C1LETUH, Sukabumi, WORLD CLASS GEOPARK

situs RESM1 Geopark Ciletuh

peta gabungan copy

tujuan wisata @ GEOPARK CILETUH:
peta gabungan 2
AMFITEATER GEOPARK CILETUH:
peta gabungan amfiteater

Pemandangan yang sulit ditandingi di Bukit Panenjoan, Ciletuh, Sukabumi

Curug 45 meter

peta jalan kasar Cimanggu Bukit Panenjoan Ciletuh

peta jalan kasar Cimanggu Bukit Panenjoan Ciletuh B

 

peta jalan kasar Cimanggu Jl Simpenan

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan

peta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoansome of details of the dirty roadmap of the destination of Bukit Panenjoan from Jl Simpenan, as follows:

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan B

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan C tvri

peta jalan kasar Jl Simpenan_Polsek Simpenan D pertigaan PALTILUpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Bpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Cpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Dpeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan Epeta jalan kasar Polsek Simpenan_Bukit Panenjoan F

Jakarta Jakarta GLOBE. The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization announced on its website on Sunday (15/04) that it has accepted Mount Rinjani in Lombok, West Nusa Tenggara, and Ciletuh-Palabuhanratu in Sukabumi, West Java, as part of its Global Geoparks Network.

The network was established in 1998 to promote geodiversity through community-led initiatives, such as tourism, to enhance regional sustainable development.

According to Unesco, global geoparks also help monitor and promote awareness of climate change and natural disasters.

The two Indonesian sites, along with 11 others situated in Thailand, Vietnam, Japan, South Korea, China, Spain, Canada, Belgium, France and Tanzania, are included in the agency’s 2018 list of global geoparks.

“Uneso’s executive board today gave the Unesco Global Geopark label to 13 sites demonstrating the diversity of the planet’s geology,” the agency said.

The announcement sees Mount Rinjani and Ciletuh-Palabuhanratu Geopark joining a list of nearly 130 geoparks in 35 countries.

Indonesia’s Mount Batur in northeastern Bali and Mount Sewu Geopark in East Java were designated as Unesco Global Geoparks in 2015.

“I have just received news that Mount Rinjani has been selected as a Unesco Global Geopark during a Unesco executive board meeting,” Mount Rinjani Geopark general manager Chairul Mahsul said on Saturday, as quoted by state-run news agency Antara.

The selection of Ciletuh-Palabuhanratu Geopark was confirmed by West Java Governor Ahmad Heryawan, who said the process usually takes around 10 years after a park is submitted for Unesco’s consideration.

“Three years ago, the central government declared Ciletuh-Palabuhanratu a national geopark. We submitted it to Unesco for confirmation as a global geopark right after that, and now it has been accepted,” Ahmad was quoted as saying on Monday.

A map of Ciletuh-Palabuhanratu Geopark in West Java. (Image courtesy of the park’s official website) A map of Ciletuh-Palabuhanratu Geopark in West Java. (Image courtesy of the park’s official website)
The archipelago is littered with volcanoes that form part of the Pacific Ring of Fire – a string of seismically active regions around the edges of the Pacific Ocean.

This includes Puncak Jaya, one of the so-called Seven Summits – the highest mountains of each of the seven continents.

According to Antara, Mount Rinjani and Ciletuh-Palabuhanratu Geopark will be officially certified as global geoparks in a ceremony scheduled for September.

Mount Rinjani and Ciletuh-Palabuhanratu Geopark

According to Unesco’s website, Mount Rinjani has a rich and diverse landscape. It has varied forest types, ranging from savannah and semi-deciduous forests, to lower montane evergreen forests and tropical montane evergreen forests.

At 3,726 meters above sea level, it is Indonesia’s second-highest volcano and it has a 50-square-kilometer caldera, which contains Lake Segara Anak.

The 41,000-hectare geopark is surrounded by 66,000 hectares of protected forest, according to the park’s official website.

The site was proposed as a global geopark in 2008.

The 126,100-hectare Ciletuh-Palabuhanratu Geopark meanwhile, is spread over eight subdistricts and 74 villages.

The site is believed to contain the first land that formed on the western part of Java Island. It has the oldest rock formation, known as the Ciletuh Formation, which according the geopark’s official website, is very distinctive, unique and rare in terms of fossil tectonics.

The oldest rocks in the Ciletuh Formation are believed to have formed 134 million years ago, with unique shapes that resemble various animals, such as rhinos, turtles, frogs, dragons and bulls.

Besides the rock formation, the geopark also has several waterfalls, a turtle conservation area, caves and a Sundanese cultural center.

merah putih

Advertisements
Posted in jalan-jalan dan kulineran | 1 Comment

peta jalan kasar: MUDIK lwat JALUR TENGAH (3)

mudik lwat jalur tengah (2)

TEMPO.COJakarta -Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan jalur tol dari Pemalang-Semarang sudah bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran 2018.

“Ini ‘checking’ sebelum final. Nanti, 31 Mei 2018, kami akan ‘checking’ final bersama. Dua minggu sebelum mudik,” katanya, saat meninjau pengerjaan tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Sabtu, 14 April 2018.

Basuki menjelaskan jalur tol Pemalang-Semarang sepanjang 114 kilometer akan bisa ditembus dengan pengoperasian secara fungsional dan tidak ada lagi jalur darurat seperti mudik Lebaran tahun lalu. Turut mendampingi, antara lain Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Murwanto, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Bakharuddin, dan Direktur Operasional 2 PT Waskita Karya Bambang Rianto.

“Insya Allah, saya targetkan tidak ada lagi jalur darurat. Makin hari perkembangannya makin baik. Sekitar 1,5 bulan lalu kami ke sini belum bisa masuk, sekarang sudah bisa sampai sini,” katanya.

Baca jugaProgram Mudik Gratis 2018, 24 BUMN Gandeng Pelni

Dia melanjutkan pertengahan Mei 2018 sudah dimungkinkan untuk pengaspalan hotmix yang ditargetkan rampung sekitar 1-2 minggu sehingga sudah bisa dilewati pemudik saat mudik Lebaran tahun ini. “Untuk jalur tol Pemalang-Batang sebenarnya dikerjakan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) sepanjang 23 km, tetapi 5 km sudah dikerjakan PT Waskita Jaya untuk percepatan sehingga tersisa 17,8 km,” katanya.

Dari jalur sepanjang 17,8 km itu, kata dia, progresnya sudah bagus dan 9 km di antaranya diupayakan sudah empat jalur A dan B dengan aspal fleksibel, sementara untuk 8 km baru jalur A saja.

“Jadi, sudah bukan darurat, sudah fungsional. Nanti, 2018 ini pasti sudah disambung. Tahun lalu kan masih jalur darurat, sekarang ini insya Allah tidak ada lagi jalur darurat,” katanya.

Untuk jalur tol Pejagan-Pemalang, kata dia, mudah-mudahan pada Mei 2018 sudah bisa dioperasikan, termasuk jalur “exit”-nya yang sudah bisa dirampungkan sebelum memasuki bulan puasa.

“Jalur tol Pejagan-Pemalang, tadi kan masuk dari ‘exit’-nya. Mudah-mudahan bisa kelar sebelum puasa. Jadi, tol dari Jakarta-Surabaya sampai Pemalang sudah bisa operasional,” kata Basuki.

ANTARA

doraemon

okezone:

JAKARTA – Jelang musim mudik pada Lebaran Juli 2018 mendatang, pemerintah terus bersiap. Beberapa jalan tol pun dibangun untuk dapat dilalui para pemudik.

Diantaranya, sejumlah ruas tol yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa yakni sepanjang 615 kilometer, pun dirampungkan. Tol Trans Jawa ini membentang dari Cikampek (Jawa Barat) hingga ke Surabaya (Jawa Timur).
Berikut daftar jalan tol yang bisa dilalui pemudik pada lebaran 2018, seperit yang dirangkum Okezone, Minggu (8/4/2018).

1. Tol Pemalang – Pejagan

Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pada arus mudik Lebaran nanti, tol di Jawa Tengah yang beroperasi adalah Tol Pemalang – Pejagan. “Sebagian besar (Tol Pemalang – Pejagan) operasional. Ada sedikit titik yang (masih difungsikan sebagai jalur) fungsional,” katanya.

2. Tol Batang – Semarang

Royke Lumowa juga mengatakan bahwa jalur tol Batang-Semarang ditargetkan akan siap digunakan sebagai jalur tol fungsional pada mudik Lebaran 2018. “Optimis ini bisa dilalui secara fungsional pada mudik Lebaran nanti. Kebut terus siang malam sehingga target H-10 Lebaran, berarti awal Juni ini semua sudah fungsional dari Batang ke Semarang,” kata dia.

Bila ini sesuai rencana, maka tol Semarang-Batang akan bisa digunakan untuk kendaraan golongan I pada arus mudik nanti. Diakuinya masih banyak jalan yang masih berupa tanah di sepanjang Tol Batang-Semarang tersebut. “Tapi ini semua on progress,” katanya.

Nantinya akan disediakan empat rest area di sepanjang tol Batang-Semarang ini. Empat rest area tersebut yakni dua di jalur Batang ke Semarang, dua rest area di jalur sebaliknya.

Sementara dalam pembangunan jalan tol Batang-Semarang, ada ruas jalan yang belum bisa diselesaikan karena melewati pemakaman dan masjid seperti yang terjadi di Kali Kangkung, Ngaliyan, Semarang.

3. Tol Pemalang-Batang

Ruas Jalan Tol Pemalang-Batang dapat difungsikan sebagai jalur arus mudik Lebaran 2018. Jalur Tol Pemalang-Batang memiliki panjang ruas 38,20 kilometer (km). Tol ini terdiri dari dua seksi dari keseluruhan proyek Jalan Tol Transjawa yang terbentang sepanjang 661 km dari Jakarta-Surabaya yang diperkirakan selesai pada akhir 2018 ini.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi proyek Tol Pemalang-Batang di Batang, Jawa Tengah, kemarin.

“Jika pada Lebaran 2017 ruas Jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang diberlakukan sebagai jalur darurat, namun pada Mei 2018, jalan tol ini sudah dapat difungsionalkan,” ujar Basuki.

4. Tol Brebes – Gandulan

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa menyatakan Tol Brebes – Gandulan, Pemalang akan siap beroperasi pada mudik Lebaran 2018. Nantinya, pengerjaan proyek itu akan dipercepat dan ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran.

Meskipun hingga saat ini, jalan di kawasan Kaligangsa masih dalam keadaan yang belum memadai. Kondisi jalan masih belum layak dilintasi oleh kendaraan roda empat.

“Kaligangsa sampai Gandulan. Exit Gandulan kurang lebih 30 Km. Itu memang masih belum begitu bagus, masih dalam tahap pengerjaan. Namun pada saat arus mudik tepatnya H-10 hari sudah selesai dalam kriteria tol operasional,” kata .

 

5. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)

Proyek jalan tol di wilayah Bogor, yakni Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Bogor Outer Ring Road (BORR) menunjukkan progres signifikan.
Tol Bocimi Seksi I (Ciawi- Ci gombong) yang merupakan bagian megaproyek solusi kemacetan yang sempat mangkrak selama 25 tahun saat ini konsruksinya sudah sekitar 77,5%. Pimpinan Proyek Tol Bocimi PT Trans Jabar Tol Joko Susilo mengatakan, progres pembangunan fisik Tol Bocimi Seksi I per 25 Maret sekitar 77,5%.

“Kami optimistis pekerjaan selesai tepat waktu sehingga bisa difungsikan sebagai jalur mudik Lebaran,” ujarnya kemarin.

Pembangunan Tol Bocimi terbagi empat seksi. Untuk seksi II (Cigombong-Cibadak) yang melewati perbatasan Bogor-Sukabumi masuk tahapan pembebasan tanah mencapai 98%.

Sementara, seksi III (Cibadak-Sukabumi Barat) dan seksi IV (Sukabumi Barat- Sukabumi Timur) masih tahap musyawarah untuk ganti untung, bukan ganti rugi kepada masyarakat.

6. Tol Semarang-Solo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan Tol Semarang-Solo Seksi IV dan V yang menghubungkan Salatiga dan Kartasura bisa segera rampung. Jalan tol sepanjang 32,24 kilometer ditargetkan akan fungsional pada masa mudik lebaran 2018.

Dengan fungisionalnya Tol Salatiga-Katasura maka proyek tol dari Semarang hingga Salatiga selesai. Sebelumnya proyek Semarang hingga Salatiga sepanjang 40,41 kilometer telah lebih dahulu beroperasi pada tahun lalu.

“Kami targetkan Jalan Tol Semarang hingga Solo Seksi IV dan V ini bisa fungsional pada saat mudik, kecuali di Kali Kenteng yang merupakan titik kritis kami akan tetap upayakan bisa selesai. Bila tidak, kendaraan akan melalui jalur yang bawahnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis Kamis (8/9/2018)

7. Tol Pandaan-Malang

Pembangunan proyek jalan tol Pandaan-Malang terus dilakukan percepatan, dan diharapkan dapat menjadi solusi atas tingginya volume kendaraan dari kota Surabaya dan kota Malang, terlebih ketika arus mudik Lebaran 2018.

Dengan progres yang begitu masif, Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo mengatakan, bahwa Jalan Tol Pandaan-Malang diproyeksikan akan beroperasi penuh pada penghujung tahun 2018.

“Kami (PT JPM) selalu berupaya melakukan percepatan agar target dapat beroperasi penuh pada akhir tahun 2018 dapat terpenuhi. Selain itu, kami juga berupaya agar Jalan Tol Pandaan-Malang dapat menjadi jalur alternatif bagi para pemudik Lebaran 2018,” tutur Agus dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Jalan Tol Pandaan-Malang dibagi menjadi lima seksi, yang terdiri dari Seksi I Pandaan – Purwodadi (15.475 Km), Seksi II Purwodadi – Lawang (8.05 Km), Seksi III Lawang – Singosari (7,10Km), Seksi IV Singosari – Pakis (4.75Km), dan Seksi V Pakis – Malang (3.113 Km).

Jalan Tol Pandaan-Malang akan terhubung dengan Jalan Tol Gempol-Pandaan. Nantinya, dengan beroperasinya jalan tol ini akan mampu mengurai simpul kemacetan yang ada di jalan arteri, dan dapat memangkas waktu tempuh dari Malang menuju Pandaan atau sebaliknya.

8. Beberapa tol lainnya

Tol Trans Jawa ruas Tol Salatiga – Kartasura (Solo) juga bisa digunakan saat Lebaran. Kemudian tol penghubung Jateng dan Jatim yakni Tol Solo – Sragen dan Tol Solo – Ngawi, juga dipastikan beroperasi saat Lebaran.

Untuk tol di Jawa Timur, yang akan difungsikan sebagai jalur fungsional adalah Tol Ngawi – Kertosono. Sementara tol yang sudah beroperasi adalah Tol Mojokerto – Jombang. (yau)

(rhs)

long jump iconKOMPAS.com — Sukses mengurai macet di Tol Jakarta-Cikampek, pemerintah berencana memperluas aturan ganjil-genap di ruas Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang mulai awal Mei 2018. Aturan ganjil genap untuk ruas Tol Jagorawi akan berlaku di Pintu Tol Cibubur 2 arah Jakarta. Gerbang tol ini dipilih karena sebanyak 34.278 kendaraan masuk setiap hari. Sementara ruas Tol Jakarta-Tangerang kemungkinan akan dijalankan di Gerbang Tol Kunciran 2 dan Bitung 2 arah Jakarta karena memiliki trafik cukup tinggi. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, mengatakan, uji coba pelaksanaan kebijakan ganjil genap di ruas Tol Jagorawi akan mulai dilakukan 16 April 2018. Baca juga: Sistem Ganjil-Genap di Tol Cibubur Akan Diuji Coba 16 April Ini Setelah uji coba dilakukan, pada awal Mei 2018, aturan itu ditargetkan sudah bisa diimplementasikan sepenuhnya pada kedua ruas jalan tol. Aturan ganjil genap dilakukan karena volume capacity (VC) Tol Jagorawi dan Tol Jakarta-Tangerang sudah di atas rata-rata, yakni 0,8 persen. “Sambil menunggu proses Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) keluar, kami akan uji coba dulu untuk Tol Jagorawi. Kami antisipasi, kan permenhub selesai akhir April, hingga awal Mei bisa diaplikasikan secara reguler,” ujar Bambang, Kamis (5/4/2018). JR Connexion Selain memberlakukan aturan ganjil genap, menurut Bambang, pihaknya juga akan menerapkan sejumlah aturan di ruas Tol Jagorawi. Pertama, menerapkan lajur khusus angkutan umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo. Kedua, pengembangan rute bus premium (JR Connection) di beberapa lokasi perumahan. Beberapa lokasi pemukiman yang akan menjadi sasaran pengembangan JR Connection antara lain Legenda Wisata, Citra Grand, Cibubur Country, Metland Transyogi, dan Cibubur Residence. Baca juga: BPTJ Manfaatkan Medsos untuk Sosialisasikan JR Connexion Nantinya, penerapan skema ganjil genap hanya berlaku untuk mobil penumpang pribadi, kecuali mobil pimpinan lembaga negara, mobil pimpinan dan pejabat negara asing, serta lembaga internasional, mobil angkutan umum (pelat kuning), mobil dinas pemerintah, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran. Berbeda dengan yang diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek, untuk ruas Tol Jagorawi, pemerintah tidak akan membatasi arus lalu lintas truk barang karena lalu lintas kendaraan angkutan berat di ruas itu tidak sepadat di Tol Jakarta-Cikampek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Awal Mei, Ganjil-Genap Berlaku di Tol Jakarta-Tangerang dan Jagorawi”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/06/151249626/awal-mei-ganjil-genap-berlaku-di-tol-jakarta-tangerang-dan-jagorawi.

Editor : Aprillia Ika

bird smallest

TEMPO.COBrebes – Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Irjen Pol Royke Lumowa memastikan bahwa jalur Tol Trans Jawa bisa digunakan masyarakat untuk mudik Lebaran 2018. “Tol ini sudah tersambung Jakarta – Surabaya,” kata Irjen Royke di Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 6 April 2018.

Meski begitu, kata Royke, tidak semua jalan tol sudah bersifat operasional. Beberapa jalan tol masih bersifat fungsional yang hanya bisa dilewati kendaraan golongan I. Adapun yang dimaksud dengan dengan jalan tol bersifat fungsional adalah kendaraan yang melewatinya tidak dipungut tarif, berbeda dengan jalan tol operasional.

Baca: Jasa Marga Targetkan Tol Batang-Semarang Beroperasi Akhir 2018

Royke menjelaskan, pada arus mudik Lebaran nanti, tol di Jawa Tengah yang beroperasi adalah Tol Pemalang – Pejagan. “Sebagian besar (Tol Pemalang – Pejagan) operasional. Ada sedikit titik yang (masih difungsikan sebagai jalur) fungsional,” katanya.

Sementara tol yang digunakan sebagai jalur fungsional adalah Tol Semarang – Batang, Tol Batang – Pemalang dan Tol Salatiga – Kartasura. Selain itu, tol penghubung Jateng dan Jatim yakni Tol Solo – Sragen dan Tol Solo – Ngawi dipastikan beroperasi pada mudik Lebaran nanti.

Untuk tol di Jawa Timur, yang akan difungsikan sebagai jalur fungsional adalah Tol Ngawi – Kertosono. Sementara tol yang sudah beroperasi adalah Tol Mojokerto – Jombang.

Sejumlah tol tersebut merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang memiliki panjang 615 kilometer. Tol Trans Jawa ini membentang dari Cikampek (Jawa Barat) hingga ke Surabaya (Jawa Timur).

ANTARA

doraemon

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek Jalan Tol Batang-Semarang ditargetkan akan menjadi jalur fungsional pada Lebaran 2018.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto mengatakan hingga awal April 2018, progres pembangunan konstruksi proyek jalan tol dengan total panjang 75 kilometer (km) ini untuk seluruh seksi sudah mencapai 74,78%.

“Progres positif tersebut tidak hanya dialami dari segi pembangunan konstruksi saja,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (5/4/2018).

Dari segi pembebasan lahan, proyek sudah berhasil membebaskan 98,17% lahan kebutuhan proyek.

Arie optimistis proyek yang dikerjakan oleh pihaknya ini dapat dilakukan uji kelaikan dan dioperasikan penuh pada akhir 2018. Hal ini, tuturnya, sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Jalan Tol Semarang-Batang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi 5 seksi, terdiri dari: Seksi 1 Batang-Batang Timur (3,2 km), Seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 km), Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 km), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,5 km), dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,1 Km)

Sesuai rencana, nantinya Jalan Tol Batang-Semarang akan dibangun lima Gerbang Tol (GT), yaitu GT Tulis, GT Weleri, GT Kendal, GT Kaliwungu, dan GT Kalikangkung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku optimistis bahwa proyek yang menjadi bagian dari mega proyek Jalan Tol Trans Jawa tersebut dapat difungsikan sebagai arus mudik dan arus balik pada Lebran 2018 yang akan jatuh pada Juni.

“Jalur mudik fungsional di Tol Semarang-Batang tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu jalan tol ini masih berdebu.” ucapnya.

merah putih

Merdeka.com – Tol Trans Jawa siap dipakai saat musim mudik Lebaran 2018 mendatang. Hal itu dipastikan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa saat melakukan peninjauan.

Jika Tol Trans Jawa beroperasi, dia optimis kemacetan parah di Brebes Exit atau Brexit akan berkurang pada arus mudik nanti. Sebab penumpukan volume kendaraan di pintu keluar Tol Brebes akan terurai dengan adanya tol baru Batang-Semarang. Tol sepanjang 74 kilometer itu diprediksi dapat digunakan secara fungsional.

“Saya pikir Brexit berkurang (kemacetannya) karena tolnya sudah panjang. Sudah sampai Krapyak atau Manyaran Semarang. Sehingga dia mengalir sampai ke Semarang,” ujar Royke saat meninjau pembangunan Tol Semarang-Batang, Kamis (5/4/2018).

Menurut Royke, sejauh ini proses pembangunan terbilang lancar. Hanya saja memang masih ada beberapa titik yang krusial karena ada masjid dan pemakaman di jalur tol yang belum dipindahkan.

“Kuburan sudah dibayarkan, cuma mereka masih menunggu hari baik untuk relokasi. Begitu juga masjid, sudah dibuatkan di area lain, tunggu selesai baru dibongkar yang lama,” kata dia.

Pantauan di lokasi, masih ada beberapa titik jalur di Tol Semarang-Batang yang belum dibeton. Beberapa spot tersebut masih berupa tanah yang tengah diratakan dan dipadatkan.

“Kami optimis pada mudik lebaran ini dapat digunakan. Targetnya H-10 diupayakan semaksimal mungkin sudah selesai, tanggal 4-6 Juni,” ucap Royke.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto mengatakan, pihaknya berusaha menyelesaikan minimal satu jalur sebelum lebaran. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait impor beberapa material dari Eropa.

PT JSB, lanjut Arie, memiliki waktu sekitar 60 hari agar tol Semarang-Batang bisa dilalui pemudik meski masih fungsional. Dengan waktu pengerjaan rata-rata 10 hingga 15 jam per hari, dia optimis tol baru itu mampu mengurangi kemacetan di Brexit.

“Prioritas satu jalur dulu. Satu jalur udah sempurna lah untuk tol, tapi masih fungsional untuk warga gunakan gratis. Mudah-mudahan bisa tercapai apa yang ditargetkan,” ucap Arie.

Irjen Royke Lumowa dan tim Korlantas Polri meninjau jalur Tol Trans Jawa untuk arus mudik Lebaran 2018. Peninjauan dimulai dari Surabaya dan masuk ke Tol Jombang-Mojokerto pada Rabu 4 April 2018 kemarin.

Royke bahkan mencoba beberapa tol baru tersebut dengan mengendarai motor gede. Pengecekan jalur mudik ini dilanjutkan ke wilayah Jawa Tengah dan akan berakhir hingga ke Jakarta.

Reporter: Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com [lia]

animated-rocket-and-space-shuttle-image-0026

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

kuliner KHAS: buah LANGKA

JAKARTA okezone– Gencarnya pembukaan lahan untuk kebutuhan manusia menyisakan sebuah fenomena baru. Di mana tanah hijau semakin sempit dan berujung hilangnya sejumlah pohon.

Tidak pelak situasi itu membuat buah asli Indonesia pun nyaris punah. Apa saja? Berikut selengkapnya.

Kepayang

Buah Kepayang dalamnya mirip dengan alpukat. Dinamakan buah kepayang karena bila memakannya tidak akan bisa berhenti makan karena sangat enak.

Menteng

Rasanya asam-asam manis. Daging buahnya sangat sedikit karena bijinya besar. Buah ini banyak terdapat di Bogor dan sekitarnya. Di Jawa Tengah, menteng disebut dengan mundung.

Kemang

Buah kemang sejenis mangga, apabila telah matang berwarna kuning kecokelatcokelatan. Daging buah berwarna kuning,mengandung banyak cairan dengan rasa asam manis.

Kecapi

Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu dijadikan manisan.

 

Jambu mawar

Jambu mawar alias jambu kraton adalah anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Buahnya berbentuk hampir bulat, agak lonjong atau melebar pada dasarnya.

Sawo durian

Buah sawo durian hijau yang telah tua kulitnya hijau keputihan dan jika masih muda warnanya hijau muda. Sedang daging buahnya lunak dan berwarna putih susu bila telah masak.

Keledang

Buah ini hanya ada di Kalimantan. Sayang di Kalimantan sendiri buah ini juga dinyatakan sudah langka. Buah Keledang mirip dengan buah Nangka namun memiliki bentuk isi berbeda.

Maritam

Buah ini sama bentuknya seperti rambutan namun jika rambutan memiliki rambut, maritam tidak memiliki rambut. Rasanya juga tidak jauh beda dengan rambutan malah cenderung sama. (Bobby Firmansyah)

(dni)

Emoticons0051

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

kuliner KHAS: cend0L

menurut CNN.COM: cendoL masuk 50 minuman TERENAK DUNIA

45. Cendol, Indonesia
The iconic Indonesian drink-come-dessert.
The iconic Indonesian drink-come-dessert.
Courtesy Yun Huang Yong/Creative Commons/Flickr
Strictly speaking this is more of a watery dessert than a drink, and is served in a bowl, but at least that way you get to take bigger gulps. The mixture of creamy coconut milk and sweet palm sugar chilled by shaved ice will is the perfect antidote to the hawkers on Kuta beach.

40. Coconut water, Global

One of the freshest fruit juices (look it up) on the beach.
NOEL CELIS/AFP/AFP/Getty Images
You can eat its flesh raw or flaked and cook with its oil, but the best way to ingest the star of so many tropical scenes is to stick a straw inside and drink. Coconuts, technically a fruit, may kill more people each year than sharks, but they taste a whole lot better, too.

19. Es Kelapa Muda, Indonesia

This popular Indonesian drink loved by kids is essentially chilled young coconut juice with colored-syrup and coconut slices. Fresh on the taste that lasts through your whole meal, es kelapa muda is Indonesian tradition at its finest and purest.
Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

peta jalan kasar: MUDIK LEWAT JALUR TENGAH, kira-kira seh

Emoticons0051

TEMPO.COJakarta – Konstruksi ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi Brebes Timur-Pemalang sepanjang 37,3 kilometer ditargetkan selesai 100 persen pada Mei tahun ini.

Direktur Utama PT Waskita Tol Road Herwidiakto mengatakan, untuk pembangunan ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang, semua rigid pavement akan selesai akhir April.

Sementara itu, untuk penyelesaian konstruksi pile slab di Kaligangsa diperkirakan selesai pada pertengahan Mei. Pasalnya, terdapat perubahan dari timbunan ke pile slab karena tanahnya tidak stabil.

Baca jugaTol Pejagan-Pemalang di Operasikan H-10 Lebaran

“Target selesai konstruksi seluruhnya pada Mei. Untuk operasinya tergantung BUJT,” ujarnya pada Senin, 2 April 2018.

Pembebasan lahan di ruas ini tidak memiliki masalah. Saat ini tinggal menunggu pembayaran tambahan pembebasan lahan. “Kami yakin (ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang) bisa dilintasi, minimal bisa fungsional, saat mudik Lebaran,” ucap Herwidiakto.

Pimpinan proyek sekaligus Manager Fisik PT Pejagan Pemalang Toll Road (PTPR), Mulya Setiawan, menuturkan saat ini progres konstruksi ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV sepanjang 37,3 kilometer sudah mencapai lebih dari 90 persen. “Semestinya April ini selesai,” ujarnya.

BISNIS

merah putih

Jakarta detik – Jalur tol Trans Jawa yang bisa digunakan untuk mudik Lebaran tahun ini bakal lebih panjang. Pasalnya, pemerintah memastikan Jakarta hingga Surabaya bakal bisa melewati tol. Meski tak sepenuhnya dilalui secara operasional atau berbayar, ada juga yang dilalui sekedar fungsional (tak berbayar) atau masih ada rekayasa lalu lintas yang dilibatkan.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, Selasa (13/3/2018), setidaknya ada 178 km jalan tol Trans Jawa fungsional yang akan dilalui tahun ini. Jalur fungsional tersebut di antaranya pada ruas Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Kartosuro, Wilangan-Kertosono, dan sebagian seksi dari ruas Kertosono-Mojokerto.

Lantas, berapa kira-kira biaya perjalanan mudik menggunakan tol dari rute Jakarta hingga Surabaya?

Berdasarkan data BPJT, detikFinance mencoba merangkum tarif setiap jalan tol yang dilalui dengan asumsi tarif sesuai perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) terakhir dan menggunakan kendaraan golongan I.

Dihitung dari Jakarta dengan pemberangkatan dari Jakarta Pusat, setidaknya terdapat 12 ruas tol yang harus dilewati untuk sampai ke Surabaya. Yakni Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Tol Palimanan-Kanci, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pemalang-Batang dan Tol Batang-Semarang.

Baca juga: Mudik JKT-SBY Bisa Lewat Tol, Ini Titik Macetnya

Dari Semarang, perjalanan dilanjutkan melewati Tol Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

Dengan telah diberlakukannya sistem tol integrasi sejak tahun lalu, maka sistem pembayaran dibagi menjadi dua cluster. Cluster pertama merupakan gabungan dari tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung. Jadi, nanti masuk pintu tol Cikarang Utama, ambil tiket. Kemudian, baru bayar di pintu tol Palimanan.

Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp 117.000. Dengan rincian Cikarang Utama-Cikopo Rp 15.000 dan Cikopo-Palimanan Rp 102.000.

Kemudian, pemudik bisa melanjutkan kembali perjalanan lewat tol secara operasional melalui tol Palimanan-Kanci Rp 11.500 dan Kanci-Pejagan Rp 24.000.

Baca juga: JKT-SBY Bisa Lewat Tol Saat Mudik Lebaran, Ini Jalurnya

Untuk mudik Lebaran tahun ini, pemudik tak perlu keluar dulu di gerbang tol Brexit (Brebes Exit) untuk sampai ke Pemalang karena seksi III dan IV sudah beroperasi. Pada ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km, pemudik dikenakan biaya sekitar Rp 57.500 hingga ke Pemalang.

Di ruas tol Pemalang-Batang, jalur tol operasional yang bisa dilewati sepanjang 6 km dari Segmen Sewaka ke Pemalang. Dengan asumsi tarif Rp 1.100/km (berdasarkan PPJT), maka biaya yang dibutuhkan melewati ruas ini adalah Rp 6.600.

Lalu, dari Batang hingga ke Semarang, pemudik bisa melewati tol secara gratis karena masih dibuka secara fungsional. Setelah sampai di Semarang, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan lewat tol hingga Salatiga secara operasional sepanjang 40,4 km dengan biaya Rp 40.400 (tarif Rp 1.000/km).

Setelah tol bisa dilewati secara operasional hingga Salatiga, pemudik masih bisa melanjutkan perjalanan hingga ke Solo lewat tol fungsional (gratis) dari Salatiga hingga Kartosuro. Setelah itu, pemudik bisa menuju Jawa Timur dengan melewati tol Solo-Ngawi yang sudah beroperasi sepanjang 90,42 km dengan biaya Rp 117.546 (tarif Rp 1.300/km).

Dari Ngawi, perjalanan lewat tol operasional bisa terus dilanjutkan hingga Nganjuk Wilangan sepanjang 49,51 km dengan biaya Rp 64.363 (tarif Rp 1.300/km). Dari Nganjuk Wilangan, perjalanan lewat tol dilanjutkan secara fungsional sepanjang 37 km sampai Kertosono.

Sebelum sampai di Surabaya, pemudik harus melewati dua ruas tol lagi yang kini sudah bisa dilewati penuh secara operasional, yakni Kertosono-Mojokerto 39,6 km dan Mojokerto-Surabaya 36,47 km. Biaya untuk kedua ruas tol tersebut masing-masing Rp 28.116 (Kertosono-Mojokerto) dan Rp 38.293 (Mojokerto-Surabaya).

Dengan demikian, total biaya transportasi lewat tol menggunakan kendaraan pribadi (golongan I) dari Jakarta hingga Surabaya diperkirakan mencapai Rp 395.927.

Berikut rincian tarif per perjalanannya:

Cikarang Utama-Palimanan Rp 117.000
Palimanan-Kanci Rp 11.500
Kanci-Pejagan Rp 24.000
Pejagan-Pemalang Rp 57.500 (57,5 km)
Pemalang-Batang Rp 6.600 (6,6 km)
Semarang-Solo Rp 40.400 (40,4 km)
Solo-Ngawi Rp 117.546 (90,42 km)
Ngawi-Kertosono Rp 64.363 (49,51 km)
Kertosono-Mojokerto Rp 28.116 (39,6 km)
Mojokerto-Surabaya Rp 38.293 (36,47 km) (eds/zul)

 

Bisnis.com, BATANG – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjamin  jalan tol fungsional Batang-Semarang seksi Batang hingga Weleri layak dilalui pemudik sejak H-10.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, ruas tol Batang-Semarang yang telah terlapisi beton sepanjang 36,1 kilometer dari total 36,5 kilometer yang fungsional. Sementara sepanjang 400 meter masih berupa struktur tanah.

Saat melakukan penelusuran dengan kecepatan 40 km/jam, terdapat banyak debu beterbangan hingga menutupi kaca mobil. Jarak pandang pengemudi pun menjadi terbatas.

Mengenai hal ini, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani menyatakan, pihaknya masih memiliki waktu hingga H-10 untuk melakukan pembetonan pada lantai kerja dan melakukan pembersihan jalan tol  dari debu dan kerikil.

“Masih ada titik yang menunggu cor jembatan, nanti H-10 sudah bersih semua. Untuk area lean concrete disapu, di luar itu disiram untuk membersihkan debu,” ujarnya di sela-sela peninjauan, Minggu (11/06).

Untuk mengantisipasi terjadinya fenomena Brebes Exit pada tahun lalu, pihaknya juga menyediakan sejumlah jalan akses darurat di sepanjang jalan tol. Jalan akses itu bisa digunakan untuk mengalihkan kendaraan bila kapasitas jalan tol Batang-Semarang telah penuh.

Dia menambahkan, di sepanjang jalan tol Batang-Semarang nantinya terdapat empat tempat istirahat di setiap 10 kilometer. Tempat istirahat tersebut dilengkapi dengan fasilitas seperti toilet, mushala, tim kesehatan, dan bahkan helipad khusus di posko terpadu.

Akhir pekan lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama wartawan meninjau kesiapan ruas tersebut yang terbagi menjadi tiga ruas tol yakni ruas tol Pejagan-Pemalang mulai dari Brebes Timur-Pemalang sepanjang 37,3 km dan ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km.

Peninjauan oleh Menteri Basuki juga dilakukan hingga malam hari Menteri Basuki bertujuan untuk mencoba kelayakan jalan apabila dilalui pemudik pada malam hari.

“Jalan Tol fungsional Brebes Timur – Weleri akan dibuka pada H-10 Lebaran dan dapat dilewati 24 jam satu arah ke dari Jakarta menuju Semarang (Mudik) dan satu arah ke Jakarta (arus balik) mulai H+4,” ujarnya.

Kondisi jalan tol sepanjang ruas tersebut sudah cukup baik walaupun masih dalam tahap perkerasan beton tipis (lean concrete).

Menteri Basuki menghimbau pemudik untuk memacu kendaraannya dengan aman pada kecepatan rata-rata 40 km/jam.

“Saya sudah sampaikan kebutuhan untuk menambah lampu  penerangan jalan di waktu malam dan  reflektor lampu mobil agar lebih aman. Selain itu penanda arah keluar/masuk tol. Untuk jalanan yang masih berdebu akan segera dibersihkan dan seluruh pekerjaan konstruksi akan dihentikan pada H-10 Lebaran,” ujarnya.

Pada ruas ini tengah diselesaikan pembangunan Jembatan Kali Sambung yang menjadi titik kritis yang kini dalam tahap penyelesaian lantai jembatan. Ditargetkan pada Selasa (13/6) sudah selesai dilakukan pengecoran dengan metode fasttrack dengan aditif yang akan membuat beton lebih cepat kering dalam waktu tiga hari dibanding biasanya dua minggu. Ditargetkan bisa dilewati pada H-10 Lebaran atau tanggal 16 Juni 2017 mulai pukul 00.00 WIB.

Selain jembatan tersebut, salah satu titik kritis yang telah diselesaikan yakni jalan layang Kandeman di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang membelah jalur Pantura.

doraemon

Jakarta detik – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, seluruh ruas jalan tol yang bakal dibuka secara fungsional saat mudik Lebaran nanti bakal bisa dilalui 10 hari sebelum Lebaran.

“Nanti dibukanya H-10 Lebaran. Jadi misalnya yang sampai Weleri, dari Pejagan 110 km, kemudian dari Solo ke Kertosono 245 km. Palindra, Bakauheni-Terbanggi Besar akan kita buka H-10 Lebaran,” katanya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Jalan Tol Trans Jawa baru yang akan difungsikan untuk mudik lebaran tahun ini sendiri cukup panjang. Mulai dari Brebes, Jawa Tengah hingga Surabaya, Jawa Timur. Setidaknya ada 319,82 km ruas tol di Trans Jawa yang bakal dibuka secara fungsional. Ruas-ruas tol baru ini akan dilalui secara gratis.

Dimulai dari ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km bakal bisa dilewati pada keempat seksinya. Adapun seksi I dan II sepanjang 26,85 km telah dioperasionalkan pada tahun lalu. Jalan tol baru yang bisa dilewati dimulai dari seksi III di Brebes Timur hingga akhir ruas ini di Pemalang, Jawa Tengah.

Ruas Trans Jawa selanjutnya yang baru difungsionalkan tahun ini adalah ruas Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan Batang-Semarang sepanjang 39,7 km hingga ke Weleri, sekitar 30 km sebelum Semarang.

Sementara pada tol Trans Sumatera, akan ada 65 km total panjang tol yang bakal dibuka H-10 Lebaran tahun ini. Tol-tol tersebut antara lain Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, dan Bakauheni-Terbanggi Besar.

Berikut adalah daftar ruas tol yang bisa dilalui pada mudik Lebaran tahun ini.

Tol Trans Jawa

Ruas Tol Pejagan-Pemalang
Seksi I Pejagan-Brebes Barat 17,8 km (operasi)
Seksi II Brebes Barat-Brebes Timur 9,05 km (operasi)
Seksi III Brebes Timur-Tegal Timur 10 km
Seksi IV Tegal Timur-Pemalang 26,9 km

Ruas Tol Pemalang-Batang
Seksi I Pemalang IC-Pekalongan IC 23,3 km
Seksi II Pekalongan IC-Batang IC 15,9 km

Ruas Tol Batang-Semarang
Seksi I Batang-SS Batang Timur 3,2 km
Seksi II SS Batang Timur-SS Weleri 36,35 km

Ruas Tol Semarang-Solo
Seksi I Semarang-Ungaran 11 km (operasi)
Seksi II Ungaran-Bawen 11,95 km (operasi)
Seksi III Bawen-Salatiga 17,6 km

Ruas Tol Solo-Ngawi
Seksi JC Kartosuro-SS Karanganyar IC 20,9 km
Seksi I segmen Karanganyar-Sragen 13,8 km
Seksi I segmen Sragen-Mantingan 21,3 km
Seksi II Mantingan-Ngawi IC 20 km

Ruas Tol Ngawi-Kertosono
Seksi I Ngawi IC-Madiun IC (segmen klitik gulungan) 11 km
Seksi II Madiun IC-Caruban IC (segmen sawahan-kedung jati) 6 km
Seksi III Caruban IC-Nganjuk IC (segmen purworejo-wilangan) 18 km

Ruas Tol Mojokerto-Kertosono
Seksi I Bandar-Jombang 14,4 km
Seksi II Jombang-Mojokerto Barat 19,7 km

Ruas Tol Surabaya Mojokerto
Seksi IA Waru-Sepanjang 2,3 km
Seksi IB Sepanjang-Western Ring Road 4,3 km
Seksi II Western Ring Road-Driyorejo 5,1 km
Seksi III Driyorejo-Krian 6,1 km

Ruas Tol Gempol Pasuruan
Seksi Gempol-Bangil 6,8 km

Tol Trans Sumatera

Ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar
Paket 2 (Sidomulyo-Kotabaru) segmen SS Kotabaru-SS Lematang 5 km.

Ruas Tol Palembang-Indralaya
Seksi 1 (Palembang-Pamulutan) 7,75 km.

Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi
Seksi II-VI (Parbarakan-Sei Rampah) 41,6 km

Ruas Tol Medan-Binjai
Seksi II (Helvetia-Semayang) 6,18 km
Seksi III (Semayang-Binjai) 4,28 km. (dna/dna)

TEMPO.CO, Brebes – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membagi tiga jalur lalu lintas saat mudik lebaran tahun 2017 ini. Ketiga jalur yang dimaksud melalui jalan tol, Jalur Pantura, dan Jalur Selatan. Budi mengatakan kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan mini bus akan diarahkan melalui jalan tol darurat dari Brebes Timur hingga Weleri Kendal.

Jalur tersebut disiapkan satu lajur selebar tujuh meter dengan kondisi jalan masih lantai dasar. “Diperkirakan sekitar 60 persen kendaraan kecil akan masuk ke tol,” kata Budi saat berkunjung ke Tol Brebes Timur (Brexit), Ahad, 21 Mei 2017.

Sedangkan kendaraan berat seperti bus dan truk akan diarahkan ke Jalur Pantura dan Jalur Selatan. Kendaraan besar dilarang melintas ke jalan darurat lantaran kontruksi jalan yang tidak diperuntukan untuk itu.

Selain hanya memiliki ketebalan 10 sentimeter, menurut Budi, jalan darurat juga dibangun tanpa tulang. Karena itu, jika kendaraan besar dipaksakan melintas, dikhawatirkan akan merusak jalan tersebut. “Kendaraan besar akan dibuang ke pantura dan jalur selatan,” ujarnya.

Kepala Cabang Tol Kanci Pejagan Pemalang, Zulmarlian Iskandar, menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan 10 gardu pintu keluar yang ada di dekat Exit Tol Brebes Timur. Gerbang itu nantinya digunakan untuk pembayaran bagi pengendara yang melintasi tol Pejagan-Brebes Timur dan akan melanjutkan perjalanan ke Semarang melalui jalan tol darurat. “Itu bisa melayani 70 ribu kendaraan per hari,” katanya.

Kedatangan Budi ke Brexit untuk meninjau kesiapan infrastruktur yang akan digunakan pada musim mudik lebaran tahun ini. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan arus mudik lebaran nanti berlangsung aman dan lancar. Dalam kesempatan itu, ia meminta agar peristiwa kemacetan seperti tahun kemarin bisa dihindari.

Kementerian, kata Budi, sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengantisipasi kelangkaan BBM saat arus mudik. “Selain dengan Polri kami juga berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi peristiwa seperti tahun lalu seperti tahun lalu,” ujar dia.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

doraemon

BREBES okezone – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) yang menghubungkan Brebes dengan Kota Tegal dinilai sebagai solusi mengatasi kemacetan parah yang terjadi saat arus mudik Lebaran lalu. Tahun depan Jalingkut diharapkan menjadi jalur alternatif jika jalan tol macet total.

Karena itu, pembangunan proyek yang mangkrak sejak 2012 ini diprioritaskan untuk dilanjutkan kembali. Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan agar proyek Jalingkut Brebes-Tegal yang mangkrak bertahun-tahun segera dilanjutkan kembali.

Hal ini setelah dilakukan evaluasi terhadap kemacetan parah di jalur mudik Brebes. Keberadaan Jalingkut diharapkan dapat mencegah terjadinya kemacetan parah pada arus mudik tahun depan. “Saat datang ke Brebes dari Kementerian PU sudah merespons baik. Mudah-mudahan Jalingkut bisa digunakan saat arus mudik tahun mendatang,” ucapnya kemarin.

Menurut Idza, selain melanjutkan proyek Jalingkut, Kementerian PU juga berencana membangun underpass di jalur selatan Bumiayu untuk mengatasi kemacetan selalu terjadi di wilayah tersebut karena keberadaan perlintasan kereta api. “Mudah-mudahan benar-benar bisa direalisasikan,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Wilayah Losari-Brebes-Tegal Wahyu Supriyo mengatakan, kelanjutan pembangunan Jalingkut masih harus menunggu proses lelang ulang. Pengerjaan baru diperkirakan bisa dimulai tahun depan. “Masih harus dilakukan lelang ulang lebih dulu.

Tapi kami upayakan pengerjaan sudah dimulai tahun depan,” katanya kemarin. Menurut Wahyu, proses pembangunan hanya melanjutkan pengerjaan fisik yang terhenti di tengah jalan Sebab, pembebasan lahan yang dibutuhkan sudah rampung sebelum proyek berjalan. “Lahan sudah beres semua. Jadi nanti tinggal melanjutkan saja. Sebelum berhenti, pengerjaan sudah mencapai 50%,” ujarnya.

Wahyu mengaku keberadaan ruas Jalingkut di Kota Tegal sudah bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif selama arus mudik meski belum sepenuhnya rampung. “Sebenarnya tidak juga (karena macet parah arus mudik). Kan sudah dipakai juga saat arus mudik,” ujarnya. Untuk diketahui, proyek Jalingkut dikerjakan sejak 2010 dengan anggaran Rp205 miliar.

Dana tersebut merupakan sharing APBN sebesar 30 persen dan 70 persen dari bantuan Bank Dunia. Pada Februari 2012, proyek tersebut terhenti karena Bank Dunia menghentikan pendanaannya dengan alasan molor dari batas kontrak. Saat dihentikan, pengerjaan proyek baru mencapai 48 persen dari total panjang sekira 17,3 kilometer.

Akibat penghentian itu, PT BRD menggugat Bina Marga ke Badan Arbitrase Nasional (BANI) pada Mei 2013 senilai Rp161 miliar. PT BRD menganggap molornya pengerjaan proyek karena Bina Marga terlambat mengeluarkan justifikasi teknis. Dalam sidang 28 Januari lalu, BANI memenangkan sebagian gugatan PT BRD dan meminta Bina Marga membayar kerugian Rp26,8 miliar ke BRD Setelah diputuskan harus membayar kerugian kepada PT BRD oleh BANI, Bina Marga mengajukan peninjauan kembali (PK) ke MA.

Langkah PK itu diajukan Bina Marga sekitar dua bulan yang lalu. Bina Marga juga belum membayar kerugian ke BRD dengan alasan masih menunggu proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menentukan angka pembayaran yang akan dimasukkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2015.

(rai)

bird smallest

Jakarta detik- Arus pemudik masih ramai di Idul Fitri hari kedua. Untuk menghindari macet akibat antrean pintu keluar Tol Brebes Timur Exit (Brexit), cobalah lewat gerbang Tol Pejagan.

Bagi para pemudik yang hendak menuju Jalur Pantura dan ingin mengindari macet, keluar lah melalui Tol Pejagan. Pada Rabu (6/7/2016) tengah malam, antrean di gerbang tol ini relatif normal.

Memang ada antrean, namun tidaklah panjang seperti situasi antrean di Brexit. Antrean di Tol Pejagan tidak stagnan dan pemudik masih tetap bisa memacu kendaraannya.

Setelah keluar dari Tol Pejagan, ambilah jalan ke kiri pada pertigaan pertama, tepatnya di Jalan Ketanggungan-Tanjung. Di pertigaan berikutnya, ambilah jalan ke kanan untuk masuk Jalur Pantura Losari-Bulakamba.

Hingga memasuki Kota Brebes, lalu lintas masih lancar. Pengendara yang melewati jalur arteri ini akan bertemu dengan pemudik yang keluar dari pintu keluar Tol Brexit saat memasuki Jalur Pantura Brebes-Tegal. Di jalur ini, lalu lintas sedikit padat sehingga polisi memberlakukan contra flow satu lajur.

Meski begitu, pengendara tidak terjebak dengan kemacetan panjang bahkan contra flow tidak terlalu panjang sebab ketika hendak memasuki Kota Tegal, lalu lintas semakin longgar. Kendaraan tampak ramai kembali ketika memasuki wilayah kota.

Di sejumlah SPBU yang ada di Tegal, terlihat ada banyak mobil terparkir. Tampak juga antrean pengedara yang sedang mengisi BBM. Mayoritas adalah pemudik yang tengah beristirahat usai kena macet panjang di Brexit. Sebagian ada yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dan sempat sedikit membuat lalu lintas tersendat.

Saat melintasi Kota Tegal, kendaraan kembali terlihat padat. Namun lepas dari Tegal, lalu lintas sudah cukup lancar dan kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Meski lalu lintas Pantura selepas Tegal ramai lancar, pengendara diimbau waspada. Sebab pada Kamis (7/7) dini hari ini, gerimis mengguyur di sejumlah lokasi.
(elz/hri)

ezgif.com-resize

BREBES kontan. Berkat dihapusnya empat dari total tujuh barrier gate di Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Brebes Timur menjadi tiga, membuat waktu perjalanan hanya 4,5 jam dengan nilai total transaksi Rp 165.000.

Tim “Merapah Trans-Jawa” Kompas.com, menyusuri ruas baru Tol Trans-Jawa sejak Sabtu (25/6) hingga Minggu (3/7).

Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB, kondisi lalu lintas di Tol Dalam Kota Jakarta menuju Cikampek ramai lancar.

Beberapa kendaraan pemudik mulai terlihat padat di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama dengan antrian hingga 500 meter.

Di GT Cikarang Utama ini, pemudik mengambil tiket tol dan kemudian membayarnya di tempat tujuan masing-masing.

Tim Kompas.com, melakukan transaksi pertama di GT Palimanan secara tunai dengan nilai sebesar Rp 109.500.

Antrian kendaraan menjelang GT Palimanan sekitar 300 meter. Banyak pemudik yang masih melakukan transaksi secara tunai, namun tak sedikit pula yang membayar dengan skema e-payment atau kartu elektronik.

Setelah membayar dan sekaligus mengambil tiket di GT Palimanan, Kompas.com melanjutkan perjalanan ke Brebes Timur dengan satu kali transaksi di GT Brebes Timur dengan nilai Rp 55.500.

Sistem pembayaran terintegrasi ini merupakan bagian dari langkah awal pelaksanaan peta jalan Electronic Toll Collection jalan tol di Indonesia, menuju diterapkannya pembayaran secara free flow (tanpa henti) dalam beberapa tahun ke depan.

Dua Klaster 

Integrasi sistem ini mencakup tujuh ruas jalan tol sepanjang 364 kilometer yang dibagi dalam dua klaster, yaitu:

Klaster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cipularang, Padalarang-Cileunyi yang dikelola PT Jasa Marga (persero) Tbk dan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang dikelola PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Klaster II mencakup Jalan Tol Palimanan-Kanci (PT Jasa Marga Tbk), dan Jalan Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes (PT Semesta Marga Raya).

Sebanyak empat barrier gate dihapuskan, artinya pengguna hanya lewat saja, tidak ada transaksi. Keempat barrier gate tersebut ada di Cikopo, Plumbon, Ciperna dan Mertapada.

Sementara khusus Klaster I, Gerbang Tol (GT) Cikopo tidak dioperasikan lagi sehingga pengguna dapat langsung melanjutkan perjalanan melalui tanpa harus berhenti.

Gerbang Palimanan menjadi gerbang tol bersama (joint gate) bagi ruas-ruas di Klaster I dan Klaster 2, serta dioperasikan oleh PT LMS.

Di masing-masing klaster, pengumpulan tol (baik tunai maupun non-tunai) dilakukan secara terintegrasi dengan sistem tertutup (tarif berdasarkan jarak tempuh), tanpa dibatasi barrier antar ruas tol.

Besaran tarif tol yang dikenakan tetap menggunakan ketetapan yang berlaku. Sebagai ilustrasi, kendaraan dari Jakarta tujuan ke Jawa Tengah yang semula 7 kali berhenti (yaitu di Cikarang Utama, Cikopo, Palimanan, Plumbon, Ciperna, Mertapada, dan Brebes Timur), menjadi hanya 3 kali berhenti.

Pengguna mengambil tiket tol di GT Cikarang Utama, lalu berhenti di GT Palimanan untuk membayar tarif tol Klaster I  Jakarta-Cikopo-Palimanan senilai Rp 109.500 (tarif Gol-1 Rp 13.500 + Rp 96.000) sekaligus mengambil tiket Klaster 2, dan berhenti GT Brebes Timur untuk membayar tarif tol Klaster 2 Palimanan-Kanci-Pejagan-Brebes Timur senilai Rp 55.500.

Jadi total tarif yang harus dibayar pengguna untuk melintasi Jakarta-Brebes Timur sebesar Rp 165.000. (Hilda B. Alexander)

 

PALIMANAN okezone – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memaksimalkan pelayanan bagi para pengguna jalan tol. Salah satu caranya adalah dengan cara mengintegrasikan sistem pembayaran antar jalan tol yang pengelolanya berbeda.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini, melakukan uji coba sistem transaksi terintegrasi dua jalan tol, yakni Jakarta-Cikampek dan Cikopo-Palimanan. Untuk melewati ruas tol ini, pengemudi akan dikenakan tarif Rp109.500.

“Uji coba hari ini tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang, akan dilakukan evaluasi. Sehingga waktu tempuh akibat kendaraan berhenti akan kita hilangkan. Tentu akan mempercepat pengemudi mencapai tujuannya,” ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Gerbang Tol Palimanan, Palimanan, Senin (13/06/2016).

Dia menjelaskan, uji coba sistem transaksi terintegrasi ini dilakukan dalam rangka memperlancar arus lalu lintas antara jalan tol yaitu menghubungkan Jakarta-Cikampek dengan Cikampek-Palimanan, dan juga ruas Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, serta Pejagan-Pemalang.

“Sistem transaksi terintegrasi pada ruas-ruas tersebut harus sudah diimplementasikan sebelum masa arus mudik Lebaran 2016,” jelasnya. (Baca Juga: Jalan Tol Jakarta-Palimanan Sekali Bayar Rp109.500)

Lebih lanjut dia menerangkan, proses sistem transaksi terintegrasi ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan secara optimal. Para pengendara nantinya hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan, sehingga tidak perlu lagi bertransaksi di Barrier Gate, yaitu Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna dan Gerbang Tol Mertapada.

“Nanti di Cikarang Utama pengendara ambil kartu, sesampainya di Palimanan, pengendara bayar tarif dan diberi kartu lagi nanti bayar di tempat keluar,” lanjutnya.

Selain masuk tol Jakarta-Palimanan, integrasi pembayaran juga akan dilakukan pada ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini baru tersambung sampai Brebes Timur.

Dengan demikian, pemudik dari Jakarta yang meneruskan perjalanan hingga Brebes Timur, cukup melakukan transaksi pengambilan kartu di Gerbang Tol Cikarang Utama, melakukan pembayaran di Gerbang Tol Palimanan sekaligus mengambil kartu dan melakukan pembayaran lagi di Gerbang Tol Brebes Timur. “Kalau mau keluar di Brebes Timur, bayarnya di Brebes Timur,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan uji coba integrasi sistem transaksi di Gerbang Tol Palimanan, hal ini dilakukan berdasarkan surat dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) No. UM.01.11-P/08 tanggal 16 Februari 2016 dan No. PW.01.01-P/11 tanggal 13 Mei 2016.

Untuk diketahui, sistem transaksi akan dibagi menjadi dia cluster yaitu Cluster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Masa), Jalan Tol Cipularang (Jasa Marga), Jalan Padaleunyi (Jasa Marga), serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster II meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road).

(mrt)

rose KECIL

BAWEN. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah memberikan sejumlah catatan kepada PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) tentang kesiapan ruas jalan tol Bawen-Salatiga jika akan digunakan sebagai jalur alternatif arus mudik Lebaran 2016.

Sebagaimana diketahui ada 4 titik dijalan tol seksi III Semarang-Solo tersebut yang belum tersambung, sehingga PT TMJ sebagai pihak operator telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif jalan tol sepanjang 17.5 kilometer ini bisa dilalui pada H-7 hingga H+7 Lebaran 2016.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Herukoco mengatakan, pihaknya kemarin telah melakukan rapat koordinasi bersama TMJ, Pemkab Semarang serta jajaran Polres Semarang dan Polres Salatiga.

Dari paparan pihak TMJ dilanjutkan dengan tinjauan ke lapangan, pihaknya melihat banyak titik yang rawan bagi keselamatan pemudik.

“Memang ada beberapa lokasi yang dari segi keselamatan harus diperhatian dengan benar. Karena ada bukit yang ditembus dengan jalan berkelok-kelok, itu dari segi keselamatan harus benar-benar diberi peringatan diberi alat pengaman jalan. artinya masyarakat jangan sampai tidak tahu bahwa itu adalah tanjakan dan turunan,” kata Herukoco, Kamis (9/6).

Selain kontur jalan yang masih belum landai mengingat pekerjaan fisik baru berjalan 43,8%, lanjutnya, jalur yang disiapkan ternyata masih banyak menemui persimpangan sebidang. Yakni, jalur tol yang bersingungan dengan jalan-jalan poros desa atau jalan perkampungan.

Dengan demikian pada titik-titik yang rawan tersebut perlu disiapkan petugas.

Titik lainnya yang perlu segera ditangani adalah, pada gerbang keluar tol Salatiga di kelurahan Tingkir. Sebab di titik ini, kendaraan yang keluar dari jalan tol akan menemui jalan reguler yang relatif sempit, yakni 5 lebar 5 meter.

Padahal jalan Tingkir ini tergolong padat terutama pada saat hari libur. Sehingga jika tidak diatur sedemikian rupa, akan menimbulkan antrian atau kemacetan baik di jalur keluar tol maupun di jalur reguler.

“Perlu ada pengaturan lalu lintas karena memang di titik ini sudah padat sekali. Tentunya ketika dari Bawen sudah diaktifkan, di sini jangan ditutup. Jangan sampai di sini memanjang ke belakang,” lanjutnya.

Melihat konsisi yang ada, pihaknya memperkirakan saat jalan tol Bawen-Salatigadioperasikan pada masa arus mudik 2016 mendatang, akan diperlukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup.

Selain itu, petugas juga perlu mengurai kemacetan di sekitar pasar Suruh dan pertigaan Tingkir akibat dampat kepadatan kendaraan di keluar tol Salatiga.

“Jadi kita pantau disini, kalau memang di exit tol Salatiga sudah padat, ke arah jalan alternatif di Bawen kita tidak gunakan dulu. Sehingga kalau di jalur alternatif macet atau panjang antriannya, (maka) di exit tol alternatif ini ditutup, sambil melakukan pengaturan di Suruh dan di pertigaan tingkir,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Herukoco berpendapat, pada arus mudik 2016 prioritas kendaraan dari Bawen ke Salatiga tetap akan diprioritaskan melalui jalur utama dibandingkan mengarahkan ke jalur alternatif termasuk tol.

“Ini bukan rekomendasi, artinya alternatif pertama ketika arus berjalan lancar tentunya kita menggunakan jalur utama. Tetapi seandainya panjang sekali kita pelu gunakan jalur aternatif,” tandasnya.

Herukoco menambahkan, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk memutuskantol Bawen-Salatiga bisa digunakan atau tidak. Melainkan sebatas memberikan masukan kepada pihak yang lebih berwenang, dalam hal ini TMJ sebagai operator.

“Ini kan jalan belum jadi ya. Artinya ada tim bersama melibatkan dari Bina Marga, dari Dinas Perhubungan dan juga dari kepolisian,” ucapnya.

Berdasarkan target waktu yang telah ditentukan, PT TMJ akan meminta penilaian dari tim penilai kelayakan jalan pada tangal 21 juni mendatang. Tim penilai akan memutuskan apakah jalan tol Bawen-Salatiga berikut didalamnya jalur-jalur alternatif yang disiapkan, layak atau tidak dilalui kendaraan pemudik.(Syahrul Munir)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Masa liburan panjang (long weekend) 5-8 Mei 2016 sudah di ambang pintu. Di masa ini, sudah bisa dipastikan lonjakan kendaraan yang melalui jalan tol akan terjadi.

Untuk menghadapi kondisi itu, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Wakil Direktur Utama LMS Hudaya Arryanto, mengatakan dibandingkan kondisi traffick harian normal yang berkisar 12.000-15.000 kendaraan per arah, diperkirakan terjadi lonjakan volume kendaraan di GT Cikopo mencapai lebih dari dua kali lipat.

Puncak arus lalu lintas keluar dari wilayah Jakarta diperkirakan terjadi pada Rabu-Kamis, 4-5 Mei 2016 dengan volume traffick di GT Cikopo sekitar 30.000 kendaraan per hari.

“Saat arus balik yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Senin dini hari, kepadatan diprediksi mencapai 38.000 kendaraan per hari,” katanya, Selasa (3/5/2016).

Hudaya menjelaskan antisipasi di lapangan di antaranya dengan membuka maksimal gardu tol di gerbang-gerbang utama, yaitu 15 gardu di GT Cikopo dan 11 gardu di GT Palimanan.

Selain itu, masih ada tambahan 6 gardu satelit. Petugas tol di dua gerbang tol itu juga ditambah dari semula 90 personel menjadi 140 personel. Pihak LMS juga melakukan penambahan uang kecil untuk kembalian pembayaran tarif tol.

Menurutnya, masyarakat dapat membantu mempercepat transaksi di gerbang-gerbang tol Cipali dengan mempersiapkan uang pas atau dengan membayar secara non-tunai menggunakan Kartu Flazz BCA.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat mengatur jadwal perjalanannya tidak bersamaan supaya tidak terjebak kemacetan.

Hindari perjalanan bersamaan pada Rabu sore/malam (4 Mei 2016) saat keluar wilayah Jakarta, dan saat arus balik hindari perjalanan bersamaan pada Minggu sore/malam (8 Mei 2016),” tuturnya.

bird smallest

 

BERITA1: Bekasi- Polresta Bekasi menyiagakan sebanyak 633 personel gabungan dalam pengamanan libur panjang, 5-8 Mei 2016. Personel disiagakan untuk mengamankan tiga lokasi seperti rumah ibadah, tempat wisata dan Tol Jakarta-Cikampek atau jalur Pantura.

Dari 633 personel gabungan tersebut, 50 personel berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, 16 personel petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi yang mengerahkan dua unit damkar, 20 personel PT Jasa Marga dan 10 personel menyiagakan dua unit mobil ambulans. Sisanya, anggota kepolisian dari Polsek, Polresta Bekasi serta Polda Metro Jaya. “Para personel kepolisian mulai bersiaga pada Rabu (4/5) sore,” ujar Wakil Kapolresta Bekasi, AKBP Sonny Mulvianto Utomo, Selasa (3/5).

Di Tol Jakarta-Cikampek dia mengatakan, personel kepolisian akan disiagakan mulai KM 17-41 sebanyak sembilan titik. Di antaranya,

  • rest area KM 19 Tambun Selatan,
  • bawah jembatan Grand Wisata Tambun,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang tol Cikarang Utama,
  • rest area KM 33, off ramp Cibatu,
  • off ramp Cikarang Pusat Deltamas dan
  • rest area KM 39.

Sebaliknya, arus balik dari Cikampek menuju Jakarta, akan diperkirakan pada Minggu (8/5). Kekuatan personel disiagakan 10 titik utama yakni

  • perbatasan Karawang KM 41,
  • off rampDeltamas KM 36,
  • off ramp Cibatu,
  • rest area KM 32,
  • off ramp Cikarang Barat,
  • gerbang Tol Cikarang Utama,
  • gerbang tol Colorobia,
  • gerbang Tol Cibitung,
  • off ramp Tambun.

Selain itu, Polresta Bekasi juga menyiagakan personel di tempat ibadah, masjid dan gereja, se-Kabupaten Bekasi. “Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah pada Kamis bagi umat Nasrani dan Jumat bagi umat Muslim dapat berjalan aman dan tertib,” katanya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 39 gereja yang dilakukan pengamanan pada Kamis (5/5). Terkait hal itu, Wakil Kapolresta Bekasi menepis adanya indikator gangguan keamanan di wilayahnya. “Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda gangguan kamtibmas laporan dari intelijen. Pengamanan yang kami lakukan sifatnya preventif dan mempersempit ruang gerak apabila ada pihak yang ingin mengganggu keamanan. Kami juga meminta kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga kondisi aman di sekitarnya,” kata Sonny.

Terakhir, lokasi yang juga menjadi perhatian kepolisian untuk dilakukan pengamanan adalah tempat wisata atau tempat keramaian liburan keluarga. “Akan ada peningkatan kegiatan masyarakat di tempat wisata pada 6-7 Mei nanti,” imbuhnya.

 

Mikael Niman/WBP

Suara Pembaruan

ezgif.com-resize

Jakarta detik-Musim mudik lebaran segera tiba. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun mengumpulkan perusahaan pelat merah yang berkaitan langsung dengan momentum rutin tahunan tersebut.

Hasil dalam rapat tersebut adalah menyegerakan penerapan rencana penghapusan gerbang antar tol. Pada musim mudik lebaran nanti pemudik yang melintas jalan tol cukup melakukan pembayaran dua kali saja dari Jakarta hingga Brebes Timur.

“Beliau (Menteri BUMN) memesan kepada kami agar supaya kenyamanan penumpang atau pengguna jalan menjadi nomor satu, ini akan kita lakukan. Dengan menggabungkan sistem pembayaran nanti ada dua cluster,” kata Direkur Utama Jasa Marga, Adityawarman di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Adapun cluster pertama yang sistem pembayarannya digabung adalah tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung.

“Jadi nanti masuk Cikarang Utama, ambil tiket. Baru bayar di Pintu Tol Palimanan. Nggak ada lagi pintu tol Cikopo. Sama, yang dari Bandung juga begitu, langsung bayar satu kali di Palimanan,” jelas Adit.

Cluster kedua, adalah penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang saat ini sudah terbangun hingga Brebes Timur.

“Saat dia (pemudik atau pengguna jalan) keluar di Palimanan kan sekalian bayar dikasih tiket nanti keluarnya langsung di Brebes Timur. Jadi kita bisa memotong tiga gerbang. Ini kemajuan yang luar biasa. Lebih efisien dan cepat,” tutur dia.

Sekedar informasi, rencana penggabungan sistem pembayaran Jalan Tol telah menjadi agenda utama Pemerintah sejak akhir tahun lalu. Lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, mulai mengumpulkan operator jalan tol untuk merumuskan rencana tersebut.

Sebelum ada penggabungan sistem pembayaran ini, pemudik yang menggunakan jalan tol harus berhenti melewati sedikitnya 6 pintu tol hingga Brebes Timur. Yakni, Pintu Tol Cikarang Utama, Pintu Tol Cikopo, Pintu Tol Palimanan, Pintu Tol Kanci, Pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes Timur.

Dengan adanya penggabungan sistem pembayaran ini maka pemudik cukup berhenti di Pintu Tol Cikarang Utama, Palimanan dan Brebes Timur saja.

(dna/hns)

bird smallest

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan instrumen nontunai dalam pembayaran jasa jalan tol diestimasi dapat mengurangi kemacetan hingga 40% ketika puncak arus mudik Lebaran. Implementasi program ini akan dimulai pada Juni.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melakukan intensifikasi penggunaan sistem sensor di gerbang tol guna mereduksi kepadatan arus mudik sangat mungkin untuk dilaksanakan.

Menurutnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan estimasi tersebut. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR telah memiliki roadmap penggunaan transaksi nontunai sepertie-money dan e-toll.

Hitung-hitungannya BPJT itu bisa mengurangi kemacetan 40% dari antrean pintu tol utuh. nanti bayarnya dipintu keluar seperti Brebes Timur, atau yang di Bandung, dan kami dari BPJT juga telah membuat. Itu baru satu klaster belum nanti klaster lain,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Basuki mengestimasi, pembayaran tunai memakan waktu selama 20 detik per kendaraan, sedangkan nontunai 10-12 detik. Untuk itu, dia menyampaikan akan berusaha melakukan integrasi seluruh pintu tol yang akan dimulai dari Cikopo, Palimanan-Pejagan.

“Jadi cuma ambil kartu, pas pintu keluar baru bayar, ini open system. Kita coba bertahap per klaster, pertama itu Cikarang Utama sampai Brebes Timur, nanti Solo-Ngawi sampai Surabaya,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, Tol Cipali juga telah diintegrasikan dan tidak ada lagi pintuya. Sehingga, katanya, dari Cikarang Utama sudah tidak ada lagi hambatan. “Cikarang Utama, Bandung, sampai Brebes Timur itu satu cluster.”

Menteri PUPR mengatakan fokus implementasi ini ada di Pulau Jawa. Dia menyebutkan, percobaan ini juga membutuhkan waktu karena bank dan investor yang terlibat beragam, serta tidak hanya menggunakan sistem terbuka, melainkan juga tertutup.

Untuk persiapan arus mudik Lebaran, Basuki menjanjikan perbaikan sejumlah ruas jalan di Pantura seperti wilayah Ciasem, Pamanukan dan Pusakajaya akan usai pada akhir Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi dan mengamankan pelaksanaan libur panjang Lebaran, yang diprediksi akan terlaksana pada 6-7 Juli 2016.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan persoalan keamanan, transportasi dan energi harus dijaga pada momen Ramadan dan Lebaran. Adapun, akan ada satu kali Rapat Terbatas lagi untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pengamanan.

Pengamanan itu mencakup arus transportasi orang dan barang, stabilisasi dan ketersediaan harga pangan serta ketersediaan harga komoditas energi.

“Kebetulan kan posko mudik tahun ini lebih lama, H-4 sampai H+4, jadi mudah-mudahan lebih baik karena lebih lama poskonya. Koordinatornya nanti Kemenhub, dan ada kami , Polri dan Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

wisata TEGAL (2017)

gw lage pengen jalan2 di wisata TEGAL, JAWA TENGAH neh: 35 tempat wisata TEGAL

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Leave a comment

Peta Jalan Kasar: Kota Cianjur (Jawa Barat) ke Situs GUNUNG PADANG, bo

big-dancing-banana-smiley-emoticon

detikTravel Community – Akhir pekan ini, bertualanglah ke Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Berkunjung ke sini, traveler seperti dibawa kembali ke masa pra sejarah.

Wisata saya ke Gunung Padang ini sebenarnya menunggangi rombongan nyokap bersama sohib-sohib seangkatannya. Biarpun rata-rata berumur di atas 60-an, tapi kegokilan mereka melebihi cabe-cabean jaman now. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala sambil istighfar.

Pukul 6 tepat, iring-iringan mobil pun mulai mengular menuju lokasi situs purbakala, yang tepatnya di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Supaya memudahkan, coba saja buka aplikasi peta lalu cari Gunung Padang Megalitikum Site, dijamin tidak akan nyasar sampai di sana.

Saran saya, jangan makan pagi dulu karena perjalanan akan melewati rute penuh kelokan di Cipatat, Padalarang. Kelokannya bikin isi perut bergoyang, bisa-bisa muntah di tengah jalan. Tahan laparnya dan mampir di Sate Maranggi Mang Keuyeup yang nangkring di sebuah mini market terkemuka di Ciranjang.

Usai ‘mengisi bensin’, perjalanan dilanjut langsung ke destinasi utama. Kebetulan cuaca sedang kurang ramah. Hujan yang cukup deras mengguyur sepanjang sopir mengemudi, sesekali reda tapi ngga lama deras lagi.

Nah, jangan sampai kelewatan belokan ke kiri saat terlihat papan penunjuk arah bertuliskan Gunung Padang. Dari belokan ini tinggal ikuti jalan yang terhampar saja sepanjang kurang lebih 25 km. Perjalanan 25 km sungguh menguras fisik dan mental kendaraan, karena jalannya cukup berlubang.

Apalagi kala itu hujan pun menerjang. Tapi iring-iringan para lansia (kecuali saya) tetap riang dan penuh kegembiraan. Memang kita harus banyak teman saat masih muda, supaya nggak kesepian di usia senja.

Uniknya tempat wisata ini adalah hamparan bebatuan dengan bentuk menarik. Bentuknya yang persegi panjang yang rapih dan agak pipih jadi ciri khas jaman Megalitikum, Di situs ini, ada lima teras berbentuk undakan. Sebagai informasi, model undakan ini lebih tua daripada era piramid dan candi.

Kabar-kabar dari pemandu berbaju khas Sunda, masih akan dilakukan eskavasi atau penggalian di situs ini. Mungkin masih banyak peninggalan berharga yang tersisa di dalam sana.

Dari pintu masuk, kita diharuskan memilih satu dari dua jalur yang tersedia. Perbedaannya terletak di jarak. Opsi 175 meter lebih menanjak dengan lajur berbatu, sementara 300 meter lebih landai dengan lajur lebih aman. Berhubung rombongan tempat saya nimbrung sudah berumur, akhirnya pilihan jatuh di opsi 300 meter.

Sang pemandu pun sudah wanti-wanti akan 700 anak tangga yang mesti didaki di lajur ini. Akhirnya, beberapa lansia pun ngos-ngosan di tengah pendakian. Hampir 45 menit saya sabar menemani nyokap dan kerabat hingga puncak situs atau teras ke-5.

Kami pun seketika takjub dengan hamparan batu di atas rerumputan yang bergoyang hebat terhempas angin kencang (sumpah, anginnya kencang parah). Sembari mendekap diri masing-masing, kami pun mulai mengeluarkan ‘senjata’ pengabadi gambar.

Di sela-sela euforia Selfie yang tak tertahan, sang pemandu berkisah kalau beberapa kerajaan Sunda pun pernah menggunakan tempat ini sebagai pertapaan.

“Salah satunya Prabu Siliwangi”, kisah sang pemandu yang ramah dengan suara sedikit kemayuan ini.

Situs Gunung Padang yang bisa dilancong saat ini memang tidak begitu luas. Padahal, total luasnya sampai 29 hektar. Sisanya belum terjamah dan masuk daftar penelitian para arkeolog. Tapi kita sudah cukup amazing dan puas sudah menjadi saksi peradaban purba yang selama ini cuma dipelajari di sekolah.

Saya yakin, tempat ini akan makin hits, tidak kalah dengan tempat wisata lainnya. Oh iya, jangan lupa juga mampir di Sumur Kahuripan. Ujar si pemandu, sumur ini bisa mengabulkan permintaan kita, asalkan diiringi niat bersih dan doa kepada Allah SWT. Air sumurnya bisa diminum juga lho. Sekalian wudhu juga deh di sini.

merah putih

CIANJUR, KOMPAS.com – Bakal calon Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/9/2017).

Pria yang akrab disapa Emil ini berjanji membangun infrastruktur yang lebih modern, seperti kereta gantung, jika terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang.

Menurut Emil, kereta gantung bisa menjaga keasrian serta melindungi bebatuan agar situs Gunung Padang tidak banyak terinjak-injak yang berakibat hilangnya bukti-bukti sejarah.

“Dengan begitu, ada jalan alternatif. Jalan yang ada sekarang cukup menguras tenaga,” kata Emil, Sabtu sore.

(Baca juga: Situs Gunung Padang Berdiri di Atas Daerah Rawan Gempa dan Longsor)

Advertisment

Selama di sana, dipandu koordinator juru pelihara situs Gunung Padang, Emil menjelajahi setiap ruang bebatuan di situs tersebut, mulai dari ruang batu kursi, batu lumbung, hingga batu telapak kaki.

Setelah berkeliling, Emil berkesimpulan, situs ini bisa menceritakan kecerdasan nenek moyang bangsa Indonesia yang memanfaatkan bebatuan untuk mengekspresikan kehidupan.

“Setiap level bebatuan ada maksudnya dan di puncaknya diduga ada singgasana,” tuturnya.

Emil berharap, situs tersebut bisa tetap terjaga dan terlindungi dari tangan-tangan jahil yang seringkali merusak bukti-bukti sejarah. Menurut dia, bukti sejarah tersebut patut untuk dilindungi.

“Kita patut bangga, bangsa Indonesia memiliki peninggalan situs budaya yang umurnya diperkirakan sudah ribuan tahun lebih tua dari situs Piramida di Mesir,” tandasnya.

bird

TEMPO.CO, Jakarta – Jalan menuju situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, rusak parah sepanjang empat kilometer. Di beberapa tempat terdapat sejumlah lubang yang membahayakan pengendara kendaraan bermotor.

 

Baca: Gunung Padang Punya Ruang Bawah Tanah Misterius

Yusuf Alpadani, seorang juru pelihara situs, mengatakan, rusaknya jalan tersebut berpengaruh terhadap angka kunjungan, yang turun setiap minggunya.

“Lubang berbagai ukuran banyak terdapat di sepanjang jalan yang rusak tersebut. Katanya pemerintah mau memperbaiki dan memperlebar jalan menuju situs, tapi sampai saat ini belum terwujud,” kata Yusuf.

Dia berharap jalan menuju situs itu segera diperbaiki agar pengunjung dapat dengan nyaman menuju lokasi.

 

Baca: Teliti Situs Gunung Padang, Dialokasikan Rp 24 T

 

Jalanan yang rusak sudah terlihat sejak masuk ke jalan utama di Kecamatan Gekbrong.
“Kalau dihitung mulai dari jalan utama Sukabumi, hingga pintu masuk Situs Megalitikum Gunung Padang yang membentang kurang lebih 20 kilometer, terdapat ratusan lubang berbagai ukuran, kata Ikbal Slamet, 26 tahun, wisatawan asal Kelurahan Sayang, Cianjur.

Ketika hujan, kata Ikbal, akan muncul banyak kubangan di di sepanjang jalur tersebut.

Ikbal berharap agar pemerintah tidak sampai menunggu korban jiwa baru diperbaiki. “Terlebih Situs Gunung Padang saat ini banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara,” kata dia.

 

ANTARA

 

Arah Panah dimulai dari Area Jonggol Cariu Cianjur ke Kota Cianjur (bersambung)

Cileungsi Jonggol Cariu Cianjur

 

Dari KOTA CIANJUR ke Jl Abdullah bin Nur ke Cilaku:

Kota Cianjur k Situs Gn Pdg MAKRO

Kota Cianjur k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Rancagoong k Cilaku k Situs Gn Pdg

Kota Cianjur k CILAKU k Situs

Kota Cianjur k Jl Abdullah b Nuh k Rancagoong k Cilaku B k Situs Gn Pdg

Dari Cilaku ke Stasiun KA Cibeber:

Kota Cianjur k Cilaku k CIBEBER k Situs Gn Pdg

 

Dari Stasiun Cibeber / Polsek Cibeber ke Stasiun Lampegan:

Stas Cibeber k Stas Lampegan k Park St G Pdg

CIBEBER k PARK st gn pdg

CIBEBER k Lampegan k PARK st gn pdg

CIBEBER k Lampegan B k PARK st gn pdg

Dari Stasiun KA Lampegan ke Tempat Parkir Situs Megalithik:

CIBEBER k Lampegan C k PARK st gn pdg

Stas Lampegan C k PARK A st gn pdgStas Lampegan C k PARK B st gn pdgStas Lampegan C k PARK C st gn pdg

Dari Tempat Parkir ke Situs Megalithik Gunung Padang Cianjur (2016):

PARKIR st gn pdg

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment