peta jalan kasar: MUDIK LEWAT JALUR TENGAH, kira-kira seh

Emoticons0051

BREBES okezone – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) yang menghubungkan Brebes dengan Kota Tegal dinilai sebagai solusi mengatasi kemacetan parah yang terjadi saat arus mudik Lebaran lalu. Tahun depan Jalingkut diharapkan menjadi jalur alternatif jika jalan tol macet total.

Karena itu, pembangunan proyek yang mangkrak sejak 2012 ini diprioritaskan untuk dilanjutkan kembali. Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan agar proyek Jalingkut Brebes-Tegal yang mangkrak bertahun-tahun segera dilanjutkan kembali.

Hal ini setelah dilakukan evaluasi terhadap kemacetan parah di jalur mudik Brebes. Keberadaan Jalingkut diharapkan dapat mencegah terjadinya kemacetan parah pada arus mudik tahun depan. “Saat datang ke Brebes dari Kementerian PU sudah merespons baik. Mudah-mudahan Jalingkut bisa digunakan saat arus mudik tahun mendatang,” ucapnya kemarin.

Menurut Idza, selain melanjutkan proyek Jalingkut, Kementerian PU juga berencana membangun underpass di jalur selatan Bumiayu untuk mengatasi kemacetan selalu terjadi di wilayah tersebut karena keberadaan perlintasan kereta api. “Mudah-mudahan benar-benar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Wilayah Losari-Brebes-Tegal Wahyu Supriyo mengatakan, kelanjutan pembangunan Jalingkut masih harus menunggu proses lelang ulang. Pengerjaan baru diperkirakan bisa dimulai tahun depan. “Masih harus dilakukan lelang ulang lebih dulu.

Tapi kami upayakan pengerjaan sudah dimulai tahun depan,” katanya kemarin. Menurut Wahyu, proses pembangunan hanya melanjutkan pengerjaan fisik yang terhenti di tengah jalan Sebab, pembebasan lahan yang dibutuhkan sudah rampung sebelum proyek berjalan. “Lahan sudah beres semua. Jadi nanti tinggal melanjutkan saja. Sebelum berhenti, pengerjaan sudah mencapai 50%,” ujarnya.

Wahyu mengaku keberadaan ruas Jalingkut di Kota Tegal sudah bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif selama arus mudik meski belum sepenuhnya rampung. “Sebenarnya tidak juga (karena macet parah arus mudik). Kan sudah dipakai juga saat arus mudik,” ujarnya. Untuk diketahui, proyek Jalingkut dikerjakan sejak 2010 dengan anggaran Rp205 miliar.

Dana tersebut merupakan sharing APBN sebesar 30 persen dan 70 persen dari bantuan Bank Dunia. Pada Februari 2012, proyek tersebut terhenti karena Bank Dunia menghentikan pendanaannya dengan alasan molor dari batas kontrak. Saat dihentikan, pengerjaan proyek baru mencapai 48 persen dari total panjang sekira 17,3 kilometer.

Akibat penghentian itu, PT BRD menggugat Bina Marga ke Badan Arbitrase Nasional (BANI) pada Mei 2013 senilai Rp161 miliar. PT BRD menganggap molornya pengerjaan proyek karena Bina Marga terlambat mengeluarkan justifikasi teknis. Dalam sidang 28 Januari lalu, BANI memenangkan sebagian gugatan PT BRD dan meminta Bina Marga membayar kerugian Rp26,8 miliar ke BRD Setelah diputuskan harus membayar kerugian kepada PT BRD oleh BANI, Bina Marga mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA.

Langkah PK itu diajukan Bina Marga sekitar dua bulan yang lalu. Bina Marga juga belum membayar kerugian ke BRD dengan alasan masih menunggu proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan angka pembayaran yang akan dimasukkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015.

(rai)

bird smallest

Jakarta detik- Arus pemudik masih ramai di Idul Fitri hari kedua. Untuk menghindari macet akibat antrean pintu keluar Tol Brebes Timur Exit (Brexit), cobalah lewat gerbang Tol Pejagan.

Bagi para pemudik yang hendak menuju Jalur Pantura dan ingin mengindari macet, keluar lah melalui Tol Pejagan. Pada Rabu (6/7/2016) tengah malam, antrean di gerbang tol ini relatif normal.

Memang ada antrean, namun tidaklah panjang seperti situasi antrean di Brexit. Antrean di Tol Pejagan tidak stagnan dan pemudik masih tetap bisa memacu kendaraannya.

Setelah keluar dari Tol Pejagan, ambilah jalan ke kiri pada pertigaan pertama, tepatnya di Jalan Ketanggungan-Tanjung. Di pertigaan berikutnya, ambilah jalan ke kanan untuk masuk Jalur Pantura Losari-Bulakamba.

Hingga memasuki Kota Brebes, lalu lintas masih lancar. Pengendara yang melewati jalur arteri ini akan bertemu dengan pemudik yang keluar dari pintu keluar Tol Brexit saat memasuki Jalur Pantura Brebes-Tegal. Di jalur ini, lalu lintas sedikit padat sehingga polisi memberlakukan contra flow satu lajur.

Meski begitu, pengendara tidak terjebak dengan kemacetan panjang bahkan contra flow tidak terlalu panjang sebab ketika hendak memasuki Kota Tegal, lalu lintas semakin longgar. Kendaraan tampak ramai kembali ketika memasuki wilayah kota.

Di sejumlah SPBU yang ada di Tegal, terlihat ada banyak mobil terparkir. Tampak juga antrean pengedara yang sedang mengisi BBM. Mayoritas adalah pemudik yang tengah beristirahat usai kena macet panjang di Brexit. Sebagian ada yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan sempat sedikit membuat lalu lintas tersendat.

Saat melintasi Kota Tegal, kendaraan kembali terlihat padat. Namun lepas dari Tegal, lalu lintas sudah cukup lancar dan kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Meski lalu lintas Pantura selepas Tegal ramai lancar, pengendara diimbau waspada. Sebab pada Kamis (7/7) dini hari ini, gerimis mengguyur di sejumlah lokasi.
(elz/hri)

ezgif.com-resize

BREBES kontan. Berkat dihapusnya empat dari total tujuh barrier gate di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes Timur menjadi tiga, membuat waktu perjalanan hanya 4,5 jam dengan nilai total transaksi Rp 165.000.

Tim “Merapah Trans-Jawa” Kompas.com, menyusuri ruas baru Tol Trans-Jawa sejak Sabtu (25/6) hingga Minggu (3/7).

Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB, kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota Jakarta menuju Cikampek ramai lancar.

Beberapa kendaraan pemudik mulai terlihat padat di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dengan antrian hingga 500 meter.

Di GT Cikarang Utama ini, pemudik mengambil tiket tol dan kemudian membayarnya di tempat tujuan masing-masing.

Tim Kompas.com, melakukan transaksi pertama di GT Palimanan secara tunai dengan nilai sebesar Rp 109.500.

Antrian kendaraan menjelang GT Palimanan sekitar 300 meter. Banyak pemudik yang masih melakukan transaksi secara tunai, namun tak sedikit pula yang membayar dengan skema e-payment atau kartu elektronik.

Setelah membayar dan sekaligus mengambil tiket di GT Palimanan, Kompas.com melanjutkan perjalanan ke Brebes Timur dengan satu kali transaksi di GT Brebes Timur dengan nilai Rp 55.500.

Sistem pembayaran terintegrasi ini merupakan bagian dari langkah awal pelaksanaan peta jalan Electronic Toll Collection jalan tol di Indonesia, menuju diterapkannya pembayaran secara free flow (tanpa henti) dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Klaster 

Integrasi sistem ini mencakup tujuh ruas jalan tol sepanjang 364 kilometer yang dibagi dalam dua klaster, yaitu:

Klaster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padalarang-Cileunyi yang dikelola PT Jasa Marga (persero) Tbk dan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Klaster II mencakup Jalan Tol Palimanan-Kanci (PT Jasa Marga Tbk), dan Jalan Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes (PT Semesta Marga Raya).

Sebanyak empat barrier gate dihapuskan, artinya pengguna hanya lewat saja, tidak ada transaksi. Keempat barrier gate tersebut ada di Cikopo, Plumbon, Ciperna dan Mertapada.

Sementara khusus Klaster I, Gerbang Tol (GT) Cikopo tidak dioperasikan lagi sehingga pengguna dapat langsung melanjutkan perjalanan melalui tanpa harus berhenti.

Gerbang Palimanan menjadi gerbang tol bersama (joint gate) bagi ruas-ruas di Klaster I dan Klaster 2, serta dioperasikan oleh PT LMS.

Di masing-masing klaster, pengumpulan tol (baik tunai maupun non-tunai) dilakukan secara terintegrasi dengan sistem tertutup (tarif berdasarkan jarak tempuh), tanpa dibatasi barrier antar ruas tol.

Besaran tarif tol yang dikenakan tetap menggunakan ketetapan yang berlaku. Sebagai ilustrasi, kendaraan dari Jakarta tujuan ke Jawa Tengah yang semula 7 kali berhenti (yaitu di Cikarang Utama, Cikopo, Palimanan, Plumbon, Ciperna, Mertapada, dan Brebes Timur), menjadi hanya 3 kali berhenti.

Pengguna mengambil tiket tol di GT Cikarang Utama, lalu berhenti di GT Palimanan untuk membayar tarif tol Klaster I  Jakarta-Cikopo-Palimanan senilai Rp 109.500 (tarif Gol-1 Rp 13.500 + Rp 96.000) sekaligus mengambil tiket Klaster 2, dan berhenti GT Brebes Timur untuk membayar tarif tol Klaster 2 Palimanan-Kanci-Pejagan-Brebes Timur senilai Rp 55.500.

Jadi total tarif yang harus dibayar pengguna untuk melintasi Jakarta-Brebes Timur sebesar Rp 165.000. (Hilda B. Alexander)

 

PALIMANAN okezone – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memaksimalkan pelayanan bagi para pengguna jalan tol. Salah satu caranya adalah dengan cara mengintegrasikan sistem pembayaran antar jalan tol yang pengelolanya berbeda.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini, melakukan uji coba sistem transaksi terintegrasi dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Untuk melewati ruas tol ini, pengemudi akan dikenakan tarif Rp109.500.

“Uji coba hari ini tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang, akan dilakukan evaluasi. Sehingga waktu tempuh akibat kendaraan berhenti akan kita hilangkan. Tentu akan mempercepat pengemudi mencapai tujuannya,” ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Gerbang Tol Palimanan, Palimanan, Senin (13/06/2016).

Dia menjelaskan, uji coba sistem transaksi terintegrasi ini dilakukan dalam rangka memperlancar arus lalu lintas antara jalan tol yaitu menghubungkan Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan, dan juga ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, serta Pejagan-Pemalang.

“Sistem transaksi terintegrasi pada ruas-ruas tersebut harus sudah diimplementasikan sebelum masa arus mudik Lebaran 2016,” jelasnya. (Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Palimanan Sekali Bayar Rp109.500)

Lebih lanjut dia menerangkan, proses sistem transaksi terintegrasi ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal. Para pengendara nantinya hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan, sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Barrier Gate, yaitu Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna dan Gerbang Tol Mertapada.

“Nanti di Cikarang Utama pengendara ambil kartu, sesampainya di Palimanan, pengendara bayar tarif dan diberi kartu lagi nanti bayar di tempat keluar,” lanjutnya.

Selain masuk tol Jakarta-Palimanan, integrasi pembayaran juga akan dilakukan pada ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini baru tersambung sampai Brebes Timur.

Dengan demikian, pemudik dari Jakarta yang meneruskan perjalanan hingga Brebes Timur, cukup melakukan transaksi pengambilan kartu di Gerbang Tol Cikarang Utama, melakukan pembayaran di Gerbang Tol Palimanan sekaligus mengambil kartu dan melakukan pembayaran lagi di Gerbang Tol Brebes Timur. “Kalau mau keluar di Brebes Timur, bayarnya di Brebes Timur,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan uji coba integrasi sistem transaksi di Gerbang Tol Palimanan, hal ini dilakukan berdasarkan surat dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) No. UM.01.11-P/08 tanggal 16 Februari 2016 dan No. PW.01.01-P/11 tanggal 13 Mei 2016.

Untuk diketahui, sistem transaksi akan dibagi menjadi dia cluster yaitu Cluster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Masa), Jalan Tol Cipularang (Jasa Marga), Jalan Padaleunyi (Jasa Marga), serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster II meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road).

(mrt)

rose KECIL

BAWEN. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memberikan sejumlah catatan kepada PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) tentang kesiapan ruas jalan tol Bawen-Salatiga jika akan digunakan sebagai jalur alternatif arus mudik Lebaran 2016.

Sebagaimana diketahui ada 4 titik dijalan tol seksi III Semarang-Solo tersebut yang belum tersambung, sehingga PT TMJ sebagai pihak operator telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif jalan tol sepanjang 17.5 kilometer ini bisa dilalui pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2016.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Herukoco mengatakan, pihaknya kemarin telah melakukan rapat koordinasi bersama TMJ, Pemkab Semarang serta jajaran Polres Semarang dan Polres Salatiga.

Dari paparan pihak TMJ dilanjutkan dengan tinjauan ke lapangan, pihaknya melihat banyak titik yang rawan bagi keselamatan pemudik.

“Memang ada beberapa lokasi yang dari segi keselamatan harus diperhatian dengan benar. Karena ada bukit yang ditembus dengan jalan berkelok-kelok, itu dari segi keselamatan harus benar-benar diberi peringatan diberi alat pengaman jalan. artinya masyarakat jangan sampai tidak tahu bahwa itu adalah tanjakan dan turunan,” kata Herukoco, Kamis (9/6).

Selain kontur jalan yang masih belum landai mengingat pekerjaan fisik baru berjalan 43,8%, lanjutnya, jalur yang disiapkan ternyata masih banyak menemui persimpangan sebidang. Yakni, jalur tol yang bersingungan dengan jalan-jalan poros desa atau jalan perkampungan.

Dengan demikian pada titik-titik yang rawan tersebut perlu disiapkan petugas.

Titik lainnya yang perlu segera ditangani adalah, pada gerbang keluar tol Salatiga di kelurahan Tingkir. Sebab di titik ini, kendaraan yang keluar dari jalan tol akan menemui jalan reguler yang relatif sempit, yakni 5 lebar 5 meter.

Padahal jalan Tingkir ini tergolong padat terutama pada saat hari libur. Sehingga jika tidak diatur sedemikian rupa, akan menimbulkan antrian atau kemacetan baik di jalur keluar tol maupun di jalur reguler.

“Perlu ada pengaturan lalu lintas karena memang di titik ini sudah padat sekali. Tentunya ketika dari Bawen sudah diaktifkan, di sini jangan ditutup. Jangan sampai di sini memanjang ke belakang,” lanjutnya.

Melihat konsisi yang ada, pihaknya memperkirakan saat jalan tol Bawen-Salatigadioperasikan pada masa arus mudik 2016 mendatang, akan diperlukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup.

Selain itu, petugas juga perlu mengurai kemacetan di sekitar pasar Suruh dan pertigaan Tingkir akibat dampat kepadatan kendaraan di keluar tol Salatiga.

“Jadi kita pantau disini, kalau memang di exit tol Salatiga sudah padat, ke arah jalan alternatif di Bawen kita tidak gunakan dulu. Sehingga kalau di jalur alternatif macet atau panjang antriannya, (maka) di exit tol alternatif ini ditutup, sambil melakukan pengaturan di Suruh dan di pertigaan tingkir,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Herukoco berpendapat, pada arus mudik 2016 prioritas kendaraan dari Bawen ke Salatiga tetap akan diprioritaskan melalui jalur utama dibandingkan mengarahkan ke jalur alternatif termasuk tol.

“Ini bukan rekomendasi, artinya alternatif pertama ketika arus berjalan lancar tentunya kita menggunakan jalur utama. Tetapi seandainya panjang sekali kita pelu gunakan jalur aternatif,” tandasnya.

Herukoco menambahkan, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk memutuskantol Bawen-Salatiga bisa digunakan atau tidak. Melainkan sebatas memberikan masukan kepada pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini TMJ sebagai operator.

“Ini kan jalan belum jadi ya. Artinya ada tim bersama melibatkan dari Bina Marga, dari Dinas Perhubungan dan juga dari kepolisian,” ucapnya.

Berdasarkan target waktu yang telah ditentukan, PT TMJ akan meminta penilaian dari tim penilai kelayakan jalan pada tangal 21 juni mendatang. Tim penilai akan memutuskan apakah jalan tol Bawen-Salatiga berikut didalamnya jalur-jalur alternatif yang disiapkan, layak atau tidak dilalui kendaraan pemudik.(Syahrul Munir)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Masa liburan panjang (long weekend) 5-8 Mei 2016 sudah di ambang pintu. Di masa ini, sudah bisa dipastikan lonjakan kendaraan yang melalui jalan tol akan terjadi.

Untuk menghadapi kondisi itu, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto, mengatakan dibandingkan kondisi traffick harian normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per arah, diperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan di GT Cikopo mencapai lebih dari dua kali lipat.

Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2016 dengan volume traffick di GT Cikopo sekitar 30.000 kendaraan per hari.

“Saat arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Senin dini hari, kepadatan diprediksi mencapai 38.000 kendaraan per hari,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Hudaya menjelaskan antisipasi di lapangan di antaranya dengan membuka maksimal gardu tol di gerbang-gerbang utama, yaitu 15 gardu di GT Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan.

Selain itu, masih ada tambahan 6 gardu satelit. Petugas tol di dua gerbang tol itu juga ditambah dari semula 90 personel menjadi 140 personel. Pihak LMS juga melakukan penambahan uang kecil untuk kembalian pembayaran tarif tol.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya tidak bersamaan supaya tidak terjebak kemacetan.

Hindari perjalanan bersamaan pada Rabu sore/malam (4 Mei 2016) saat keluar wilayah Jakarta, dan saat arus balik hindari perjalanan bersamaan pada Minggu sore/malam (8 Mei 2016),” tuturnya.

bird smallest

 

BERITA1: Bekasi- Polresta Bekasi menyiagakan sebanyak 633 personel gabungan dalam pengamanan libur panjang, 5-8 Mei 2016. Personel disiagakan untuk mengamankan tiga lokasi seperti rumah ibadah, tempat wisata dan Tol Jakarta-Cikampek atau jalur Pantura.

Dari 633 personel gabungan tersebut, 50 personel berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 16 personel petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang mengerahkan dua unit damkar, 20 personel PT Jasa Marga dan 10 personel menyiagakan dua unit mobil ambulans. Sisanya, anggota kepolisian dari Polsek, Polresta Bekasi serta Polda Metro Jaya. “Para personel kepolisian mulai bersiaga pada Rabu (4/5) sore,” ujar Wakil Kapolresta Bekasi, AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Selasa (3/5).

Di Tol Jakarta-Cikampek dia mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan mulai KM 17-41 sebanyak sembilan titik. Di antaranya,

  • rest area KM 19 Tambun Selatan,
  • bawah jembatan Grand Wisata Tambun,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang tol Cikarang Utama,
  • rest area KM 33, off ramp Cibatu,
  • off ramp Cikarang Pusat Deltamas dan
  • rest area KM 39.

Sebaliknya, arus balik dari Cikampek menuju Jakarta, akan diperkirakan pada Minggu (8/5). Kekuatan personel disiagakan 10 titik utama yakni

  • perbatasan Karawang KM 41,
  • off rampDeltamas KM 36,
  • off ramp Cibatu,
  • rest area KM 32,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang Tol Cikarang Utama,
  • gerbang tol Colorobia,
  • gerbang Tol Cibitung,
  • off ramp Tambun.

Selain itu, Polresta Bekasi juga menyiagakan personel di tempat ibadah, masjid dan gereja, se-Kabupaten Bekasi. “Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah pada Kamis bagi umat Nasrani dan Jumat bagi umat Muslim dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 39 gereja yang dilakukan pengamanan pada Kamis (5/5). Terkait hal itu, Wakil Kapolresta Bekasi menepis adanya indikator gangguan keamanan di wilayahnya. “Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda gangguan kamtibmas laporan dari intelijen. Pengamanan yang kami lakukan sifatnya preventif dan mempersempit ruang gerak apabila ada pihak yang ingin mengganggu keamanan. Kami juga meminta kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga kondisi aman di sekitarnya,” kata Sonny.

Terakhir, lokasi yang juga menjadi perhatian kepolisian untuk dilakukan pengamanan adalah tempat wisata atau tempat keramaian liburan keluarga. “Akan ada peningkatan kegiatan masyarakat di tempat wisata pada 6-7 Mei nanti,” imbuhnya.

 

Mikael Niman/WBP

Suara Pembaruan

ezgif.com-resize

Jakarta detik-Musim mudik lebaran segera tiba. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengumpulkan perusahaan pelat merah yang berkaitan langsung dengan momentum rutin tahunan tersebut.

Hasil dalam rapat tersebut adalah menyegerakan penerapan rencana penghapusan gerbang antar tol. Pada musim mudik lebaran nanti pemudik yang melintas jalan tol cukup melakukan pembayaran dua kali saja dari Jakarta hingga Brebes Timur.

“Beliau (Menteri BUMN) memesan kepada kami agar supaya kenyamanan penumpang atau pengguna jalan menjadi nomor satu, ini akan kita lakukan. Dengan menggabungkan sistem pembayaran nanti ada dua cluster,” kata Direkur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Adapun cluster pertama yang sistem pembayarannya digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi nanti masuk Cikarang Utama, ambil tiket. Baru bayar di Pintu Tol Palimanan. Nggak ada lagi pintu tol Cikopo. Sama, yang dari Bandung juga begitu, langsung bayar satu kali di Palimanan,” jelas Adit.

Cluster kedua, adalah penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur.

“Saat dia (pemudik atau pengguna jalan) keluar di Palimanan kan sekalian bayar dikasih tiket nanti keluarnya langsung di Brebes Timur. Jadi kita bisa memotong tiga gerbang. Ini kemajuan yang luar biasa. Lebih efisien dan cepat,” tutur dia.

Sekedar informasi, rencana penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol telah menjadi agenda utama Pemerintah sejak akhir tahun lalu. Lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, mulai mengumpulkan operator jalan tol untuk merumuskan rencana tersebut.

Sebelum ada penggabungan sistem pembayaran ini, pemudik yang menggunakan jalan tol harus berhenti melewati sedikitnya 6 pintu tol hingga Brebes Timur. Yakni, Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Cikopo, Pintu Tol Palimanan, Pintu Tol Kanci, Pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes Timur.

Dengan adanya penggabungan sistem pembayaran ini maka pemudik cukup berhenti di Pintu Tol Cikarang Utama, Palimanan dan Brebes Timur saja.

(dna/hns)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan instrumen nontunai dalam pembayaran jasa jalan tol diestimasi dapat mengurangi kemacetan hingga 40% ketika puncak arus mudik Lebaran. Implementasi program ini akan dimulai pada Juni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan intensifikasi penggunaan sistem sensor di gerbang tol guna mereduksi kepadatan arus mudik sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Menurutnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan estimasi tersebut. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki roadmap penggunaan transaksi nontunai sepertie-money dan e-toll.

Hitung-hitungannya BPJT itu bisa mengurangi kemacetan 40% dari antrean pintu tol utuh. nanti bayarnya dipintu keluar seperti Brebes Timur, atau yang di Bandung, dan kami dari BPJT juga telah membuat. Itu baru satu klaster belum nanti klaster lain,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Basuki mengestimasi, pembayaran tunai memakan waktu selama 20 detik per kendaraan, sedangkan nontunai 10-12 detik. Untuk itu, dia menyampaikan akan berusaha melakukan integrasi seluruh pintu tol yang akan dimulai dari Cikopo, Palimanan-Pejagan.

“Jadi cuma ambil kartu, pas pintu keluar baru bayar, ini open system. Kita coba bertahap per klaster, pertama itu Cikarang Utama sampai Brebes Timur, nanti Solo-Ngawi sampai Surabaya,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Tol Cipali juga telah diintegrasikan dan tidak ada lagi pintuya. Sehingga, katanya, dari Cikarang Utama sudah tidak ada lagi hambatan. “Cikarang Utama, Bandung, sampai Brebes Timur itu satu cluster.”

Menteri PUPR mengatakan fokus implementasi ini ada di Pulau Jawa. Dia menyebutkan, percobaan ini juga membutuhkan waktu karena bank dan investor yang terlibat beragam, serta tidak hanya menggunakan sistem terbuka, melainkan juga tertutup.

Untuk persiapan arus mudik Lebaran, Basuki menjanjikan perbaikan sejumlah ruas jalan di Pantura seperti wilayah Ciasem, Pamanukan dan Pusakajaya akan usai pada akhir Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi dan mengamankan pelaksanaan libur panjang Lebaran, yang diprediksi akan terlaksana pada 6-7 Juli 2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan persoalan keamanan, transportasi dan energi harus dijaga pada momen Ramadan dan Lebaran. Adapun, akan ada satu kali Rapat Terbatas lagi untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Pengamanan itu mencakup arus transportasi orang dan barang, stabilisasi dan ketersediaan harga pangan serta ketersediaan harga komoditas energi.

“Kebetulan kan posko mudik tahun ini lebih lama, H-4 sampai H+4, jadi mudah-mudahan lebih baik karena lebih lama poskonya. Koordinatornya nanti Kemenhub, dan ada kami , Polri dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Posted in jalan-jalan dan kulineran, Uncategorized | Leave a comment

peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

SERIUS MAEN SAHAM BERLABA

INFO TOL CIPALI 2015

 

kuliner khas Tegal, Pekalongan, dll di Pantura

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Jakarta detik- Arus balik pemudik akan segera terjadi. Kemacetan parah arus balik di depan mata. Tapi ada jalur alternatif yang mungkin bisa dicoba.

Pembaca detikcom Dicky Rachman Adiputra dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Jumat (8/7/2016) memberikan bantuan jalur alternatif.

Untuk arus balik diperkirakan jalur utara macet di Brebes dan jalur selatan macet di Nagreg, buat yang ingin mengindari kedua jalur tersebut maka solusinya adalah lewat jalur tengah,” jelas Dicky.

Menurut dia, jalur tengah ini sebenarnya adalah

jalur selatan namun setelah

sampai Ciamis tepatnya di alun-alun Ciamis

belok ke kanan ke arah Majalengka, dan setelah sampai di Majalengka

dapat masuk ke tol Cipali (pintu tol Kertajati Majalengka).

 

 

“Kampung halaman saya di Ciamis, semenjak adanya tol Cipali saya sudah sangat sering melewati jalur ini. Selain bisa lebih cepat daripada melewati Nagreg, jalur ini pun ternyata lebih pendek secara jarak. Dan yang paling utama adalah jalur ini lancar jaya, jalan bagus, dan belum banyak orang yang sadar bahwa jalur ini lebih cepat daripada ke Nagreg. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat,” ujar dia.

Anda mau coba?

nyaris 50% manusia TIDAK SUKA BERSOSIALISASI

bila tidak bersosialisasi maka amat mungkin 50% manusia ini TIDAK SUKA JALAN-JALAN

bila 50% manusia ini TIDAK SUKA JALAN-JALAN, maka bisa dipastikan mereka TIDAK AKAN BACA BLOG gw ini,😛

nah, bwat yang 50% sisa manusia yang SUKA BERSOSIALISASI, maka blog ini cukup berguna memberikan inspirasi, n kemudahan, karena setidaknya ada 30% yang SUKA JALAN-JALAN

dari 15% manusia yang suka berjalan-jalan n bersosialisasi tersebut, yang suka membaca blog jalan-jalan, termasuk blog gw, maka ada sekira 10% mengambil manfaat n kemudahan dari menimba informasi blog gw

sekira 1,5% manusia Indonesia n global, yang membaca blog gw, pasti lah tlah mendapatkan informasi lengkap cara menghadapi persoalan di perjalanan.

doraemon

tol trans jawa 2016

ezgif.com-resize

PURWAKARTA kontan. Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyatakan seluruh jalan alternatif di daerah tersebut sudah siap dilintasi pemudik pada musim mudik Lebaran 2016.

“Secara umum, seluruh ruas jalan yang biasa digunakan jalur mudik di Purwakarta sudah siap. Hanya tinggal beberapa titik saja yang masih dikerjakan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan setempat Budhi Supriyadi di Purwakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, perbaikan jalan yang menjadi wewenang pemkab hanya ruas jalan kabupaten. Jalan itu biasa digunakan sebagai jalur alternatif saat mudik lebaran.

Ruas jalan tersebut di antaranya jalur alternatif Maniis-Cikalong Kulon, Cikopo-Campaka serta jalan Warung Kadu-Pasawahan yang tembus menuju jalan provinsi Purwakarta-Wanayasa.

Untuk titik ruas jalan lain yang mengalami kerusakan, perbaikannya hanya membutuhkan penambalan hotmix. Untuk pengerjaan perbaikan secara menyeluruh akan dilakukan setelah lebaran.

Ia mengimbau agar seluruh pemudik yang akan pulang menuju kampung halamannya bisa memberikan informasi jika terdapat ruas jalan yang dianggap membahayakan.

Informasi itu dinilai penting untuk selanjutnya dimasukkan dalam data base. Sehingga ke depan dapat dilakukan perbaikan yang lebih memadai.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Jakarta detik-Mulai hari ini, pemudik yang menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikopo-Palimanan dan Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang dapat menikmati layanan pembayaran lebih ringkas.

Pemudik yang melintas tol-tol tersebut dapat melakukan pembayaran dengan kartu e-payment berupa E-Tolldari 4 bank yaitu Bank Mandiri, BCA, BRI, dan BNI.

Pada cluster 1 Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padaleunyi, Cikopo-Palimanan E-Toll dari 4 bank sudah bisa dioperasikan. Sementara pada cluster 2 Tol Palikanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes baru bisa menggunakan E-Toll dari 3 Bank yaitu BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

“Cluster 1 ada 4 bank yang sudah kita bisa layani BNI BRI, BCA, Mandiri. Cluster 2 segera menyusul BCA sementara masih 3 Mandiri, BRI, BCA,” ujar Wakil Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Hudaya Arryanto, di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Senin (13/6/2016).

Pembayaran menggunakan uang elektronik diyakini dapat mempercepat aktivitas transaksi di gerbang tol. Dampaknya, antrean di gerbang tol pun dapat dikurangi sehingga pelayanan kepada pengguna tol lebih meningkat.

Sebagai informasi, untuk melewati ruas tol Jakarta-Palimanan, pengendara akan dikenakan biaya Rp 109.500 dengan rincian Rp 13.000 di ruas Cikarang Utama, dan Rp 96.000 di ruas Cipali.

“Tarifnya tetap Gol 1 Jakarta-Palimanan Rp 109.500 dan Rp 13.500 yang ruas punya Jasamarga tambah Rp 96.000 yang ruasnya LMS ,” lanjut Hudaya.

(drk/drk)

ezgif.com-resize

 

Bandung -Ujicoba integrasi sistem pembayaran pada ruas Tol Trans Jawa dimulai pada musim mudik Lebaran tahun 2016 ini. Dua jalan tol yang akan diintegrasikan pada musim mudik nanti, yakni untuk pembayaran Jakarta-Palimanan dan Cipali-Brebes.

“Cipali akan diresmikan minggu depan. Nggak tahu 13 atau 15 (Juni) tergantung kesiapan Pak Presiden, termasuk integrasi pintu tol yang akan menghapus empat pintu tol,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai menghadiri groundbreaking flyover Antapani, di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (10/6/2016).

Sistem integrasi pembayaran tol ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang kerap terjadi di gerbang tol. Pemerintah akan menerapkan sistem integrasi pembayaran tol dengan sistem satu kali bayar dari Jakarta langsung Palimanan dengan banderol Rp 109.500. Para pengendara yang masuk dari Jakarta tidak perlu bertransaksi di Gerbang Tol Cikopo sehingga pembayaran bisa dilakukan di Tol Palimanan.

“Jadi nanti tinggal pintu tol Cikarang, Palimanan dan Brebes Timur, termasuk kita juga akan menambah gardu, ditambah dari 11 menjadi 23,” jelas Basuki.

Bukan tidak mungkin, kata Basuki, ke depannya sistem pembayaran tol tidak perlu lagi masuk ke dalam gerbang. Melainkan dengan sistem elektronik otomatis. Sistem pembayaran elektronik tersebut saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah.

“Sebetulnya harusnya tidak perlu mengantre kalau pakai elektronik. Ini batch pertama perlu disiapkansoftware-nya,” tandasnya.

(avi/feb)

doraemon

TEMPO.CO, Bandung – Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Badan Pengelola Jalan Tol tengah mengkaji tiga rute alternatif rencana jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya. “Ada tiga alternatif trase sementara yang sedang dibahas lebih lanjut, masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan,” kata dia di Bandung, Rabu, 15 Juni 2016.

Iwa mengatakan, rute jalan tol itu mengerucut dengan pilihan titik awal tak lagi di pintu tol Cileunyi di jalan tol Padalarang-Cileunyi, tapi dari pintu tol KM149 di Gedebage yang kini tengah disiapkan sebagai akses menuju stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Pintu tol di KM149 itu saat ini kendati sudah rampung, tapi belum difungsikan menunggu rampungnya jalan akses menuju stadion yang disiapkan menjadi salah satu lokasi alternatif seremoni Pekan Olahraga Nasional XIX.

Iwa merinci masing-masing rute itu. “Alternatif pertama itu rencana gate tol itu nanti di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Malangbong, Rajapolah, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar,” kata dia.

Rute rencana trase pertama itu sudah dijajaki, dengan kesimpulan sementara memiliki kontur tanah berbukit, tidak rawan longsor, dan tidak memotong persawahan. Iwa mengatakan, taksiran biaya membangun jalan tol pada rencana trase alternatif pertama ini menembus Rp 5,14 triliun. “Biaya konstruksinya diperkiraan Rp 2,8 triliun, dan pembebasan lahan Rp 1,07 triliun,” kata dia. Selebihnya untuk membiayai konsultan, pembuatan dokumen Amdal, hingga biaya overhead proyek tol tersebut.

Iwa mengatakan, trase alternatif dua itu dengan rencana pintu tol berada di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Cibatu, Kota Garut, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Hasil analisis sementara kontur tanah rute itu berbukit, tidak rawan longsor, memotong sawah, dengan tanah relatif lunak. “Biaya pembangunannya diperkirakan Rp 5,374 triliun, dengan biaya konstruksi jalan tol Rp 2,9 triliun,” kata dia.

Sementara trase alternatif ketiga dengan rencana pintu tol berada di Gedebage, Majalaya, Nagreg, Limbangan, Garut, Singaparna, Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Hasil analisa sementara kontur tanah rutenya berbukit, rawan longsor, tapi tidak memotong saawah. Iwa mengatakan, taksiran biaya membangun jalan tol di rute itu menembus Rp 5,86 trilun, dengan biaya konstruksi pembangunan jalan tol mencapai Rp 3,14 triliun.

Iwa mengatakan, BPJT tengah menyiapkan rute detil dari masing-masing alternatif trase tersebut untuk dibandingkan dan dipilih salah satu yang terbaik. “Pedetilan terhadap tiga alternatif tersebut sampai pada titik koordinat trase,” kata dia.

Menurut Iwa, pemerintah provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota yang dilintasi jalan tol itu juga sudah diminta melakukan sinkronisasi rencana pengembangan infrastruktur jalannya untuk mendukung akses jalan tol tersebut. Daerah yang dilintasi jalan tol itu adalah Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, serta Pangandaran. “Harus ada sinkronisasi ini sebelum penyelesaian FS (Feasibility Study) jalan tol ini,” kata dia.

Iwa mengatakan, pemerintah daerah nantinya akan dilibatkan untuk membantu mempercepat penyediaan lahan jalan tol itu. Rencananya pembebasan lahan nantinya akan dibiayai pemerintah pusat, sementara konstruksi jalan tol itu dibiayai badan usaha yang nantinya akan ditunjuk pemerintah.

Dia berharap, jika proses perencanaan jalan tol itu berjalan lancar, pembebasan lahan bisa dimulai pada 2017 nanti. Konstruksi jalan tol itu direncanakan akan dibagi dalam sejumlah seksi yang dikerjakan berbarengan. “Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa lebih cepat dengan adanya sinkronisasi rencana ini antara pusat dan daerah,” kata Iwa.

Iwa mengatakan, jalan tol ini digadang akan dimasukkan dalam salah satu proyek strategis nasional untuk penyelesaian kemacetan yang terjadi setiap tahun saat arus mudik dan arsu balik Hari Raya Lebaran. “Kalau ini selesai tidak ada lagi ritual tahunan macet di Nagreg, Gentong, sampai Malanbong,” kata dia.

Pemerintah juga berencana membangun jalan tol ini lebih panjang lagi. “Progam lanjutannya nantinya dari Banjar menuju Cilacap, sampai Jogja. Ini sebagai langkah awal,” kata Iwa.

AHMAD FIKRI

doraemon

Merdeka.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan penurunan tarif tol Jembatan Suramadu sebesar 50 persen. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Jokowi melakukan rapat dengan sejumlah menteri membahas pengembangan wilayah di Kaki Jembatan Suramadu. Dalam rapat itu turut hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini.

“Untuk tarif angkutan Surabaya ke Madura dan sebaliknya, terdiri dari truk besar, truk sedang maupun sedan Presiden meminta diturunkan setidaknya 50 persen. Ini sudah sangat membantu masyarakat,” kata Seskab Pramono Anung saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2).

Selain meminta diturunkannya tarif tol Suramadu, Pramono menjelaskan Presiden Jokowi menginstruksikan agar lahan yang berada di kaki jembatan Suramadu dikembalikan dan dikelola oleh Pemerintah Daerah. “Keputusan ini semoga menjadi kado awal tahun yang baik.”

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi keputusan penurunan tarif oleh Presiden Jokowi tersebut. Sebab, sedari awal jembatan penghubung Pulau Jawa dan Madura yang diresmikan pada 2009 itu bertujuan untuk memberikan efisiensi bagi biaya transportasi warga.

“Itu kan pembangunan Suramadu ada utang yang harus dibayar dan pendapatan rata-rata per tahun adalah Rp 200 miliar, jadi sudah hampir lunas. Maka sebetulnya berapapun tarifnya, usul kami bebas karena sudah mau lunas. Tapi tadi dalam rapat diputuskan tetap membayar untuk fungsi pengaturan,” kata Soekarwo.

Sementara, Walikota Surabaya terpilih Tri Rismarini menjelaskan Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar warga yang tinggal di sekitar Jembatan Suramadu mendapatkan kemudahan dalam mengurus kepemilikan tanah. Sebab, sejak 1979, para warga selalu mendapatkan kesulitan untuk mengurusnya.

“Selama ini masyarakat tidak bisa memproses hak tanahnya bahkan seluruh administrasi pertanahannya. Setelah rapat hari ini maka warga bisa mengurus hak tanahnya seperti masyarakat yang lain,” kata Risma.

bird

Jakarta -Sebelum musim mudik lebaran tiba, sistem pembayaran dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan harus sudah digabungkan. Lewat penggabungan ini, maka gerbang antar tol di dalam ruas ini harus dihapuskan.

Pemudik yang melintas di ruas ini cukup melakukan pembayaran satu kali saat keluar jalan tol. Namun demikian, bukan berarti kewajiban pengguna jalan tol untuk melakukan pembayaran akan dihilangkan.

Pengguna jalan tol akan dikenakan tarif akumulasi, alias hasil penjumlahan atas tarif di kedua ruas jalan tol yang dimiliki dua investor berbeda tersebut dan dilakukan dalam satu kali transaksi.

detikFinance mencoba merangkum biaya yang harus dibayar pengguna jalan tol golongan I dengan menggunakan daftar tarif normal yang berlaku saat ini di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Berikut daftarnya, masuk dari Pintu Tol Cikarang Utama:

  • Keluar di Kalijati Rp 36.000
  • Keluar di Subang Rp 45.000
  • Keluar di Cikedung Rp 68.500
  • Keluar di Kertajati Rp 84.000
  • Keluar di Sumber Jaya Rp 97.500
  • Keluar di Palimanan Rp 109.500

(dna/wdl)

valentineEVERYsmall

beritasatu:

Sumedang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menargetkan kontruksi pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61,6 kilometer untuk seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang sepanjang 29 kilometer bisa selesai pada akhir 2018 mendatang.

“Perkirakan normal selesai pada akhir tahun 2018. Rata-rata baru 60 persen, tapi kami upayakan untuk bisa dipercepat,” kata Dirjen Bina Marga Hediyanto Husaini, di sela acara Peninjauan proyek tol Cisumdawu, Sumedang, Jumat (18/12).

Hasil pantauan di lapangan, tol seksi 1 dan 2 ini Cisumdawu ini masih dikerjakan oleh kontraktor besar bekerja sama dengan kontraktor Tiongkok.

Hediyanto Husaini mengatakan, kontruksi jalan tol untuk seksi 1 dan 2 ini lebih berat, karena daerah gunung dan berbukit bukit. Gunung dan bukit itu harus dibelah terlebih dahulu, sehingga membutuhkan waktu panjang dibandingkan untuk seksi 3 sampai 6. “Medannya cukup berat, lihat kondisi tanah karena daerah pegunungan,” kata dia.

Jalan Tol Cisumdawu ini memiliki panjang 61, 675 kilometer yang terdiri dari 6 seksi yaitu seksi 1 mulai dari Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 kilometer, seksi 2 Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer. Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,75 kilometer.

Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer dan seksi 5 Legok-Ujung Jaya 16,42 kilometer dan seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 kilometer.

Dari keenam seksi tersebut, pemerintah akan mengerjakan sebanyak 2 seksi yaitu seksi 1 dan seksi 2. Sedangkan seksi berikutnya akan ditawarkan kepada investor untuk mengerjakannya.

Imam Muzakir/JAS

rose KECIL

detik: Jakarta – Musim mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Tak lama lagi, pergerakan jutaan orang kembali ke kampung akan terjadi. Kendala yang selalu dihadapi dan berulang soal kemacetan.

Namun untuk Lebaran tahun ini ada yang baru dalam urusan jalur mudik. Tak lain bisa digunakannya jalur Tol Cikampek-Palimanan (Cikapali). Setelah tol ini resmi beroperasi, masyarakat dari Jakarta bisa tanpa henti melaju lewat tol hingga Brebes, Jawa Tengah.

Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk biaya tol?

Dari Jakarta, perjalanan bisa dimulai dari Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Setelah itu keluar di pintu tol Pejagan di Brebes, Jawa tengah. Total tarif tol yang harus dirogoh kocek pengguna Rp 138.000.

Total tarif itu menggunakan asumsi tarif tol terakhir yang berlaku saat ini. Kita coba simulasikan perjalanan dimulai dari daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan mobil golongan satu.

Pertama-tama, mobil memasuki jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Tarif tol ini Rp 8.500.

Setelah itu, memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek bayar lagi Rp 13.500. Sejauh ini total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 22.000.

Selesai melewati Cikampek, masuk ke gerbang tol Cikampek-Palimanan (Cikapali), tol dengan ruas terpanjang di Indonesia ini mematok tarif Rp 87.500. Jadi setelah 116,75 km dilewati, bayar Rp 87.500.

Selanjutnya masuk ke tol Palimanan-Kanci milik PT Jasa Marga Tbk. Di sini Anda bayar tol lagi Rp 4.500 di pintu keluar. Sudah Rp 114.000 dikeluarkan untuk bayar tol.

Tidak butuh waktu lama untuk melewati tol ini. Selanjutnya Anda masuk ke Tol Kanci-Pejagan yang dulu milik Grup Bakrie. Tarif tol yang sekarang dikuasai Grup MNC ini sebesar Rp 24.000.

Setelah keluar di pintu tol Pejagan, Brebes, total biaya yang sudah dikeluarkan untuk bayar tol sebesar Rp 138.000. Demikian biaya total yang dikeluarkan.

Anda siap menghadapi mudik?

peta TOL CIKAMPEK – PALIMANAN (yang diusulkan, tapi JELANG DIRESMIKAN pada AKHIR JUNI 2015):
tol cikampek palimanan 2015besar

peta jalur alternatif MUDIK 2014:

 

peta jalur alternatif mudik 2014… sebagai evaluasi TRANS JAVA 2014 yang gw lakukan sbb:

H-2: gw masuk tol Cikampek (sekira jam 6.30) lalu exit tol Jatiluhur, ke kiri masuk Kota Purwakarta menuju Pasar Rebo lalu ke kiri di Pasar tersebut mengarah ke Wanayasa-Segalaherang (gw terjebak macet sekira 5 jam), lalu ke luar ke arah Jalan Cagak menuju ke Kota Sumedang (sekira jam 1900 masuk hotel)

H-1: berangkat pagi sekira jam 0800 menuju Palimanan lewat Jatiwangi (sekira 5 jam) masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan, lalu sore berhenti di Pekalongan

H: berangkat pagi sekira jam 0800 (lancar jaya lewat Jembatan Comal:) ) menuju Salatiga lewat tol lingkar luar kota Semarang-Bawen, semua jalur lancar jaya, kecuali karena terjadi sebuah kecelakaan di jalur Bawen-Salatiga, maka gw beralih lewat Magelang n pinggir Yogya, n Klaten (banyak candi n ada resto Ayam Bakar Kalasan) ke Solo, sore masuk hotel.

H+2: berangkat pagi, gw balik dari Solo lewat Boyolali ke taman wisata Kopeng dan kota Salatiga (makan Kupat Tahu Blabak), lalu ngebut ke Pusat Grosir Batik Sentono Pekalongan (sekira jam 1530) dan makan Soto Tauto Bang Dul (sampai dengan jam 1800), lalu lewat jalur alternatif buatan Polri sekira 2 jam lolos ke kota Pemalang (tidak melewati jembatan Comal) terus ke tol lingkar luar Cirebon ke Palimanan, terus melalui lingkar luar Indramayu dst s/d Tol Karawang Timur lewat jalur pemotor di Cikampek (walau pun gw nyetir mobil seh), lancar jaya (tapi gw banyak bobo di beberapa sbpu seh)

Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan Jateng
JUM’AT, 02 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB
Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan JatengTEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan secara umum, semua jalur yang disiapkan untuk arus mudik dan balik sudah dapat berfungsi. “Yang masih rawan macet itu jalur utara, Cirebon – Tegal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, melalui pesan pendek, Jumat, 2 Agustus 2013.Ia pun menyebut jalur selatan Jawa, yaitu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah rawan macet. Menurut Suroyo ada dua hal penyebab kemacetan, yaitu pasar tumpah dan persimpangan, baik dengan kereta maupun bukan.Kementerian Perhubungan menyebut setidaknya ada 12 titik kemacetan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur mudik di pulau Jawa. “Salah satunya adalah Simpang Jomin,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.Sementara itu, sebelas titik kemacetan lainnya berada di:1. Pertemuan jalur alternatif untuk motor di Ciasem
2. Paliaman
3. Perlintasan sebidang kereta api (KA) di pintu keluar tol Pejagan
4. Cikampek – Simpang Cikopo
5. Ruas jalan Simpang Gadog – Puncak
6. Ruas jalan Rancaekek
7. Gentong – Limbangan
8. Ciregol, Bumiayu
9. Perlintasan Sumpiuh
10. Perlintasan Karanganyar
11. UngaranKementerian Perhubungan menyatakan akan ada pagar betis sepanjang Karawang – Cirebon selama masa mudik. “Sebanyak 9.000 aparat kepolisian disiapkan untuk pagar betis,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotma Simanjuntak.Ia menjelaskan, satu petugas kepolisian akan ditempatkan di setiap jalan sepanjang 1.500 meter jalur tersebut. Hotma menyebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian petugas yang berjaga di jalur mudik. Pertama, adanya “bottle neck”.Menurut Hotma, “bottle neck” biasa terjadi di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan masjid. Kedua, jalur Cikampek – Simpang Jomin – Simpang Mutiara. Ia mengungkapkan, jalur segitiga emas itu rawan penumpukan arus kendaraan.”Kalau di situ macet, nanti kendaraan akan dialihkan ke Sadang,” ujarnya. Jika Sadang pun mengalami kemacetan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju Cileunyi. Ketiga, Hotma menuturkan, pemudik dengan motor yang melalui jalur Ciasem akan menyebabkan kemacetan.Lintas Karawang – Krasak – Cikalong akan dioperasikan sebagai jalur alternatif untuk pemudik yang menggunakan motor. Pada tahun lalu, kata Hotma, penyebab utama kemacetan ketika mudik adalah sikap pengemudi yang tidak bersabar dan tidak disiplin.Hotma pun menyebut dari tahun ke tahun ada cerita yang sama tentang mudik. “Sama ceritanya, Simpang Jomin selalu macet,” ucapnya.MARIA YUNIAR

reaction_1

Liputan6.com, Bandung – Pengadaan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan tol sendiri berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengaku, sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang mengurusi pendanaan pengadaan Jalan Tol Cisumdawu, telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada pemilik tanah di Desa Citimun.

“Pada Senin (23 Juni) PT Jasa Sarana merealisasikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas Desa Citimun yang telah melalui seluruh tahapan pengadaan tanah hingga tercapai musyawarah,” seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2014).

Selain itu pada Agustus 2014 nanti, 1 desa lagi akan masuk tahap pengadaan. Sedangkan untuk penyelesaian sampai dengan Seksi VI, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun 2015.

Dalam kesempatan itu Soko menuturkan Jalan Tol Cisumdawu ini akan terintegrasi dengan jalan tol yang sudah ada dan dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Oleh karenanya, kami mengusulkan untuk diberi kesempatan menyelesaikan pendanaan pengadaan tanah Seksi 1, yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari, kami akan menyelesaikannya hingga Desember 2014,” pungkasnya. (Okan Firdaus/Nrm)

(Nurmayanti)
– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2067884/pembebasan-lahan-tol-cisumdawu-masuk-tahap-pembayaran#sthash.0dk8DJQd.dpuf

long jump icon

Tol Cisumdawu Selesai 2014, Waktu Tempuh Bandung-Sumedang Hanya 15 Menit
Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 13:21 WIB

Sumedang – Proyek tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tahap 1 mulai dibangun hari ini, diharapkan keseluruhannya selesai 2014. Jika total ruas tol ini telah rampung, diperkirakan waktu tempuh dari Cileunyi (Bandung) menuju Sumedang hanya 15 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat acara groundbreaking tol Cisumdawu di Sumedang, Kamis (29/11/12).

“(Jika sudah rampung) Bandung (Cileunyi) ke Sumedang hanya 15 menit Insya Allah, biasanya macet di Jatinagor dan Cadas Pangeran,” ungkap Aher.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menargetkan proses pembangunan tol Cisumdawu tahap 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini akan memakan waktu hingga 2 tahun.

“Direncanakan seluruhnya selesai pada tahun 2014,” ungkap Djokir.

Pembangunan ruas tol ini memakan biaya sebesar Rp 1,022 triliun yang berasal dari dana pinjaman dari pemerintah China dan dana APBN. “Dananya loan China 90%, dan APBN murni 10%.

Proses groundbreaking ini adalah untuk pembangunan tahap 1 dengan panjang 6,3 km dari keseluruhan panjang tol sekitar 60,28 km. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tahap 1 ini diperkirakan mencapai Rp 1,022 triliun. Pembangunan ini dilakukan oleh 3 kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan Shanghai Construction Group dari China.

Seperti diketahui, ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu CileunyinTanjungsari sepanjang 9,80 Km, seksi dua Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 Km, Sumedang-Cimalaka 3,73 Km, Cimalaka-Legok 6,96 Km, Legok-Ujungjaya 16,35 Km, dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 Km.

(zul/hen)

long jump icon

Kamis, 01 November 2012 | 10:48 WIB
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pekan depan pemerintah akan menandatangani loan agreement dengan pemerintah Cina.

“Pekan depan, kami menandatangani loan agreement untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Tol Cisumdawu,” kata Djoko, usai penutupan Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu malam, 31 Oktober 2012.

Djoko menjelaskan, pinjaman luar negeri untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut mencapai triliunan rupiah. Untuk Tol Cisumdawu, pinjaman diberikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar US$ 137 juta.

“Ini kabar baik, karena dana pinjaman tersebut sudah dianggarkan dalam pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Sehingga penyerapan anggaran Kementerian juga ikut meningkat,” kata Djoko.

Loan agreement sendiri sudah berulang kali diundur oleh pemilik dana lantaran ada perdebatan internal antara pemerintah Cina dan pihak Bank Exim, Cina, sebagai pemberi pinjaman. Karena itu, ia dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto harus sering menghubungi pihak Cina agar mereka segera menandatangani loan agreement.

Dengan penandatanganan perjanjian itu, proses konstruksi kedua ruas tol dapat segera dilakukan. Djoko memperkirakan sekitar Desember kedua ruas tol itu dapat dilakukan ground breaking dan selesai dua tahun kemudian atau sekitar 2015.

Adapun Tol Cisumdawu merupakan ruas tol yang akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikapali. Tol sepanjang 60 kilometer ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit, sekaligus mengantisipasi beban trafik jalan Cadas Pangeran.

Tol tersebut terbagi atas enam seksi dan dua kontrak pembangunan. “Kontrak pertama sudah dilelang,” kata Djoko. Penandatangan kontrak tersebut dilakukan pada 2 Desember 2011 dan sekaligus mengawali kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kontraktor Shanghai Contruction Group.

Sedangkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan ruas tol yang telah masuk dalam Public Private Partnership 2011. “Saat ini pembebasan lahannya sudah 55 persen dan siap dikonstruksi,” kata Djoko.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Akses jalan lain menuju bandara tersebut adalah jalan non-tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi dan siap dioperasikan tahun depan.

“Wakil Presiden sudah menginstruksikan bahwa Bandara Kualanamu harus diresmikan pertengahan tahun depan,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dalam acara yang sama. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengebut pengerjaan jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kualanamu.

RAFIKA AULIA

long jump icon

Dibiayai China, Tol Cisumdawu Sumedang Segera Dibangun
Panjang jalan tol di kawasan Sumedang itu mencapai 58,35 kilometer.
Kamis, 1 November 2012, 12:31 Arinto Tri Wibowo, Alfin Tofler

VIVAnews – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Cisumdawu di Jawa Barat. Rencana pemasangan tiang pancang pembangunan jalan tol itu akan dipastikan setelah memperoleh pendanaan dari China.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, bank ekspor impor China akan memberikan pinjaman senilai Rp1 triliun untuk pendanaan proyek tol itu.

“Mudah-mudahan pekan depan kami akan segera tanda tangani,” ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Menurut Djoko, selama ini, pencairan pinjaman tersebut bermasalah, karena banyak pembahasan dan koordinasi antara pemerintah China dan Exim Bank of China.

Sepekan setelah penandatanganan perjanjian tersebut, dia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum akan langsung melakukan peletakan batu pertama di jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas jalan tol Cisumdawu, Djoko memperkirakan, sudah mencapai lebih dari 55 persen. Kementerian menargetkan, proses pemasangan tiang pancang jalan tol itu akan memakan waktu penyelesaian dua tahun anggaran.

Pembiayaan oleh bank China itu, dia menjelaskan, akan digunakan untuk pembangunan paket pertama. Sementara itu, untuk pembangunan paket kedua, menurut Djoko, baru akan digelar lelang setelah proses desain selesai.

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km).

long jump icon

Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:29 WIB
Situs-situs yang Tayangkan CCTV Arus Mudik

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan sebuah perusahaan swasta berlomba-lomba memasang kamera kamera pengawas alias closed-circuit television (CCTV) untuk memantau arus mudik. Ada ratusan kamera yang dipasang di berbagai titik penting jalur mudik. Di Pantura, kamera itu antara lain dipasang di Susukan, Winong, Tegalgubug, Tegalkarang, Palimanan, Plumbon, Plered, Kedawung, Gebang, dan Losari.

“Ada beberapa CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, kemarin. ,

Kamera CCTV juga dipasang di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci). “Ada 17 CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur ini,” kata Kepala Jasa Marga Cabang Tol Palikanci, Dadang Sumaryana.

Di jalur Nagreg, Polres Bandung memasang enam unit kamera pengawas. Kamera itu, menurut Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, antara lain dipasang di pintu gerbang tol Cileunyi, Batalion 330, Pamucatan, Ciaro, Jalan Cagak, dan Lingkar Nagreg.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kamera pengawas dipasang di 15 titik. “Pengoperasian CCTV itu terintegrasi dengan RTMC Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah DIY,” kata Kepala Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti.

Di Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta mengoperasikan kamera CCTV canggih bernama Intelligent Traffic System (ITS). Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kamera ini mampu mengatur nyala lampu pengatur lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

“Semakin panjang antrean kendaraan, nyala lampu hijau makin lama,” kata dia, Senin lalu. Kamera itu dipasang di persimpangan rawan macet, seperti persimpangan Sudirman, Manahan, Coyudan, Dawung, Panggung, dan Kerten.

Di Purwokerto, kamera dipasang antara lain di Terminal Purwokerto; perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas; dan pertigaan Ajibarang, Banyumas. “Purwokerto menjadi simpul penting lalu lintas di Jawa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Abdullah Muhammad.

Di Jawa Timur, Polda setempat memasang kamera di 184 titik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan.

Untuk memantaunya Anda bisa mengunjungi link berikut:
departemen perhubungan BANTU ANTISIPASI PERJALANAN ANDA
Kamera CCTV versi Departemen Perhubungan

LEWAT MANA neh …
Daftar CCTV jalur mudik versi Lewatmana.com:

01. Cikopo Cikampek — Jalur Pantura
02. Jomin Pantura — Jalur Pantura
03. Sukasari Pamanukan — Jalur Pantura
04. Mundusari Pamanukan — Jalur Pantura
05. Kertasemaya — Jalur Pantura
06. Brebes Pantura — Jalur Pantura
07. Ketanggungan Brebes — Jalur Tengah
08. Tomo Raya Sumedang — Jalur Selatan
09. Cipacing Raya — Jalur Selatan
10. Limbangan Nagrek — Jalur Selatan

IVANSYAH | SIGIT ZULMUNIR | PITO AGUSTIN RUDIANA | DINI MAWUNTYAS | IKA NINGTYAS | UKKY PRIMARTANTYO | ARIS ANDRIANTO

Tips Mudik Lebaran 1 Syawal 1430H Mobil Pribadi Bandung – Malang lewat Jalur Tengah Jawa
Posted on 15 September 2009 by richocean

peta kasar jalan jakarta-tol cikampek-tol cipularang-purwakarta-cimalaka/sumedang-kadipaten-majalengka





peta kasar jalan majalengka-cikijing-ciamis-banjar


peta kasar jalan ciamis-wangon-banyumas-banjarnegara-wonosobo-dieng-temanggung

wangon kota 2015

peta kasar jalan temanggung-salatiga-surakarta/solo-yogya



peta kasar jalan salatiga surakarta ngawi jombang batu malang n balik ke grobogan-demak-semarang

g







Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!
Aris F. Harvenda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:29 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

Dua puluh tips mudik ke Jawa naik mobil pribadi libur lebaran 1 Syawal 1430 H, berdasarkan pengalaman saya PP Bandung – Jawa 6 kali membawa mobil sendiri tanpa tidur non-stop. Seingat saya 3x saya bawa sedan Honda, 1 kali bawa Kijang, dan 2 kali bawa Zebra, dari masih bujang sampai punya istri 1 dan anak 2.

Pada awalnya saya bawa sedan Honda, sedih di jalan karena umumnya mudik pakai Kijang dan colt. Mobil berbadan besar, kalo sudah macet, lewat bahu jalan, yang jalannya jelek, lubang gede, tenang-tenang saja. Akhirnya saya bisa naik Kijang dan Zebra, rasanya seperti mudik karena sudah sama dengan mobil-mobil mudik yang lain. Sayang tahun ini saya tidak bisa mudik.

Jalur yang ditempuh :
Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon (via Tol Kanci) – Brebes – Tegal – Bumiayu – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Temanggung – Ambarawa – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Ngawi – Madiun – Nagnjuk – Jombang – Mokokerto – Mojosari – Gempol – Purwosari – Malang.

Saya pernah potong lewat Tawangmangu ternyata tanjakannya sesuai peta, tinggi banget, akhirnya tak luat, balik lagi ke Madiun. Saya pernah lewat Kediri – Pujon, utk menghindari tol Lapindo Sidoarjo, ternyata pusing, gunung muter-muter lebih serem dibanding Cadas Pangeran, Sumedang.

Dua puluh tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya agar bisa mudik selamat dan lancar :

PERSIAPAN :
1. Tentukan hari pergi dan pulang mudik sesuai kemampuan dan kondisi
Jika mudik 2-4 hari sebelum hari Idul Fitri dan pulang 2-4 hari sesudah hari Idul Fitri, dijamin jalanan macet banget. Mudik 1 hari dan kembali 1 hari sesudah Idul Fitri sepi banget di jalan.
2. Tentukan jam berangkat
Jika anda biasa terkena sinar lampu mobil maka lebih baik berangkat malam, apalagi ngirit AC. Sebaiknya anda menguasai medan malam yang bisa sepi dan kurang dukungan logistik. Suasana boring banget.
Jika anda ingin melihat indahnya pemandangan selama perjalanan dan kurang tahan sinar lampu, berangkatlah siang hari, dengan catatan AC mobil bagus atau siap meleleh jika AC masalah.
3. Bawa mobil ke bengkel sekitar 1 minggu sebelum hari keberangkatan
Antrian bengkel masih sepi dan montir-montir masih penuh perhatian. Kalo kurang dari 5 hari, bengkel penuh banget dan montir-montir sudah capek lembur, kurang fokus, mau mudik juga.
Yang perlu dilakukan :
– Tune up (kalo perlu ganti busi, saringan udara, saringan bensin, air, aki, air radiator, ganti oli mesin + perseneleng + gardan), siap-siap macet + non-stop
– Cek rem (buka ban), siap-siap jalan menurun + pengereman mendadak
– Cek kampas kopling, siap-siap macet + nanjak
– Cek AC, siap-siap panas macet
– Cek karet wiper + lampu jarak dekat + jauh + sign, siap-siap hujan + malam
– Beli bola lampu cadangan + sekring + oli cadangan, siap-siap oli rembes
– Siapkan ban cadangan, angin penuh. Kembang ban jangan tipis
– Segitiga parkir, perangkat bongkar-bongkar secukupnya, dongkrak, kunci roda
Saya siapkan dana sekitar 1jt ke bengkel agar tidak perlu ke bengkel dadakan (palsu) di pinggir jalan dalam perjalanan.
4. Perhatikan para penumpang mobil
Jika cuma sendiri lebih sederhana. Jika bawa wanita, lebih butuh persiapan. Jika bawa anak-anak kecil dan bayi, butuh persiapan super extra. Pastikan penumpang mobil berangkat dalam kondisi sehat. Jangan memaksakan jika sakit terutama bayi dan anak-anak, anda bisa tidak jadi liburan tapi bisa nginep di rumah sakit di luar kota.
5. Bawa makanan kering + kue + air putih + susu + vitamin + obat secukupnya
Khusus anak-anak, saya bawa kasur lipatnya dan juga bantal kesayangannya. Hal ini sangat serius karena anak tidak bisa tidur di mobil, apalagi setelah sampai ke tempat tujuan. Bawa mainan kesayangan dan bahan-bahan bacaan karena akan sangat membosankan di perjalanan.
6. Bawa baju dan sejenisnya. Simpan di mobil yang tidak merangsang orang untuk mengambil.
Bawa uang tunai secukupnya (sekitar 1jt) untuk jaga-jaga terutama kalau mobil bermasalah dan kesulitan ATM di tengah jalan.
Jangan lupa bawa oleh-oleh yang awet. Sediakan tempat di mobil untuk bawa oleh-oleh balik karena biasanya diberi oleh-oleh dan menolak oleh-oleh merupakan hal yang kurang baik.
7. Siapkan peta, pelajari peta, jalan-jalan alternatif, cari info-info terutama jika anda jarang melewati rute itu
Bawa senter yg cukup, untuk baca peta saat malam maupun pemeriksaan mobil di malam hari. Jika mobil tidak memungkinkan antri dan menanjak, haram hukumnya melalui jalur itu meskipun lebih dekat, lebih baik sedikit memutar tapi pasti sampai.
8. Bawa kaset + CD + film karena di perjalanan sinyal radio AM apalagi FM kadang-kadang tidak ada sama sekali, untuk teman penumpang + sopir agar tetap terjaga. Jangan lupa bawa HP. Pengalaman saya lewat semua jalur mudik, sinyal TELKOMSEL tak kenal mati, suara tetap jernih bisa terus dipantau dari Malang sampai di mana. Ini bukan promosi Telkomsel, ini fakta lho yang saya pakai selama mudik 6 kali itu. Kalau tak punya charger di mobil, bisa charge di masjid-pom bensin, restoran bahkan di sekitar Tegal ada sewa charge HP Rp 1000. Siapkan uang receh untuk berbagai keperluan.
PERJALANAN:
9. Mulai perjalanan dengan tenang dan membaca doa. Siapkan STNK + SIM + KTP.
10. Boleh ngebut di jalan sepi namun tetap hati-hati karena jika macet, anda tidak sampai-sampai.
Boleh menyelip truk, tanki, kontainer, truk gandeng, bis namun tetap hati-hati sesuai kemampuan karena jika tidak, anda akan ikut konvoi lambat dan tidak sampai-sampai. Pengalaman saya menyelip bis, 2x bis memepet saya hingga pindah ke bahu jalan jalur yang berlawanan, untung masih hidup. Hati-hati di turunan dan tikungan di jalur yang anda kurang kenal, apalagi tanjakan merayap, kampas kopling ancaman utama.
11. Usahakan mengisi bensin tetap penuh terutama jika akan melewati jalur alternatif (apalagi malam hari) karena sulitnya pom bensin.
12. Istirahat secukupnya di pom bensin maupun saat makan dan sholat
Periksa kondisi mobil saat beristirahat, ban, dan air radiator. Jika ban terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan sistem rem. Jika mobil terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan radiator. Segera mampir ke bengkel dadakan di pinggir jalan. Hati-hati memilih bengkel dadakan.
13. Jika terpaksa mengemudi sambil flu / batuk, jangan minum obat flu / batuk yang bisa membuat ngantuk
14. Cara yang mudah untuk tidak tersesat adalah mengikuti bis-bis besar yang bertuliskan kota terdekat yang akan dilewati, ikuti jalan utama provinsi yg biasanya besar-besar, hotmix, dicat putih di tengah jalan.
15. Jika anda terpaksa lewat jalur alternatif, usahakan jangan memilih malam hari karena sepi, jalan kurang bagus, sedikit rambu, sedikit pom bensin, sedikit rumah penduduk, sedikit warung, apalagi jalur alternatif yg baru dibangun. Saya pernah lewat, sepi dan ngeri, hanya berdua dengan adik perempuan saya. Kapok.
16. Sesampai di tujuan, anda sebagai pengemudi jangan terlalu lelah, demikian juga rombongan
Tim harus tetap dalam kondisi baik saat kembali apalagi yang bawa mobil. Saya pernah berangkat 1 hari sebelum Idul Fitri, kembali malam hari setelah sholat Idul Fitri. Sempat main-main di Malang, sorenya badan mulai anget-anget tetap memaksakan pulang, akhirnya sampai Jakarta saya langsung sakit cacar. Kemungkinan kelelahan, daya tahan tubuh turun, dan ketularan cacar di luaran. Sehingga rencana lebaran selanjutnya berantakan.
17. Segera periksa mobil sesampai di tempat akhir kampung halaman agar jika ditemukan kerusakan yang serius bisa segera dibawa ke bengkel. Apalagi bengkel lagi susah-susahnya. Moga-moga jika sebelumnya sudah ke bengkel maka tidak perlu ke bengkel lagi. Namun kadang-kadang dalam perjalanan dapat terjadi yg tak terduga.
18. Jangan lupa belanja dan bawa oleh-oleh yg awet dan bisa menggembirakan orang-orang yang dikasihi di tempat asal. Sediakan tempat yg cukup di mobil sejak awal keberangkatan.
19. Lakukan kembali langkah-langkah yang sama seperti saat berangkat
Saat berangkat, jika menemui beberapa hal yang kurang baik agar dicatat sehingga bisa diperbaiki, dipersiapkan lebih baik saat kembali.
20. Kembali ke kota asal, berdoa sebelum berangkat
Jangan lupa foto dulu donk.:)

Semoga rekan-rekan yang mau mudik masih sempat baca. Yang sudah lebih mahir, moga-moga bisa menambahkan info-nya. Yang mudik tahun depan, moga-moga bisa juga bermanfaat.

bird smallest

 

Peta Jalur Alternatif Mudik Lebaran
Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 02:35 wib

BANDUNG – Arus mudik di Jawa Barat diprediksi akan mengalami kemacetan. Seperti diketahui, Jabar memiliki tiga jalur utama yakni jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, dan jalur selatan. Untuk mengurangi kemacetan, pemudik bermotor maupun mobil di tiga jalur ini akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, pemudik yang berasal dari arah Jakarta menuju Bandung via puncak bisa dilahkan melalui jalan alternatif yang melewati jalur Cibubur- Jonggol, Cianjur, hingga sampai di Jalan Raya Padalarang, Bandung.

Bagi pemudik dari arah Jakarta yang hendak melalui jalur Utara, kemungkinan akan terjebak kepadatan di daerah Jomin. Maka para pemudik di jalur ini akan dialihkan ke jalur alternatif Cikopo, Sadang, Subang dan Cijelag.

Sedangkan untuk jalur tengah, pemudik bisa melalui dua jalur alternatif, yakni jalur Sukamandi-Kalijati via Sadang dan jalur Pemanukan-Subang.

Untuk jalur Selatan yakni jalan di Bandung-Garut yang melewati Cileunyi, para pemudik bisa melalui jalur alternatif Jalan Parakan Muncang. Jalur alternatif lainnya untuk jalur selatan ini, pemudik bisa menggunakan Banjar-Malangbong- Limbangan-Cibatu-Kadungora-Cijapati dan Cicalengka.

“Bagi pemudik di jalur Selatan yang hendak mengarah ke Timur dapat menggunakan jalur alternatif Malangbong-Sumedang via Wado,” papar Kapolda.

Menurutnya, semua jalur alternatif yang ada bisa dilalui para pemudik bermotor ataupun mobil. Dia mengakui, tidak semua jalur layik karena ada beberapa yang memiliki kerawanan bencana ataupun rawan kecelakaan mengingat kondisi jalan yang tajam serta kurang bagus.

Untuk itu, dia mengimbau supaya pemudik yang menggunakan jalur alternatif bisa ekstra hati-hati termasuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sebaiknya saat mengendara janganlah ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri serta merugikan pengendara lain. Sekali lagi saya tekankan dan mengimbau agar selamat menuju tujuan, pemudik harus mentaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.
(abe)
Menelusuri Jalur Alternatif

Bila jalur-jalur utama yang tersedia benar-benar macet, dan sepanjang musim mudik lebaran hampir sering terjadi, ada baiknya pemudik memilih jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak. Namun sekali lagi dengan catatan, “bila jalur utama macet total”. Seputar pintu tol Cikampek, diperkirakan menjadi daerah tersibuk seperti tradisi bila musim mudik. Pada saat itu, seluruh kendaraan dari Jakarta yang melewati tol Cikampek, baik tujuan Cirebon, Jateng ataupun Jabar seperti Bandung, Subang, Sumedang dan daerah-daerah lainnya, seluruhnya bermuara di situ.

Sebagai titik simpul dari sekian kota atau daerah tujuan, kemacetan menjadi satu kerawanan yang sangat terasa. Bagaimana tidak, berbagai jenis kendaraan umum seperti bus maupun pribadi, yang lewat tol Cikampek akan tertumpuk di daerah tersebut.

Pertigaan Cikampek merupakan titik tolak semua jalur yang keluar dari pintu tol. Ada dua jalur utama yang resultannya di pertigaan tadi, yakni arah utara jalur utama Pantura ke Cirebon dan Jateng. Ke selatan ke arah Padalarang-Bandung atau Subang.

Jalur utama terakhir terpecah dua di pertigaan Sadang. Pemudik bisa lurus jika ingin melewati jalur utama Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung, atau belok ke selatan di pertigaan Sadang menuju Subang melewati pabrik sebuah perusahaan besar Texmaco milik konglomerat Marimutu Sinivasan.

Dua jalur utama yang bertolak dari pintu tol dan pertigaan Cikampek, seperti dituturkan pegawai DLLAJR di Terminal Sadang, langganan macet. Terutama pada hari-hari makin mendekati Idhul Fitri mulai H-3 sampai H+3.

Kemacetan total sering terjadi pula di jalur utama Pertigaan Sadang menuju Subang. Lalu apa yang harus dilakukan pemudik bila di jalur itu mengalami macet total. Untuk pemudik jurusan Bandung, bisa lurus ke Purwakarta-Padalarang-Bandung. Namun bila jurusan Subang, tak ada jalan lain. Tinggal pilih, ingin berlama-lama terjebak macet yang melelahkan dan menjengkelkan, atau mencari jalur alternatif.

Jika skenario buruk (macet total ) terjadi, disarankan pemudik berlega hati melalui satu-satunya jalur alternatif yang tersedia. Tidak ada lain kecuali Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dengan panjang mencapai 50 hingga 60 km. Jalur alternatif dan AMP kontroversi portal BIC.

Menuju jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dari pertigaan Sadang, sekitar 10 km ke arah kota Purwakarta. Memang agak melelahkan, tapi apa boleh buat dibandingkan kalau terjebak diantara deretan kendaraan dalam satu kemacetan total.

Jalur alternatif satu-satunya ini, bisa ditempuh dari pintu tol Dawuhan, 10 km sebelum pintu tol Cikampek. Tapi biasanya dilakukan pemudik yang berpengalaman, khususnya pemudik yang memang sudah hafal daerah tersebut.

Dari pintu tol Dawuhan, bisa lewat kawasan industri dan kompleks perumahan. Hanya saja, untuk mudik kali ini, jalur khusus kendaraan pribadi sedikit terhambat karena terhalang portal di pintu keluar perumahan BIC yang menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Drs Sopyan tengah diprotes jajaran Polwil Purwakarta maupun Pemda.

Pemasangan portal di BIC diprotes. Dan sudah kirim surat agar portal yang baru dipasang dibongkar kembali. Soalnya menghambat kelancaran arus lebaran.

Jalur BIC cukup strategis untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan bila terjadi kemacetan di pertigaan Cikampek maupun Sadang. Kendaraan tujuan
Bandung bisa langsung lewat tol Dawuhan tanpa harus lewat pertigaan Cikampek.

Bagi kendaraan pemudik yang akan menyusuri jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, mereka bisa menyusuri kompleks BIC lalu langsung ke arah Purwakarta tanpa melewati pertigaan Cikampek maupun Sadang yang langganan macet.

Jalur itu, selama ini dijadikan pembuang bila pertigaan Cikampek maupun Sadang macet. Bila ada portal, apalagi palang besinya yang sengaja dipasang pas badan mobil, pasti ada kelambatan. Kan harus pelan bila melewati palang besi.

Cukup beralasan bila jajaran Polwil Purwakarta geram dengan pemasangan portal yang dipasang belum lama ini. Dari pengamatan “PR”, kendaraan pribadi yang melalui palang besi mau tidak mau harus berhenti dan melaju pelan-pelan. Bila arus padat, berapa waktu terbuang hanya untuk melalui palang besi.

Wanayasa-Jalan Cagak-Subang Jalur alternatif ini boleh jadi pengobat satu-satunya bila terjadi kemacetan total di jalur-jalur utama pertigaan Sadang. Menyusuri jalur alternatif itu, walau mungkin lebih lengang, namun kehati-hatian sebagai prinsip utama pengemudi, harus tetap dipegang.

Sepanjang 50 sampai 60 km jalur alternatif, badan jalan lebih sempit dibanding jalur-jalur utama. Sekitar 7 sampai 8 m dengan jarak tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kecepatan normal antara 60 sampai 70 km per jam.

Jalur ini memang lebih layak bila dilalui kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, apalagi jenis bus-bus berbadan besar, tentunya kurang pas karena selain badan jalan sempit, lokasi yang dilalui juga penuh tikungan dan naik turun. Ada baiknya, bus-bus tidak memaksakan melalui jalur ini.

Sebagaimana umumnya sebuah jalan yang menyusuri pegunungan, sepanjang Wanayasa-Jalan Cagak akan banyak ditemui belokan tajam, tanjakan atau turunan curam. Kondisi jalan sebaian besar sudah diaspal dengan kualitas relatif.

Badan jalan bergelombang juga akan banyak dijumpai di beberapa lokasi seperti antara km 7 sampai 25 lepas pasar Wanayasa. Daerah rawan macet, bila kendaraan berjalan tertib nyaris tidak ditemui, terkecuali di Pasar Wanayasa yang merupakan pusat kegiatan belanja sekaligus terminal angkot.

Ada baiknya tidak menjadikan ruas jalan ini sebagai ajang kebut-kebutan atau saling salip. Kondisinya tidak memungkinkan dan malah bisa celaka karena badan jalan sempit dan kondisinya tak semulus jalur-jalur utama.

Sepanjang jalur itu memang hampir tidak ditemui tempat beristirahat. Yang ditemui hanya perkampungan penduduk biasa atau perbukitan, ladang, sawah ataupun hutan jati dan perkebunan teh khususnya memasuki daerah Kabupaten Subang.

Sejauh ini tidak ada rambu lalu-lintas petunjuk jalan, kkhususnya di wilayah Purwakarta. Tidak ada penjelasan menyangkut ketiadaan rambu-rambu tadi, namun seperti dituturkan Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Sopyan, jalur Wanayasa-Jalan Cagak memang tidak dipersiapkan khusus untuk arus mudik lebaran.

Jika pengemudi merasa lelah, hanya ada satu lokasi yang layak sebagai tempat peristirahatan, yakni sekitar km 30. Terdapat sebuah danau yang oleh masyarakat disebut Situ Wanayasa.

Suasana sekitar danau itu sejuk dan tenang, layak sebagai tempat istirahat sekedar melemaskan otot. Hanya saja, itu hanya bisa dilakukan pada perjalanan siang hari. Kalau malam, tentu kurang layak karena gelap kendatipun ada di tengah pemukiman.

Hanya sayang, di sekitar danau tidak dijumpai areal parkir memadai. Karena itu, bila istirahat, carilah tempat parkir yang tidak mengganggu kendaraan pemudik lain, apalagi jalan di sekitar danau, ada kerusakan yang kalau hujan penuh kubangan.

Tak jauh dari danau, sekitar 1 km sampailah di pertigaan terminal Wanayasa. Di pertigaan, pengemudi belok ke kanan menuju arah perbatasan Purwakarta-Subang sekitar 8 km.

Di sepanjang jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, ditemukan juga tempat rawan longsor. Karena jalurnya diperbukitan, bila hujan, pengemudi harus ekstra hati-hati, supaya tidak tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Salah satu daerah rawan longsor di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, masuk Kabupaten Subang. Di salah satu tanjakan lepas jembatan perbatasan Wanayasa (Purwakarta)-Sagalaherang (Subang), ada lokasi bekas tanah longsor. Namun sekarang sedang dalam perbaikan berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Di wilayah Subang, kondisinya lebih bagus daripada di Purwakarta. Apalagi 15 km sebelum sampai pertigaan Jalan Cagak, jalan sudah mulus lengkap dengan hot-mix. Teruslah dengan kecepatan normal, 1/4 jam kemudian, sampailah di Jalan Cagak.

Dari Jalan Cagak, karena sudah memasuki jalur utama tengah, pemudik tinggal pilih sesuai jurusan. Kalau ke Bandung tinggal belok kanan menyusuri panorama indah perkebunan karet sepanjang lokawisata Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang. Tempat peristirahatan banyak didapati termasuk bila ingin membawa oleh-oleh buah-buahan nanas Subang atau sayur-sayuran Lembang.

Kemudian bagi pemudik jurusan Sumedang atau Cirebon, bisa belok kiri mengambil jalur alternatif Subang-Sumedang. Atau yang tidak ingin melewati kota Sumedang, bisa ke arah Pegaden dulu, nanti menuju jalur Bantarwaru-Cikamurang-Indramayu.

https://i1.wp.com/www.sman13bdg.sch.id/userfiles/crhcjb57.jpg
JARAK:
Jakarta, ID 106.8294
-6.1744
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Miles: 60.93
Kilometers: 98.05
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Miles: 8.76
Kilometers: 14.10
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Miles: 20.09
Kilometers: 32.33
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Miles: 18.61
Kilometers: 29.94
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Miles: 16.31
Kilometers: 26.24
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Miles: 21.89
Kilometers: 35.23
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Miles: 12.76
Kilometers: 20.54
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Pangandaran, ID 108.6500
-7.6833
Miles: 23.28
Kilometers: 37.46
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Miles: 52.38
Kilometers: 84.30
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Miles: 43.47
Kilometers: 69.96
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Miles: 41.74
Kilometers: 67.17
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Surakarta, ID 110.8333
-7.5833
Miles: 28.70
Kilometers: 46.19
TOTAL JARAK
Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 12:47 WIB
Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

TEMPO.CO, Purwakarta – Buat pemudik asal Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Cirebon-Jawa Tengah dan Priangan Timur, ada jalur alternatif yang bisa Anda coba untuk menghindari macetnya jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Agus Wahyudin, mengatakan pemudik dapat mengambil jalur alternatif Ciganea-Purwakarta-Wanayasa-Jalan Jagak-Sumedang.

“Jalannya lebar dan mulus, kami jamin pemudik betah selama di perjalanan,” kata Agus di kantornya, Minggu, 5 Agustus 2012.

Menurut dia, jalur ini relatif lancar ketimbang jalur utama Pantura Karawang-Subang-Indramayu. Selain kondisi jalan yang lebar dan mulus, pemandangan di sepanjang jalan juga hampir sama seperti jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Rute yang dapat dilalui untuk melintasi jalur alternatif ini, kata Agus, begitu keluar Jakarta, pemudik jangan keluar dari gerbang tol Cikopo. Mereka diminta masuk ke ruang Tol Cipularang di kilometer 86 lalu keluar melalui gerbang tol Jatiluhur/Ciganea.

Selepas pintu gerbang itu, kendaraan langsung diarahkan menuju ruas Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Jalan Cagak dan lurus saja. “Jangan mengambil jalur kanan arah Ciater-Bandung,” katanya.

Saat berada di pertigaan Jalan Cagak, kendaraan dibelokan ke arah Kasomalang-Cisalak. Selepas Cisalak terus menuju Sumedang. Dari kota tahu itu, anda bisa menggunakan jalur selatan Malangbong-Tasik-Ciamis-Cilacap, tanpa harus melalui ruas Nagreg yang rawan kemacetan.

Agus menambahkan, dari Sumedang pemudik juga bisa masuk ke arah Cikijing-Majelengka-Tomo langsung menuju pintu gerbang Palimanan, Cirebon.

Berdasarkan pemantauan Tempo, Ahad pagi hingga siang ini, 5 Agustus 2012, jalur alternatif di atas, terutama di antara ruas Purwakarta-Wanayasa hingga tapal batas Subang, kondisinya sangat mulus.

Jalan agak berlubang memang ditemukan di ruas Serangpanjang, Subang. Tetapi, sedang dalam perbaikan dan dipastikan sudah selesai dikerjakan pada saat puncak arus mudik.

Kondisi alam pegunungan, cuaca yang teduh, dan warung penjaja kuliner modern, tradisional hingga makanan oleh-oleh khas pegunungan yang bertebaran, akan memanjakan para pemudik jika menyusuri jalur ini.

Kendati jarak tempuhnya memang lebih jauh dari jalur Pantura, Agus mengatakan, jalur alternatif ini jauh dari jebakan kemacetan. “Pemudik harus jeli dalam memilih jalur,” ujarnya.

Kusdinar, warga Kasomalang, Subang, yang saban hari bolak-balik rute Jalan Cagak-Kasomalang-Sumedang mengatakan kondisi jalur alternatif ini layak dilalui para pemudik. “Kondisi jalannya mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan,” katanya.

Suasana jalannya, lanjut Kusdinar, juga sudah ramai dan lampu penerangan jalan sudah memadai jika dilintasi kendaraan pada malam hari.

Jarak jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Serang Panjang, perbatasan Purwakarta-Subang, sejauh 30 kilometer. Adapun jalur Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak sekitar 15 kilometer. Ruas Jalan Cagak-Cisalak sepanjang 17 kilometer dan Cisalak-Sumedang sejauh 25 kilometer. Jika lancar, waktu tempuhnya diperkirakan hanya tiga jam.

NANANG SUTISNA
15 Agustus 2012 | 18:50 wib
Jalur Tengah Tersendat di Pagojengan

PADAT: Arus kendaraan pemudik di jalur Tegal-Purwokerto antara Pagojengan-Kretek Kecamatan Paguyangan, Brebes pada H-4 Lebaran Rabu (15/8) pukul 12.00, terpantau padat. (suaramerdeka.com/ Teguh Inpras)
BREBES, suaramerdeka.com – Memasuki H-4 Lebaran, Rabu (15/8), ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Tegal Purwokerto. Namun, laju kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor itu harus tersendat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan suaramerdeka.com pukul 11.00 WIB, ketersendatan lalu lintas (lalin) terjadi antara lain di perlintasan KA Karangsawah Tonjong, Pasar Linggapura. Sementara di Ciregol relatif lancar.
Adapun tingkat kepadatan lalin di jalur tengah Jateng ini terjadi di sepanjang Pagojengan-Kretek wilayah Kecamatan Tonjong, Brebes. Hal ini disebabkan oleh aktivitas buka tutup perlintasan KA dan pedagang di pasar Kretek.
Arus lalin menumpuk sepanjang jalur tersebut. Sikap egois sejumlah pengendara yang berusaha menerabas antrean memperparah keadaan.
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo SH menyatakan pada H-4 Lebaran terjadi lonjakan kendaraan yang cukup berarti dibandingkan hari sebelumnya. “Lalu lintas padat tapi lancar,” katanya.
Rruas Pagojengan-Kretek merupakan titik paling krusial dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di jalur Tegal-Purwokerto. Menurutnya, antrean kendaraan sulit dihindari mengingat kondisi jalan sempit dan menanjak.
Belum lagi aktivitas pasar dan buka tutup perlintasan KA yang intensitasnya semakin meningkat. “Dengan volume kendaraan yang semakin meningkat, antrean kendaraan sulit untuk dihindari,” katanya.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, didirikan Pos Pengaman Lebaran di Pintu Selatan Jalan Lingkar/terminal lama Pagojengan. Lokasi itu merupakan pertemuan kendaraan dari arah kota dan jalan lingkar Bumiayu. “Petugas bergerak mobile jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.
( Teguh Inpras Tribowo / CN33 / JBSM )

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 5 Comments

peta jalan kasar SUKABUMI

ezgif.com-resize

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini meninjau pekerjaan proyek jalan tol pada ruas Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Pada peninjauan tersebut, Jokowi meminta kontraktor mampu merampungkan pada 2018.

Target tersebut, maju dari rencana kerja yang sudah ditetapkan Trans Jabar Tol selaku pemilik ruas tol yang panjangnya 54 km dengan total investasi sekitar Rp7,7 triliun. Adapun, rencana target penyelesaian pada 2019.

“Saya minta 2018 selesai, dan ini jalur padat sekali,” kata Jokowi saat meninjau Tol Bocimi, Selasa (21/6/2016).

Jalan tol ruas Bocimi dikerjakan dengan pembagian hingga empat seksi. Di mana, seksi pertama yang sepanjang 15,35 km ini dijadwalkan rampung pada 2017. Tidak hanya itu, pada seksi pertama juga pengerjaannya di bagi menjadi tiga paket, paket pertama progresnya telah mencapai 18,7 persen, paket kedua telah mencapai 12 persen dan paket ketiga baru mencapai enam persen.

“Seksi satu sudah dikerjakan, pembebasan lahannya telah mencapai 94 persen,” tambahnya.

http://economy.okezone.com/read/2016/06/21/320/1420861/presiden-jokowi-minta-tol-bocimi-rampung-di-2018
Sumber : OKEZONE.COM

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

 


buat yang mau ke CURUG CIBEUREUM (air merah) di lereng Gn Gde Pangrango, bisa menempuh dari 2 arah, yaitu arah dari Cibodas dan Sukabumi (Selabintana)

sementara dari Selabintana harus melalui Pondok Halimun, tempat wisata di bawah Gn Gde Pangrango, bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dengan jalan mendaki hampir 80% perjalanan
pada saat pendakian akhir Desember 2011, gw berpapasan dengan anak2 dan remaja yang amat bersemangat mencapai Curug Cibeureum
semua orang yang gw temui akhirnya sampai di Curug tersebut, bahkan seorang remaja putri yang pingsan pun akhirnya dibantu teman2nya bisa mencapai curug tersebut
jalan pendakian sudah ditata dengan batu-batuan pada jalan setapak
ada banyak tempat perhentian, untuk mengatur napas
well, pemandangan pada air terjun juga unik, yaitu “air salju” karena ketinggian air melebihi 100 meter, sehingga butiran air mirip kabut
well, pada saat pulang dari air terjun, jalan menurun amat membantu kecepatan kembali ke Pondok Halimun

bwat yang doyan mejeng, ada lokasi anak muda makan kue pancong pada malam hari setelah jam 9 malam di Jl. Gudang (kue itu diberi nama Bandros ATA)
bwat yang memburu mochi LAMPION Sukabumi, neh peta jalannya (walau pun dikelilingi oleh banyak sekali outlet mochi merek laen di gang Kaswari tersebut) … well, kayanya gw juga pernah makan mochi laen yang sama lembutnya, walau pun cuma berasa kacang saja di jalan lain (gw lupa nama jalannya)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ma$eh JAUUUUUUUUUUUUUUuuuuuuuuuuuuuuuh

JAKARTA kontan. Berencana liburan ke luar negeri dengan anggaran terbatas? Mungkin daftar dari situs Numbeo berikut ini bisa menjadi inspirasi destinasi wisata luar negeri. Numbeo melakukan survei negara dengan biaya hidup termurah di dunia.

Survei biaya tersebut meliputi harga-harga dari 50 barang dan jasa, mulai dari akomodasi. makanan dan minuman baik dari supermarket maupun restoran, pakaian, ongkos taksi, aktivitas wisata, biaya internet dan biaya pulsa handphone.

Negara dengan biaya hidup termuarah dalam survei tersebut adalah India, kemudian diikuti oleh Moldova, Pakistan, Kazakhstan, dan Nepal. Jika Anda tak tertarik dengan negara-negara ini, coba cari yang terdekat seperti Filipina. Pilihan lain adalah Kolombia, Serbia, Afrika Selatan, dan Romania.

Berikut 20 negara termurah di dunia

1. India
2. Moldova
3. Pakistan
4. Kazakhstan
5. Nepal
6. Ukraine
7. Georgia
8. Algeria
9. Azerbaijan
10. Kolombia
11. Tunisia
12. Macedonia
13. Suriah
14. Serbia
15. Albania
16. Sri Lanka
17. Bosnia Herzegovina
18. Filipina
19. Afrika Selatan
20. Romania

Jika dilihat dalam daftar tersebut, ada dua negara yang tengah dilanda konflik yang sebaiknya tidak dikunjungi yaitu Tunisia dan Suriah.

Masih bingung ingin mengunjungi negara mana? Nepal bisa jadi pilihan karena negara ini memiliki restoran dan akomodasi termurah.

Sementara itu, untuk mencari destinasi dengan tiket bioskop termurah ada di Cuba. Paket combo McDonalds termurah ada di Ukraina. Sementara celana jeans Levis 501s termurah bisa dibeli di Uganda.

Jika pilihan Anda tergantung obyek wisata yang akan dikunjungi, India bisa jadi pilihan karena memiliki 32 situs warisan dunia. Sementara itu Kolombia memiliki lahan hutan yang paling luas yaitu sebesar 54 persen, cocok untuk penggemar wisata alam.

Bila Anda tipikal yang tidak bisa hidup tanpa koneksi internet, Romania bisa jadi pilihan. Di antara negara-negara dalam daftar, Romania memiliki koneksi internet tergolong cepat (12.8mbits per detik). (Ni Luh Made Pertiwi F)

Sumber Kompas.com

rose KECIL

RI ranks 74 out of 139 countries in tourism competitiveness
The Jakarta Post, Jakarta | Fri, 01/06/2012 11:07 AM
Tourism and Creative Economy Minister Mari Elka Pangestu has revealed that the competitiveness of Indonesian tourism improved from a ranking of 81 in 2009 to 74 in 2011, out of 139 countries.
This was a good spur for the further development of Indonesian tourism, she said on Thursday as quoted by antaranews.com.
Despite the improvement, however, Indonesia ranked far below other ASEAN countries like Singapore (16), Malaysia (32) and Thailand (42).
She said the lack of competitiveness among professionals in the tourism industry plus the lack of capacity and quality in research and development had hampered the development of tourism in the country.

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

PETA JALAN kasar ke CURUG MAJA, Majalengka

reaction_1

JAKARTA kontan. Pengembangan kota bandara (aerocity) memiliki prospek yang sangat bagus di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga tingkat mobilitas penduduk menggunakan pesawat terbang lebih tinggi dibandingkan negara lainnya yang bukan kepulauan.

Didukung dengan infrastruktur bandara yang terus diperbarui, konsep pengembangan kota bandara semakin berpotensi untuk dikembangkan.

“Banyak potensi di Indonesia. Airport banyak berkembang, yang tadinya kecil-kecil kemudian dipindahkan ke lahan baru jadi cukup besar. Ada juga bandara-bandara baru,” ujar Director of Economics and Planning Design+Planning PT Aecom Indonesia, Utami Prastiana, di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Di negara-negara maju, konsep aerocity bukanlah hal baru. Di Incheon, Korea Selatan, misalnya, aerocity mengedepankan pasar komersial atau bisnis.

Potensi aerocity sendiri terletak di kota atau negara yang bandaranya cukup sibuk. Para pebisnis yang harus melakukan pertemuan di kota lain dalam waktu relatif singkat atau beberapa hari saja, menjadi faktor terbentuknya aerocity.

Utami menambahkan, mereka yang mengadakan pertemuan-pertemuan regional ini akan lebih terbantu jika tidak perlu ke pusat kota dan hanya beraktivitas di sekitar bandara.

Meeting dan beristirahat di hotel dekat bandara, misalnya, akan memudahkan pebisnis untuk bepergian ke daerah lainnya.

Efek dominonya, hotel-hotel akan membutuhkan pekerja dalam jumlah besar. Populasi pun meningkat dan permintaan rumah tinggal juga bertambah. Belum lagi, kebutuhan akan ritel turut bertumbuh.

Hal ini akan menciptakan kawasan mandiri sendiri yang kemudian disebut aerocity tersebut. Pasalnya, kawasan ini didorong dengan adanya bandara.

“Indonesia karena kepulauan itu juga lumayan pengaruh. Jumlah penumpang di Soekarno-Hatta tinggi sekali, hampir sama dengan Bandara Changi (Singapura) dan bandara sibuk di negara lainnya,” jelas Utami.

Salah satu konsep pembangunan aerocity di Indonesia adalah di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pembangunan Kertajati Aero City dibagi menjadi empat tahap yaitu zona industri dan pergudangan, zona pelayanan umum dan sosial, zona perkantoran, perdagangan, dan jasa, zona perumahan, zona ruang terbuka hijau, zona ruang terbuka biru, zona campuran, dan marga jalan.
Nantinya zona industri dan pergudangan berada di lahan paling besar yaitu 1.268 hektar atau 36 persen dari total luas lahan.

Sementara kawasan perumahan seluas 241,48 hektar (7 persen). Untuk zona perkantoran, perdagangan, dan jasa seluas 259,94 hektar (7 persen).

Lahan ruang terbuka hijau sendiri juga cukup luas yaitu 982,31 hektar (28 persen), ruang terbuka biru seluas 99,97 hektar (3 persen), marga jalan seluas 407,15 hektar (12 persen), zona pelayanan umum dan sosial seluas 84,56 hektar (2 persen), dan zona campuran seluas 136,53 hektar (4 persen).

Kawasan industri sudah ditetapkan akan dibangun di bagian utara bandara yang berjarak cukup jauh dari kawasan perumahan dan bandara.

Sementara itu, konsep kawasan perumahan akan diprioritaskan pembangunan hunian vertikal dengan ketinggian bangunan maksimal 90 meter.

Untuk tahap awal akan dibangun asrama haji di kawasan permukiman untuk menampung penampung calon haji sebelum terbang dari bandara.

Rencana pembangunan tahap I yang menelan biaya Rp 1,8 triliun sudah hampir dirampungkan. Setelah groundbreaking, pembangunan tahap I ditargetkan bisa rampung pada Desember 2017 nanti. (Penulis: Arimbi Ramadhiani)

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

peta jalan kasar dari Bandung ke Majalengka ke Curug Maja, sekira 3-4 jam (catatan dari Majalengka ke Curug Maja sekira 60 menit):

Posted in koleksi foto wisata, peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

peta jalan kasar PINTAS tol bandara-tol serpong-tol jagoraw1

https://i2.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/78/Petajlj.jpg

peta lingkar luar jakarta 2014peta lingkar luar jakarta 2014ulujamipeta lingkar luar jakarta 2014full

JORR_2_Peta

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati Jakarta Outer Ring Road West 2 diminta membenahi dan menata jaringan jalan yang terhubung ke jalan tol lingkar luar itu. Penataan jaringan jalan diperlukan karena kekacauan lalu lintas mulai terjadi di kawasan sekitar tol dan di pintu-pintu tol.

Ahli transportasi Universitas Indonesia, Ellen SW Tangkudung, Selasa (22/7), mengatakan, jaringan jalan yang langsung terhubung dengan jalan tol seharusnya jaringan jalan yang termasuk kelas jalan arteri primer. Jika jalan tol langsung terhubung dengan jalan arteri sekunder, bahkan permukiman, tentu akan berdampak pada terjadinya kekacauan lalu lintas.

Pendapat Ellen beralasan karena saat ini saja di sekitar Pintu Tol Ciledug, lalu lintas di Jalan Ciledug Raya terganggu. Di pintu tol ini, jalan tol yang lebar dan lapang tiba-tiba bertemu dengan Jalan Ciledug Raya yang sempit dan nyaris selalu padat.

Selain itu, pintu tol ini juga bermuara ke Jalan M Saidi Raya yang menghubungkan ke kawasan Bintaro. Jalan M Saidi Raya ini selebar sekitar 8-10 meter saja dan membelah permukiman serta kompleks-kompleks perumahan yang cukup padat.

Dari arah Ciledug Raya harus menembus jalan berkelok di bawah kolong tol untuk menuju Saidi Raya. Tukang-tukang ojek sudah mulai mangkal di kolong tol pada malam hari. Fasilitas penerangan pun kurang memadai.

Pada pagi dan sore hari kemarin, warga Bintaro kerepotan setelah Pintu Tol Bintaro Viaduct di Sektor 3 resmi ditutup. Pelanggan tol yang hendak berangkat dan pulang kerja terjebak kemacetan di jalan utama Bintaro Sektor 2-9 perumahan itu.

”Macet karena antre di pintu tol yang biasanya cuma 20 menit, tadi pagi, jadi 1,5 jam. Karena biasanya di Viaduct, sekarang harus dari pintu tol di Sektor 9,” kata Risna, warga Bintaro.

Warga setempat juga merasa dirugikan karena harus membayar lebih banyak dari biasanya. Dari Pintu Tol Pondok Aren dan keluar di Veteran saja, pengguna tol harus membayar Rp 11.000 per mobil. Biasanya, hanya bayar Rp 7.000 per mobil.

Sementara dari arah Serpong kemudian keluar di Pintu Tol Veteran, biaya yang harus dibayar pengguna sebesar Rp 16.000 per mobil. Biasanya, hanya Rp 12.000-Rp 14.000 per mobil.

Dampak dari pengoperasian tol lingkar luar membuat akses Pintu Keluar Tol Bintaro, Gerbang Tol Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Selasa pagi, macet. Hal ini mengundang protes warga pengguna rute tol tersebut.

Sementara itu, warga yang tinggal dan sering menuju Sektor 1-3 Bintaro keberatan atas penutupan Pintu Tol Viaduct. ”Dengan penutupan pintu keluar ini, kalau mau ke Sektor 1-3, kami harus keluar di Sektor 7 Bintaro dulu. Jaraknya sekitar 6 kilometer. Lumayan cukup jauh mutarnya,” kata Tora (48), karyawan swasta di Sektor 3.

Selain harus memutar jauh, Tora yang warga Pasar Jumat, Jakarta Selatan, mengatakan, ia harus melintasi Sektor 5 untuk sampai Bintaro Plaza.

Tidak utuh

Ellen melihat kekacauan di Bintaro setelah penutupan Pintu Tol Viaduct karena selama ini masyarakat setempat sudah merasa fasilitas tol itu bagian dari kompleks perumahannya.

”Ini akibat pembangunan jaringan jalan, termasuk tol, yang tidak utuh. Dibiarkan lama terpotong-potong. Pintu tol sementara yang dioperasikan di Viaduct telanjur dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Ellen.

Hal ini juga menggambarkan pemerintah pusat dan daerah tidak pernah siap dalam menyediakan fasilitas jaringan jalan. JORR ini sudah tertunda sejak 1990-an. Di sisi lain, jaringan jalan lain yang terhubung dibiarkan tidak terurus. ”Agar kekacauan tidak terus terjadi, segera benahi Jalan Ciledug Raya, Jalan M Saidi Raya, Joglo Raya, juga Ulujami,” katanya.

Sementara itu, dampak dari tersambungnya tol lingkar luar itu membuat warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan Bintaro, Jaksel, lebih mudah dan cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.

Perjalanan dari Gerbang Tol Pondok Ranji menuju Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pagi, hanya butuh waktu 18 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 kilometer per jam. Waktu tempuh itu sangat pendek dibandingkan dengan menggunakan akses Tol Alam Sutera atau jalan biasanya yang membutuhkan waktu minimal satu jam dalam kondisi tidak macet.

Transaksi pembayaran sebanyak tiga kali, yakni Rp 11.000 di Tol Pondok Ranji, Rp 8.500 di Tol Kayu Besar, dan Rp 5.500 di Tol Sedyatmo. Total biaya yang dikeluarkan Rp 25.000.

Sementara pengguna yang masuk Tol Pondok Ranji dari arah Sektor 3 Bintaro harus memutar di Sektor 7 Bintaro dan masuk Tol Pondok Ranji arah Bandara itu. Total biaya tol yang dikeluarkan Rp 27.500. (NEL/PIN)

Editor : Hindra Liauw
Sumber : KOMPAS CETAK

 

Jakarta  detik-Proyek tol Jakarta Outer Ring Road I (JORR I) W2 Utara seksi ruas Ciledug-Ulujami (Paket 4) sepanjang 2,07 Km akan beroperasi Juli 2014. Jika tol ini sudah beroperasi maka banyak pilihan warga Jakarta dan sekitarnya untuk menuju bandara (sebaliknya) dan mengurangi volume kendaraan tol dalam kota Jakarta.

Bagi masyarakat yang tinggal di selatan Jakarta, untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta bisa banyak pilihan, selain melalui tol dalam kota (tengah) dan tol Tanjung Priok (timur). Kini bisa melewati sisi barat melalui tol W2 hingga ke bandara.

Sesi Ciledug-Ulujami merupakan bagian dari rangkaian Tol Kebon Jeruk-Ulujami (W2) sepanjang 7,67 Km, Tol W2 bagian dari jaringan JORR I yang mengelilingi Jakarta.

Jaringan JORR I antaralain tol W1 Penjaringan – Kembangan, JORR W2 Seksi 4 Kembangan – Joglo, JORR W2 Seksi 3 Joglo – Ulujami, JORR W2 Seksi 2 Ulujami – Veteran, JORR W2 Seksi 1 Veteran – Pondok Pinang, JORR S Pondok Pinang – TMII, JORR E1 Seksi 1 TMII – Ceger, JORR E1 Seksi 2 Ceger – Hankam, JORR E1 Seksi 3 Hankam – Jatiasih, JORR E1 Seksi 4 Jatiasih – Cikunir, JORR E2 Cikunir – Cakung, JORR E3 Cakung – Cilincing, JORR N Cilincing – Tanjung-Priok

Proyek tol W2 Utara terbagi menjadi 4 paket, antaralain Paket I (Kebon Jeruk-Meruya) sepanjang 1,95 km, Paket II (Meruya-Joglo) sepanjang 1,5 Km, Paket III (Joglo-Ciledug) sepanjang 2,35 Km dan paket IV yang membentang dari Ciledug-Ulujami sepanjang 2,07 Km.

Panjang keseluruhan 7,67 km, PT Marga Lintas Jakarta adalah anak usaha dari PT Jasa Marga Tbk selaku pemegang konsesi atas ruas tol ini. Total investasi untuk ruas tol ini menelan dana Rp 2,2 triliun.

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

Peta Jalan Kasar: Kota Cianjur (Jawa Barat) ke Situs GUNUNG PADANG, bo

 

Arah Panah dimulai dari Area Jonggol Cariu Cianjur ke Kota Cianjur (bersambung)

Cileungsi Jonggol Cariu Cianjur

 

Dari KOTA CIANJUR ke Jl Abdullah bin Nur ke Cilaku:

Kota Cianjur k Situs Gn Pdg MAKRO

Kota Cianjur k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Rancagoong k Cilaku k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k CILAKU k Situs

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Rancagoong k Cilaku B k Situs Gn Pdg

Dari Cilaku ke Stasiun KA Cibeber:

Kota Cianjur k Cilaku k CIBEBER k Situs Gn Pdg

 

Dari Stasiun Cibeber / Polsek Cibeber ke Stasiun Lampegan:

Stas Cibeber k Stas Lampegan k Park St G Pdg

CIBEBER k PARK st gn pdg

CIBEBER k Lampegan k PARK st gn pdg

CIBEBER k Lampegan B k PARK st gn pdg

Dari Stasiun KA Lampegan ke Tempat Parkir Situs Megalithik:

CIBEBER k Lampegan C k PARK st gn pdg

Stas Lampegan C k PARK A st gn pdgStas Lampegan C k PARK B st gn pdgStas Lampegan C k PARK C st gn pdg

Dari Tempat Parkir ke Situs Megalithik Gunung Padang Cianjur (2016):

PARKIR st gn pdg

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment