibagi dalam sejumlah seksi yang dikerjakan berbarengan. “Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa lebih cepat dengan adanya sinkronisasi rencana ini antara pusat dan daerah,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, jalan tol ini digadang akan dimasukkan dalam salah satu proyek strategis nasional untuk penyelesaian kemacetan yang terjadi setiap tahun saat arus mudik dan arsu balik Hari Raya Lebaran. “Kalau ini selesai tidak ada lagi ritual tahunan macet di Nagreg, Gentong, sampai Malanbong,” kata dia.

Pemerintah juga berencana membangun jalan tol ini lebih panjang lagi. “Progam lanjutannya nantinya dari Banjar menuju Cilacap, sampai Jogja. Ini sebagai langkah awal,” kata Iwa.

AHMAD FIKRI

doraemon

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan penurunan tarif tol Jembatan Suramadu sebesar 50 persen. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Jokowi melakukan rapat dengan sejumlah menteri membahas pengembangan wilayah di Kaki Jembatan Suramadu. Dalam rapat itu turut hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini.

“Untuk tarif angkutan Surabaya ke Madura dan sebaliknya, terdiri dari truk besar, truk sedang maupun sedan Presiden meminta diturunkan setidaknya 50 persen. Ini sudah sangat membantu masyarakat,” kata Seskab Pramono Anung saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Selain meminta diturunkannya tarif tol Suramadu, Pramono menjelaskan Presiden Jokowi menginstruksikan agar lahan yang berada di kaki jembatan Suramadu dikembalikan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. “Keputusan ini semoga menjadi kado awal tahun yang baik.”

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi keputusan penurunan tarif oleh Presiden Jokowi tersebut. Sebab, sedari awal jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura yang diresmikan pada 2009 itu bertujuan untuk memberikan efisiensi bagi biaya transportasi warga.

“Itu kan pembangunan Suramadu ada utang yang harus dibayar dan pendapatan rata-rata per tahun adalah Rp 200 miliar, jadi sudah hampir lunas. Maka sebetulnya berapapun tarifnya, usul kami bebas karena sudah mau lunas. Tapi tadi dalam rapat diputuskan tetap membayar untuk fungsi pengaturan,” kata Soekarwo.

Sementara, Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini menjelaskan Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar warga yang tinggal di sekitar Jembatan Suramadu mendapatkan kemudahan dalam mengurus kepemilikan tanah. Sebab, sejak 1979, para warga selalu mendapatkan kesulitan untuk mengurusnya.

“Selama ini masyarakat tidak bisa memproses hak tanahnya bahkan seluruh administrasi pertanahannya. Setelah rapat hari ini maka warga bisa mengurus hak tanahnya seperti masyarakat yang lain,” kata Risma.

bird

Jakarta -Sebelum musim mudik lebaran tiba, sistem pembayaran dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan harus sudah digabungkan. Lewat penggabungan ini, maka gerbang antar tol di dalam ruas ini harus dihapuskan.

Pemudik yang melintas di ruas ini cukup melakukan pembayaran satu kali saat keluar jalan tol. Namun demikian, bukan berarti kewajiban pengguna jalan tol untuk melakukan pembayaran akan dihilangkan.

Pengguna jalan tol akan dikenakan tarif akumulasi, alias hasil penjumlahan atas tarif di kedua ruas jalan tol yang dimiliki dua investor berbeda tersebut dan dilakukan dalam satu kali transaksi.

detikFinance mencoba merangkum biaya yang harus dibayar pengguna jalan tol golongan I dengan menggunakan daftar tarif normal yang berlaku saat ini di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Berikut daftarnya, masuk dari Pintu Tol Cikarang Utama:

  • Keluar di Kalijati Rp 36.000
  • Keluar di Subang Rp 45.000
  • Keluar di Cikedung Rp 68.500
  • Keluar di Kertajati Rp 84.000
  • Keluar di Sumber Jaya Rp 97.500
  • Keluar di Palimanan Rp 109.500

(dna/wdl)

valentineEVERYsmall

beritasatu:

Sumedang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan kontruksi pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer untuk seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang sepanjang 29 kilometer bisa selesai pada akhir 2018 mendatang.

“Perkirakan normal selesai pada akhir tahun 2018. Rata-rata baru 60 persen, tapi kami upayakan untuk bisa dipercepat,” kata Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini, di sela acara Peninjauan proyek tol Cisumdawu, Sumedang, Jumat (18/12).

Hasil pantauan di lapangan, tol seksi 1 dan 2 ini Cisumdawu ini masih dikerjakan oleh kontraktor besar bekerja sama dengan kontraktor Tiongkok.

Hediyanto Husaini mengatakan, kontruksi jalan tol untuk seksi 1 dan 2 ini lebih berat, karena daerah gunung dan berbukit bukit. Gunung dan bukit itu harus dibelah terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu panjang dibandingkan untuk seksi 3 sampai 6. “Medannya cukup berat, lihat kondisi tanah karena daerah pegunungan,” kata dia.

Jalan Tol Cisumdawu ini memiliki panjang 61, 675 kilometer yang terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 mulai dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer, seksi 2 Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer dan seksi 5 Legok-Ujung Jaya 16,42 kilometer dan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer.

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah akan mengerjakan sebanyak 2 seksi yaitu seksi 1 dan seksi 2. Sedangkan seksi berikutnya akan ditawarkan kepada investor untuk mengerjakannya.

Imam Muzakir/JAS

rose KECIL

detik: Jakarta – Musim mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Tak lama lagi, pergerakan jutaan orang kembali ke kampung akan terjadi. Kendala yang selalu dihadapi dan berulang soal kemacetan.

Namun untuk Lebaran tahun ini ada yang baru dalam urusan jalur mudik. Tak lain bisa digunakannya jalur Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali). Setelah tol ini resmi beroperasi, masyarakat dari Jakarta bisa tanpa henti melaju lewat tol hingga Brebes, Jawa Tengah.

Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk biaya tol?

Dari Jakarta, perjalanan bisa dimulai dari Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Setelah itu keluar di pintu tol Pejagan di Brebes, Jawa tengah. Total tarif tol yang harus dirogoh kocek pengguna Rp 138.000.

Total tarif itu menggunakan asumsi tarif tol terakhir yang berlaku saat ini. Kita coba simulasikan perjalanan dimulai dari daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan mobil golongan satu.

Pertama-tama, mobil memasuki jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Tarif tol ini Rp 8.500.

Setelah itu, memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek bayar lagi Rp 13.500. Sejauh ini total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 22.000.

Selesai melewati Cikampek, masuk ke gerbang tol Cikampek-Palimanan (Cikapali), tol dengan ruas terpanjang di Indonesia ini mematok tarif Rp 87.500. Jadi setelah 116,75 km dilewati, bayar Rp 87.500.

Selanjutnya masuk ke tol Palimanan-Kanci milik PT Jasa Marga Tbk. Di sini Anda bayar tol lagi Rp 4.500 di pintu keluar. Sudah Rp 114.000 dikeluarkan untuk bayar tol.

Tidak butuh waktu lama untuk melewati tol ini. Selanjutnya Anda masuk ke Tol Kanci-Pejagan yang dulu milik Grup Bakrie. Tarif tol yang sekarang dikuasai Grup MNC ini sebesar Rp 24.000.

Setelah keluar di pintu tol Pejagan, Brebes, total biaya yang sudah dikeluarkan untuk bayar tol sebesar Rp 138.000. Demikian biaya total yang dikeluarkan.

Anda siap menghadapi mudik?

peta TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (yang diusulkan, tapi JELANG DIRESMIKAN pada AKHIR JUNI 2015):
tol cikampek palimanan 2015besar

peta jalur alternatif MUDIK 2014:

 

peta jalur alternatif mudik 2014… sebagai evaluasi TRANS JAVA 2014 yang gw lakukan sbb:

H-2: gw masuk tol Cikampek (sekira jam 6.30) lalu exit tol Jatiluhur, ke kiri masuk Kota Purwakarta menuju Pasar Rebo lalu ke kiri di Pasar tersebut mengarah ke Wanayasa-Segalaherang (gw terjebak macet sekira 5 jam), lalu ke luar ke arah Jalan Cagak menuju ke Kota Sumedang (sekira jam 1900 masuk hotel)

H-1: berangkat pagi sekira jam 0800 menuju Palimanan lewat Jatiwangi (sekira 5 jam) masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan, lalu sore berhenti di Pekalongan

H: berangkat pagi sekira jam 0800 (lancar jaya lewat Jembatan Comal 🙂 ) menuju Salatiga lewat tol lingkar luar kota Semarang-Bawen, semua jalur lancar jaya, kecuali karena terjadi sebuah kecelakaan di jalur Bawen-Salatiga, maka gw beralih lewat Magelang n pinggir Yogya, n Klaten (banyak candi n ada resto Ayam Bakar Kalasan) ke Solo, sore masuk hotel.

H+2: berangkat pagi, gw balik dari Solo lewat Boyolali ke taman wisata Kopeng dan kota Salatiga (makan Kupat Tahu Blabak), lalu ngebut ke Pusat Grosir Batik Sentono Pekalongan (sekira jam 1530) dan makan Soto Tauto Bang Dul (sampai dengan jam 1800), lalu lewat jalur alternatif buatan Polri sekira 2 jam lolos ke kota Pemalang (tidak melewati jembatan Comal) terus ke tol lingkar luar Cirebon ke Palimanan, terus melalui lingkar luar Indramayu dst s/d Tol Karawang Timur lewat jalur pemotor di Cikampek (walau pun gw nyetir mobil seh), lancar jaya (tapi gw banyak bobo di beberapa sbpu seh)

Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan Jateng
JUM’AT, 02 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB
Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan JatengTEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan secara umum, semua jalur yang disiapkan untuk arus mudik dan balik sudah dapat berfungsi. “Yang masih rawan macet itu jalur utara, Cirebon – Tegal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, melalui pesan pendek, Jumat, 2 Agustus 2013.Ia pun menyebut jalur selatan Jawa, yaitu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah rawan macet. Menurut Suroyo ada dua hal penyebab kemacetan, yaitu pasar tumpah dan persimpangan, baik dengan kereta maupun bukan.Kementerian Perhubungan menyebut setidaknya ada 12 titik kemacetan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur mudik di pulau Jawa. “Salah satunya adalah Simpang Jomin,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.Sementara itu, sebelas titik kemacetan lainnya berada di:1. Pertemuan jalur alternatif untuk motor di Ciasem
2. Paliaman
3. Perlintasan sebidang kereta api (KA) di pintu keluar tol Pejagan
4. Cikampek – Simpang Cikopo
5. Ruas jalan Simpang Gadog – Puncak
6. Ruas jalan Rancaekek
7. Gentong – Limbangan
8. Ciregol, Bumiayu
9. Perlintasan Sumpiuh
10. Perlintasan Karanganyar
11. UngaranKementerian Perhubungan menyatakan akan ada pagar betis sepanjang Karawang – Cirebon selama masa mudik. “Sebanyak 9.000 aparat kepolisian disiapkan untuk pagar betis,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotma Simanjuntak.Ia menjelaskan, satu petugas kepolisian akan ditempatkan di setiap jalan sepanjang 1.500 meter jalur tersebut. Hotma menyebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian petugas yang berjaga di jalur mudik. Pertama, adanya “bottle neck”.Menurut Hotma, “bottle neck” biasa terjadi di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan masjid. Kedua, jalur Cikampek – Simpang Jomin – Simpang Mutiara. Ia mengungkapkan, jalur segitiga emas itu rawan penumpukan arus kendaraan.”Kalau di situ macet, nanti kendaraan akan dialihkan ke Sadang,” ujarnya. Jika Sadang pun mengalami kemacetan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju Cileunyi. Ketiga, Hotma menuturkan, pemudik dengan motor yang melalui jalur Ciasem akan menyebabkan kemacetan.Lintas Karawang – Krasak – Cikalong akan dioperasikan sebagai jalur alternatif untuk pemudik yang menggunakan motor. Pada tahun lalu, kata Hotma, penyebab utama kemacetan ketika mudik adalah sikap pengemudi yang tidak bersabar dan tidak disiplin.Hotma pun menyebut dari tahun ke tahun ada cerita yang sama tentang mudik. “Sama ceritanya, Simpang Jomin selalu macet,” ucapnya.MARIA YUNIAR

reaction_1

Liputan6.com, Bandung – Pengadaan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan tol sendiri berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengaku, sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang mengurusi pendanaan pengadaan Jalan Tol Cisumdawu, telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada pemilik tanah di Desa Citimun.

“Pada Senin (23 Juni) PT Jasa Sarana merealisasikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas Desa Citimun yang telah melalui seluruh tahapan pengadaan tanah hingga tercapai musyawarah,” seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2014).

Selain itu pada Agustus 2014 nanti, 1 desa lagi akan masuk tahap pengadaan. Sedangkan untuk penyelesaian sampai dengan Seksi VI, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun 2015.

Dalam kesempatan itu Soko menuturkan Jalan Tol Cisumdawu ini akan terintegrasi dengan jalan tol yang sudah ada dan dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Oleh karenanya, kami mengusulkan untuk diberi kesempatan menyelesaikan pendanaan pengadaan tanah Seksi 1, yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari, kami akan menyelesaikannya hingga Desember 2014,” pungkasnya. (Okan Firdaus/Nrm)

(Nurmayanti)
– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2067884/pembebasan-lahan-tol-cisumdawu-masuk-tahap-pembayaran#sthash.0dk8DJQd.dpuf

long jump icon

Tol Cisumdawu Selesai 2014, Waktu Tempuh Bandung-Sumedang Hanya 15 Menit
Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 13:21 WIB

Sumedang – Proyek tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tahap 1 mulai dibangun hari ini, diharapkan keseluruhannya selesai 2014. Jika total ruas tol ini telah rampung, diperkirakan waktu tempuh dari Cileunyi (Bandung) menuju Sumedang hanya 15 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat acara groundbreaking tol Cisumdawu di Sumedang, Kamis (29/11/12).

“(Jika sudah rampung) Bandung (Cileunyi) ke Sumedang hanya 15 menit Insya Allah, biasanya macet di Jatinagor dan Cadas Pangeran,” ungkap Aher.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menargetkan proses pembangunan tol Cisumdawu tahap 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini akan memakan waktu hingga 2 tahun.

“Direncanakan seluruhnya selesai pada tahun 2014,” ungkap Djokir.

Pembangunan ruas tol ini memakan biaya sebesar Rp 1,022 triliun yang berasal dari dana pinjaman dari pemerintah China dan dana APBN. “Dananya loan China 90%, dan APBN murni 10%.

Proses groundbreaking ini adalah untuk pembangunan tahap 1 dengan panjang 6,3 km dari keseluruhan panjang tol sekitar 60,28 km. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tahap 1 ini diperkirakan mencapai Rp 1,022 triliun. Pembangunan ini dilakukan oleh 3 kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan Shanghai Construction Group dari China.

Seperti diketahui, ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu CileunyinTanjungsari sepanjang 9,80 Km, seksi dua Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 Km, Sumedang-Cimalaka 3,73 Km, Cimalaka-Legok 6,96 Km, Legok-Ujungjaya 16,35 Km, dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 Km.

(zul/hen)

long jump icon

Kamis, 01 November 2012 | 10:48 WIB
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pekan depan pemerintah akan menandatangani loan agreement dengan pemerintah Cina.

“Pekan depan, kami menandatangani loan agreement untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Tol Cisumdawu,” kata Djoko, usai penutupan Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu malam, 31 Oktober 2012.

Djoko menjelaskan, pinjaman luar negeri untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut mencapai triliunan rupiah. Untuk Tol Cisumdawu, pinjaman diberikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar US$ 137 juta.

“Ini kabar baik, karena dana pinjaman tersebut sudah dianggarkan dalam pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Sehingga penyerapan anggaran Kementerian juga ikut meningkat,” kata Djoko.

Loan agreement sendiri sudah berulang kali diundur oleh pemilik dana lantaran ada perdebatan internal antara pemerintah Cina dan pihak Bank Exim, Cina, sebagai pemberi pinjaman. Karena itu, ia dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto harus sering menghubungi pihak Cina agar mereka segera menandatangani loan agreement.

Dengan penandatanganan perjanjian itu, proses konstruksi kedua ruas tol dapat segera dilakukan. Djoko memperkirakan sekitar Desember kedua ruas tol itu dapat dilakukan ground breaking dan selesai dua tahun kemudian atau sekitar 2015.

Adapun Tol Cisumdawu merupakan ruas tol yang akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikapali. Tol sepanjang 60 kilometer ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit, sekaligus mengantisipasi beban trafik jalan Cadas Pangeran.

Tol tersebut terbagi atas enam seksi dan dua kontrak pembangunan. “Kontrak pertama sudah dilelang,” kata Djoko. Penandatangan kontrak tersebut dilakukan pada 2 Desember 2011 dan sekaligus mengawali kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kontraktor Shanghai Contruction Group.

Sedangkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan ruas tol yang telah masuk dalam Public Private Partnership 2011. “Saat ini pembebasan lahannya sudah 55 persen dan siap dikonstruksi,” kata Djoko.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Akses jalan lain menuju bandara tersebut adalah jalan non-tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi dan siap dioperasikan tahun depan.

“Wakil Presiden sudah menginstruksikan bahwa Bandara Kualanamu harus diresmikan pertengahan tahun depan,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dalam acara yang sama. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengebut pengerjaan jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kualanamu.

RAFIKA AULIA

long jump icon

Dibiayai China, Tol Cisumdawu Sumedang Segera Dibangun
Panjang jalan tol di kawasan Sumedang itu mencapai 58,35 kilometer.
Kamis, 1 November 2012, 12:31 Arinto Tri Wibowo, Alfin Tofler

VIVAnews – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Cisumdawu di Jawa Barat. Rencana pemasangan tiang pancang pembangunan jalan tol itu akan dipastikan setelah memperoleh pendanaan dari China.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, bank ekspor impor China akan memberikan pinjaman senilai Rp1 triliun untuk pendanaan proyek tol itu.

“Mudah-mudahan pekan depan kami akan segera tanda tangani,” ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Menurut Djoko, selama ini, pencairan pinjaman tersebut bermasalah, karena banyak pembahasan dan koordinasi antara pemerintah China dan Exim Bank of China.

Sepekan setelah penandatanganan perjanjian tersebut, dia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum akan langsung melakukan peletakan batu pertama di jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas jalan tol Cisumdawu, Djoko memperkirakan, sudah mencapai lebih dari 55 persen. Kementerian menargetkan, proses pemasangan tiang pancang jalan tol itu akan memakan waktu penyelesaian dua tahun anggaran.

Pembiayaan oleh bank China itu, dia menjelaskan, akan digunakan untuk pembangunan paket pertama. Sementara itu, untuk pembangunan paket kedua, menurut Djoko, baru akan digelar lelang setelah proses desain selesai.

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km).

long jump icon

Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:29 WIB
Situs-situs yang Tayangkan CCTV Arus Mudik

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan sebuah perusahaan swasta berlomba-lomba memasang kamera kamera pengawas alias closed-circuit television (CCTV) untuk memantau arus mudik. Ada ratusan kamera yang dipasang di berbagai titik penting jalur mudik. Di Pantura, kamera itu antara lain dipasang di Susukan, Winong, Tegalgubug, Tegalkarang, Palimanan, Plumbon, Plered, Kedawung, Gebang, dan Losari.

“Ada beberapa CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, kemarin. ,

Kamera CCTV juga dipasang di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci). “Ada 17 CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur ini,” kata Kepala Jasa Marga Cabang Tol Palikanci, Dadang Sumaryana.

Di jalur Nagreg, Polres Bandung memasang enam unit kamera pengawas. Kamera itu, menurut Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, antara lain dipasang di pintu gerbang tol Cileunyi, Batalion 330, Pamucatan, Ciaro, Jalan Cagak, dan Lingkar Nagreg.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kamera pengawas dipasang di 15 titik. “Pengoperasian CCTV itu terintegrasi dengan RTMC Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah DIY,” kata Kepala Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti.

Di Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta mengoperasikan kamera CCTV canggih bernama Intelligent Traffic System (ITS). Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kamera ini mampu mengatur nyala lampu pengatur lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

“Semakin panjang antrean kendaraan, nyala lampu hijau makin lama,” kata dia, Senin lalu. Kamera itu dipasang di persimpangan rawan macet, seperti persimpangan Sudirman, Manahan, Coyudan, Dawung, Panggung, dan Kerten.

Di Purwokerto, kamera dipasang antara lain di Terminal Purwokerto; perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas; dan pertigaan Ajibarang, Banyumas. “Purwokerto menjadi simpul penting lalu lintas di Jawa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Abdullah Muhammad.

Di Jawa Timur, Polda setempat memasang kamera di 184 titik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan.

Untuk memantaunya Anda bisa mengunjungi link berikut:
departemen perhubungan BANTU ANTISIPASI PERJALANAN ANDA
Kamera CCTV versi Departemen Perhubungan

LEWAT MANA neh …
Daftar CCTV jalur mudik versi Lewatmana.com:

01. Cikopo Cikampek — Jalur Pantura
02. Jomin Pantura — Jalur Pantura
03. Sukasari Pamanukan — Jalur Pantura
04. Mundusari Pamanukan — Jalur Pantura
05. Kertasemaya — Jalur Pantura
06. Brebes Pantura — Jalur Pantura
07. Ketanggungan Brebes — Jalur Tengah
08. Tomo Raya Sumedang — Jalur Selatan
09. Cipacing Raya — Jalur Selatan
10. Limbangan Nagrek — Jalur Selatan

IVANSYAH | SIGIT ZULMUNIR | PITO AGUSTIN RUDIANA | DINI MAWUNTYAS | IKA NINGTYAS | UKKY PRIMARTANTYO | ARIS ANDRIANTO

Tips Mudik Lebaran 1 Syawal 1430H Mobil Pribadi Bandung – Malang lewat Jalur Tengah Jawa
Posted on 15 September 2009 by richocean

peta kasar jalan jakarta-tol cikampek-tol cipularang-purwakarta-cimalaka/sumedang-kadipaten-majalengka





peta kasar jalan majalengka-cikijing-ciamis-banjar


peta kasar jalan ciamis-wangon-banyumas-banjarnegara-wonosobo-dieng-temanggung

wangon kota 2015

peta kasar jalan temanggung-salatiga-surakarta/solo-yogya



peta kasar jalan salatiga surakarta ngawi jombang batu malang n balik ke grobogan-demak-semarang

g







Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!
Aris F. Harvenda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:29 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

Dua puluh tips mudik ke Jawa naik mobil pribadi libur lebaran 1 Syawal 1430 H, berdasarkan pengalaman saya PP Bandung – Jawa 6 kali membawa mobil sendiri tanpa tidur non-stop. Seingat saya 3x saya bawa sedan Honda, 1 kali bawa Kijang, dan 2 kali bawa Zebra, dari masih bujang sampai punya istri 1 dan anak 2.

Pada awalnya saya bawa sedan Honda, sedih di jalan karena umumnya mudik pakai Kijang dan colt. Mobil berbadan besar, kalo sudah macet, lewat bahu jalan, yang jalannya jelek, lubang gede, tenang-tenang saja. Akhirnya saya bisa naik Kijang dan Zebra, rasanya seperti mudik karena sudah sama dengan mobil-mobil mudik yang lain. Sayang tahun ini saya tidak bisa mudik.

Jalur yang ditempuh :
Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon (via Tol Kanci) – Brebes – Tegal – Bumiayu – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Temanggung – Ambarawa – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Ngawi – Madiun – Nagnjuk – Jombang – Mokokerto – Mojosari – Gempol – Purwosari – Malang.

Saya pernah potong lewat Tawangmangu ternyata tanjakannya sesuai peta, tinggi banget, akhirnya tak luat, balik lagi ke Madiun. Saya pernah lewat Kediri – Pujon, utk menghindari tol Lapindo Sidoarjo, ternyata pusing, gunung muter-muter lebih serem dibanding Cadas Pangeran, Sumedang.

Dua puluh tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya agar bisa mudik selamat dan lancar :

PERSIAPAN :
1. Tentukan hari pergi dan pulang mudik sesuai kemampuan dan kondisi
Jika mudik 2-4 hari sebelum hari Idul Fitri dan pulang 2-4 hari sesudah hari Idul Fitri, dijamin jalanan macet banget. Mudik 1 hari dan kembali 1 hari sesudah Idul Fitri sepi banget di jalan.
2. Tentukan jam berangkat
Jika anda biasa terkena sinar lampu mobil maka lebih baik berangkat malam, apalagi ngirit AC. Sebaiknya anda menguasai medan malam yang bisa sepi dan kurang dukungan logistik. Suasana boring banget.
Jika anda ingin melihat indahnya pemandangan selama perjalanan dan kurang tahan sinar lampu, berangkatlah siang hari, dengan catatan AC mobil bagus atau siap meleleh jika AC masalah.
3. Bawa mobil ke bengkel sekitar 1 minggu sebelum hari keberangkatan
Antrian bengkel masih sepi dan montir-montir masih penuh perhatian. Kalo kurang dari 5 hari, bengkel penuh banget dan montir-montir sudah capek lembur, kurang fokus, mau mudik juga.
Yang perlu dilakukan :
– Tune up (kalo perlu ganti busi, saringan udara, saringan bensin, air, aki, air radiator, ganti oli mesin + perseneleng + gardan), siap-siap macet + non-stop
– Cek rem (buka ban), siap-siap jalan menurun + pengereman mendadak
– Cek kampas kopling, siap-siap macet + nanjak
– Cek AC, siap-siap panas macet
– Cek karet wiper + lampu jarak dekat + jauh + sign, siap-siap hujan + malam
– Beli bola lampu cadangan + sekring + oli cadangan, siap-siap oli rembes
– Siapkan ban cadangan, angin penuh. Kembang ban jangan tipis
– Segitiga parkir, perangkat bongkar-bongkar secukupnya, dongkrak, kunci roda
Saya siapkan dana sekitar 1jt ke bengkel agar tidak perlu ke bengkel dadakan (palsu) di pinggir jalan dalam perjalanan.
4. Perhatikan para penumpang mobil
Jika cuma sendiri lebih sederhana. Jika bawa wanita, lebih butuh persiapan. Jika bawa anak-anak kecil dan bayi, butuh persiapan super extra. Pastikan penumpang mobil berangkat dalam kondisi sehat. Jangan memaksakan jika sakit terutama bayi dan anak-anak, anda bisa tidak jadi liburan tapi bisa nginep di rumah sakit di luar kota.
5. Bawa makanan kering + kue + air putih + susu + vitamin + obat secukupnya
Khusus anak-anak, saya bawa kasur lipatnya dan juga bantal kesayangannya. Hal ini sangat serius karena anak tidak bisa tidur di mobil, apalagi setelah sampai ke tempat tujuan. Bawa mainan kesayangan dan bahan-bahan bacaan karena akan sangat membosankan di perjalanan.
6. Bawa baju dan sejenisnya. Simpan di mobil yang tidak merangsang orang untuk mengambil.
Bawa uang tunai secukupnya (sekitar 1jt) untuk jaga-jaga terutama kalau mobil bermasalah dan kesulitan ATM di tengah jalan.
Jangan lupa bawa oleh-oleh yang awet. Sediakan tempat di mobil untuk bawa oleh-oleh balik karena biasanya diberi oleh-oleh dan menolak oleh-oleh merupakan hal yang kurang baik.
7. Siapkan peta, pelajari peta, jalan-jalan alternatif, cari info-info terutama jika anda jarang melewati rute itu
Bawa senter yg cukup, untuk baca peta saat malam maupun pemeriksaan mobil di malam hari. Jika mobil tidak memungkinkan antri dan menanjak, haram hukumnya melalui jalur itu meskipun lebih dekat, lebih baik sedikit memutar tapi pasti sampai.
8. Bawa kaset + CD + film karena di perjalanan sinyal radio AM apalagi FM kadang-kadang tidak ada sama sekali, untuk teman penumpang + sopir agar tetap terjaga. Jangan lupa bawa HP. Pengalaman saya lewat semua jalur mudik, sinyal TELKOMSEL tak kenal mati, suara tetap jernih bisa terus dipantau dari Malang sampai di mana. Ini bukan promosi Telkomsel, ini fakta lho yang saya pakai selama mudik 6 kali itu. Kalau tak punya charger di mobil, bisa charge di masjid-pom bensin, restoran bahkan di sekitar Tegal ada sewa charge HP Rp 1000. Siapkan uang receh untuk berbagai keperluan.
PERJALANAN:
9. Mulai perjalanan dengan tenang dan membaca doa. Siapkan STNK + SIM + KTP.
10. Boleh ngebut di jalan sepi namun tetap hati-hati karena jika macet, anda tidak sampai-sampai.
Boleh menyelip truk, tanki, kontainer, truk gandeng, bis namun tetap hati-hati sesuai kemampuan karena jika tidak, anda akan ikut konvoi lambat dan tidak sampai-sampai. Pengalaman saya menyelip bis, 2x bis memepet saya hingga pindah ke bahu jalan jalur yang berlawanan, untung masih hidup. Hati-hati di turunan dan tikungan di jalur yang anda kurang kenal, apalagi tanjakan merayap, kampas kopling ancaman utama.
11. Usahakan mengisi bensin tetap penuh terutama jika akan melewati jalur alternatif (apalagi malam hari) karena sulitnya pom bensin.
12. Istirahat secukupnya di pom bensin maupun saat makan dan sholat
Periksa kondisi mobil saat beristirahat, ban, dan air radiator. Jika ban terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan sistem rem. Jika mobil terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan radiator. Segera mampir ke bengkel dadakan di pinggir jalan. Hati-hati memilih bengkel dadakan.
13. Jika terpaksa mengemudi sambil flu / batuk, jangan minum obat flu / batuk yang bisa membuat ngantuk
14. Cara yang mudah untuk tidak tersesat adalah mengikuti bis-bis besar yang bertuliskan kota terdekat yang akan dilewati, ikuti jalan utama provinsi yg biasanya besar-besar, hotmix, dicat putih di tengah jalan.
15. Jika anda terpaksa lewat jalur alternatif, usahakan jangan memilih malam hari karena sepi, jalan kurang bagus, sedikit rambu, sedikit pom bensin, sedikit rumah penduduk, sedikit warung, apalagi jalur alternatif yg baru dibangun. Saya pernah lewat, sepi dan ngeri, hanya berdua dengan adik perempuan saya. Kapok.
16. Sesampai di tujuan, anda sebagai pengemudi jangan terlalu lelah, demikian juga rombongan
Tim harus tetap dalam kondisi baik saat kembali apalagi yang bawa mobil. Saya pernah berangkat 1 hari sebelum Idul Fitri, kembali malam hari setelah sholat Idul Fitri. Sempat main-main di Malang, sorenya badan mulai anget-anget tetap memaksakan pulang, akhirnya sampai Jakarta saya langsung sakit cacar. Kemungkinan kelelahan, daya tahan tubuh turun, dan ketularan cacar di luaran. Sehingga rencana lebaran selanjutnya berantakan.
17. Segera periksa mobil sesampai di tempat akhir kampung halaman agar jika ditemukan kerusakan yang serius bisa segera dibawa ke bengkel. Apalagi bengkel lagi susah-susahnya. Moga-moga jika sebelumnya sudah ke bengkel maka tidak perlu ke bengkel lagi. Namun kadang-kadang dalam perjalanan dapat terjadi yg tak terduga.
18. Jangan lupa belanja dan bawa oleh-oleh yg awet dan bisa menggembirakan orang-orang yang dikasihi di tempat asal. Sediakan tempat yg cukup di mobil sejak awal keberangkatan.
19. Lakukan kembali langkah-langkah yang sama seperti saat berangkat
Saat berangkat, jika menemui beberapa hal yang kurang baik agar dicatat sehingga bisa diperbaiki, dipersiapkan lebih baik saat kembali.
20. Kembali ke kota asal, berdoa sebelum berangkat
Jangan lupa foto dulu donk. 🙂

Semoga rekan-rekan yang mau mudik masih sempat baca. Yang sudah lebih mahir, moga-moga bisa menambahkan info-nya. Yang mudik tahun depan, moga-moga bisa juga bermanfaat.

bird smallest

 

Peta Jalur Alternatif Mudik Lebaran
Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 02:35 wib

BANDUNG – Arus mudik di Jawa Barat diprediksi akan mengalami kemacetan. Seperti diketahui, Jabar memiliki tiga jalur utama yakni jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, dan jalur selatan. Untuk mengurangi kemacetan, pemudik bermotor maupun mobil di tiga jalur ini akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, pemudik yang berasal dari arah Jakarta menuju Bandung via puncak bisa dilahkan melalui jalan alternatif yang melewati jalur Cibubur- Jonggol, Cianjur, hingga sampai di Jalan Raya Padalarang, Bandung.

Bagi pemudik dari arah Jakarta yang hendak melalui jalur Utara, kemungkinan akan terjebak kepadatan di daerah Jomin. Maka para pemudik di jalur ini akan dialihkan ke jalur alternatif Cikopo, Sadang, Subang dan Cijelag.

Sedangkan untuk jalur tengah, pemudik bisa melalui dua jalur alternatif, yakni jalur Sukamandi-Kalijati via Sadang dan jalur Pemanukan-Subang.

Untuk jalur Selatan yakni jalan di Bandung-Garut yang melewati Cileunyi, para pemudik bisa melalui jalur alternatif Jalan Parakan Muncang. Jalur alternatif lainnya untuk jalur selatan ini, pemudik bisa menggunakan Banjar-Malangbong- Limbangan-Cibatu-Kadungora-Cijapati dan Cicalengka.

“Bagi pemudik di jalur Selatan yang hendak mengarah ke Timur dapat menggunakan jalur alternatif Malangbong-Sumedang via Wado,” papar Kapolda.

Menurutnya, semua jalur alternatif yang ada bisa dilalui para pemudik bermotor ataupun mobil. Dia mengakui, tidak semua jalur layik karena ada beberapa yang memiliki kerawanan bencana ataupun rawan kecelakaan mengingat kondisi jalan yang tajam serta kurang bagus.

Untuk itu, dia mengimbau supaya pemudik yang menggunakan jalur alternatif bisa ekstra hati-hati termasuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sebaiknya saat mengendara janganlah ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri serta merugikan pengendara lain. Sekali lagi saya tekankan dan mengimbau agar selamat menuju tujuan, pemudik harus mentaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.
(abe)
Menelusuri Jalur Alternatif

Bila jalur-jalur utama yang tersedia benar-benar macet, dan sepanjang musim mudik lebaran hampir sering terjadi, ada baiknya pemudik memilih jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak. Namun sekali lagi dengan catatan, “bila jalur utama macet total”. Seputar pintu tol Cikampek, diperkirakan menjadi daerah tersibuk seperti tradisi bila musim mudik. Pada saat itu, seluruh kendaraan dari Jakarta yang melewati tol Cikampek, baik tujuan Cirebon, Jateng ataupun Jabar seperti Bandung, Subang, Sumedang dan daerah-daerah lainnya, seluruhnya bermuara di situ.

Sebagai titik simpul dari sekian kota atau daerah tujuan, kemacetan menjadi satu kerawanan yang sangat terasa. Bagaimana tidak, berbagai jenis kendaraan umum seperti bus maupun pribadi, yang lewat tol Cikampek akan tertumpuk di daerah tersebut.

Pertigaan Cikampek merupakan titik tolak semua jalur yang keluar dari pintu tol. Ada dua jalur utama yang resultannya di pertigaan tadi, yakni arah utara jalur utama Pantura ke Cirebon dan Jateng. Ke selatan ke arah Padalarang-Bandung atau Subang.

Jalur utama terakhir terpecah dua di pertigaan Sadang. Pemudik bisa lurus jika ingin melewati jalur utama Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung, atau belok ke selatan di pertigaan Sadang menuju Subang melewati pabrik sebuah perusahaan besar Texmaco milik konglomerat Marimutu Sinivasan.

Dua jalur utama yang bertolak dari pintu tol dan pertigaan Cikampek, seperti dituturkan pegawai DLLAJR di Terminal Sadang, langganan macet. Terutama pada hari-hari makin mendekati Idhul Fitri mulai H-3 sampai H+3.

Kemacetan total sering terjadi pula di jalur utama Pertigaan Sadang menuju Subang. Lalu apa yang harus dilakukan pemudik bila di jalur itu mengalami macet total. Untuk pemudik jurusan Bandung, bisa lurus ke Purwakarta-Padalarang-Bandung. Namun bila jurusan Subang, tak ada jalan lain. Tinggal pilih, ingin berlama-lama terjebak macet yang melelahkan dan menjengkelkan, atau mencari jalur alternatif.

Jika skenario buruk (macet total ) terjadi, disarankan pemudik berlega hati melalui satu-satunya jalur alternatif yang tersedia. Tidak ada lain kecuali Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dengan panjang mencapai 50 hingga 60 km. Jalur alternatif dan AMP kontroversi portal BIC.

Menuju jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dari pertigaan Sadang, sekitar 10 km ke arah kota Purwakarta. Memang agak melelahkan, tapi apa boleh buat dibandingkan kalau terjebak diantara deretan kendaraan dalam satu kemacetan total.

Jalur alternatif satu-satunya ini, bisa ditempuh dari pintu tol Dawuhan, 10 km sebelum pintu tol Cikampek. Tapi biasanya dilakukan pemudik yang berpengalaman, khususnya pemudik yang memang sudah hafal daerah tersebut.

Dari pintu tol Dawuhan, bisa lewat kawasan industri dan kompleks perumahan. Hanya saja, untuk mudik kali ini, jalur khusus kendaraan pribadi sedikit terhambat karena terhalang portal di pintu keluar perumahan BIC yang menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Drs Sopyan tengah diprotes jajaran Polwil Purwakarta maupun Pemda.

Pemasangan portal di BIC diprotes. Dan sudah kirim surat agar portal yang baru dipasang dibongkar kembali. Soalnya menghambat kelancaran arus lebaran.

Jalur BIC cukup strategis untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan bila terjadi kemacetan di pertigaan Cikampek maupun Sadang. Kendaraan tujuan
Bandung bisa langsung lewat tol Dawuhan tanpa harus lewat pertigaan Cikampek.

Bagi kendaraan pemudik yang akan menyusuri jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, mereka bisa menyusuri kompleks BIC lalu langsung ke arah Purwakarta tanpa melewati pertigaan Cikampek maupun Sadang yang langganan macet.

Jalur itu, selama ini dijadikan pembuang bila pertigaan Cikampek maupun Sadang macet. Bila ada portal, apalagi palang besinya yang sengaja dipasang pas badan mobil, pasti ada kelambatan. Kan harus pelan bila melewati palang besi.

Cukup beralasan bila jajaran Polwil Purwakarta geram dengan pemasangan portal yang dipasang belum lama ini. Dari pengamatan “PR”, kendaraan pribadi yang melalui palang besi mau tidak mau harus berhenti dan melaju pelan-pelan. Bila arus padat, berapa waktu terbuang hanya untuk melalui palang besi.

Wanayasa-Jalan Cagak-Subang Jalur alternatif ini boleh jadi pengobat satu-satunya bila terjadi kemacetan total di jalur-jalur utama pertigaan Sadang. Menyusuri jalur alternatif itu, walau mungkin lebih lengang, namun kehati-hatian sebagai prinsip utama pengemudi, harus tetap dipegang.

Sepanjang 50 sampai 60 km jalur alternatif, badan jalan lebih sempit dibanding jalur-jalur utama. Sekitar 7 sampai 8 m dengan jarak tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kecepatan normal antara 60 sampai 70 km per jam.

Jalur ini memang lebih layak bila dilalui kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, apalagi jenis bus-bus berbadan besar, tentunya kurang pas karena selain badan jalan sempit, lokasi yang dilalui juga penuh tikungan dan naik turun. Ada baiknya, bus-bus tidak memaksakan melalui jalur ini.

Sebagaimana umumnya sebuah jalan yang menyusuri pegunungan, sepanjang Wanayasa-Jalan Cagak akan banyak ditemui belokan tajam, tanjakan atau turunan curam. Kondisi jalan sebaian besar sudah diaspal dengan kualitas relatif.

Badan jalan bergelombang juga akan banyak dijumpai di beberapa lokasi seperti antara km 7 sampai 25 lepas pasar Wanayasa. Daerah rawan macet, bila kendaraan berjalan tertib nyaris tidak ditemui, terkecuali di Pasar Wanayasa yang merupakan pusat kegiatan belanja sekaligus terminal angkot.

Ada baiknya tidak menjadikan ruas jalan ini sebagai ajang kebut-kebutan atau saling salip. Kondisinya tidak memungkinkan dan malah bisa celaka karena badan jalan sempit dan kondisinya tak semulus jalur-jalur utama.

Sepanjang jalur itu memang hampir tidak ditemui tempat beristirahat. Yang ditemui hanya perkampungan penduduk biasa atau perbukitan, ladang, sawah ataupun hutan jati dan perkebunan teh khususnya memasuki daerah Kabupaten Subang.

Sejauh ini tidak ada rambu lalu-lintas petunjuk jalan, kkhususnya di wilayah Purwakarta. Tidak ada penjelasan menyangkut ketiadaan rambu-rambu tadi, namun seperti dituturkan Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Sopyan, jalur Wanayasa-Jalan Cagak memang tidak dipersiapkan khusus untuk arus mudik lebaran.

Jika pengemudi merasa lelah, hanya ada satu lokasi yang layak sebagai tempat peristirahatan, yakni sekitar km 30. Terdapat sebuah danau yang oleh masyarakat disebut Situ Wanayasa.

Suasana sekitar danau itu sejuk dan tenang, layak sebagai tempat istirahat sekedar melemaskan otot. Hanya saja, itu hanya bisa dilakukan pada perjalanan siang hari. Kalau malam, tentu kurang layak karena gelap kendatipun ada di tengah pemukiman.

Hanya sayang, di sekitar danau tidak dijumpai areal parkir memadai. Karena itu, bila istirahat, carilah tempat parkir yang tidak mengganggu kendaraan pemudik lain, apalagi jalan di sekitar danau, ada kerusakan yang kalau hujan penuh kubangan.

Tak jauh dari danau, sekitar 1 km sampailah di pertigaan terminal Wanayasa. Di pertigaan, pengemudi belok ke kanan menuju arah perbatasan Purwakarta-Subang sekitar 8 km.

Di sepanjang jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, ditemukan juga tempat rawan longsor. Karena jalurnya diperbukitan, bila hujan, pengemudi harus ekstra hati-hati, supaya tidak tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Salah satu daerah rawan longsor di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, masuk Kabupaten Subang. Di salah satu tanjakan lepas jembatan perbatasan Wanayasa (Purwakarta)-Sagalaherang (Subang), ada lokasi bekas tanah longsor. Namun sekarang sedang dalam perbaikan berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Di wilayah Subang, kondisinya lebih bagus daripada di Purwakarta. Apalagi 15 km sebelum sampai pertigaan Jalan Cagak, jalan sudah mulus lengkap dengan hot-mix. Teruslah dengan kecepatan normal, 1/4 jam kemudian, sampailah di Jalan Cagak.

Dari Jalan Cagak, karena sudah memasuki jalur utama tengah, pemudik tinggal pilih sesuai jurusan. Kalau ke Bandung tinggal belok kanan menyusuri panorama indah perkebunan karet sepanjang lokawisata Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang. Tempat peristirahatan banyak didapati termasuk bila ingin membawa oleh-oleh buah-buahan nanas Subang atau sayur-sayuran Lembang.

Kemudian bagi pemudik jurusan Sumedang atau Cirebon, bisa belok kiri mengambil jalur alternatif Subang-Sumedang. Atau yang tidak ingin melewati kota Sumedang, bisa ke arah Pegaden dulu, nanti menuju jalur Bantarwaru-Cikamurang-Indramayu.

https://i1.wp.com/www.sman13bdg.sch.id/userfiles/crhcjb57.jpg
JARAK:
Jakarta, ID 106.8294
-6.1744
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Miles: 60.93
Kilometers: 98.05
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Miles: 8.76
Kilometers: 14.10
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Miles: 20.09
Kilometers: 32.33
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Miles: 18.61
Kilometers: 29.94
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Miles: 16.31
Kilometers: 26.24
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Miles: 21.89
Kilometers: 35.23
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Miles: 12.76
Kilometers: 20.54
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Pangandaran, ID 108.6500
-7.6833
Miles: 23.28
Kilometers: 37.46
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Miles: 52.38
Kilometers: 84.30
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Miles: 43.47
Kilometers: 69.96
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Miles: 41.74
Kilometers: 67.17
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Surakarta, ID 110.8333
-7.5833
Miles: 28.70
Kilometers: 46.19
TOTAL JARAK
Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 12:47 WIB
Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

TEMPO.CO, Purwakarta – Buat pemudik asal Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Cirebon-Jawa Tengah dan Priangan Timur, ada jalur alternatif yang bisa Anda coba untuk menghindari macetnya jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Agus Wahyudin, mengatakan pemudik dapat mengambil jalur alternatif Ciganea-Purwakarta-Wanayasa-Jalan Jagak-Sumedang.

“Jalannya lebar dan mulus, kami jamin pemudik betah selama di perjalanan,” kata Agus di kantornya, Minggu, 5 Agustus 2012.

Menurut dia, jalur ini relatif lancar ketimbang jalur utama Pantura Karawang-Subang-Indramayu. Selain kondisi jalan yang lebar dan mulus, pemandangan di sepanjang jalan juga hampir sama seperti jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Rute yang dapat dilalui untuk melintasi jalur alternatif ini, kata Agus, begitu keluar Jakarta, pemudik jangan keluar dari gerbang tol Cikopo. Mereka diminta masuk ke ruang Tol Cipularang di kilometer 86 lalu keluar melalui gerbang tol Jatiluhur/Ciganea.

Selepas pintu gerbang itu, kendaraan langsung diarahkan menuju ruas Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Jalan Cagak dan lurus saja. “Jangan mengambil jalur kanan arah Ciater-Bandung,” katanya.

Saat berada di pertigaan Jalan Cagak, kendaraan dibelokan ke arah Kasomalang-Cisalak. Selepas Cisalak terus menuju Sumedang. Dari kota tahu itu, anda bisa menggunakan jalur selatan Malangbong-Tasik-Ciamis-Cilacap, tanpa harus melalui ruas Nagreg yang rawan kemacetan.

Agus menambahkan, dari Sumedang pemudik juga bisa masuk ke arah Cikijing-Majelengka-Tomo langsung menuju pintu gerbang Palimanan, Cirebon.

Berdasarkan pemantauan Tempo, Ahad pagi hingga siang ini, 5 Agustus 2012, jalur alternatif di atas, terutama di antara ruas Purwakarta-Wanayasa hingga tapal batas Subang, kondisinya sangat mulus.

Jalan agak berlubang memang ditemukan di ruas Serangpanjang, Subang. Tetapi, sedang dalam perbaikan dan dipastikan sudah selesai dikerjakan pada saat puncak arus mudik.

Kondisi alam pegunungan, cuaca yang teduh, dan warung penjaja kuliner modern, tradisional hingga makanan oleh-oleh khas pegunungan yang bertebaran, akan memanjakan para pemudik jika menyusuri jalur ini.

Kendati jarak tempuhnya memang lebih jauh dari jalur Pantura, Agus mengatakan, jalur alternatif ini jauh dari jebakan kemacetan. “Pemudik harus jeli dalam memilih jalur,” ujarnya.

Kusdinar, warga Kasomalang, Subang, yang saban hari bolak-balik rute Jalan Cagak-Kasomalang-Sumedang mengatakan kondisi jalur alternatif ini layak dilalui para pemudik. “Kondisi jalannya mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan,” katanya.

Suasana jalannya, lanjut Kusdinar, juga sudah ramai dan lampu penerangan jalan sudah memadai jika dilintasi kendaraan pada malam hari.

Jarak jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Serang Panjang, perbatasan Purwakarta-Subang, sejauh 30 kilometer. Adapun jalur Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak sekitar 15 kilometer. Ruas Jalan Cagak-Cisalak sepanjang 17 kilometer dan Cisalak-Sumedang sejauh 25 kilometer. Jika lancar, waktu tempuhnya diperkirakan hanya tiga jam.

NANANG SUTISNA
15 Agustus 2012 | 18:50 wib
Jalur Tengah Tersendat di Pagojengan

PADAT: Arus kendaraan pemudik di jalur Tegal-Purwokerto antara Pagojengan-Kretek Kecamatan Paguyangan, Brebes pada H-4 Lebaran Rabu (15/8) pukul 12.00, terpantau padat. (suaramerdeka.com/ Teguh Inpras)
BREBES, suaramerdeka.com – Memasuki H-4 Lebaran, Rabu (15/8), ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Tegal Purwokerto. Namun, laju kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor itu harus tersendat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan suaramerdeka.com pukul 11.00 WIB, ketersendatan lalu lintas (lalin) terjadi antara lain di perlintasan KA Karangsawah Tonjong, Pasar Linggapura. Sementara di Ciregol relatif lancar.
Adapun tingkat kepadatan lalin di jalur tengah Jateng ini terjadi di sepanjang Pagojengan-Kretek wilayah Kecamatan Tonjong, Brebes. Hal ini disebabkan oleh aktivitas buka tutup perlintasan KA dan pedagang di pasar Kretek.
Arus lalin menumpuk sepanjang jalur tersebut. Sikap egois sejumlah pengendara yang berusaha menerabas antrean memperparah keadaan.
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo SH menyatakan pada H-4 Lebaran terjadi lonjakan kendaraan yang cukup berarti dibandingkan hari sebelumnya. “Lalu lintas padat tapi lancar,” katanya.
Rruas Pagojengan-Kretek merupakan titik paling krusial dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di jalur Tegal-Purwokerto. Menurutnya, antrean kendaraan sulit dihindari mengingat kondisi jalan sempit dan menanjak.
Belum lagi aktivitas pasar dan buka tutup perlintasan KA yang intensitasnya semakin meningkat. “Dengan volume kendaraan yang semakin meningkat, antrean kendaraan sulit untuk dihindari,” katanya.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, didirikan Pos Pengaman Lebaran di Pintu Selatan Jalan Lingkar/terminal lama Pagojengan. Lokasi itu merupakan pertemuan kendaraan dari arah kota dan jalan lingkar Bumiayu. “Petugas bergerak mobile jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.
( Teguh Inpras Tribowo / CN33 / JBSM )

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 5 Comments

peta jalan kasar: MUDIK LEWAT JALUR TENGAH, kira-kira seh

Emoticons0051

Bisnis.com, BATANG – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjamin  jalan tol fungsional Batang-Semarang seksi Batang hingga Weleri layak dilalui pemudik sejak H-10.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, ruas tol Batang-Semarang yang telah terlapisi beton sepanjang 36,1 kilometer dari total 36,5 kilometer yang fungsional. Sementara sepanjang 400 meter masih berupa struktur tanah.

Saat melakukan penelusuran dengan kecepatan 40 km/jam, terdapat banyak debu beterbangan hingga menutupi kaca mobil. Jarak pandang pengemudi pun menjadi terbatas.

Mengenai hal ini, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menyatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga H-10 untuk melakukan pembetonan pada lantai kerja dan melakukan pembersihan jalan tol  dari debu dan kerikil.

“Masih ada titik yang menunggu cor jembatan, nanti H-10 sudah bersih semua. Untuk area lean concrete disapu, di luar itu disiram untuk membersihkan debu,” ujarnya di sela-sela peninjauan, Minggu (11/06).

Untuk mengantisipasi terjadinya fenomena Brebes Exit pada tahun lalu, pihaknya juga menyediakan sejumlah jalan akses darurat di sepanjang jalan tol. Jalan akses itu bisa digunakan untuk mengalihkan kendaraan bila kapasitas jalan tol Batang-Semarang telah penuh.

Dia menambahkan, di sepanjang jalan tol Batang-Semarang nantinya terdapat empat tempat istirahat di setiap 10 kilometer. Tempat istirahat tersebut dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet, mushala, tim kesehatan, dan bahkan helipad khusus di posko terpadu.

Akhir pekan lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama wartawan meninjau kesiapan ruas tersebut yang terbagi menjadi tiga ruas tol yakni ruas tol Pejagan-Pemalang mulai dari Brebes Timur-Pemalang sepanjang 37,3 km dan ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km.

Peninjauan oleh Menteri Basuki juga dilakukan hingga malam hari Menteri Basuki bertujuan untuk mencoba kelayakan jalan apabila dilalui pemudik pada malam hari.

“Jalan Tol fungsional Brebes Timur – Weleri akan dibuka pada H-10 Lebaran dan dapat dilewati 24 jam satu arah ke dari Jakarta menuju Semarang (Mudik) dan satu arah ke Jakarta (arus balik) mulai H+4,” ujarnya.

Kondisi jalan tol sepanjang ruas tersebut sudah cukup baik walaupun masih dalam tahap perkerasan beton tipis (lean concrete).

Menteri Basuki menghimbau pemudik untuk memacu kendaraannya dengan aman pada kecepatan rata-rata 40 km/jam.

“Saya sudah sampaikan kebutuhan untuk menambah lampu  penerangan jalan di waktu malam dan  reflektor lampu mobil agar lebih aman. Selain itu penanda arah keluar/masuk tol. Untuk jalanan yang masih berdebu akan segera dibersihkan dan seluruh pekerjaan konstruksi akan dihentikan pada H-10 Lebaran,” ujarnya.

Pada ruas ini tengah diselesaikan pembangunan Jembatan Kali Sambung yang menjadi titik kritis yang kini dalam tahap penyelesaian lantai jembatan. Ditargetkan pada Selasa (13/6) sudah selesai dilakukan pengecoran dengan metode fasttrack dengan aditif yang akan membuat beton lebih cepat kering dalam waktu tiga hari dibanding biasanya dua minggu. Ditargetkan bisa dilewati pada H-10 Lebaran atau tanggal 16 Juni 2017 mulai pukul 00.00 WIB.

Selain jembatan tersebut, salah satu titik kritis yang telah diselesaikan yakni jalan layang Kandeman di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang membelah jalur Pantura.

doraemon

Jakarta detik – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, seluruh ruas jalan tol yang bakal dibuka secara fungsional saat mudik Lebaran nanti bakal bisa dilalui 10 hari sebelum Lebaran.

“Nanti dibukanya H-10 Lebaran. Jadi misalnya yang sampai Weleri, dari Pejagan 110 km, kemudian dari Solo ke Kertosono 245 km. Palindra, Bakauheni-Terbanggi Besar akan kita buka H-10 Lebaran,” katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Jalan Tol Trans Jawa baru yang akan difungsikan untuk mudik lebaran tahun ini sendiri cukup panjang. Mulai dari Brebes, Jawa Tengah hingga Surabaya, Jawa Timur. Setidaknya ada 319,82 km ruas tol di Trans Jawa yang bakal dibuka secara fungsional. Ruas-ruas tol baru ini akan dilalui secara gratis.

Dimulai dari ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km bakal bisa dilewati pada keempat seksinya. Adapun seksi I dan II sepanjang 26,85 km telah dioperasionalkan pada tahun lalu. Jalan tol baru yang bisa dilewati dimulai dari seksi III di Brebes Timur hingga akhir ruas ini di Pemalang, Jawa Tengah.

Ruas Trans Jawa selanjutnya yang baru difungsionalkan tahun ini adalah ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan Batang-Semarang sepanjang 39,7 km hingga ke Weleri, sekitar 30 km sebelum Semarang.

Sementara pada tol Trans Sumatera, akan ada 65 km total panjang tol yang bakal dibuka H-10 Lebaran tahun ini. Tol-tol tersebut antara lain Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, dan Bakauheni-Terbanggi Besar.

Berikut adalah daftar ruas tol yang bisa dilalui pada mudik Lebaran tahun ini.

Tol Trans Jawa

Ruas Tol Pejagan-Pemalang
Seksi I Pejagan-Brebes Barat 17,8 km (operasi)
Seksi II Brebes Barat-Brebes Timur 9,05 km (operasi)
Seksi III Brebes Timur-Tegal Timur 10 km
Seksi IV Tegal Timur-Pemalang 26,9 km

Ruas Tol Pemalang-Batang
Seksi I Pemalang IC-Pekalongan IC 23,3 km
Seksi II Pekalongan IC-Batang IC 15,9 km

Ruas Tol Batang-Semarang
Seksi I Batang-SS Batang Timur 3,2 km
Seksi II SS Batang Timur-SS Weleri 36,35 km

Ruas Tol Semarang-Solo
Seksi I Semarang-Ungaran 11 km (operasi)
Seksi II Ungaran-Bawen 11,95 km (operasi)
Seksi III Bawen-Salatiga 17,6 km

Ruas Tol Solo-Ngawi
Seksi JC Kartosuro-SS Karanganyar IC 20,9 km
Seksi I segmen Karanganyar-Sragen 13,8 km
Seksi I segmen Sragen-Mantingan 21,3 km
Seksi II Mantingan-Ngawi IC 20 km

Ruas Tol Ngawi-Kertosono
Seksi I Ngawi IC-Madiun IC (segmen klitik gulungan) 11 km
Seksi II Madiun IC-Caruban IC (segmen sawahan-kedung jati) 6 km
Seksi III Caruban IC-Nganjuk IC (segmen purworejo-wilangan) 18 km

Ruas Tol Mojokerto-Kertosono
Seksi I Bandar-Jombang 14,4 km
Seksi II Jombang-Mojokerto Barat 19,7 km

Ruas Tol Surabaya Mojokerto
Seksi IA Waru-Sepanjang 2,3 km
Seksi IB Sepanjang-Western Ring Road 4,3 km
Seksi II Western Ring Road-Driyorejo 5,1 km
Seksi III Driyorejo-Krian 6,1 km

Ruas Tol Gempol Pasuruan
Seksi Gempol-Bangil 6,8 km

Tol Trans Sumatera

Ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar
Paket 2 (Sidomulyo-Kotabaru) segmen SS Kotabaru-SS Lematang 5 km.

Ruas Tol Palembang-Indralaya
Seksi 1 (Palembang-Pamulutan) 7,75 km.

Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi
Seksi II-VI (Parbarakan-Sei Rampah) 41,6 km

Ruas Tol Medan-Binjai
Seksi II (Helvetia-Semayang) 6,18 km
Seksi III (Semayang-Binjai) 4,28 km. (dna/dna)

TEMPO.CO, Brebes – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membagi tiga jalur lalu lintas saat mudik lebaran tahun 2017 ini. Ketiga jalur yang dimaksud melalui jalan tol, Jalur Pantura, dan Jalur Selatan. Budi mengatakan kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan mini bus akan diarahkan melalui jalan tol darurat dari Brebes Timur hingga Weleri Kendal.

Jalur tersebut disiapkan satu lajur selebar tujuh meter dengan kondisi jalan masih lantai dasar. “Diperkirakan sekitar 60 persen kendaraan kecil akan masuk ke tol,” kata Budi saat berkunjung ke Tol Brebes Timur (Brexit), Ahad, 21 Mei 2017.

Sedangkan kendaraan berat seperti bus dan truk akan diarahkan ke Jalur Pantura dan Jalur Selatan. Kendaraan besar dilarang melintas ke jalan darurat lantaran kontruksi jalan yang tidak diperuntukan untuk itu.

Selain hanya memiliki ketebalan 10 sentimeter, menurut Budi, jalan darurat juga dibangun tanpa tulang. Karena itu, jika kendaraan besar dipaksakan melintas, dikhawatirkan akan merusak jalan tersebut. “Kendaraan besar akan dibuang ke pantura dan jalur selatan,” ujarnya.

Kepala Cabang Tol Kanci Pejagan Pemalang, Zulmarlian Iskandar, menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan 10 gardu pintu keluar yang ada di dekat Exit Tol Brebes Timur. Gerbang itu nantinya digunakan untuk pembayaran bagi pengendara yang melintasi tol Pejagan-Brebes Timur dan akan melanjutkan perjalanan ke Semarang melalui jalan tol darurat. “Itu bisa melayani 70 ribu kendaraan per hari,” katanya.

Kedatangan Budi ke Brexit untuk meninjau kesiapan infrastruktur yang akan digunakan pada musim mudik lebaran tahun ini. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan arus mudik lebaran nanti berlangsung aman dan lancar. Dalam kesempatan itu, ia meminta agar peristiwa kemacetan seperti tahun kemarin bisa dihindari.

Kementerian, kata Budi, sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengantisipasi kelangkaan BBM saat arus mudik. “Selain dengan Polri kami juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi peristiwa seperti tahun lalu seperti tahun lalu,” ujar dia.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

doraemon

BREBES okezone – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) yang menghubungkan Brebes dengan Kota Tegal dinilai sebagai solusi mengatasi kemacetan parah yang terjadi saat arus mudik Lebaran lalu. Tahun depan Jalingkut diharapkan menjadi jalur alternatif jika jalan tol macet total.

Karena itu, pembangunan proyek yang mangkrak sejak 2012 ini diprioritaskan untuk dilanjutkan kembali. Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan agar proyek Jalingkut Brebes-Tegal yang mangkrak bertahun-tahun segera dilanjutkan kembali.

Hal ini setelah dilakukan evaluasi terhadap kemacetan parah di jalur mudik Brebes. Keberadaan Jalingkut diharapkan dapat mencegah terjadinya kemacetan parah pada arus mudik tahun depan. “Saat datang ke Brebes dari Kementerian PU sudah merespons baik. Mudah-mudahan Jalingkut bisa digunakan saat arus mudik tahun mendatang,” ucapnya kemarin.

Menurut Idza, selain melanjutkan proyek Jalingkut, Kementerian PU juga berencana membangun underpass di jalur selatan Bumiayu untuk mengatasi kemacetan selalu terjadi di wilayah tersebut karena keberadaan perlintasan kereta api. “Mudah-mudahan benar-benar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Wilayah Losari-Brebes-Tegal Wahyu Supriyo mengatakan, kelanjutan pembangunan Jalingkut masih harus menunggu proses lelang ulang. Pengerjaan baru diperkirakan bisa dimulai tahun depan. “Masih harus dilakukan lelang ulang lebih dulu.

Tapi kami upayakan pengerjaan sudah dimulai tahun depan,” katanya kemarin. Menurut Wahyu, proses pembangunan hanya melanjutkan pengerjaan fisik yang terhenti di tengah jalan Sebab, pembebasan lahan yang dibutuhkan sudah rampung sebelum proyek berjalan. “Lahan sudah beres semua. Jadi nanti tinggal melanjutkan saja. Sebelum berhenti, pengerjaan sudah mencapai 50%,” ujarnya.

Wahyu mengaku keberadaan ruas Jalingkut di Kota Tegal sudah bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif selama arus mudik meski belum sepenuhnya rampung. “Sebenarnya tidak juga (karena macet parah arus mudik). Kan sudah dipakai juga saat arus mudik,” ujarnya. Untuk diketahui, proyek Jalingkut dikerjakan sejak 2010 dengan anggaran Rp205 miliar.

Dana tersebut merupakan sharing APBN sebesar 30 persen dan 70 persen dari bantuan Bank Dunia. Pada Februari 2012, proyek tersebut terhenti karena Bank Dunia menghentikan pendanaannya dengan alasan molor dari batas kontrak. Saat dihentikan, pengerjaan proyek baru mencapai 48 persen dari total panjang sekira 17,3 kilometer.

Akibat penghentian itu, PT BRD menggugat Bina Marga ke Badan Arbitrase Nasional (BANI) pada Mei 2013 senilai Rp161 miliar. PT BRD menganggap molornya pengerjaan proyek karena Bina Marga terlambat mengeluarkan justifikasi teknis. Dalam sidang 28 Januari lalu, BANI memenangkan sebagian gugatan PT BRD dan meminta Bina Marga membayar kerugian Rp26,8 miliar ke BRD Setelah diputuskan harus membayar kerugian kepada PT BRD oleh BANI, Bina Marga mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA.

Langkah PK itu diajukan Bina Marga sekitar dua bulan yang lalu. Bina Marga juga belum membayar kerugian ke BRD dengan alasan masih menunggu proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan angka pembayaran yang akan dimasukkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015.

(rai)

bird smallest

Jakarta detik- Arus pemudik masih ramai di Idul Fitri hari kedua. Untuk menghindari macet akibat antrean pintu keluar Tol Brebes Timur Exit (Brexit), cobalah lewat gerbang Tol Pejagan.

Bagi para pemudik yang hendak menuju Jalur Pantura dan ingin mengindari macet, keluar lah melalui Tol Pejagan. Pada Rabu (6/7/2016) tengah malam, antrean di gerbang tol ini relatif normal.

Memang ada antrean, namun tidaklah panjang seperti situasi antrean di Brexit. Antrean di Tol Pejagan tidak stagnan dan pemudik masih tetap bisa memacu kendaraannya.

Setelah keluar dari Tol Pejagan, ambilah jalan ke kiri pada pertigaan pertama, tepatnya di Jalan Ketanggungan-Tanjung. Di pertigaan berikutnya, ambilah jalan ke kanan untuk masuk Jalur Pantura Losari-Bulakamba.

Hingga memasuki Kota Brebes, lalu lintas masih lancar. Pengendara yang melewati jalur arteri ini akan bertemu dengan pemudik yang keluar dari pintu keluar Tol Brexit saat memasuki Jalur Pantura Brebes-Tegal. Di jalur ini, lalu lintas sedikit padat sehingga polisi memberlakukan contra flow satu lajur.

Meski begitu, pengendara tidak terjebak dengan kemacetan panjang bahkan contra flow tidak terlalu panjang sebab ketika hendak memasuki Kota Tegal, lalu lintas semakin longgar. Kendaraan tampak ramai kembali ketika memasuki wilayah kota.

Di sejumlah SPBU yang ada di Tegal, terlihat ada banyak mobil terparkir. Tampak juga antrean pengedara yang sedang mengisi BBM. Mayoritas adalah pemudik yang tengah beristirahat usai kena macet panjang di Brexit. Sebagian ada yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan sempat sedikit membuat lalu lintas tersendat.

Saat melintasi Kota Tegal, kendaraan kembali terlihat padat. Namun lepas dari Tegal, lalu lintas sudah cukup lancar dan kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Meski lalu lintas Pantura selepas Tegal ramai lancar, pengendara diimbau waspada. Sebab pada Kamis (7/7) dini hari ini, gerimis mengguyur di sejumlah lokasi.
(elz/hri)

ezgif.com-resize

BREBES kontan. Berkat dihapusnya empat dari total tujuh barrier gate di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes Timur menjadi tiga, membuat waktu perjalanan hanya 4,5 jam dengan nilai total transaksi Rp 165.000.

Tim “Merapah Trans-Jawa” Kompas.com, menyusuri ruas baru Tol Trans-Jawa sejak Sabtu (25/6) hingga Minggu (3/7).

Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB, kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota Jakarta menuju Cikampek ramai lancar.

Beberapa kendaraan pemudik mulai terlihat padat di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dengan antrian hingga 500 meter.

Di GT Cikarang Utama ini, pemudik mengambil tiket tol dan kemudian membayarnya di tempat tujuan masing-masing.

Tim Kompas.com, melakukan transaksi pertama di GT Palimanan secara tunai dengan nilai sebesar Rp 109.500.

Antrian kendaraan menjelang GT Palimanan sekitar 300 meter. Banyak pemudik yang masih melakukan transaksi secara tunai, namun tak sedikit pula yang membayar dengan skema e-payment atau kartu elektronik.

Setelah membayar dan sekaligus mengambil tiket di GT Palimanan, Kompas.com melanjutkan perjalanan ke Brebes Timur dengan satu kali transaksi di GT Brebes Timur dengan nilai Rp 55.500.

Sistem pembayaran terintegrasi ini merupakan bagian dari langkah awal pelaksanaan peta jalan Electronic Toll Collection jalan tol di Indonesia, menuju diterapkannya pembayaran secara free flow (tanpa henti) dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Klaster 

Integrasi sistem ini mencakup tujuh ruas jalan tol sepanjang 364 kilometer yang dibagi dalam dua klaster, yaitu:

Klaster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padalarang-Cileunyi yang dikelola PT Jasa Marga (persero) Tbk dan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Klaster II mencakup Jalan Tol Palimanan-Kanci (PT Jasa Marga Tbk), dan Jalan Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes (PT Semesta Marga Raya).

Sebanyak empat barrier gate dihapuskan, artinya pengguna hanya lewat saja, tidak ada transaksi. Keempat barrier gate tersebut ada di Cikopo, Plumbon, Ciperna dan Mertapada.

Sementara khusus Klaster I, Gerbang Tol (GT) Cikopo tidak dioperasikan lagi sehingga pengguna dapat langsung melanjutkan perjalanan melalui tanpa harus berhenti.

Gerbang Palimanan menjadi gerbang tol bersama (joint gate) bagi ruas-ruas di Klaster I dan Klaster 2, serta dioperasikan oleh PT LMS.

Di masing-masing klaster, pengumpulan tol (baik tunai maupun non-tunai) dilakukan secara terintegrasi dengan sistem tertutup (tarif berdasarkan jarak tempuh), tanpa dibatasi barrier antar ruas tol.

Besaran tarif tol yang dikenakan tetap menggunakan ketetapan yang berlaku. Sebagai ilustrasi, kendaraan dari Jakarta tujuan ke Jawa Tengah yang semula 7 kali berhenti (yaitu di Cikarang Utama, Cikopo, Palimanan, Plumbon, Ciperna, Mertapada, dan Brebes Timur), menjadi hanya 3 kali berhenti.

Pengguna mengambil tiket tol di GT Cikarang Utama, lalu berhenti di GT Palimanan untuk membayar tarif tol Klaster I  Jakarta-Cikopo-Palimanan senilai Rp 109.500 (tarif Gol-1 Rp 13.500 + Rp 96.000) sekaligus mengambil tiket Klaster 2, dan berhenti GT Brebes Timur untuk membayar tarif tol Klaster 2 Palimanan-Kanci-Pejagan-Brebes Timur senilai Rp 55.500.

Jadi total tarif yang harus dibayar pengguna untuk melintasi Jakarta-Brebes Timur sebesar Rp 165.000. (Hilda B. Alexander)

 

PALIMANAN okezone – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memaksimalkan pelayanan bagi para pengguna jalan tol. Salah satu caranya adalah dengan cara mengintegrasikan sistem pembayaran antar jalan tol yang pengelolanya berbeda.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini, melakukan uji coba sistem transaksi terintegrasi dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Untuk melewati ruas tol ini, pengemudi akan dikenakan tarif Rp109.500.

“Uji coba hari ini tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang, akan dilakukan evaluasi. Sehingga waktu tempuh akibat kendaraan berhenti akan kita hilangkan. Tentu akan mempercepat pengemudi mencapai tujuannya,” ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Gerbang Tol Palimanan, Palimanan, Senin (13/06/2016).

Dia menjelaskan, uji coba sistem transaksi terintegrasi ini dilakukan dalam rangka memperlancar arus lalu lintas antara jalan tol yaitu menghubungkan Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan, dan juga ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, serta Pejagan-Pemalang.

“Sistem transaksi terintegrasi pada ruas-ruas tersebut harus sudah diimplementasikan sebelum masa arus mudik Lebaran 2016,” jelasnya. (Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Palimanan Sekali Bayar Rp109.500)

Lebih lanjut dia menerangkan, proses sistem transaksi terintegrasi ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal. Para pengendara nantinya hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan, sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Barrier Gate, yaitu Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna dan Gerbang Tol Mertapada.

“Nanti di Cikarang Utama pengendara ambil kartu, sesampainya di Palimanan, pengendara bayar tarif dan diberi kartu lagi nanti bayar di tempat keluar,” lanjutnya.

Selain masuk tol Jakarta-Palimanan, integrasi pembayaran juga akan dilakukan pada ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini baru tersambung sampai Brebes Timur.

Dengan demikian, pemudik dari Jakarta yang meneruskan perjalanan hingga Brebes Timur, cukup melakukan transaksi pengambilan kartu di Gerbang Tol Cikarang Utama, melakukan pembayaran di Gerbang Tol Palimanan sekaligus mengambil kartu dan melakukan pembayaran lagi di Gerbang Tol Brebes Timur. “Kalau mau keluar di Brebes Timur, bayarnya di Brebes Timur,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan uji coba integrasi sistem transaksi di Gerbang Tol Palimanan, hal ini dilakukan berdasarkan surat dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) No. UM.01.11-P/08 tanggal 16 Februari 2016 dan No. PW.01.01-P/11 tanggal 13 Mei 2016.

Untuk diketahui, sistem transaksi akan dibagi menjadi dia cluster yaitu Cluster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Masa), Jalan Tol Cipularang (Jasa Marga), Jalan Padaleunyi (Jasa Marga), serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster II meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road).

(mrt)

rose KECIL

BAWEN. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memberikan sejumlah catatan kepada PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) tentang kesiapan ruas jalan tol Bawen-Salatiga jika akan digunakan sebagai jalur alternatif arus mudik Lebaran 2016.

Sebagaimana diketahui ada 4 titik dijalan tol seksi III Semarang-Solo tersebut yang belum tersambung, sehingga PT TMJ sebagai pihak operator telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif jalan tol sepanjang 17.5 kilometer ini bisa dilalui pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2016.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Herukoco mengatakan, pihaknya kemarin telah melakukan rapat koordinasi bersama TMJ, Pemkab Semarang serta jajaran Polres Semarang dan Polres Salatiga.

Dari paparan pihak TMJ dilanjutkan dengan tinjauan ke lapangan, pihaknya melihat banyak titik yang rawan bagi keselamatan pemudik.

“Memang ada beberapa lokasi yang dari segi keselamatan harus diperhatian dengan benar. Karena ada bukit yang ditembus dengan jalan berkelok-kelok, itu dari segi keselamatan harus benar-benar diberi peringatan diberi alat pengaman jalan. artinya masyarakat jangan sampai tidak tahu bahwa itu adalah tanjakan dan turunan,” kata Herukoco, Kamis (9/6).

Selain kontur jalan yang masih belum landai mengingat pekerjaan fisik baru berjalan 43,8%, lanjutnya, jalur yang disiapkan ternyata masih banyak menemui persimpangan sebidang. Yakni, jalur tol yang bersingungan dengan jalan-jalan poros desa atau jalan perkampungan.

Dengan demikian pada titik-titik yang rawan tersebut perlu disiapkan petugas.

Titik lainnya yang perlu segera ditangani adalah, pada gerbang keluar tol Salatiga di kelurahan Tingkir. Sebab di titik ini, kendaraan yang keluar dari jalan tol akan menemui jalan reguler yang relatif sempit, yakni 5 lebar 5 meter.

Padahal jalan Tingkir ini tergolong padat terutama pada saat hari libur. Sehingga jika tidak diatur sedemikian rupa, akan menimbulkan antrian atau kemacetan baik di jalur keluar tol maupun di jalur reguler.

“Perlu ada pengaturan lalu lintas karena memang di titik ini sudah padat sekali. Tentunya ketika dari Bawen sudah diaktifkan, di sini jangan ditutup. Jangan sampai di sini memanjang ke belakang,” lanjutnya.

Melihat konsisi yang ada, pihaknya memperkirakan saat jalan tol Bawen-Salatigadioperasikan pada masa arus mudik 2016 mendatang, akan diperlukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup.

Selain itu, petugas juga perlu mengurai kemacetan di sekitar pasar Suruh dan pertigaan Tingkir akibat dampat kepadatan kendaraan di keluar tol Salatiga.

“Jadi kita pantau disini, kalau memang di exit tol Salatiga sudah padat, ke arah jalan alternatif di Bawen kita tidak gunakan dulu. Sehingga kalau di jalur alternatif macet atau panjang antriannya, (maka) di exit tol alternatif ini ditutup, sambil melakukan pengaturan di Suruh dan di pertigaan tingkir,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Herukoco berpendapat, pada arus mudik 2016 prioritas kendaraan dari Bawen ke Salatiga tetap akan diprioritaskan melalui jalur utama dibandingkan mengarahkan ke jalur alternatif termasuk tol.

“Ini bukan rekomendasi, artinya alternatif pertama ketika arus berjalan lancar tentunya kita menggunakan jalur utama. Tetapi seandainya panjang sekali kita pelu gunakan jalur aternatif,” tandasnya.

Herukoco menambahkan, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk memutuskantol Bawen-Salatiga bisa digunakan atau tidak. Melainkan sebatas memberikan masukan kepada pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini TMJ sebagai operator.

“Ini kan jalan belum jadi ya. Artinya ada tim bersama melibatkan dari Bina Marga, dari Dinas Perhubungan dan juga dari kepolisian,” ucapnya.

Berdasarkan target waktu yang telah ditentukan, PT TMJ akan meminta penilaian dari tim penilai kelayakan jalan pada tangal 21 juni mendatang. Tim penilai akan memutuskan apakah jalan tol Bawen-Salatiga berikut didalamnya jalur-jalur alternatif yang disiapkan, layak atau tidak dilalui kendaraan pemudik.(Syahrul Munir)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Masa liburan panjang (long weekend) 5-8 Mei 2016 sudah di ambang pintu. Di masa ini, sudah bisa dipastikan lonjakan kendaraan yang melalui jalan tol akan terjadi.

Untuk menghadapi kondisi itu, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto, mengatakan dibandingkan kondisi traffick harian normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per arah, diperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan di GT Cikopo mencapai lebih dari dua kali lipat.

Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2016 dengan volume traffick di GT Cikopo sekitar 30.000 kendaraan per hari.

“Saat arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Senin dini hari, kepadatan diprediksi mencapai 38.000 kendaraan per hari,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Hudaya menjelaskan antisipasi di lapangan di antaranya dengan membuka maksimal gardu tol di gerbang-gerbang utama, yaitu 15 gardu di GT Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan.

Selain itu, masih ada tambahan 6 gardu satelit. Petugas tol di dua gerbang tol itu juga ditambah dari semula 90 personel menjadi 140 personel. Pihak LMS juga melakukan penambahan uang kecil untuk kembalian pembayaran tarif tol.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya tidak bersamaan supaya tidak terjebak kemacetan.

Hindari perjalanan bersamaan pada Rabu sore/malam (4 Mei 2016) saat keluar wilayah Jakarta, dan saat arus balik hindari perjalanan bersamaan pada Minggu sore/malam (8 Mei 2016),” tuturnya.

bird smallest

 

BERITA1: Bekasi- Polresta Bekasi menyiagakan sebanyak 633 personel gabungan dalam pengamanan libur panjang, 5-8 Mei 2016. Personel disiagakan untuk mengamankan tiga lokasi seperti rumah ibadah, tempat wisata dan Tol Jakarta-Cikampek atau jalur Pantura.

Dari 633 personel gabungan tersebut, 50 personel berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 16 personel petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang mengerahkan dua unit damkar, 20 personel PT Jasa Marga dan 10 personel menyiagakan dua unit mobil ambulans. Sisanya, anggota kepolisian dari Polsek, Polresta Bekasi serta Polda Metro Jaya. “Para personel kepolisian mulai bersiaga pada Rabu (4/5) sore,” ujar Wakil Kapolresta Bekasi, AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Selasa (3/5).

Di Tol Jakarta-Cikampek dia mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan mulai KM 17-41 sebanyak sembilan titik. Di antaranya,

  • rest area KM 19 Tambun Selatan,
  • bawah jembatan Grand Wisata Tambun,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang tol Cikarang Utama,
  • rest area KM 33, off ramp Cibatu,
  • off ramp Cikarang Pusat Deltamas dan
  • rest area KM 39.

Sebaliknya, arus balik dari Cikampek menuju Jakarta, akan diperkirakan pada Minggu (8/5). Kekuatan personel disiagakan 10 titik utama yakni

  • perbatasan Karawang KM 41,
  • off rampDeltamas KM 36,
  • off ramp Cibatu,
  • rest area KM 32,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang Tol Cikarang Utama,
  • gerbang tol Colorobia,
  • gerbang Tol Cibitung,
  • off ramp Tambun.

Selain itu, Polresta Bekasi juga menyiagakan personel di tempat ibadah, masjid dan gereja, se-Kabupaten Bekasi. “Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah pada Kamis bagi umat Nasrani dan Jumat bagi umat Muslim dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 39 gereja yang dilakukan pengamanan pada Kamis (5/5). Terkait hal itu, Wakil Kapolresta Bekasi menepis adanya indikator gangguan keamanan di wilayahnya. “Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda gangguan kamtibmas laporan dari intelijen. Pengamanan yang kami lakukan sifatnya preventif dan mempersempit ruang gerak apabila ada pihak yang ingin mengganggu keamanan. Kami juga meminta kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga kondisi aman di sekitarnya,” kata Sonny.

Terakhir, lokasi yang juga menjadi perhatian kepolisian untuk dilakukan pengamanan adalah tempat wisata atau tempat keramaian liburan keluarga. “Akan ada peningkatan kegiatan masyarakat di tempat wisata pada 6-7 Mei nanti,” imbuhnya.

 

Mikael Niman/WBP

Suara Pembaruan

ezgif.com-resize

Jakarta detik-Musim mudik lebaran segera tiba. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengumpulkan perusahaan pelat merah yang berkaitan langsung dengan momentum rutin tahunan tersebut.

Hasil dalam rapat tersebut adalah menyegerakan penerapan rencana penghapusan gerbang antar tol. Pada musim mudik lebaran nanti pemudik yang melintas jalan tol cukup melakukan pembayaran dua kali saja dari Jakarta hingga Brebes Timur.

“Beliau (Menteri BUMN) memesan kepada kami agar supaya kenyamanan penumpang atau pengguna jalan menjadi nomor satu, ini akan kita lakukan. Dengan menggabungkan sistem pembayaran nanti ada dua cluster,” kata Direkur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Adapun cluster pertama yang sistem pembayarannya digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi nanti masuk Cikarang Utama, ambil tiket. Baru bayar di Pintu Tol Palimanan. Nggak ada lagi pintu tol Cikopo. Sama, yang dari Bandung juga begitu, langsung bayar satu kali di Palimanan,” jelas Adit.

Cluster kedua, adalah penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur.

“Saat dia (pemudik atau pengguna jalan) keluar di Palimanan kan sekalian bayar dikasih tiket nanti keluarnya langsung di Brebes Timur. Jadi kita bisa memotong tiga gerbang. Ini kemajuan yang luar biasa. Lebih efisien dan cepat,” tutur dia.

Sekedar informasi, rencana penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol telah menjadi agenda utama Pemerintah sejak akhir tahun lalu. Lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, mulai mengumpulkan operator jalan tol untuk merumuskan rencana tersebut.

Sebelum ada penggabungan sistem pembayaran ini, pemudik yang menggunakan jalan tol harus berhenti melewati sedikitnya 6 pintu tol hingga Brebes Timur. Yakni, Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Cikopo, Pintu Tol Palimanan, Pintu Tol Kanci, Pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes Timur.

Dengan adanya penggabungan sistem pembayaran ini maka pemudik cukup berhenti di Pintu Tol Cikarang Utama, Palimanan dan Brebes Timur saja.

(dna/hns)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan instrumen nontunai dalam pembayaran jasa jalan tol diestimasi dapat mengurangi kemacetan hingga 40% ketika puncak arus mudik Lebaran. Implementasi program ini akan dimulai pada Juni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan intensifikasi penggunaan sistem sensor di gerbang tol guna mereduksi kepadatan arus mudik sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Menurutnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan estimasi tersebut. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki roadmap penggunaan transaksi nontunai sepertie-money dan e-toll.

Hitung-hitungannya BPJT itu bisa mengurangi kemacetan 40% dari antrean pintu tol utuh. nanti bayarnya dipintu keluar seperti Brebes Timur, atau yang di Bandung, dan kami dari BPJT juga telah membuat. Itu baru satu klaster belum nanti klaster lain,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Basuki mengestimasi, pembayaran tunai memakan waktu selama 20 detik per kendaraan, sedangkan nontunai 10-12 detik. Untuk itu, dia menyampaikan akan berusaha melakukan integrasi seluruh pintu tol yang akan dimulai dari Cikopo, Palimanan-Pejagan.

“Jadi cuma ambil kartu, pas pintu keluar baru bayar, ini open system. Kita coba bertahap per klaster, pertama itu Cikarang Utama sampai Brebes Timur, nanti Solo-Ngawi sampai Surabaya,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Tol Cipali juga telah diintegrasikan dan tidak ada lagi pintuya. Sehingga, katanya, dari Cikarang Utama sudah tidak ada lagi hambatan. “Cikarang Utama, Bandung, sampai Brebes Timur itu satu cluster.”

Menteri PUPR mengatakan fokus implementasi ini ada di Pulau Jawa. Dia menyebutkan, percobaan ini juga membutuhkan waktu karena bank dan investor yang terlibat beragam, serta tidak hanya menggunakan sistem terbuka, melainkan juga tertutup.

Untuk persiapan arus mudik Lebaran, Basuki menjanjikan perbaikan sejumlah ruas jalan di Pantura seperti wilayah Ciasem, Pamanukan dan Pusakajaya akan usai pada akhir Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi dan mengamankan pelaksanaan libur panjang Lebaran, yang diprediksi akan terlaksana pada 6-7 Juli 2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan persoalan keamanan, transportasi dan energi harus dijaga pada momen Ramadan dan Lebaran. Adapun, akan ada satu kali Rapat Terbatas lagi untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Pengamanan itu mencakup arus transportasi orang dan barang, stabilisasi dan ketersediaan harga pangan serta ketersediaan harga komoditas energi.

“Kebetulan kan posko mudik tahun ini lebih lama, H-4 sampai H+4, jadi mudah-mudahan lebih baik karena lebih lama poskonya. Koordinatornya nanti Kemenhub, dan ada kami , Polri dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

peta jalan kasar PINTAS tol bandara-tol serpong-tol jagoraw1

jorr-becakayu-cikampek

 

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/78/Petajlj.jpg

peta lingkar luar jakarta 2014peta lingkar luar jakarta 2014ulujamipeta lingkar luar jakarta 2014full

JORR_2_Peta

SERANG (Pos Kota) – Sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 214.1/KPTS/M/2017 tentang Penetapan Tarif dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Jakarta -Merak, gerbang Tol Karang Tengah ditiadakan mulai Minggu 9 April 2017 pukul 00.00 WIB. Gerbang tol yang dikelola PT Jasa Marga ini dituding merugikan pelanggan jalan tol karena biang kemacetan.

Dengan dihapuskannnya transaksi di Gerbang Tol Karang Tengah, pihak pengelola jalan tol yang menghubungkan Jakarta – Merak akan melakukan integrasi sistem transaksi.

“Kita berlakukan integrasi sistem transaksi Ruas Tol Jakarta–Tangerang (segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat) yang dioperasikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Ruas Tol Tangerang–Merak (segmen Tangerang Barat-Cikupa) yang dioperasikan oleh PT Marga Mandalasakti,” kata Kepala Divisi Hukum & Humas PT Marga Mandalasakti Indah Permanasari, Sabtu (8/4/2017).

Integrasi ini, kata Indah dilakukan dengan meniadakan transaksi di Gerbang Tol Karang Tengah. Sehingga diharapkan pelayanan dapat ditingkatkan dan kepadatan khususnya segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa dapat dikurangi.

Dengan integrasi ini, Indah menambahkan, maka tarif yang diberlakukan adalah tarif integrasi. Segmen Jakarta-Tangerang-Cikupa akan menggunakan sistem terbuka, berlaku satu tarif mulai dari Simpang Susun Tomang hingga Gerbang Tol Cikupa. Pengguna jalan dari Simpang Susun Tomang dan keluar di pintu tol segmen Tangerang sampai Cikupa, akan dikenakan tarif integrasi sebesar Rp7.000.

Sedangkan bagi pengguna tol yang keluar di segmen Balaraja Timur-Merak, dikenakan tarif integrasi ditambah tarif Tol Tangerang-Merak sesuai dengan jarak tempuhnya. Transaksi dilakukan sekaligus di gerbang tol tujuan.

“Hal yang sama juga berlaku bagi pengguna jalan dari Ruas Tangerang-Merak menuju Jakarta, pembayaran dilakukan di Gerbang Tol Cikupa sebesar tarif tol Tangerang-Merak ditambah tarif integrasi.”

Terkait persiapan yang sudah dilakukan, operator ruas tol Tangerang-Merak telah menyiapkan beberapa penambahan sarana, antara lain penambahan 3 gardu masuk arah Merak di Gerbang Tol Cikupa, sehingga total gardu masuk sebanyak 8 gardu terdiri atas 6 Gardu Tol Otomatis dan 2 Gardu manual. Juga penambahan 1 gardu off ramp Cikupa, total menjadi 3 gardu. Selain itu, menambahkan lajur keempat ruas Tangerang Barat/Bitung-Cikupa. (haryono)

moga2 lancar

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati Jakarta Outer Ring Road West 2 diminta membenahi dan menata jaringan jalan yang terhubung ke jalan tol lingkar luar itu. Penataan jaringan jalan diperlukan karena kekacauan lalu lintas mulai terjadi di kawasan sekitar tol dan di pintu-pintu tol.

Ahli transportasi Universitas Indonesia, Ellen SW Tangkudung, Selasa (22/7), mengatakan, jaringan jalan yang langsung terhubung dengan jalan tol seharusnya jaringan jalan yang termasuk kelas jalan arteri primer. Jika jalan tol langsung terhubung dengan jalan arteri sekunder, bahkan permukiman, tentu akan berdampak pada terjadinya kekacauan lalu lintas.

Pendapat Ellen beralasan karena saat ini saja di sekitar Pintu Tol Ciledug, lalu lintas di Jalan Ciledug Raya terganggu. Di pintu tol ini, jalan tol yang lebar dan lapang tiba-tiba bertemu dengan Jalan Ciledug Raya yang sempit dan nyaris selalu padat.

Selain itu, pintu tol ini juga bermuara ke Jalan M Saidi Raya yang menghubungkan ke kawasan Bintaro. Jalan M Saidi Raya ini selebar sekitar 8-10 meter saja dan membelah permukiman serta kompleks-kompleks perumahan yang cukup padat.

Dari arah Ciledug Raya harus menembus jalan berkelok di bawah kolong tol untuk menuju Saidi Raya. Tukang-tukang ojek sudah mulai mangkal di kolong tol pada malam hari. Fasilitas penerangan pun kurang memadai.

Pada pagi dan sore hari kemarin, warga Bintaro kerepotan setelah Pintu Tol Bintaro Viaduct di Sektor 3 resmi ditutup. Pelanggan tol yang hendak berangkat dan pulang kerja terjebak kemacetan di jalan utama Bintaro Sektor 2-9 perumahan itu.

”Macet karena antre di pintu tol yang biasanya cuma 20 menit, tadi pagi, jadi 1,5 jam. Karena biasanya di Viaduct, sekarang harus dari pintu tol di Sektor 9,” kata Risna, warga Bintaro.

Warga setempat juga merasa dirugikan karena harus membayar lebih banyak dari biasanya. Dari Pintu Tol Pondok Aren dan keluar di Veteran saja, pengguna tol harus membayar Rp 11.000 per mobil. Biasanya, hanya bayar Rp 7.000 per mobil.

Sementara dari arah Serpong kemudian keluar di Pintu Tol Veteran, biaya yang harus dibayar pengguna sebesar Rp 16.000 per mobil. Biasanya, hanya Rp 12.000-Rp 14.000 per mobil.

Dampak dari pengoperasian tol lingkar luar membuat akses Pintu Keluar Tol Bintaro, Gerbang Tol Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Selasa pagi, macet. Hal ini mengundang protes warga pengguna rute tol tersebut.

Sementara itu, warga yang tinggal dan sering menuju Sektor 1-3 Bintaro keberatan atas penutupan Pintu Tol Viaduct. ”Dengan penutupan pintu keluar ini, kalau mau ke Sektor 1-3, kami harus keluar di Sektor 7 Bintaro dulu. Jaraknya sekitar 6 kilometer. Lumayan cukup jauh mutarnya,” kata Tora (48), karyawan swasta di Sektor 3.

Selain harus memutar jauh, Tora yang warga Pasar Jumat, Jakarta Selatan, mengatakan, ia harus melintasi Sektor 5 untuk sampai Bintaro Plaza.

Tidak utuh

Ellen melihat kekacauan di Bintaro setelah penutupan Pintu Tol Viaduct karena selama ini masyarakat setempat sudah merasa fasilitas tol itu bagian dari kompleks perumahannya.

”Ini akibat pembangunan jaringan jalan, termasuk tol, yang tidak utuh. Dibiarkan lama terpotong-potong. Pintu tol sementara yang dioperasikan di Viaduct telanjur dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Ellen.

Hal ini juga menggambarkan pemerintah pusat dan daerah tidak pernah siap dalam menyediakan fasilitas jaringan jalan. JORR ini sudah tertunda sejak 1990-an. Di sisi lain, jaringan jalan lain yang terhubung dibiarkan tidak terurus. ”Agar kekacauan tidak terus terjadi, segera benahi Jalan Ciledug Raya, Jalan M Saidi Raya, Joglo Raya, juga Ulujami,” katanya.

Sementara itu, dampak dari tersambungnya tol lingkar luar itu membuat warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan Bintaro, Jaksel, lebih mudah dan cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.

Perjalanan dari Gerbang Tol Pondok Ranji menuju Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pagi, hanya butuh waktu 18 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 kilometer per jam. Waktu tempuh itu sangat pendek dibandingkan dengan menggunakan akses Tol Alam Sutera atau jalan biasanya yang membutuhkan waktu minimal satu jam dalam kondisi tidak macet.

Transaksi pembayaran sebanyak tiga kali, yakni Rp 11.000 di Tol Pondok Ranji, Rp 8.500 di Tol Kayu Besar, dan Rp 5.500 di Tol Sedyatmo. Total biaya yang dikeluarkan Rp 25.000.

Sementara pengguna yang masuk Tol Pondok Ranji dari arah Sektor 3 Bintaro harus memutar di Sektor 7 Bintaro dan masuk Tol Pondok Ranji arah Bandara itu. Total biaya tol yang dikeluarkan Rp 27.500. (NEL/PIN)

Editor : Hindra Liauw
Sumber : KOMPAS CETAK

 

Jakarta  detik-Proyek tol Jakarta Outer Ring Road I (JORR I) W2 Utara seksi ruas Ciledug-Ulujami (Paket 4) sepanjang 2,07 Km akan beroperasi Juli 2014. Jika tol ini sudah beroperasi maka banyak pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk menuju bandara (sebaliknya) dan mengurangi volume kendaraan tol dalam kota Jakarta.

Bagi masyarakat yang tinggal di selatan Jakarta, untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta bisa banyak pilihan, selain melalui tol dalam kota (tengah) dan tol Tanjung Priok (timur). Kini bisa melewati sisi barat melalui tol W2 hingga ke bandara.

Sesi Ciledug-Ulujami merupakan bagian dari rangkaian Tol Kebon Jeruk-Ulujami (W2) sepanjang 7,67 Km, Tol W2 bagian dari jaringan JORR I yang mengelilingi Jakarta.

Jaringan JORR I antaralain tol W1 Penjaringan – Kembangan, JORR W2 Seksi 4 Kembangan – Joglo, JORR W2 Seksi 3 Joglo – Ulujami, JORR W2 Seksi 2 Ulujami – Veteran, JORR W2 Seksi 1 Veteran – Pondok Pinang, JORR S Pondok Pinang – TMII, JORR E1 Seksi 1 TMII – Ceger, JORR E1 Seksi 2 Ceger – Hankam, JORR E1 Seksi 3 Hankam – Jatiasih, JORR E1 Seksi 4 Jatiasih – Cikunir, JORR E2 Cikunir – Cakung, JORR E3 Cakung – Cilincing, JORR N Cilincing – Tanjung-Priok

Proyek tol W2 Utara terbagi menjadi 4 paket, antaralain Paket I (Kebon Jeruk-Meruya) sepanjang 1,95 km, Paket II (Meruya-Joglo) sepanjang 1,5 Km, Paket III (Joglo-Ciledug) sepanjang 2,35 Km dan paket IV yang membentang dari Ciledug-Ulujami sepanjang 2,07 Km.

Panjang keseluruhan 7,67 km, PT Marga Lintas Jakarta adalah anak usaha dari PT Jasa Marga Tbk selaku pemegang konsesi atas ruas tol ini. Total investasi untuk ruas tol ini menelan dana Rp 2,2 triliun.

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

INFO DOANk: kuliner khas antara Cirebon n Pekalongan

peta tauto PPIP BU Bawon Pekalongan

doraemon

Minggu, 28/08/2011 12:19 WIB
Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan

Bondan Winarno – detikFood

Kuliner Jalur Mudik Pantura: Cirebon-Pekalongan
Jakarta – Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape Cirebon -Pekalongan hari ini. Jika perlu tempat perhentian untuk mengisi perut sore nanti, intip dulu yang satu ini.

bird smallest

Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape ini, sehingga diperlukan lebih banyak tempat perhentian untuk mengisi perut. Di lintasan Cirebon-Tegal, mungkin Anda harus puas dengan beberapa rumah makan padang yang banyak didapati di lintasan ini. Di Brebes ada oleh-oleh spesial yang boleh dihampiri, yaitu tape ketan dibungkus daun jambu. Cocok untuk dibawa sebagai buah tangan (Tape Ketan Ibu Ono, Gg. Darussalam 77, Brebes, 0283 671281). Telur asin Brebes juga merupakan oleh-oleh yang populer.

Tegal punya pilihan kuliner yang kaya. Warung murah-meriah favorit saya adalah RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal, bagi saya, adalah salah satu jenis sate kambing terbaik di Indonesia. Istilah “balibul” adalah untuk kambing yang berusia di bawah lima bulan. Sekarang muncul versi yang lebih muda, yaitu “batibul” alias bawah tiga bulan. Salah satu alamat yang direkomendasikan adalah Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Bila Anda bukan penyuka sate kambing, pilihannya adalah sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawi) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label “Sedap Malam”. Yang asli dari seri “Sedap Malam” ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung lain yang saya rekomendasikan di Tegal adalah Warung Alwi (Jl.Setiabudi). Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

Bila Anda memerlukan toilet bersih setelah melintasi Tegal, singgahlah di SPBU, sekitar 3 km setelah Tegal. Ini tempat persinggahan populer karena punya 67 toilet (Rekor Muri), lengkap dengan tempat pijat refleksi dan tempat tidur gratis untuk rehat sejenak.

rose KECIL

Di antara Tegal-Pemalang km 7 juga ada sebuah rumah makan yang direkomendasikan untuk disinggahi, yaitu Restoran Pringsewu (0283 3318138) dengan sajian ayam kremes dan tempe mendoannya yang populer.

Kota berikut yang akan Anda singgahi adalah Pemalang. Di Desa Kendaldoyong (sebelum Pemalang, jalan Raya Petarukan) Anda akan menemukan Kepiting Gemes Pak Marno. Kepiting dengan saus yang rasanya mirip rendang, tetapi tanpa santan Tetapi, bila Anda bisa bersabar sebentar, teruslah mengemudi sampai ke Comal dan singgah di RM Prima (Jl. A. Yani 31-33, Comal, 0285 577272, 7911100). Tempatnya lebih representatif, dengan berbagai sajian kepiting dan seafood lainnya.

reaction_1

Masakan kepiting seperti ini juga dapat dijumpai di Pekalongan,disajikan oleh Bang Kombor, di Jl. Belimbing.

Pemalang juga terkenal dengan sajian bernama grombyang, semacam hibrida antara soto dengan gulai dan rawon, dari daging sapi atau daging kerbau. Yang paling populer adalah grombyang Haji Warso (Jl. RE Martadinata). Ada juga Sate Loso, persis di persilangan KA memasuki Kota Pemalang. Sate Loso agak mirip dengan sate ayam Margasari di Tegal tadi.

Memasuki Kota Pekalongan, Anda harus siap dengan tawaran Pekalongan yang memang spesial. Soto Pekalongan yang super-gurih dengan taucodisebut tauto. Dulu, semua tauto harus dibuat dari daging kerbau,tetapi sekarang sudah banyak tauto versi daging sapi. Favorit saya adalah Tauto PPIP (Jl. Dr. Wahidin).

Ikon kuliner Pekalongan lainnya adalah nasi megono. Ada dua jenis nasi megono: basah dan kering. Yang paling umum adalah nasi megono kering,yaitu nasi putih dicampur dengan nangka muda rebus dicincang dan parutan kelapa. Dimakan dengan berbagai lauk-pauk, khususnya masakan cumi dengan tinta hitamnya. Favorit saya adalah Nasi Megono Pak Tjukup (keturunan Tionghoa) di Jalan Mangga. Lauknya sangat beragam di rumah makan ini. Nasi megono basah dibuat dengan campuran rebung, cepat basi kalau tidak segera disantap. Versi ini sudah semakin jarang dijumpai.

Ada lagi satu tempat makan khas di Pekalongan yang saya sukai, yaitu RM Zarkasi (Jl. Sulawesi 52) yang populer dengan nasi uwet (gule encer dari usus kambing). Bila Anda penggemar nasi kebuli, singgahlah ke RM Puas (Jl. Surabaya 32).

…yang juga khas di Pekalongan:
Typical food

Megono Rice
Pekalongan is famous with its typical food known as Megono, that is a kind of dish made from chopped young jackfruit (Javanese : gori) mixed with “urapan” (grated coconut with spices) and sambal urapan (Javanese : kluban). Megono is very delicious and suitable as a side dishes for breakfast, also suitable if it mixed with any dishes.

Tauto
Pekalongan Tauto is typical food of Pekalongan, kind of Soto (Indonesian clear soup), but for the ingredients added “taucho” (kind of flavoring that has special aroma, made from soy). Just like soto, we also put meat and innards as well as sohun noodle into Taouto. We can eat Touto with rice but it is more delicious if we eat it with “lontong” (rice steamed in a banana leaf).

Garang asam
Garang asam is a food kind of Rawon (beef stew made with keluak), typical from Pekalongan. Only for Garang Asam but the gravy is given many tomato, so it has a fresh sour taste. Garang asam usually mixed with meat, innards, or eggs.

Keripik Tahu (Tofu Crispy Chips)

big-dancing-banana-smiley-emoticon

… di Tegal:
1. Pastel tutup
Ada pepatah: Kentang di pasar, sosis di toko, ketemunya di mangkok jua. Yep, ada kentang, sosis, buncis dan entah apa lagi, dimasukkan ke sebuah mangkok kecil. Ditutup lagi sama selapis adonan kentang lalu dipanggang. Voila, pastel tutup! Rasanya? Manis, lembut dan nagih. Hehe.

2. Ayam kodok
Kaga deng. Isinya doang. Bayangkan isinya ayam kodok menari-nari di tengah mangkok. Kesimpulan, anda berhalusinasi. Bayangkan isinya ayam kodok yang begitu besar dan bikin ngiler ada di tengah mangkok. Lalu tambahkan kuah kaldu yang panas lagi gurih. Potong sesuap dan masukkan ke mulut anda. Uuuuuhhh, sekarang (isi) ayam kodoknya nari-nari beneran! Hehe.
1. Swike Kuah dan Swike Goreng Kecap
Bahan intinya adalah paha montok yang mulus milik sang kodok beserta sedikit punggungnya yang tidak semulus pahanya. Di swike kuah, yang wajib adalah tauco yang banyak supaya kuahnya makin kental dan terasa di lidah. Di swike goreng kecap, yang wajib adalah kecap karena kalo ga bukan goreng kecap namanya. Dua-duanya enak dan bisa dipilih sesuai selera lagi pengen yang mana.

2. Tito
Eh, bener ga ya namanya? CMIIW. Pokoknya berbahan baku lambung kodok yang dibalik. Kenyal dan tebal. Ga gitu demen yang ini sih, jadinya ga diperhatikan dengan saksama.

3. Telur Kodok
Pengennya sih yang dalam bentuk pepes, tapi apa boleh dibuat, yang ada juga digoreng.

4. Kulit Kodok Goreng
Karena kulitnya dijemur dulu sampe kering, maka hasilnya pun seperti kerupuk yang garing banget. Dimakannya pake kecap rawit. Pedes-pedes kriuk. Beda dengan struktur krecek yang mirip spons, kulit kodok itu ya cuma tipis doang dengan rasa krupuk kulit pada umumnya.

Kami juga mampir di Tanjung, di restoran bernama Gotong Royong. Letaknya dekat dengan restoran Bie Seng tempat kami makan malam pada hari pertama. Di sini yang terkenal adalah kepiting muda (gembori) goreng. Gembori itu artinya baru ganti kulit, jadinya kulitnya belum kaku, bisa dimakan. Selain kepiting udang juga ada yang gembori. Nah, kepiting gembori ini dipotong-potong lalu digoreng tepung. Beli 3 porsi, 1 porsi langsung abis dicemil rame-rame di jalan.
Karena hari ini pantang dan puasa, kami hanya makan pagi nasi lengko di Warung Pi’An. Penduduk Tegal terbagi dua, ada yang bilang Pak Pi’An ini orang Cina (Tan Pi An), ada juga yang bilang dia non Cina (Sopian). Yang pasti, meskipun tempatnya kecil, penduduk Tegal doyan banget ngumpul-ngumpul di sini dan saling bertukar gosip. Makanya tempatnya ga pernah sepi dan diplesetin jadi Pusat Informasi ANda.

Lanjut tentang makanannya. Nasi lengko di Tegal itu bumbunya beda. Pedes gurih, kalo ga pake kecap ga enak. Supaya ga terlalu kenyang, kami pesennya setengah porsi, tapi tetep aja sambil nge-gado tahu pletok. Panas-panas pake kecap tengis (kecap rawit – red.), nendang banget nikmatnya. Bumbu lengko di sini bisa dijadiin oleh-oleh. Tapi harganya lumayan mahal. Seinget gua sekilo 40 ribu gitu yah? Trus kalo mau beli krupuknya sebungkus 10ribu. Padahal kalo mau beli en goreng sendiri palingan cuma 3 ribu. Kata om gua, di sini yang enak selain lengko itu sop dagingnya. Nasi panas, banjir sop panas. Daging sapinya empuk, kaldunya kuat, sayurnya seger. Mantep nemen lah..

big-dancing-banana-smiley-emoticon

bisnis.com: Malam semakin larut membungkus kota Yogyakarta. Namun, hiruk pikuk manusia tidak pernah surut memadati jalanan. Terutama bagi para penikmat kuliner. Warung angkringan di sudut jalan mana pun selalu ramai oleh para pengunjung. Tidak sekadar menikmati nasi kucing, tapi juga meresapi kebersahajaan.

Bukan hanya warga Yogyakarta yang gemar menyantap makanan di warung angkringan, tapi juga para wisatawan. Barangkali Anda ingin backpacker-an ke kota gudeg itu dan tengah mencari rekomendasi warung angkringan. Nah, Anda dapat meluncur ke 7 warung angkringan berikut ini.

1.      Angkringan Lek Man Kopi Joss

Anda baru tiba di Stasiun Tugu pada malam hari? Mari, makan malam dulu di Angkringan Lek Man. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Tugu, tepatnya terletak di sebelah utara.

Berbagai lauk tersedia untuk mendampingi nasi kucing. Ada sate usus, sate telur puyuh, sate kulit, aneka gorengan, dan lain-lain. Segelas kopi yang dicemplungkan sebongkah arang panas di dalamnya menjadi minuman spesial. Pokoknya, joss!

2.      Angkringan KR (Pak Jabrik)

Anda ingin makan di angkringan paling ramai di Yogyakarta? Datanglah ke Angkringan KR yang menempati teras kantor Harian Kedaulatan Rakyat. Beberapa angkringan berjejer di pelatarannya, tapi Angkringan Pak Jabrik-lah yang paling ramai. Pasalnya, menu yang ditawarkan beraneka ragam.

Anda tidak hanya bisa menikmati sate usus dan sate telur puyuh, tapi juga oseng ati; oseng tempe; oseng jamur; mercon jamur; dan lain-lain. Anda juga bisa menyesap segelas wedang uwuh untuk menghangatkan tubuh.

3.      Angkringan Wijilan

Tidak seperti angkringan lainnya, Angkringan Kang Harjo atau yang kerap disebut Angkringan Wijilan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi kursi dan meja, sedangkan lantai kedua berupa lesehan dari bambu.

Anda bisa mengambil lauk secara prasmanan, mulai dari menu biasa sampai yang jarang ditemukan di warung angkringan lainnya. Ada tempe, telur, sampai tempura dan nugget.

4.      Angkringan Klebengan

Inilah angkringan yang paling digemari kalangan mahasiswa. Letaknya di pelataran GOR Klebengan, dekat UNY dan UGM. Hamparan tikarnya selalu penuh diduduki para pengunjung. Sembari mengobrol, sembari menikmati hidangan sederhana.

Angkringan Klebengan berbeda dari yang lainnya karena lauknya bisa dihangatkan kembali atau dibakar dengan kecap manis. Gurih, manis, dan bersahaja. Cobalah!

5.      Angkringan Bonbin

Disebut Angkringan Bonbin karena terletak di dekat Kebun Binatang Gembira Loka. Nasi kucingnya selalu hangat disertai dengan lauk yang beragam. Namun, Anda harus bersabar jika hendak makan di sana. Nasi kucingnya selalu diserbu para pelanggan sehingga tidak jarang penunggu lainnya harus menunggu beberapa saat.

6.      Angkringan Pak Satari

Agak jauh dari pusat kota, terdapat Angkringan Pak Satari di Jalan Magelang. Seperti angkringan lainnya, warung terpal tersebut selalu ramai oleh para pengunjung.

Berbagai pilihan nasi tersedia, seperti nasi tempe; nasi rica-rica ayam; sampai nasi brongkos. Bagi Anda yang ingin mengudap selepas makan nasi, tersedia pula aneka jajanan pasar. Ada getuk, nagasari, lumpia, martabak, dan lain-lain.

7.      Angkringan Sendang

Ciri khas angkringan satu ini terletak pada kertas yang membungkus nasinya. Terdapat tulisan ‘Sendang’ di kertasnya. Selain nasi kucing biasa, ada pula nasi uduk; nasi kuning; sampai nasi bakar.

Lauknya pun komplet. Sate tahu sampai sate kikil pun tersedia. Soal rasa tidak kalah enak dengan yang lainnya. Adapun lokasinya berada di Jalan Babarsari.

Berlibur dengan gaya backpacker berarti mencari penginapan dengan harga serendah mungkin. Anda bisa memesan hotel murah di Jogja melalui Airy Rooms. Tidak harus lewat web, Anda bisa memesan melalui Android Apps atau iOS Apps.

antaranews: Mencari soto tauto di Kota Semarang sama sulitnya mencari udara sejuk di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Apalagi kalau mencari soto tauto yang lezat. Jumlah penjual soto khas Pekalongan ini di Semarang bisa dihitung dengan jari.

Namun, sekarang tidak perlu putar-putar untuk mencari soto tauto enak di Kota Lunpia ini. Segera menuju ke Museum Mandala Bhakti di kawasan Tugu Muda. Di situ terdapat deretan warung makan, salah satunya warung makan Soto Taoto (Dhaharan Pekalongan).

Namanya soto tauto, tentu bumbu khasnya adalah tauco. Pemilik warung yang biasa disapa Bu Ning atau Bu Niti ini menggunakan daging sapi. Di daerah asalnya, lazim menggunakan irisan daging kerbau.

“Kalau di Semarang kan sulit mencari daging kerbau. Namun, rasanya tetap enak,” katanya.

Bu Ning sedikit menyingkap resep rahasia soto tautonya yang terasa “maknyus” itu. Perempuan paruh baya asli Pekalongan ini menyatakan hanya memakai tauco pilihan. Kecapnya pun khusus didatangkan dari Pekalongan yang memang cocok untuk masakan soto tauto.

Begitu semangkok soto tauto dihidangkan, aroma khas tauco memang terasa, namun tidak tajam. Racikan untuk kuah soto tauco pas di lidah.

Dagingnya pun terasa empuk, namun rasa gurihnya masih kuat. Ini menandakan hanya daging pilihan yang digunakan Bu Ning. Anda bisa memilih nasi atau lontong yang disajikan secara terpisah.

Seporsi soto tauco sudah cukup mengenyangkan. Namun, bila masih kurang, dua atau tiga potong mendoan yang disajikan panas bisa menutup “kelaparan” Anda.

Penutupnya, segelas teh nasgitel (panas, legi, kentel). Dijamin Anda bakal mandi keringat setelah menyantap soto tauto lezat itu.

Berapa Anda harus membayar kelezatan itu? Harga kaki lima, rasa restoran bintang lima.

Emoticons0051

… warung makan Bali Ibu Made di Pura Cinere, Cinere, depan RS Puri Cinere, Depok:
Warung Bu Made PURA CINERE

Warung Bu Made PURA CINEREdr P INDAH

nasi ulam bali (katering): A.A. Sagung Oka Miladewi Jl. Bumi Daya VII / 147 Cinere.

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 1 Comment