peta jalan KASAR ke KAWAH PUTIH, ciwedey, Bandung: 080813

… selamat berketupatria, selamat bersilatuhrahim … ENJOY YOUR DAY @ KAWAH PUTIH … saran gw: IKUTI PETUNJUK JALAN KE CIWEDEY n KAWAH PUTIH … semoga menyenangkan ya :
lokasi kawah putih ciwedey

lokasi kawah putih ciwedey 02

lokasi kawah putih ciwedey 02B

lokasi kawah putih ciwedey 03

lokasi kawah putih ciwedey 03B

lokasi kawah putih ciwedey 03C

lokasi kawah putih ciwedey 03C

lokasi kawah putih ciwedey 03D

lokasi kawah putih ciwedey 03E

lokasi kawah putih ciwedey 03E

lokasi kawah putih ciwedey 03F

lokasi kawah putih ciwedey 03G

lokasi kawah putih ciwedey 03H

lokasi kawah putih ciwedey 03I

lokasi kawah putih ciwedey 04

lokasi kawah putih ciwedey 04

lokasi kawah putih ciwedey 04B

lokasi kawah putih ciwedey 05

lokasi kawah putih ciwedey 05B

lokasi kawah putih ciwedey 06

lokasi kawah putih ciwedey 06

lokasi kawah putih ciwedey 07

lokasi kawah putih ciwedey 08
MASUK KAWAH PUTIH blogrute tol kopo k soreang

Posted in jalan-jalan dan kulineran | Tagged , , | Leave a comment

FOTO2 wisata pantai Desa Sawarna dsk


wow, pokoke Sawarna KEREN bo :)
fasilitas: listrik, jalan, air, komunikasi seluler (HP, BB), tour guide, ojek, vila (berbagai penawaran), warga yang ramah, kesunyian (saat2 tertentu), keindahan, pesona unik, dan ANUGERAH kehidupan sudah tersedia. ayo mampir tuh (walau memang faktor jarak dan jalan perlu dipertimbangkan, tapi pokoke KEREN bo)

… bahaya mengancam (saran gw: ikut petunjuk Warga Setempat, jangan ngeyel):

detik Lebak – Wisatawan tercatat dengan nama Hendrika (30) dan Lukman (28) yang berwisata ke Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (10/8) kemarin, tewas terseret arus kuat. Peristiwa itu menambah deretan korban meninggal menjadi empat orang hanya dalam dua pekan terakhir.

Menurut Lili Suheli, Koordinator Relawan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

“Lokasi Hendrika dan Lukman mengalami kecelakaan berada di Muara Cimonyet yang termasuk Pantai Legon Pari,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (11/8/2014).

Awalnya, jumlah wisatawan yang terseret arus sebanyak sembilan orang dan masih memiliki hubungan keluarga. Sebanyak tujuh orang berhasil diselamatkan warga setempat yang bekerja sebagai nelayan.

“Mereka datang di Sawarna, Sabtu (9/8) sekitar pukul 04.00 pagi. Keesokan harinya, rombongan hendak pulang akan tetapi mereka memutuskan berkunjung ke Goa Lalay terlebih dulu dan dilanjutkan berenang di Legon Pari. Para petugas di Goa Lalay sudah mengingatkan mengenai arus kuat, tapi ya kejadiannya seperti itu. Kami juga lemas, kenapa mereka memaksakan diri untuk berenang,” tutur Lili.

Sesuai permintaan keluarga, Hendrika dan Lukman setelah dikafani langsung dibawa ke kediamannya di Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Banten dengan ambulans. Lili menambahkan, gelombang di Sawarna saat ini masih tinggi yang bisa mencapai 2,5 meter. Di Sawarna terdapat beberapa pantai dengan panjang total sekitar 1,5 kilometer.

Sebelumnya, Andri (15), warga Jalan Yos Sudarso, Kota Tangerang, Banten terseret arus ketika berenang di Pantai Pasir Putih Sawarna, Kamis (31/7). Arus kuat juga menewaskan Yadi (19), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (2/8).

“Sepanjang tahun 2014 ini sudah ada 5 korban meninggal yang 4 orang korban meninggal dalam kurun waktu dua pekan terakhir, 1 korban lagi pada awal tahun,” tandas Lili.

Image | Posted on by | Leave a comment

peta jalan kasar: MUDIK lewat JALUR TENGAH

SERIUS MAEN SAHAM BERLABA

peta jalur alternatif MUDIK 2014:

 

peta jalur alternatif mudik 2014… sebagai evaluasi TRANS JAVA 2014 yang gw lakukan sbb:

H-2: gw masuk tol Cikampek (sekira jam 6.30) lalu exit tol Jatiluhur, ke kiri masuk Kota Purwakarta menuju Pasar Rebo lalu ke kiri di Pasar tersebut mengarah ke Wanayasa-Segalaherang (gw terjebak macet sekira 5 jam), lalu ke luar ke arah Jalan Cagak menuju ke Kota Sumedang (sekira jam 1900 masuk hotel)

H-1: berangkat pagi sekira jam 0800 menuju Palimanan lewat Jatiwangi (sekira 5 jam) masuk tol Palimanan-Kanci-Pejagan, lalu sore berhenti di Pekalongan

H: berangkat pagi sekira jam 0800 (lancar jaya lewat Jembatan Comal :) ) menuju Salatiga lewat tol lingkar luar kota Semarang-Bawen, semua jalur lancar jaya, kecuali karena terjadi sebuah kecelakaan di jalur Bawen-Salatiga, maka gw beralih lewat Magelang n pinggir Yogya, n Klaten (banyak candi n ada resto Ayam Bakar Kalasan) ke Solo, sore masuk hotel.

H+2: berangkat pagi, gw balik dari Solo lewat Boyolali ke taman wisata Kopeng dan kota Salatiga (makan Kupat Tahu Blabak), lalu ngebut ke Pusat Grosir Batik Sentono Pekalongan (sekira jam 1530) dan makan Soto Tauto Bang Dul (sampai dengan jam 1800), lalu lewat jalur alternatif buatan Polri sekira 2 jam lolos ke kota Pemalang (tidak melewati jembatan Comal) terus ke tol lingkar luar Cirebon ke Palimanan, terus melalui lingkar luar Indramayu dst s/d Tol Karawang Timur lewat jalur pemotor di Cikampek (walau pun gw nyetir mobil seh), lancar jaya (tapi gw banyak bobo di beberapa sbpu seh)

Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan Jateng
JUM’AT, 02 AGUSTUS 2013 | 06:54 WIB
Ini 11 Kawasan Macet di Jabar dan JatengTEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan secara umum, semua jalur yang disiapkan untuk arus mudik dan balik sudah dapat berfungsi. “Yang masih rawan macet itu jalur utara, Cirebon – Tegal,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, melalui pesan pendek, Jumat, 2 Agustus 2013.Ia pun menyebut jalur selatan Jawa, yaitu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah rawan macet. Menurut Suroyo ada dua hal penyebab kemacetan, yaitu pasar tumpah dan persimpangan, baik dengan kereta maupun bukan.Kementerian Perhubungan menyebut setidaknya ada 12 titik kemacetan yang harus diwaspadai di sepanjang jalur mudik di pulau Jawa. “Salah satunya adalah Simpang Jomin,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan.Sementara itu, sebelas titik kemacetan lainnya berada di:1. Pertemuan jalur alternatif untuk motor di Ciasem
2. Paliaman
3. Perlintasan sebidang kereta api (KA) di pintu keluar tol Pejagan
4. Cikampek – Simpang Cikopo
5. Ruas jalan Simpang Gadog – Puncak
6. Ruas jalan Rancaekek
7. Gentong – Limbangan
8. Ciregol, Bumiayu
9. Perlintasan Sumpiuh
10. Perlintasan Karanganyar
11. UngaranKementerian Perhubungan menyatakan akan ada pagar betis sepanjang Karawang – Cirebon selama masa mudik. “Sebanyak 9.000 aparat kepolisian disiapkan untuk pagar betis,” kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotma Simanjuntak.Ia menjelaskan, satu petugas kepolisian akan ditempatkan di setiap jalan sepanjang 1.500 meter jalur tersebut. Hotma menyebut ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian petugas yang berjaga di jalur mudik. Pertama, adanya “bottle neck”.Menurut Hotma, “bottle neck” biasa terjadi di sekitar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), rumah makan, dan masjid. Kedua, jalur Cikampek – Simpang Jomin – Simpang Mutiara. Ia mengungkapkan, jalur segitiga emas itu rawan penumpukan arus kendaraan.”Kalau di situ macet, nanti kendaraan akan dialihkan ke Sadang,” ujarnya. Jika Sadang pun mengalami kemacetan, petugas akan mengarahkan kendaraan menuju Cileunyi. Ketiga, Hotma menuturkan, pemudik dengan motor yang melalui jalur Ciasem akan menyebabkan kemacetan.Lintas Karawang – Krasak – Cikalong akan dioperasikan sebagai jalur alternatif untuk pemudik yang menggunakan motor. Pada tahun lalu, kata Hotma, penyebab utama kemacetan ketika mudik adalah sikap pengemudi yang tidak bersabar dan tidak disiplin.Hotma pun menyebut dari tahun ke tahun ada cerita yang sama tentang mudik. “Sama ceritanya, Simpang Jomin selalu macet,” ucapnya.MARIA YUNIAR

Liputan6.com, Bandung – Pengadaan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan) sudah memasuki tahap pembebasan lahan. Hal ini bertujuan agar proses pembangunan tol sendiri berlangsung dengan baik.

Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono mengaku, sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat yang mengurusi pendanaan pengadaan Jalan Tol Cisumdawu, telah melakukan pembayaran uang ganti rugi (UGR) kepada pemilik tanah di Desa Citimun.

“Pada Senin (23 Juni) PT Jasa Sarana merealisasikan pembayaran uang ganti rugi (UGR) atas Desa Citimun yang telah melalui seluruh tahapan pengadaan tanah hingga tercapai musyawarah,” seperti keterangan tertulisnya, Selasa (24/6/2014).

Selain itu pada Agustus 2014 nanti, 1 desa lagi akan masuk tahap pengadaan. Sedangkan untuk penyelesaian sampai dengan Seksi VI, akan diselesaikan hingga pertengahan tahun 2015.

Dalam kesempatan itu Soko menuturkan Jalan Tol Cisumdawu ini akan terintegrasi dengan jalan tol yang sudah ada dan dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat Bandung dan sekitarnya.

“Oleh karenanya, kami mengusulkan untuk diberi kesempatan menyelesaikan pendanaan pengadaan tanah Seksi 1, yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari, kami akan menyelesaikannya hingga Desember 2014,” pungkasnya. (Okan Firdaus/Nrm)

(Nurmayanti)
– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2067884/pembebasan-lahan-tol-cisumdawu-masuk-tahap-pembayaran#sthash.0dk8DJQd.dpuf
Tol Cisumdawu Selesai 2014, Waktu Tempuh Bandung-Sumedang Hanya 15 Menit
Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 29/11/2012 13:21 WIB

Sumedang – Proyek tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tahap 1 mulai dibangun hari ini, diharapkan keseluruhannya selesai 2014. Jika total ruas tol ini telah rampung, diperkirakan waktu tempuh dari Cileunyi (Bandung) menuju Sumedang hanya 15 menit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) saat acara groundbreaking tol Cisumdawu di Sumedang, Kamis (29/11/12).

“(Jika sudah rampung) Bandung (Cileunyi) ke Sumedang hanya 15 menit Insya Allah, biasanya macet di Jatinagor dan Cadas Pangeran,” ungkap Aher.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menargetkan proses pembangunan tol Cisumdawu tahap 1 yang menghubungkan Cileunyi-Rancakalong ini akan memakan waktu hingga 2 tahun.

“Direncanakan seluruhnya selesai pada tahun 2014,” ungkap Djokir.

Pembangunan ruas tol ini memakan biaya sebesar Rp 1,022 triliun yang berasal dari dana pinjaman dari pemerintah China dan dana APBN. “Dananya loan China 90%, dan APBN murni 10%.

Proses groundbreaking ini adalah untuk pembangunan tahap 1 dengan panjang 6,3 km dari keseluruhan panjang tol sekitar 60,28 km. Total dana yang dikeluarkan untuk pembangunan tahap 1 ini diperkirakan mencapai Rp 1,022 triliun. Pembangunan ini dilakukan oleh 3 kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan Shanghai Construction Group dari China.

Seperti diketahui, ruas tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam enam seksi yaitu seksi satu CileunyinTanjungsari sepanjang 9,80 Km, seksi dua Tanjungsari Sumedang sepanjang 17,51 Km, Sumedang-Cimalaka 3,73 Km, Cimalaka-Legok 6,96 Km, Legok-Ujungjaya 16,35 Km, dan seksi enam Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 Km.

(zul/hen)
Kamis, 01 November 2012 | 10:48 WIB
Loan Agreement Tol dengan Cina Diteken Pekan Depan

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pekan depan pemerintah akan menandatangani loan agreement dengan pemerintah Cina.

“Pekan depan, kami menandatangani loan agreement untuk pembangunan Jalan Tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi dan Tol Cisumdawu,” kata Djoko, usai penutupan Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu malam, 31 Oktober 2012.

Djoko menjelaskan, pinjaman luar negeri untuk pembangunan kedua ruas tol tersebut mencapai triliunan rupiah. Untuk Tol Cisumdawu, pinjaman diberikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan untuk ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sebesar US$ 137 juta.

“Ini kabar baik, karena dana pinjaman tersebut sudah dianggarkan dalam pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum 2012. Sehingga penyerapan anggaran Kementerian juga ikut meningkat,” kata Djoko.

Loan agreement sendiri sudah berulang kali diundur oleh pemilik dana lantaran ada perdebatan internal antara pemerintah Cina dan pihak Bank Exim, Cina, sebagai pemberi pinjaman. Karena itu, ia dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto harus sering menghubungi pihak Cina agar mereka segera menandatangani loan agreement.

Dengan penandatanganan perjanjian itu, proses konstruksi kedua ruas tol dapat segera dilakukan. Djoko memperkirakan sekitar Desember kedua ruas tol itu dapat dilakukan ground breaking dan selesai dua tahun kemudian atau sekitar 2015.

Adapun Tol Cisumdawu merupakan ruas tol yang akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikapali. Tol sepanjang 60 kilometer ini diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang menjadi 15 menit, sekaligus mengantisipasi beban trafik jalan Cadas Pangeran.

Tol tersebut terbagi atas enam seksi dan dua kontrak pembangunan. “Kontrak pertama sudah dilelang,” kata Djoko. Penandatangan kontrak tersebut dilakukan pada 2 Desember 2011 dan sekaligus mengawali kerja sama pemerintah Indonesia dengan Kontraktor Shanghai Contruction Group.

Sedangkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan ruas tol yang telah masuk dalam Public Private Partnership 2011. “Saat ini pembebasan lahannya sudah 55 persen dan siap dikonstruksi,” kata Djoko.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Akses jalan lain menuju bandara tersebut adalah jalan non-tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi dan siap dioperasikan tahun depan.

“Wakil Presiden sudah menginstruksikan bahwa Bandara Kualanamu harus diresmikan pertengahan tahun depan,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, dalam acara yang sama. Oleh sebab itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengebut pengerjaan jalan tol dan non-tol menuju Bandara Kualanamu.

RAFIKA AULIA
Dibiayai China, Tol Cisumdawu Sumedang Segera Dibangun
Panjang jalan tol di kawasan Sumedang itu mencapai 58,35 kilometer.
Kamis, 1 November 2012, 12:31 Arinto Tri Wibowo, Alfin Tofler

VIVAnews – Pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Cisumdawu di Jawa Barat. Rencana pemasangan tiang pancang pembangunan jalan tol itu akan dipastikan setelah memperoleh pendanaan dari China.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan, bank ekspor impor China akan memberikan pinjaman senilai Rp1 triliun untuk pendanaan proyek tol itu.

“Mudah-mudahan pekan depan kami akan segera tanda tangani,” ujar Djoko ketika ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis, 1 November 2012.

Menurut Djoko, selama ini, pencairan pinjaman tersebut bermasalah, karena banyak pembahasan dan koordinasi antara pemerintah China dan Exim Bank of China.

Sepekan setelah penandatanganan perjanjian tersebut, dia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum akan langsung melakukan peletakan batu pertama di jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas jalan tol Cisumdawu, Djoko memperkirakan, sudah mencapai lebih dari 55 persen. Kementerian menargetkan, proses pemasangan tiang pancang jalan tol itu akan memakan waktu penyelesaian dua tahun anggaran.

Pembiayaan oleh bank China itu, dia menjelaskan, akan digunakan untuk pembangunan paket pertama. Sementara itu, untuk pembangunan paket kedua, menurut Djoko, baru akan digelar lelang setelah proses desain selesai.

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)

Tol Cisumdawu itu dibagi menjadi 6 seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), Ujungjaya-Kertajati (4,00 km).

Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:29 WIB
Situs-situs yang Tayangkan CCTV Arus Mudik

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan sebuah perusahaan swasta berlomba-lomba memasang kamera kamera pengawas alias closed-circuit television (CCTV) untuk memantau arus mudik. Ada ratusan kamera yang dipasang di berbagai titik penting jalur mudik. Di Pantura, kamera itu antara lain dipasang di Susukan, Winong, Tegalgubug, Tegalkarang, Palimanan, Plumbon, Plered, Kedawung, Gebang, dan Losari.

“Ada beberapa CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, kemarin. ,

Kamera CCTV juga dipasang di ruas tol Palimanan-Kanci (Palikanci). “Ada 17 CCTV yang kami pasang di sepanjang jalur ini,” kata Kepala Jasa Marga Cabang Tol Palikanci, Dadang Sumaryana.

Di jalur Nagreg, Polres Bandung memasang enam unit kamera pengawas. Kamera itu, menurut Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho, antara lain dipasang di pintu gerbang tol Cileunyi, Batalion 330, Pamucatan, Ciaro, Jalan Cagak, dan Lingkar Nagreg.

Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kamera pengawas dipasang di 15 titik. “Pengoperasian CCTV itu terintegrasi dengan RTMC Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah DIY,” kata Kepala Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti.

Di Surakarta, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta mengoperasikan kamera CCTV canggih bernama Intelligent Traffic System (ITS). Kepala Dinas Perhubungan, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan kamera ini mampu mengatur nyala lampu pengatur lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

“Semakin panjang antrean kendaraan, nyala lampu hijau makin lama,” kata dia, Senin lalu. Kamera itu dipasang di persimpangan rawan macet, seperti persimpangan Sudirman, Manahan, Coyudan, Dawung, Panggung, dan Kerten.

Di Purwokerto, kamera dipasang antara lain di Terminal Purwokerto; perlintasan kereta api Sumpiuh, Banyumas; dan pertigaan Ajibarang, Banyumas. “Purwokerto menjadi simpul penting lalu lintas di Jawa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Abdullah Muhammad.

Di Jawa Timur, Polda setempat memasang kamera di 184 titik, termasuk di titik-titik rawan kecelakaan.

Untuk memantaunya Anda bisa mengunjungi link berikut:
departemen perhubungan BANTU ANTISIPASI PERJALANAN ANDA
Kamera CCTV versi Departemen Perhubungan

LEWAT MANA neh …
Daftar CCTV jalur mudik versi Lewatmana.com:

01. Cikopo Cikampek — Jalur Pantura
02. Jomin Pantura — Jalur Pantura
03. Sukasari Pamanukan — Jalur Pantura
04. Mundusari Pamanukan — Jalur Pantura
05. Kertasemaya — Jalur Pantura
06. Brebes Pantura — Jalur Pantura
07. Ketanggungan Brebes — Jalur Tengah
08. Tomo Raya Sumedang — Jalur Selatan
09. Cipacing Raya — Jalur Selatan
10. Limbangan Nagrek — Jalur Selatan

IVANSYAH | SIGIT ZULMUNIR | PITO AGUSTIN RUDIANA | DINI MAWUNTYAS | IKA NINGTYAS | UKKY PRIMARTANTYO | ARIS ANDRIANTO

Tips Mudik Lebaran 1 Syawal 1430H Mobil Pribadi Bandung – Malang lewat Jalur Tengah Jawa
Posted on 15 September 2009 by richocean

peta kasar jalan jakarta-tol cikampek-tol cipularang-purwakarta-cimalaka/sumedang-kadipaten-majalengka





peta kasar jalan majalengka-cikijing-ciamis-banjar


peta kasar jalan ciamis-wangon-banyumas-banjarnegara-wonosobo-dieng-temanggung

peta kasar jalan temanggung-salatiga-surakarta/solo-yogya



peta kasar jalan salatiga surakarta ngawi jombang batu malang n balik ke grobogan-demak-semarang

g







Ban meledak, Rem blong, Inilah yang Harus Anda Lakukan!
Aris F. Harvenda | Jumat, 10 Agustus 2012 | 15:29 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Banyak hal tak terduga bisa terjadi selama melakukan perjalanan mudik. Berikut cara mengatasinya, bila mengalaminya, seperti yang ditututkan oleh Alvin Bahar, pembalap nasional dan juga kerap menjadi instruktur pada kursus safety driving.

1. Ban Meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengeremsecara mendadak, misalnya membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasa dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebasakan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah basn belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

2. Rem Blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain yang kerap terjad, sirkuit minyak rem rem bocor, angin palsu (sirkuit rem ada udara karena terjadi pemuaian) dan suhuminyak meninggi.

Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu pula dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

3. Melewati Banjir
Jika terpaksa harus melintasi banjir, pastikan mobil Anda bisa lewat dengan aman. Perhatikan jika yang melintas serupa dengan mobil Anda. Jika yakin bisa lewat, jaga putaran mesin agak tinggi, di atas 2.000 rpm pada gigi rendah. Jangan melaju terlalu cepat. Setelah berhasil lewat, agar rem cepat kering, tekan pedal rem berulang-ulang beberapa saat sembari menjalankan mobil pada kecepatan rendah.

Dua puluh tips mudik ke Jawa naik mobil pribadi libur lebaran 1 Syawal 1430 H, berdasarkan pengalaman saya PP Bandung – Jawa 6 kali membawa mobil sendiri tanpa tidur non-stop. Seingat saya 3x saya bawa sedan Honda, 1 kali bawa Kijang, dan 2 kali bawa Zebra, dari masih bujang sampai punya istri 1 dan anak 2.

Pada awalnya saya bawa sedan Honda, sedih di jalan karena umumnya mudik pakai Kijang dan colt. Mobil berbadan besar, kalo sudah macet, lewat bahu jalan, yang jalannya jelek, lubang gede, tenang-tenang saja. Akhirnya saya bisa naik Kijang dan Zebra, rasanya seperti mudik karena sudah sama dengan mobil-mobil mudik yang lain. Sayang tahun ini saya tidak bisa mudik.

Jalur yang ditempuh :
Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon (via Tol Kanci) – Brebes – Tegal – Bumiayu – Purwokerto – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Temanggung – Ambarawa – Salatiga – Boyolali – Solo – Sragen – Ngawi – Madiun – Nagnjuk – Jombang – Mokokerto – Mojosari – Gempol – Purwosari – Malang.

Saya pernah potong lewat Tawangmangu ternyata tanjakannya sesuai peta, tinggi banget, akhirnya tak luat, balik lagi ke Madiun. Saya pernah lewat Kediri – Pujon, utk menghindari tol Lapindo Sidoarjo, ternyata pusing, gunung muter-muter lebih serem dibanding Cadas Pangeran, Sumedang.

Dua puluh tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya agar bisa mudik selamat dan lancar :

PERSIAPAN :
1. Tentukan hari pergi dan pulang mudik sesuai kemampuan dan kondisi
Jika mudik 2-4 hari sebelum hari Idul Fitri dan pulang 2-4 hari sesudah hari Idul Fitri, dijamin jalanan macet banget. Mudik 1 hari dan kembali 1 hari sesudah Idul Fitri sepi banget di jalan.
2. Tentukan jam berangkat
Jika anda biasa terkena sinar lampu mobil maka lebih baik berangkat malam, apalagi ngirit AC. Sebaiknya anda menguasai medan malam yang bisa sepi dan kurang dukungan logistik. Suasana boring banget.
Jika anda ingin melihat indahnya pemandangan selama perjalanan dan kurang tahan sinar lampu, berangkatlah siang hari, dengan catatan AC mobil bagus atau siap meleleh jika AC masalah.
3. Bawa mobil ke bengkel sekitar 1 minggu sebelum hari keberangkatan
Antrian bengkel masih sepi dan montir-montir masih penuh perhatian. Kalo kurang dari 5 hari, bengkel penuh banget dan montir-montir sudah capek lembur, kurang fokus, mau mudik juga.
Yang perlu dilakukan :
– Tune up (kalo perlu ganti busi, saringan udara, saringan bensin, air, aki, air radiator, ganti oli mesin + perseneleng + gardan), siap-siap macet + non-stop
– Cek rem (buka ban), siap-siap jalan menurun + pengereman mendadak
– Cek kampas kopling, siap-siap macet + nanjak
– Cek AC, siap-siap panas macet
– Cek karet wiper + lampu jarak dekat + jauh + sign, siap-siap hujan + malam
– Beli bola lampu cadangan + sekring + oli cadangan, siap-siap oli rembes
– Siapkan ban cadangan, angin penuh. Kembang ban jangan tipis
– Segitiga parkir, perangkat bongkar-bongkar secukupnya, dongkrak, kunci roda
Saya siapkan dana sekitar 1jt ke bengkel agar tidak perlu ke bengkel dadakan (palsu) di pinggir jalan dalam perjalanan.
4. Perhatikan para penumpang mobil
Jika cuma sendiri lebih sederhana. Jika bawa wanita, lebih butuh persiapan. Jika bawa anak-anak kecil dan bayi, butuh persiapan super extra. Pastikan penumpang mobil berangkat dalam kondisi sehat. Jangan memaksakan jika sakit terutama bayi dan anak-anak, anda bisa tidak jadi liburan tapi bisa nginep di rumah sakit di luar kota.
5. Bawa makanan kering + kue + air putih + susu + vitamin + obat secukupnya
Khusus anak-anak, saya bawa kasur lipatnya dan juga bantal kesayangannya. Hal ini sangat serius karena anak tidak bisa tidur di mobil, apalagi setelah sampai ke tempat tujuan. Bawa mainan kesayangan dan bahan-bahan bacaan karena akan sangat membosankan di perjalanan.
6. Bawa baju dan sejenisnya. Simpan di mobil yang tidak merangsang orang untuk mengambil.
Bawa uang tunai secukupnya (sekitar 1jt) untuk jaga-jaga terutama kalau mobil bermasalah dan kesulitan ATM di tengah jalan.
Jangan lupa bawa oleh-oleh yang awet. Sediakan tempat di mobil untuk bawa oleh-oleh balik karena biasanya diberi oleh-oleh dan menolak oleh-oleh merupakan hal yang kurang baik.
7. Siapkan peta, pelajari peta, jalan-jalan alternatif, cari info-info terutama jika anda jarang melewati rute itu
Bawa senter yg cukup, untuk baca peta saat malam maupun pemeriksaan mobil di malam hari. Jika mobil tidak memungkinkan antri dan menanjak, haram hukumnya melalui jalur itu meskipun lebih dekat, lebih baik sedikit memutar tapi pasti sampai.
8. Bawa kaset + CD + film karena di perjalanan sinyal radio AM apalagi FM kadang-kadang tidak ada sama sekali, untuk teman penumpang + sopir agar tetap terjaga. Jangan lupa bawa HP. Pengalaman saya lewat semua jalur mudik, sinyal TELKOMSEL tak kenal mati, suara tetap jernih bisa terus dipantau dari Malang sampai di mana. Ini bukan promosi Telkomsel, ini fakta lho yang saya pakai selama mudik 6 kali itu. Kalau tak punya charger di mobil, bisa charge di masjid-pom bensin, restoran bahkan di sekitar Tegal ada sewa charge HP Rp 1000. Siapkan uang receh untuk berbagai keperluan.
PERJALANAN:
9. Mulai perjalanan dengan tenang dan membaca doa. Siapkan STNK + SIM + KTP.
10. Boleh ngebut di jalan sepi namun tetap hati-hati karena jika macet, anda tidak sampai-sampai.
Boleh menyelip truk, tanki, kontainer, truk gandeng, bis namun tetap hati-hati sesuai kemampuan karena jika tidak, anda akan ikut konvoi lambat dan tidak sampai-sampai. Pengalaman saya menyelip bis, 2x bis memepet saya hingga pindah ke bahu jalan jalur yang berlawanan, untung masih hidup. Hati-hati di turunan dan tikungan di jalur yang anda kurang kenal, apalagi tanjakan merayap, kampas kopling ancaman utama.
11. Usahakan mengisi bensin tetap penuh terutama jika akan melewati jalur alternatif (apalagi malam hari) karena sulitnya pom bensin.
12. Istirahat secukupnya di pom bensin maupun saat makan dan sholat
Periksa kondisi mobil saat beristirahat, ban, dan air radiator. Jika ban terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan sistem rem. Jika mobil terlalu panas, kemungkinan ada masalah dengan radiator. Segera mampir ke bengkel dadakan di pinggir jalan. Hati-hati memilih bengkel dadakan.
13. Jika terpaksa mengemudi sambil flu / batuk, jangan minum obat flu / batuk yang bisa membuat ngantuk
14. Cara yang mudah untuk tidak tersesat adalah mengikuti bis-bis besar yang bertuliskan kota terdekat yang akan dilewati, ikuti jalan utama provinsi yg biasanya besar-besar, hotmix, dicat putih di tengah jalan.
15. Jika anda terpaksa lewat jalur alternatif, usahakan jangan memilih malam hari karena sepi, jalan kurang bagus, sedikit rambu, sedikit pom bensin, sedikit rumah penduduk, sedikit warung, apalagi jalur alternatif yg baru dibangun. Saya pernah lewat, sepi dan ngeri, hanya berdua dengan adik perempuan saya. Kapok.
16. Sesampai di tujuan, anda sebagai pengemudi jangan terlalu lelah, demikian juga rombongan
Tim harus tetap dalam kondisi baik saat kembali apalagi yang bawa mobil. Saya pernah berangkat 1 hari sebelum Idul Fitri, kembali malam hari setelah sholat Idul Fitri. Sempat main-main di Malang, sorenya badan mulai anget-anget tetap memaksakan pulang, akhirnya sampai Jakarta saya langsung sakit cacar. Kemungkinan kelelahan, daya tahan tubuh turun, dan ketularan cacar di luaran. Sehingga rencana lebaran selanjutnya berantakan.
17. Segera periksa mobil sesampai di tempat akhir kampung halaman agar jika ditemukan kerusakan yang serius bisa segera dibawa ke bengkel. Apalagi bengkel lagi susah-susahnya. Moga-moga jika sebelumnya sudah ke bengkel maka tidak perlu ke bengkel lagi. Namun kadang-kadang dalam perjalanan dapat terjadi yg tak terduga.
18. Jangan lupa belanja dan bawa oleh-oleh yg awet dan bisa menggembirakan orang-orang yang dikasihi di tempat asal. Sediakan tempat yg cukup di mobil sejak awal keberangkatan.
19. Lakukan kembali langkah-langkah yang sama seperti saat berangkat
Saat berangkat, jika menemui beberapa hal yang kurang baik agar dicatat sehingga bisa diperbaiki, dipersiapkan lebih baik saat kembali.
20. Kembali ke kota asal, berdoa sebelum berangkat
Jangan lupa foto dulu donk. :)

Semoga rekan-rekan yang mau mudik masih sempat baca. Yang sudah lebih mahir, moga-moga bisa menambahkan info-nya. Yang mudik tahun depan, moga-moga bisa juga bermanfaat.

Peta Jalur Alternatif Mudik Lebaran
Iman Herdiana – Okezone
Sabtu, 20 Agustus 2011 02:35 wib
0 0Email0
detail berita
Ilustrasi

BANDUNG – Arus mudik di Jawa Barat diprediksi akan mengalami kemacetan. Seperti diketahui, Jabar memiliki tiga jalur utama yakni jalur Pantai Utara (Pantura), jalur tengah, dan jalur selatan. Untuk mengurangi kemacetan, pemudik bermotor maupun mobil di tiga jalur ini akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, pemudik yang berasal dari arah Jakarta menuju Bandung via puncak bisa dilahkan melalui jalan alternatif yang melewati jalur Cibubur- Jonggol, Cianjur, hingga sampai di Jalan Raya Padalarang, Bandung.

Bagi pemudik dari arah Jakarta yang hendak melalui jalur Utara, kemungkinan akan terjebak kepadatan di daerah Jomin. Maka para pemudik di jalur ini akan dialihkan ke jalur alternatif Cikopo, Sadang, Subang dan Cijelag.

Sedangkan untuk jalur tengah, pemudik bisa melalui dua jalur alternatif, yakni jalur Sukamandi-Kalijati via Sadang dan jalur Pemanukan-Subang.

Untuk jalur Selatan yakni jalan di Bandung-Garut yang melewati Cileunyi, para pemudik bisa melalui jalur alternatif Jalan Parakan Muncang. Jalur alternatif lainnya untuk jalur selatan ini, pemudik bisa menggunakan Banjar-Malangbong- Limbangan-Cibatu-Kadungora-Cijapati dan Cicalengka.

“Bagi pemudik di jalur Selatan yang hendak mengarah ke Timur dapat menggunakan jalur alternatif Malangbong-Sumedang via Wado,” papar Kapolda.

Menurutnya, semua jalur alternatif yang ada bisa dilalui para pemudik bermotor ataupun mobil. Dia mengakui, tidak semua jalur layik karena ada beberapa yang memiliki kerawanan bencana ataupun rawan kecelakaan mengingat kondisi jalan yang tajam serta kurang bagus.

Untuk itu, dia mengimbau supaya pemudik yang menggunakan jalur alternatif bisa ekstra hati-hati termasuk mentaati peraturan lalu lintas.

“Sebaiknya saat mengendara janganlah ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri serta merugikan pengendara lain. Sekali lagi saya tekankan dan mengimbau agar selamat menuju tujuan, pemudik harus mentaati peraturan lalu lintas,” ujarnya.
(abe)
Menelusuri Jalur Alternatif

Bila jalur-jalur utama yang tersedia benar-benar macet, dan sepanjang musim mudik lebaran hampir sering terjadi, ada baiknya pemudik memilih jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak. Namun sekali lagi dengan catatan, “bila jalur utama macet total”. Seputar pintu tol Cikampek, diperkirakan menjadi daerah tersibuk seperti tradisi bila musim mudik. Pada saat itu, seluruh kendaraan dari Jakarta yang melewati tol Cikampek, baik tujuan Cirebon, Jateng ataupun Jabar seperti Bandung, Subang, Sumedang dan daerah-daerah lainnya, seluruhnya bermuara di situ.

Sebagai titik simpul dari sekian kota atau daerah tujuan, kemacetan menjadi satu kerawanan yang sangat terasa. Bagaimana tidak, berbagai jenis kendaraan umum seperti bus maupun pribadi, yang lewat tol Cikampek akan tertumpuk di daerah tersebut.

Pertigaan Cikampek merupakan titik tolak semua jalur yang keluar dari pintu tol. Ada dua jalur utama yang resultannya di pertigaan tadi, yakni arah utara jalur utama Pantura ke Cirebon dan Jateng. Ke selatan ke arah Padalarang-Bandung atau Subang.

Jalur utama terakhir terpecah dua di pertigaan Sadang. Pemudik bisa lurus jika ingin melewati jalur utama Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung, atau belok ke selatan di pertigaan Sadang menuju Subang melewati pabrik sebuah perusahaan besar Texmaco milik konglomerat Marimutu Sinivasan.

Dua jalur utama yang bertolak dari pintu tol dan pertigaan Cikampek, seperti dituturkan pegawai DLLAJR di Terminal Sadang, langganan macet. Terutama pada hari-hari makin mendekati Idhul Fitri mulai H-3 sampai H+3.

Kemacetan total sering terjadi pula di jalur utama Pertigaan Sadang menuju Subang. Lalu apa yang harus dilakukan pemudik bila di jalur itu mengalami macet total. Untuk pemudik jurusan Bandung, bisa lurus ke Purwakarta-Padalarang-Bandung. Namun bila jurusan Subang, tak ada jalan lain. Tinggal pilih, ingin berlama-lama terjebak macet yang melelahkan dan menjengkelkan, atau mencari jalur alternatif.

Jika skenario buruk (macet total ) terjadi, disarankan pemudik berlega hati melalui satu-satunya jalur alternatif yang tersedia. Tidak ada lain kecuali Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dengan panjang mencapai 50 hingga 60 km. Jalur alternatif dan AMP kontroversi portal BIC.

Menuju jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Subang dari pertigaan Sadang, sekitar 10 km ke arah kota Purwakarta. Memang agak melelahkan, tapi apa boleh buat dibandingkan kalau terjebak diantara deretan kendaraan dalam satu kemacetan total.

Jalur alternatif satu-satunya ini, bisa ditempuh dari pintu tol Dawuhan, 10 km sebelum pintu tol Cikampek. Tapi biasanya dilakukan pemudik yang berpengalaman, khususnya pemudik yang memang sudah hafal daerah tersebut.

Dari pintu tol Dawuhan, bisa lewat kawasan industri dan kompleks perumahan. Hanya saja, untuk mudik kali ini, jalur khusus kendaraan pribadi sedikit terhambat karena terhalang portal di pintu keluar perumahan BIC yang menurut Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Drs Sopyan tengah diprotes jajaran Polwil Purwakarta maupun Pemda.

Pemasangan portal di BIC diprotes. Dan sudah kirim surat agar portal yang baru dipasang dibongkar kembali. Soalnya menghambat kelancaran arus lebaran.

Jalur BIC cukup strategis untuk mengantisipasi menumpuknya kendaraan bila terjadi kemacetan di pertigaan Cikampek maupun Sadang. Kendaraan tujuan
Bandung bisa langsung lewat tol Dawuhan tanpa harus lewat pertigaan Cikampek.

Bagi kendaraan pemudik yang akan menyusuri jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, mereka bisa menyusuri kompleks BIC lalu langsung ke arah Purwakarta tanpa melewati pertigaan Cikampek maupun Sadang yang langganan macet.

Jalur itu, selama ini dijadikan pembuang bila pertigaan Cikampek maupun Sadang macet. Bila ada portal, apalagi palang besinya yang sengaja dipasang pas badan mobil, pasti ada kelambatan. Kan harus pelan bila melewati palang besi.

Cukup beralasan bila jajaran Polwil Purwakarta geram dengan pemasangan portal yang dipasang belum lama ini. Dari pengamatan “PR”, kendaraan pribadi yang melalui palang besi mau tidak mau harus berhenti dan melaju pelan-pelan. Bila arus padat, berapa waktu terbuang hanya untuk melalui palang besi.

Wanayasa-Jalan Cagak-Subang Jalur alternatif ini boleh jadi pengobat satu-satunya bila terjadi kemacetan total di jalur-jalur utama pertigaan Sadang. Menyusuri jalur alternatif itu, walau mungkin lebih lengang, namun kehati-hatian sebagai prinsip utama pengemudi, harus tetap dipegang.

Sepanjang 50 sampai 60 km jalur alternatif, badan jalan lebih sempit dibanding jalur-jalur utama. Sekitar 7 sampai 8 m dengan jarak tempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam dengan kecepatan normal antara 60 sampai 70 km per jam.

Jalur ini memang lebih layak bila dilalui kendaraan pribadi. Untuk kendaraan umum, apalagi jenis bus-bus berbadan besar, tentunya kurang pas karena selain badan jalan sempit, lokasi yang dilalui juga penuh tikungan dan naik turun. Ada baiknya, bus-bus tidak memaksakan melalui jalur ini.

Sebagaimana umumnya sebuah jalan yang menyusuri pegunungan, sepanjang Wanayasa-Jalan Cagak akan banyak ditemui belokan tajam, tanjakan atau turunan curam. Kondisi jalan sebaian besar sudah diaspal dengan kualitas relatif.

Badan jalan bergelombang juga akan banyak dijumpai di beberapa lokasi seperti antara km 7 sampai 25 lepas pasar Wanayasa. Daerah rawan macet, bila kendaraan berjalan tertib nyaris tidak ditemui, terkecuali di Pasar Wanayasa yang merupakan pusat kegiatan belanja sekaligus terminal angkot.

Ada baiknya tidak menjadikan ruas jalan ini sebagai ajang kebut-kebutan atau saling salip. Kondisinya tidak memungkinkan dan malah bisa celaka karena badan jalan sempit dan kondisinya tak semulus jalur-jalur utama.

Sepanjang jalur itu memang hampir tidak ditemui tempat beristirahat. Yang ditemui hanya perkampungan penduduk biasa atau perbukitan, ladang, sawah ataupun hutan jati dan perkebunan teh khususnya memasuki daerah Kabupaten Subang.

Sejauh ini tidak ada rambu lalu-lintas petunjuk jalan, kkhususnya di wilayah Purwakarta. Tidak ada penjelasan menyangkut ketiadaan rambu-rambu tadi, namun seperti dituturkan Kasatlantas Polres Purwakarta, Lettu Pol. Sopyan, jalur Wanayasa-Jalan Cagak memang tidak dipersiapkan khusus untuk arus mudik lebaran.

Jika pengemudi merasa lelah, hanya ada satu lokasi yang layak sebagai tempat peristirahatan, yakni sekitar km 30. Terdapat sebuah danau yang oleh masyarakat disebut Situ Wanayasa.

Suasana sekitar danau itu sejuk dan tenang, layak sebagai tempat istirahat sekedar melemaskan otot. Hanya saja, itu hanya bisa dilakukan pada perjalanan siang hari. Kalau malam, tentu kurang layak karena gelap kendatipun ada di tengah pemukiman.

Hanya sayang, di sekitar danau tidak dijumpai areal parkir memadai. Karena itu, bila istirahat, carilah tempat parkir yang tidak mengganggu kendaraan pemudik lain, apalagi jalan di sekitar danau, ada kerusakan yang kalau hujan penuh kubangan.

Tak jauh dari danau, sekitar 1 km sampailah di pertigaan terminal Wanayasa. Di pertigaan, pengemudi belok ke kanan menuju arah perbatasan Purwakarta-Subang sekitar 8 km.

Di sepanjang jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak, ditemukan juga tempat rawan longsor. Karena jalurnya diperbukitan, bila hujan, pengemudi harus ekstra hati-hati, supaya tidak tergelincir dan mengalami kecelakaan.

Salah satu daerah rawan longsor di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, masuk Kabupaten Subang. Di salah satu tanjakan lepas jembatan perbatasan Wanayasa (Purwakarta)-Sagalaherang (Subang), ada lokasi bekas tanah longsor. Namun sekarang sedang dalam perbaikan berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Di wilayah Subang, kondisinya lebih bagus daripada di Purwakarta. Apalagi 15 km sebelum sampai pertigaan Jalan Cagak, jalan sudah mulus lengkap dengan hot-mix. Teruslah dengan kecepatan normal, 1/4 jam kemudian, sampailah di Jalan Cagak.

Dari Jalan Cagak, karena sudah memasuki jalur utama tengah, pemudik tinggal pilih sesuai jurusan. Kalau ke Bandung tinggal belok kanan menyusuri panorama indah perkebunan karet sepanjang lokawisata Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang. Tempat peristirahatan banyak didapati termasuk bila ingin membawa oleh-oleh buah-buahan nanas Subang atau sayur-sayuran Lembang.

Kemudian bagi pemudik jurusan Sumedang atau Cirebon, bisa belok kiri mengambil jalur alternatif Subang-Sumedang. Atau yang tidak ingin melewati kota Sumedang, bisa ke arah Pegaden dulu, nanti menuju jalur Bantarwaru-Cikamurang-Indramayu.

http://www.sman13bdg.sch.id/userfiles/crhcjb57.jpg
JARAK:
Jakarta, ID 106.8294
-6.1744
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Miles: 60.93
Kilometers: 98.05
Wanayasa, ID 107.5556
-6.6825
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Miles: 8.76
Kilometers: 14.10
Jalancagak, ID 107.6833
-6.6833
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Miles: 20.09
Kilometers: 32.33
Cimalaka, ID 107.9461
-6.8119
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Miles: 18.61
Kilometers: 29.94
Majalengka, ID 108.2167
-6.8333
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Miles: 16.31
Kilometers: 26.24
Cikijing, ID 108.3667
-7.0167
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Miles: 21.89
Kilometers: 35.23
Ciamis, ID 108.3500
-7.3333
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Miles: 12.76
Kilometers: 20.54
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Pangandaran, ID 108.6500
-7.6833
Miles: 23.28
Kilometers: 37.46
Banjar, ID 108.5333
-7.3667
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Miles: 52.38
Kilometers: 84.30
Banyumas, ID 109.2833
-7.5167
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Miles: 43.47
Kilometers: 69.96
Wonosobo, ID 109.9000
-7.3667
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Miles: 41.74
Kilometers: 67.17
Salatiga, ID 110.5078
-7.3214
Surakarta, ID 110.8333
-7.5833
Miles: 28.70
Kilometers: 46.19
TOTAL JARAK
Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

Jakarta – Surakarta (via Salatiga-Temanggung-Banyumas-Wangon-Ciamis-Cikijing-Cimalaka-Jalan Cagak-Wanayasa-Tol Cipularang-Tol Cikampek-Jakarta:494.11 KM

… sementara catatan lain: Jakarta – Solo = 477 km.
JAKARTA – PANGANDARAN: 283.89 KM
PANGANDARAN – WONOSOBO (Dieng): 191.72 KM

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 12:47 WIB
Cobalah Jalur Alternatif yang Lebar dan Mulus Ini

TEMPO.CO, Purwakarta – Buat pemudik asal Jakarta dan sekitarnya dengan tujuan Cirebon-Jawa Tengah dan Priangan Timur, ada jalur alternatif yang bisa Anda coba untuk menghindari macetnya jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Agus Wahyudin, mengatakan pemudik dapat mengambil jalur alternatif Ciganea-Purwakarta-Wanayasa-Jalan Jagak-Sumedang.

“Jalannya lebar dan mulus, kami jamin pemudik betah selama di perjalanan,” kata Agus di kantornya, Minggu, 5 Agustus 2012.

Menurut dia, jalur ini relatif lancar ketimbang jalur utama Pantura Karawang-Subang-Indramayu. Selain kondisi jalan yang lebar dan mulus, pemandangan di sepanjang jalan juga hampir sama seperti jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Rute yang dapat dilalui untuk melintasi jalur alternatif ini, kata Agus, begitu keluar Jakarta, pemudik jangan keluar dari gerbang tol Cikopo. Mereka diminta masuk ke ruang Tol Cipularang di kilometer 86 lalu keluar melalui gerbang tol Jatiluhur/Ciganea.

Selepas pintu gerbang itu, kendaraan langsung diarahkan menuju ruas Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Jalan Cagak dan lurus saja. “Jangan mengambil jalur kanan arah Ciater-Bandung,” katanya.

Saat berada di pertigaan Jalan Cagak, kendaraan dibelokan ke arah Kasomalang-Cisalak. Selepas Cisalak terus menuju Sumedang. Dari kota tahu itu, anda bisa menggunakan jalur selatan Malangbong-Tasik-Ciamis-Cilacap, tanpa harus melalui ruas Nagreg yang rawan kemacetan.

Agus menambahkan, dari Sumedang pemudik juga bisa masuk ke arah Cikijing-Majelengka-Tomo langsung menuju pintu gerbang Palimanan, Cirebon.

Berdasarkan pemantauan Tempo, Ahad pagi hingga siang ini, 5 Agustus 2012, jalur alternatif di atas, terutama di antara ruas Purwakarta-Wanayasa hingga tapal batas Subang, kondisinya sangat mulus.

Jalan agak berlubang memang ditemukan di ruas Serangpanjang, Subang. Tetapi, sedang dalam perbaikan dan dipastikan sudah selesai dikerjakan pada saat puncak arus mudik.

Kondisi alam pegunungan, cuaca yang teduh, dan warung penjaja kuliner modern, tradisional hingga makanan oleh-oleh khas pegunungan yang bertebaran, akan memanjakan para pemudik jika menyusuri jalur ini.

Kendati jarak tempuhnya memang lebih jauh dari jalur Pantura, Agus mengatakan, jalur alternatif ini jauh dari jebakan kemacetan. “Pemudik harus jeli dalam memilih jalur,” ujarnya.

Kusdinar, warga Kasomalang, Subang, yang saban hari bolak-balik rute Jalan Cagak-Kasomalang-Sumedang mengatakan kondisi jalur alternatif ini layak dilalui para pemudik. “Kondisi jalannya mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan,” katanya.

Suasana jalannya, lanjut Kusdinar, juga sudah ramai dan lampu penerangan jalan sudah memadai jika dilintasi kendaraan pada malam hari.

Jarak jalur alternatif Purwakarta-Wanayasa-Serang Panjang, perbatasan Purwakarta-Subang, sejauh 30 kilometer. Adapun jalur Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak sekitar 15 kilometer. Ruas Jalan Cagak-Cisalak sepanjang 17 kilometer dan Cisalak-Sumedang sejauh 25 kilometer. Jika lancar, waktu tempuhnya diperkirakan hanya tiga jam.

NANANG SUTISNA
15 Agustus 2012 | 18:50 wib
Jalur Tengah Tersendat di Pagojengan

PADAT: Arus kendaraan pemudik di jalur Tegal-Purwokerto antara Pagojengan-Kretek Kecamatan Paguyangan, Brebes pada H-4 Lebaran Rabu (15/8) pukul 12.00, terpantau padat. (suaramerdeka.com/ Teguh Inpras)
BREBES, suaramerdeka.com – Memasuki H-4 Lebaran, Rabu (15/8), ribuan kendaraan pemudik mulai memadati jalur Tegal Purwokerto. Namun, laju kendaraan yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor itu harus tersendat di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan suaramerdeka.com pukul 11.00 WIB, ketersendatan lalu lintas (lalin) terjadi antara lain di perlintasan KA Karangsawah Tonjong, Pasar Linggapura. Sementara di Ciregol relatif lancar.
Adapun tingkat kepadatan lalin di jalur tengah Jateng ini terjadi di sepanjang Pagojengan-Kretek wilayah Kecamatan Tonjong, Brebes. Hal ini disebabkan oleh aktivitas buka tutup perlintasan KA dan pedagang di pasar Kretek.
Arus lalin menumpuk sepanjang jalur tersebut. Sikap egois sejumlah pengendara yang berusaha menerabas antrean memperparah keadaan.
Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto melalui Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo SH menyatakan pada H-4 Lebaran terjadi lonjakan kendaraan yang cukup berarti dibandingkan hari sebelumnya. “Lalu lintas padat tapi lancar,” katanya.
Rruas Pagojengan-Kretek merupakan titik paling krusial dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di jalur Tegal-Purwokerto. Menurutnya, antrean kendaraan sulit dihindari mengingat kondisi jalan sempit dan menanjak.
Belum lagi aktivitas pasar dan buka tutup perlintasan KA yang intensitasnya semakin meningkat. “Dengan volume kendaraan yang semakin meningkat, antrean kendaraan sulit untuk dihindari,” katanya.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, didirikan Pos Pengaman Lebaran di Pintu Selatan Jalan Lingkar/terminal lama Pagojengan. Lokasi itu merupakan pertemuan kendaraan dari arah kota dan jalan lingkar Bumiayu. “Petugas bergerak mobile jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan,” katanya.
( Teguh Inpras Tribowo / CN33 / JBSM )

Posted in jalan-jalan dan kulineran | 4 Comments

peta jalan kasar PINTAS tol bandara-tol serpong-tol jagoraw1

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/78/Petajlj.jpg

peta lingkar luar jakarta 2014peta lingkar luar jakarta 2014ulujamipeta lingkar luar jakarta 2014full

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati Jakarta Outer Ring Road West 2 diminta membenahi dan menata jaringan jalan yang terhubung ke jalan tol lingkar luar itu. Penataan jaringan jalan diperlukan karena kekacauan lalu lintas mulai terjadi di kawasan sekitar tol dan di pintu-pintu tol.

Ahli transportasi Universitas Indonesia, Ellen SW Tangkudung, Selasa (22/7), mengatakan, jaringan jalan yang langsung terhubung dengan jalan tol seharusnya jaringan jalan yang termasuk kelas jalan arteri primer. Jika jalan tol langsung terhubung dengan jalan arteri sekunder, bahkan permukiman, tentu akan berdampak pada terjadinya kekacauan lalu lintas.

Pendapat Ellen beralasan karena saat ini saja di sekitar Pintu Tol Ciledug, lalu lintas di Jalan Ciledug Raya terganggu. Di pintu tol ini, jalan tol yang lebar dan lapang tiba-tiba bertemu dengan Jalan Ciledug Raya yang sempit dan nyaris selalu padat.

Selain itu, pintu tol ini juga bermuara ke Jalan M Saidi Raya yang menghubungkan ke kawasan Bintaro. Jalan M Saidi Raya ini selebar sekitar 8-10 meter saja dan membelah permukiman serta kompleks-kompleks perumahan yang cukup padat.

Dari arah Ciledug Raya harus menembus jalan berkelok di bawah kolong tol untuk menuju Saidi Raya. Tukang-tukang ojek sudah mulai mangkal di kolong tol pada malam hari. Fasilitas penerangan pun kurang memadai.

Pada pagi dan sore hari kemarin, warga Bintaro kerepotan setelah Pintu Tol Bintaro Viaduct di Sektor 3 resmi ditutup. Pelanggan tol yang hendak berangkat dan pulang kerja terjebak kemacetan di jalan utama Bintaro Sektor 2-9 perumahan itu.

”Macet karena antre di pintu tol yang biasanya cuma 20 menit, tadi pagi, jadi 1,5 jam. Karena biasanya di Viaduct, sekarang harus dari pintu tol di Sektor 9,” kata Risna, warga Bintaro.

Warga setempat juga merasa dirugikan karena harus membayar lebih banyak dari biasanya. Dari Pintu Tol Pondok Aren dan keluar di Veteran saja, pengguna tol harus membayar Rp 11.000 per mobil. Biasanya, hanya bayar Rp 7.000 per mobil.

Sementara dari arah Serpong kemudian keluar di Pintu Tol Veteran, biaya yang harus dibayar pengguna sebesar Rp 16.000 per mobil. Biasanya, hanya Rp 12.000-Rp 14.000 per mobil.

Dampak dari pengoperasian tol lingkar luar membuat akses Pintu Keluar Tol Bintaro, Gerbang Tol Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Selasa pagi, macet. Hal ini mengundang protes warga pengguna rute tol tersebut.

Sementara itu, warga yang tinggal dan sering menuju Sektor 1-3 Bintaro keberatan atas penutupan Pintu Tol Viaduct. ”Dengan penutupan pintu keluar ini, kalau mau ke Sektor 1-3, kami harus keluar di Sektor 7 Bintaro dulu. Jaraknya sekitar 6 kilometer. Lumayan cukup jauh mutarnya,” kata Tora (48), karyawan swasta di Sektor 3.

Selain harus memutar jauh, Tora yang warga Pasar Jumat, Jakarta Selatan, mengatakan, ia harus melintasi Sektor 5 untuk sampai Bintaro Plaza.

Tidak utuh

Ellen melihat kekacauan di Bintaro setelah penutupan Pintu Tol Viaduct karena selama ini masyarakat setempat sudah merasa fasilitas tol itu bagian dari kompleks perumahannya.

”Ini akibat pembangunan jaringan jalan, termasuk tol, yang tidak utuh. Dibiarkan lama terpotong-potong. Pintu tol sementara yang dioperasikan di Viaduct telanjur dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Ellen.

Hal ini juga menggambarkan pemerintah pusat dan daerah tidak pernah siap dalam menyediakan fasilitas jaringan jalan. JORR ini sudah tertunda sejak 1990-an. Di sisi lain, jaringan jalan lain yang terhubung dibiarkan tidak terurus. ”Agar kekacauan tidak terus terjadi, segera benahi Jalan Ciledug Raya, Jalan M Saidi Raya, Joglo Raya, juga Ulujami,” katanya.

Sementara itu, dampak dari tersambungnya tol lingkar luar itu membuat warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dan Bintaro, Jaksel, lebih mudah dan cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.

Perjalanan dari Gerbang Tol Pondok Ranji menuju Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pagi, hanya butuh waktu 18 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 kilometer per jam. Waktu tempuh itu sangat pendek dibandingkan dengan menggunakan akses Tol Alam Sutera atau jalan biasanya yang membutuhkan waktu minimal satu jam dalam kondisi tidak macet.

Transaksi pembayaran sebanyak tiga kali, yakni Rp 11.000 di Tol Pondok Ranji, Rp 8.500 di Tol Kayu Besar, dan Rp 5.500 di Tol Sedyatmo. Total biaya yang dikeluarkan Rp 25.000.

Sementara pengguna yang masuk Tol Pondok Ranji dari arah Sektor 3 Bintaro harus memutar di Sektor 7 Bintaro dan masuk Tol Pondok Ranji arah Bandara itu. Total biaya tol yang dikeluarkan Rp 27.500. (NEL/PIN)

Editor : Hindra Liauw
Sumber : KOMPAS CETAK

Posted in peta ke daerah tujuan wisata | Leave a comment

Maen sepeda, bike for fun

setidaknya ada 4 tempat yang gw pernah coba maen sepeda bareng bokin: bonbin Ragunan, kota Bunga Cipanas, dan The Green dan the Icon di BSD City Serpong Banten…. bwat pemaen sepeda amatiran kaya gw yang pake seli mountain bike 26″ dan bokin pake seli 20″ maka kondisi 3 tempat itu cukup memadai lah, terutama di pagi hari setelah jam 6: agak sejuk, udara bersih, suara binatang (bonbin), suara burung (kadang-kadang di The Green), gemericik air kali (The Green), kontur jalan naek turun, beraspal, berbatu juga ada, lebar jalan yang memadai, situasi hilir mudik kendaraan yang relatif sepi, warga dan petugas yang relatif ramah, bisa pake toilet (bonbin n the Icon), minimarket… terutama gw maen @weekend (Sabtu dan Minggu pagi) … sayang ke 4 tempat tersebut tidak menyediakan secara khusus jalur bersepeda (catatan: di The Green ada jalur berjalan kaki di pinggir jalan, dihiasi rumput dan pepohonan)… dibandingkan dengan jalur bersepeda di Alam Sutera dekat sebuah sekolah yang tenar dan mal pertamanya, maka 4 area di atas lebe asri dan lebe sepi cukup untuk bermanuver secara aman dan nyaman, ga seperti di Gelora BK Senayan yang terlalu rame pejalan kaki, atawa di Ecopark TIJ Ancol Jakarta yang mahal tiket masuknya, walau cukup lumayan juga bwat maen sepeda karena mempunyai jalur khusus bersepeda… jalur tepi kali Malang di Pondok Kopi yang panjang mungkin satu saat gw mo coba juga lah :)… Care Free Day di Thamrin-Sudirman mungkin bole dicoba juga, tapi mungkin lebe gerah dan agak rame pejalan kaki ya … :)

the green bsd bersepeda

Posted in Uncategorized | Leave a comment

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

Madison Square Garden can seat 20,000 people for a concert. This blog was viewed about 67,000 times in 2013. If it were a concert at Madison Square Garden, it would take about 3 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Image | Posted on by | Leave a comment

JABODETABEK: jalur busway Jakarta

Denah-busway-v080116
Rute dari HARMONI:
TERMINAL pusat HARMONIcentral terminal HARMONI JAKARTA
Rute dari HARMONI ke MONAS
TERMINAL pusat HARMONI-MONASfrom HARMONI to NATIONAL MONUMENT JAKARTA
MAP on WALKING DISTANCE OF NATIONAL MONUMENT, NATIONAL MUSSEUM, ISTIQLAL MOSQUE, CATHEDRAL, IMANUEL CHURCH

Image | Posted on by | Leave a comment